Hobi

Hikmah dari Kesulitan Menulis Artikel

Sebagai seorang yang tengah belajar menulis, saya bertekad mempelajari semuanya. Salah satunya adalah menulis artikel kesehatan. Ketika memulainya saya benar-benar buta. Tidak tahu bagaimana cara menulisnya. Satu-satunya guru saya adalah Google. Dengan mesin pencari itu saya gerilya beragam artikel kesehatan yang tersebar di dunia maya. Dari sana saya belajar, mana yang sekadar copas tanpa pikir panjang, mana yang membutuhkan banyak referensi bacaan.

Saya pikir-pikir lagi, menulis artikel itu tak ubahnya membuat karya tulis atau paper semasa kuliah. Butuh sumber-sumber yang jelas dan bisa dipercaya agar tulisannya mantap. Dari situ saya lalu mencoba. Masalahnya, majalah yang saya tuju adalah majalah berbahasa Jawa. Tentu saja ini membawa kesulitan tersendiri. Meski terlahir di Jawa dari orang tua yang Jawa asli tak berarti saya pintar menulis dengan bahasa itu. Bahasa keseharian jauh lebih kasar. Sementara yang ada di majalah meski menggunakan bahasa keseharian, tata bahasanya jauh lebih halus dan sopan. Acapkali saya juga menemukan kendala saat menuliskan kata-kata dalam bahasa Jawa. Jika tidak paham saya akan menulisnya dalam bahasa Indonesia, baru kemudian saya cari tahu artinya dalam bahasa Jawa.

Jika itu kendala, maka bahan tulisan yang kebanyakan berasal dari jurnal, prosiding, dan artikel berbahasa Inggris juga memberi kesulitan lain. Dengan kemampuan berbahasa Inggris yang tak terlalu baik, saya mencoba melahap saja semua isinya. Tentu saja memusingkan bagi saya. Translator yang ada di laptop tidak memadai, saya masih harus mengolah hasil terjemahannya agar paham arti sebenarnya. Jadi bisa dibayangkan jalan panjang untuk menuliskan satu artikel saja.

Setelah itu tak lantas semuanya lancar. Ketika tulisan dikirimkan, ternyata si tulisan tidak selalu bisa tampil menghiasi halaman majalah. Hanya beberapa saja yang sanggup menembus dan nampang disana. Aduh, menyedihkan memang. Akan tetapi, dari sana saya kemudian sadar segala kesulitan itu memberi keuntungan, berupa:

1. Ilmu yang bertambah

Membaca beragam jurnal dengan topik bermacam-macam membuat pengetahuan saya bertambah. Membuat kepala saya penuh oleh pengetahuan baru yang sebelumnya tidak saya dapatkan. Semisal mengenai khasiat kepel, salah satu buah yang kini langka di Indonesia.Β Tak hanya baik untuk menurunkan asam urat, mengharumkan napas, kepel juga bermanfaat melancarkan buang air kecil, mencegah radang ginjal, juga menjadi alat kontrasepsi alami bagi wanita.

2. Memperlancar kemampuan membaca artikel berbahasa Inggris

Dengan semakin sering dan banyaknya jurnal, prosiding atau artikel berbahasa Inggris, kemampuan membaca saya pun meningkat. Jika dulu saya sering membuka translator, kini sudah berkurang. Semua terjadi karena semakin banyak kosa kata yang terserap.

3. Tidak Mudah Menyerah

Dimana ada kemauan, disitu ada jalan. Begitulah kalimat yang kerap kita dengar. Tetapi, praktiknya memang lebih sulit dari kenyataan. Ketika menemui kesulitan, keinginan untuk menyerah ternyata lebih besar. Begitu juga saya sewaktu mulai belajar menulis artikel. Harus membaca prosiding, jurnal, dan artikel pendukung yang rata-rata berbahasa Inggris tak urung membuat semangat saya surut. Masa satu demi satu artikel saja sulitnya sebegitu? Namun, ternyata semua kesulitan itu membawa efek besar. Kita jadi tangguh dan tidak mudah menyerah. Kesulitan bukan untuk dihindari, tapi dicari jalan keluarnya.

4. Menambah rasa percaya diri

Ketika beberapa tulisan berhasil menembus majalah, rasa percaya diri saya semakin menebal. Sebelum itu, saya selalu under estimate diri sendiri. Saya kerap berpikir saya takkan mungkin bisa menulis artikel. Perjalanan itu membuktikan saya mampu, hanya saja saya harus berusaha lebih keras. Itu saja kuncinya. Sebab dengan usaha, apapun kesulitannya, akan bisa dilewati.

Jadi, teman-teman diluar sana yang tengah belajar nulis seperti saya, terus lakukan saja. Akan ada kesulitan menghadang, tetapi pasti ada jalan keluar. Percayalah, semua ketidakenakan itu justru memberi efek baik. Menjadikanmu seorang yang tangguh, tidak lekang oleh kesulitan yang menghadang. Semangat!

 

 

Image source: unsplash.com

Editor: Indoblognet

afin yulia

Afin Yulia
Blogger, crafter, writer
Penulis novel Sweet Sour Love, From Spring to Winter

Komentar

Indoblognet merupakan bagian dari MB Communication Network (MB Network) yang diimplementasikan menjadi sebuah jaringan netizen dan blogger Indonesia.

Kami memberikan ruang bagi eksistensi sobat netizen dan blogger menuangkan ide, gagasan, opini, sekaligus berbagi informasi, ilmu, dan cerita tentang berbagai pengalaman yang menginspirasi untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik.

Fanpage

Instagram @Indoblognet

  • Hai, haaai smart people 😍 Asyikkk ya weekend! Have fun ya, guys πŸ˜„
.
Guys, tau gak sih kamuuu, lebih dari 3,8 milyar orang di seluruh dunia menggunakan internet, dimana jumlahnya meningkat 38 juta orang sejak Januari 2017 😁
.
Kenaikan ini menandakan bahwa penetrasi internet di seluruh dunia mencapai 51%, atau bisa dibilang orang yang pakai internet udah lebih banyak daripada orang yang nggak pakai internet, hihi.. Memang sih, tahun 2017 ini sebenarnya peningkatan jumlah pengguna internet jauh lebih lambat daripada tahun 2016 πŸ˜†
.
Daaan, dari 3,8 milyar orang pengguna internet di seluruh dunia, 2,9 milyarnya aktif menggunakan media sosial, lho! Wawww πŸ˜‹ Pastinya kamu termasuk di dalamnya dong, heheee
.
Sumber: youthmanual.com
.
#indoblognet #mbcommunication #internet #survey #sosialmedia #socialnetworking #weekend #saturday #viral

Follow Me

Copyright Β© 2017 Indoblognet.com. Design by: Planetmaya.net.

To Top