Opini

Hati-hati Ada Lomba Blog Pemberi Harapan Palsu (PHP)

Keberadaan blogger tahun-tahun belakangan ini cukup diperhitungkan. Hal ini bisa dilihat dari antusiasme berbagai perusahaan, instansi, lembaga departemen dan non-departemen, atau personal yang berkolaborasi bersama blogger. Tentu saja hal itu dilakukan dengan banyak pertimbangan. Selain profit yang diharapkan ke depannya pasca kolaborasi yang dijalin.

Tak heran, sebagian blogger memilih ngeblog sebagai profesi utamanya. Selain sebagai content writer, developer, maupun adsenser, ajang lomba menjadi salah satu tumpuan untuk menopang pendapatan pribadinya. Maka bermunculannya ‘orang kaya baru’ dari hasil jerih payahnya ngeblog sudah bukan menjadi rahasia lagi. Ini sekaligus menunjukkan bahwa profesi apapun jika ditekuni dengan baik, pasti akan memperoleh hasil yang baik pula.

Berbagai pihak yang telah bekerjasama dengan para blogger sudah merasakan manfaat positifnya. Selain produk atau program mereka lebih dikenal, mereka pun memperoleh nilai ekonomis yang lebih, saat berkolaborasi dengan blogger. Hitung saja jika mereka harus pasang iklan di tv, radio, koran, atau media mainstream lainnya! Pasti biaya yang dikeluarkan cukup besar. Satu spot iklan tv yang berdurasi 10-15 detik saja bisa memakan biaya ratusan juta. Padahal iklan tersebut hanya beberapa kali tayang saja. Pun demikian juga dengan media yang lain.

Sementara blogger yang identik dengan berbagi di media sosial, cenderung akan membagikan tulisannya di media sosial yang dipunyai. Inilah salah satu kekuatan blogger yang belum tentu dimiliki oleh media mainstream yang ada. Belum lagi jika blogger tersebut memang memperoleh pekerjaan khusus untuk menjual brand perusahaan atau personal tertentu. Pastilah berbagai upaya dilakukan agar banyak para pembaca yang sudi mampir ke halamannya atau website perusahaan maupun personal yang dipromosikannya.

Oleh karena itu, banyak perusahaan besar yang akhirnya membuat satu lomba blog untuk mengenalkan produk barunya. Hadiah bejibun atau jumlah nominal yang besar dijanjikan agar banyak blogger yang tergiur ikut serta. Jenis lomba pun bervariasi tak hanya pada kualitas isi saja. Lomba yang spesifik pada SEO (search engine optimization) pun digelar. Hal ini dilakukan agar produknya dapat menjadi top pencarian di mesin pencari Google. Lomba yang menggabungkan antara SEO dan isi juga menjadi alternatif ke-tiga yang biasa disebut ‘lomba blog semi SEO’.

Produk-produk elektronika, elektronik, kecantikan, travel, serta food and beverage saat ini menjadi ‘konsumen’ terbesar blogger. Tak heran, sebuah produk elektronika (HP) bisa sampai mengeluarkan biaya milyaran dan melibatkan ratusan blogger dan jurnalis untuk launching produk hp barunya. Sangat luar biasa bukan?

Bloggerpun Bisa Kena ‘PHP’

Mengingat efek positif dengan biaya yang ‘murah’ inilah. Beberapa brand mencoba ‘bermain api’. Untuk meningkatkan pamor merek produk dan perusahaannya, sebuah merek hp lokal membuat lomba blog. Iming-iming hadiah puluhan juta rupiah, lomba blog (dan video) pun digelar. Tak pelak, puluhan atau malah ratusan blogger pun berlomba-lomba untuk mengikutinya. Tentu saja mereka menulis dengan sebaik mungkin sekaligus untuk memenuhi berbagai persyaratan dan ketentuan yang berlaku.

Waktu pun berlalu. Pengumuman pemenang yang seharusnya pada tanggal 16 Mei pun ternyata nihil. Untunglah, ditanggal 19 Mei akhirnya fanpage FB merek tersebut mengumumkan tiga pemenang lomba blog yang digelar. Selesai? Eh, ternyata justru pengumuman (yang tertunda) itu yang menjadi awal ‘malapetaka’ bagi merek hp tersebut. Di antara tiga pemenang tersebut, ternyata bukanlah blogger masyhur yang memang sudah dikenal keandalannya dalam menulis. Apalagi banyak blogger yang benar-benar tidak mengenal mereka bergabung dalam komunitas tertentu.

Tentu saja ini menjadi tanda tanya besar dan layak dicurigai. Apakah para blogger (yang bukan blogger abal-abal) benar-benar telah di PHP (pemberi harapan palsu)? Maka berbagai tulisan serta komentar pedas meluncur di halaman fanpage FB bersangkutan. Duh, pemilik merek gawai ini mungkin amnesia. Para blogger peserta lomba blog tentulah bukan orang yang (maaf) bodoh dan mudah dibodohin. Saya yakin mereka memiliki tingkat intelektualitas menengah ke atas. Artinya, tidak akan semudah itu untuk melupakan tulisannya yang dikutkan lomba.

Kejanggalan terbesar dan menjadi ‘bunuh diri’ bagi brand tersebut adalah pemilik blog hanya memiliki satu postingan di blognya. Selain itu, blog gratisan (blogspot) yang menjadi platform ketiga pemenang tersebut. Mungkin baru kali inilah, sebuah lomba blog semua pemenangnya memiliki platform blog yang sama (dan gratisan) serta hanya memiliki satu artikel saja. Satu artikel yang isinya hanya lomba blog itu saja. Belum lagi setelah ditelisik lebih jauh, pemenang pertama isi artikelnya lebih dari 25% adalah copy paste.  Wow…hanya satu kata itu saja mungkin yang pantas terucap.

Blogger Bukan Kelinci Percobaan

Nah, ini pesan dan kesan saya sebagai blogger yang beberapa kali kena PHP. Tentu rasa kecewa akan bergelayut di dada. Nyesek begitulah. Tapi mau bagaimana lagi. Penyelenggaralah yang punya kuasa. Sama seperti saat kita bayar cicilan telat. Pasti tanpa ampun denda akan dikenakan. Eh, kok malah curhat? Hahaha..

Ikhlaskan saja, sembari ‘naik banding’ lewat saluran yang memungkinkan. Ini jika memang bisa banding lho. Tapi saya kok belum pernah menemui blogger yang kalah kompetisi naik banding ya? Paling-paling, menuliskan rasa kecewa itu lewat seruan tulisan yang kita tujukan kepada si empunya kompetisi. Sesekali juga tak ada salahnya curhat di medsos yang kita punyai. Hal ini sekaligus menjadi peringatan bagi pemilik merek tersebut bahwa blogger bukanlah manusia apaan. Yang dengan begitu mudahnya dicuekin dan dilupakan. Jiaaahh

Sementara bagi si empunya lomba, Anda menipu blogger sama dengan Anda ‘menggali lubang kubur’ sendiri. Promosi gratis untuk mendegradasi merek atau produk Anda pada dunia daring. Padahal promosi lewat media daring ini sudah menjadi keniscayaan di era ini. Jika pun ada permintaan maaf, bahkan lomba diulang, tak akan membuat kesan buruk ini beranjak dari benak para blogger. Camkan itu!

 

 

Editor: Indoblognet

 

Mas Nuz

Pecinta keluarga yang kadang suka nulis dan jalan-jalan.

Komentar

Indoblognet merupakan bagian dari MB Communication Network (MB Network) yang diimplementasikan menjadi sebuah jaringan netizen dan blogger Indonesia.

Kami memberikan ruang bagi eksistensi sobat netizen dan blogger menuangkan ide, gagasan, opini, sekaligus berbagi informasi, ilmu, dan cerita tentang berbagai pengalaman yang menginspirasi untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik.

Fanpage

Instagram @Indoblognet

  • Merdeka itu berani beragam dan bekerja sama. Kemerdekaan itu adalah Kerja Bersama.

Dirgahayu Indonesia ke-72. Semoga Indonesia menjadi bangsa yang maju dan bermartabat. Merdeka !

#hutri72 #kemerdekaan72 #kemerdekaanRI72

Follow Me

Copyright © 2017 Indoblognet.com. Design by: Planetmaya.net.

To Top