Kesehatan

Gimana Sih Tips Memilih Pasta Gigi Anak?

“Duuuh masih kecil kok giginya sudah keropos?” pernah membawa anak-anak ke dokter gigi dan pak atau bu dokter berkomentar demikian? Seringkali orang tua abai memperhatikan kesehatan gigi balita. “Ah ini kan baru gigi susu, nanti juga diganti gigi dewasa” Anggapan keliru menyebabkan orang tua kurang peduli terhadap kebiasaan anak untuk menggosok gigi. Perlu diingat bahwa menggosok gigi adalah bagian dari upaya menjaga kesehatan gigi. Kebiasaan rutin dan rajin membersihkan gigi hendaknya dikenalkan pada anak-anak sejak usia dini. Setidaknya sejak usia dini anak-anak mengerti bagaimana menggunakan sikat gigi dan pasta gigi serta manfaat menjaga kebersihan gigi.

Kebutuhan anak-anak akan zat-zat yang terkandung pada pasta gigi seringkali berbeda dengan orang dewasa.
Pasta gigi anak tersedia dalam banyak pilihan dalam berbagai merk. Memilih pasta gigi untuk anak kadang membuat orang tua bingung menentukan pilihan. Semakin banyak iklan di televisi semakin banyak pilihan. Kira-kira pilih pasta gigi rasa strawberry atau melon? mau yang berhadiah mainan atau berhadiah sikat bergagang lucu? Padahal memilih pasta gigi tidak sekedar tentang harga, rasa dan hadiah sebagai iming-imingnya. Memahami tips memilih pasta gigi dapat membantu anak rajin menyikat gigi sehingga kesehatan gigi pun terjaga.

Tips Memilih Pasta Gigi Untuk Anak

Dari sekian banyak pilihan pasta gigi untuk anak, faktor apakah yang menjadi alasan utama memilihnya sebagai pasta gigi yang aman? Faktor terpenting yang harus diperhatikan adalah kebutuhan si kecil akan senyawa tertentu pada pasta gigi. Pada usia pertumbuhan si kecil membutuhkan kalsium untuk kesehatan giginya. Di dalam pasta gigi anak zat kalsium biasanya berada dalam bentuk kalsium glukonat dan kalsium fosfat.

Kenali senyawa yang terdapat dalam pasta gigi untuk anak. Berbahayakah untuk kesehatan mulutnya? Pasta gigi yang tersedia di pasaran saat ini kebanyakan dalam bentuk pasta dan gel. Bentuk pasta biasanya berupa pasta putih atau berwarna sedangkan bentuk gel berupa gel yang transparan lebih bening dibandingkan bentuk pasta. Di dalam pasta gigi terkandung beberapa senyawa yaitu bahan abrasive, tambahan perasa, zat untuk retensi kelembaban, bahan pengental serta deterjen.

Bahan abrasive pada pasta gigi berfungsi menghilangkan sisa makanan, membunuh bakteri sehingga membantu menghilangkan noda dari gigi. Perasa pasta gigi berfungsi layaknya pemanis buatan pada makanan yaitu membuat pasta gigi terasa lebih nyaman di mulut tidak hanya rasa pedas. Perasa tersebut bisa berupa strawberry, mint, lemon bahkan permen karet.

Zat yang berfungsi sebagai retensi kelembaban pada pasta gigi biasanya berupa gliserol. Dengan adanya humektan pasta gigi tidak akan mengering meski tubenya dibuka tutup berkali-kali selama pemakaian. Bahan pengental pada pasta gigi berfungsi menjaga tekstur pasta gigi. Zat yang digunakan biasa terdapat dalam rumput laut. Bahan deterjen pada pasta gigi biasanya berupa sodium lauryl sulfate dan berfungsi menimbulkan busa ketika digosokkan. Terlalu banyak kandungan deterjen menyebabka rasa tak nyaman pada mulut.

Beberapa zat tambahan lain yang terdapat pada pasta gigi adalah fluoride, kalium nitrat, triclosan dan zinc sitrat. Fluoride berfungsi untuk melindungi gigi dari asam yang dihasilkan oleh bakteri di dalam mulut sehingga menurunkan resiko gigi berlubang. Kalium nitrat biasa terdapat pada pasta gigi khusus gigi sensitif. Senyawa tersebut membantu mengurangi sensitivitas gigi dengan cara menghalangi jalur gigi yang menempel langsung pada syaraf. Zinc sitrat membantu mencegah terakumulasinya karang gigi. Karang gigi bisa menyebabkan bau mulut tak sedap dan gigi lebih cepat berlubang. Triclosan berperan membunuh bakteri sehingga populasinya terkendali. Kira0kira zat apa saja yang dibutuhkan gigi anak yang sedang dalam masa pertumbuhan?

Faktor-faktor lain yang patut menjadi pertimbangan dalam memilih pasta gigi anak adalah:

a. Menyesuaikan kebutuhan fluoride. Kandungan Fluoride pada pasta gigi anak lebih rendah dibandingkan pasta gigi untuk orang dewasa. Untuk balita dianjurkan menggunakan pasta gigi dengan kandungan fluoride sebesar 500 ppm atau 0,5 mg/ Gram pasta gigi. Pada anak usia 6-11 tahun pasta gigi dengan kandungan fluoride 1000 ppm lebih dianjurkan. Fluoride pada anak-anak membantu menurunkan resiko caries hingga 25%. Namun kelebihan Fluoride bisa mempercepat kerusakan gigi karena menyebabkan fluorosis yaitu keropos pada enamel gigi.

b. Memilih perasa pasta gigi sesuai selera anak. Kesukaan anak-anak pada buah tertentu bisa menjadi acuan memilih pasta gigi

c. Memberikan pasta gigi hanya di ujung sikat gigi atau kira-kira sebesar biji kacang polong untuk balita. Hal ini mengurangi resiko pasta gigi tertelan terlalu banyak.

d. Memilih pasta gigi dalam kemasan praktis agar anak-anak mudah membuka dan menutupnya dengan sempurna

Selain memilih pasta gigi untuk anak pemilihan sikat gigi juga perlu diperhatikan. Pilih sikat gigi dengan bulu sikat lembut agar tidak melukai gusi. Dampingi balita saat menyikat gigi untuk mengajarkan cara menyikat gigi yang benar. Hati-hati bibir atau gusi terluka pada saat menyikat gigi bisa membuat si kecil trauma dan menyebabkan sariawan.

 

 

Image source: pixabay.com

 

Dwi Aprilytanti Handayani

Ibu dua anak, senang menulis dan berbagi pengalaman. Baginya menulis adalah salah satu sarana mengeluarkan uneg-uneg dan segala rasa.

Latest posts by Dwi Aprilytanti Handayani (see all)

Komentar

Indoblognet merupakan bagian dari MB Communication Network (MB Network) yang diimplementasikan menjadi sebuah jaringan netizen dan blogger Indonesia.

Kami memberikan ruang bagi eksistensi sobat netizen dan blogger menuangkan ide, gagasan, opini, sekaligus berbagi informasi, ilmu, dan cerita tentang berbagai pengalaman yang menginspirasi untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik.

Fanpage

Instagram @Indoblognet

  • Hai, sahabat Indoblognet 😁 Selamat beraktivitas dan menjalani hari penuh berkah, aamiin
.
Sahabat, tau gak kalian, kalau saat ini menulis content yang hanya berupa tulisan rasanya jadi kurang menarik, khususnya untuk konten sosmed ya guys πŸ˜€ Karena saat ini konten yang menarik perhatian  audiens adalah konten yang dikemas dalam bentuk infografik (yaitu konten dalam bentuk visual: tabel, gambar, animasi, dll)
.
Berdasarkan survey, konten infografik mendapatkan like dan share yang lebih banyak 3X lipat dibandingkan konten yang hanya berupa tulisan πŸ˜‰ Nah, yuk ah belajar meningkatkan kualitas kontenmu dengan mencoba berbagai bentuk infografik πŸ˜€
.
#indoblognet #mbcommunication #infografik #konten #tipscontent #trending #popularpost #viralcontent #socialmedia

Follow Me

Copyright Β© 2017 Indoblognet.com. Design by: Planetmaya.net.

To Top