Indo Blog Net

kesehatan

Kupas Tuntas Gejala dan Penyebab Stroke yang Penting untuk Diketahui

Penyebab Stroke

Stroke merupakan suatu kondisi yang terjadi saat pasokan darah ke otak terganggu atau berkurang akibat adanya penyumbatan atau pecahnya pembuluh darah. Tanpa darah, otak tak akan memperoleh asupan oksigen dan nutrisi, sehingga sel-sel pada otak akan mati hanya dalam beberapa menit saja.

Stroke dapat mengakibatkan bagian tubuh yang dikendalikan oleh otak yang rusak menjadi tak berfungsi dengan normal, bahkan bisa menimbulkan kerusakan permanen. Tapi dengan tindakan penanganan yang cepat dan tepat, tingkat kerusakan akibat stroke ini bisa diminimalkan.

Mari kita bahas secara lengkap mengenai stroke pada ulasan di bawah ini ūüôā

3 Jenis Stroke yang Harus Kamu Tahu

Ada beberapa jenis stroke yang penting untuk diketahui. Yuk, kita bahas satu persatu!

1. Stroke Iskemik

Stroke iskemik terjadi saat pembuluh darah arteri yang membawa darah dan oksigen ke otak mengalami penyempitan atau terhambat oleh bekuan darah. Hal ini menyebabkan aliran darah ke otak sangat berkurang. Stroke iskemik merupakan jenis stroke yang paling sering terjadi. 

2. Stroke Hemoragik    

Stroke hemoragik terjadi ketika pembuluh darah di otak pecah dan menyebabkan pendarahan. Kondisi ini berawal dari pembuluh darah yang melemah, kemudian pecah hingga menumpahkan darah ke sekitarnya dan menghambat jaringan otak. Jika pendarahan berlanjut, bisa mengakibatkan koma maupun kematian.

3. Stroke Ringan

Stroke ringan atau yang sering disebut mini stroke (TIA/Transient Ischemic Attack) merupakan kondisi terjadinya kekurangan darah pada sistem saraf yang berlangsung singkat, biasanya hanya terjadi dalam beberapa menit atau jam.

Hal ini disebabkan karena otak tidak mendapat pasokan darah yang cukup. Meskipun jenis stroke ini terbilang ringan tapi tetap tidak boleh diabaikan, karena ini merupakan tanda adanya masalah pada supply darah ke otak.

Apa Saja Gejala Stroke?

Para ahli mengatakan bahwa semakin dini adanya serangan stroke dikenali dan diobati, maka akan semakin besar peluang untuk sembuh serta terhindar dari risiko kelumpuhan. Kepala Divisi Stroke di New York РPresbyterian Hospital/Columbia University Medical Center menyatakan, saat seseorang terserang stroke, mereka akan menunjukkan tanda-tanda perubahan fisik yang bisa dikenali. 

Serangan stroke ini bisa menyebabkan gejala yang bervariasi pada setiap orang, sebab setiap bagian tubuh kita dikendalikan oleh bagian otak yang berbeda-beda, dan gejala stroke tergantung pada bagian otak mana yang terserang serta sejauh mana tingkat kerusakannya.

Namun, umumnya serangan stroke terjadi secara tiba-tiba, dan bisa memburuk dalam jangka waktu 1 hingga 3 hari.

Berikut ini beberapa gejala stroke yang perlu kamu tahu:

  • Mati rasa atau lemah (bisa juga disertai nyeri) yang terjadi secara tiba-tiba pada bagian wajah, lengan atau kaki yang terjadi pada satu sisi tubuh. Misalnya, mengalami kesulitan menggerakkan lengan ataupun mengendalikan jari.
  • Tiba-tiba kebingungan dan sulit bicara. Orang yang terkena stroke umumnya mengalami masalah saat bicara, bahkan ada yang mengalami penurunan pemahaman.¬†
  • Mengalami gangguan penglihatan secara tiba-tiba. Ini juga merupakan gejala stroke yang umum, dimana mereka tidak mampu melihat jelas dengan satu mata (pandangan kabur), maupun kesulitan untuk melihat ke arah kanan atau kiri.
  • Mendadak kesulitan untuk berjalan dan kehilangan keseimbangan. Mereka yang terkena stroke menjadi mudah tersandung atau bahkan jatuh. Hal ini terkadang disertai dengan kesemutan.
  • Tiba-tiba sakit kepala dengan rasa nyeri yang intens. Sakit kepala bisa juga disertai leher kaku, nyeri pada wajah, serta muntah.
  • Kesulitan menghirup atau menelan, yang diiringi dengan pingsan, rasa mual, hingga muntah.
  • Vertigo. Ini merupakan sensasi yang muncul seolah kamu merasa bergoyang atau berputar, dan benda-benda di sekitar bergerak padahal sebenarnya tidak.¬†

Jika kamu mengalami gejala-gejala tersebut, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapat penanganan yang tepat. Pada stroke ringan, gejala tersebut akan hilang dalam waktu kurang dari 24 jam. Namun stroke ringan ini bisa saja menjadi risiko untuk terkena stroke yang lebih berat jika tidak ditangani dengan tepat.

Wanita Lebih Rentan Terkena Stroke Dibanding Pria

Wanita umumnya lebih rentan terkena penyakit-penyakit seperti autoimun, migrain, dan obesitas. Dimana penyakit-penyakit tersebut dapat meningkatkan risiko seorang wanita terkena stroke.

Sebuah penelitian yang dilakukan di Inggris dan dirilis dalam Jurnal Neurologi menunjukkan fakta bahwa wanita yang mengalami obesitas akan jauh lebih rentan terkena stroke dibandingkan pria yang mengalami obesitas.

Penelitian tersebut melibatkan data dari 1,3 juta wanita yang rata-rata berusia 57 tahun, dimana ada lebih dari 228 ribu wanita dengan indeks masa tubuh 30. Dan 20 ribu lebih diantaranya memiliki risiko terkena stroke. 

Selain itu, mengonsumsi pil KB bagi wanita yang memiliki darah tinggi juga dapat meningkatkan risiko wanita terkena stroke. Pada wanita, stroke merupakan penyebab kematian nomor tiga, sedangkan pada pria adalah penyebab kematian nomor lima.

Diperkirakan setiap tahun terjadi 53,5% stroke baru atau berulang pada wanita, dimana ada lebih dari 55.000 perempuan meninggal akibat stroke setiap tahun dibandingkan laki-laki. 

Apa Saja yang Menjadi Penyebab Stroke?

Tahukah kamu, bahwa sekitar 90% pemicu serangan stroke adalah gaya hidup yang salah. Untuk menghindari serangan stroke ini, kamu perlu mengenali apa saja penyebab stroke.

  • Hipertensi

Kondisi hipertensi menyebabkan darah menekan dinding arteri dan mengganggu pembuluh darah yang dapat memicu terjadinya stroke.

  • Obesitas

Mereka yang mengalami obesitas memiliki kelebihan lemak di tubuh yang dapat membuat darah mengental serta pembuluh darah menjadi keras sehingga mudah pecah dan tersumbat.

  • Penyakit jantung

Sebagaimana dikatakan oleh dokter spesialis bedah saraf dari Mayapada Hospital, dr.Roslan Yusni Hasan, SpBS, jantung adalah mesin utama sirkulasi darah. Jika jantung mengalami gangguan, kemungkinan besar akan terjadi gangguan pada pembuluh darah di otak yang dapat memicu stroke.

  • Diabetes

Mereka yang terkena diabetes mempunyai risiko 1,5 kali lebih besar terserang stroke, terutama bagi mereka yang diabetesnya tidak terkontrol akan sangat rentan mengalami sumbatan di pembuluh darah, termasuk pembuluh darah di otak.

Pengidap diabetes juga umumnya mempunyai pembuluh darah yang lebih kaku atau mungkin tersumbat oleh plak kolesterol, yang dikenal dengan ateroklerosis. Saat ateroklerosis menyumbat sirkulasi darah, saat itulah terjadi serangan stroke.

  • Kolesterol tinggi¬†¬†

Kadar kolesterol yang tinggi di dalam tubuh akan menyempitkan pembuluh darah, yang mengakibatkan darah yang membawa oksigen dan nutrisi tidak dapat mengalir menuju otak. Dan ketika otak tak memperoleh oksigen dan nutrisi yang dibutuhkan, inilah yang kemudian mengakibatkan stroke. 

  • Infeksi¬†¬†

Bagi mereka yang mengalami infeksi paru-paru Pneumonia, virus cacar Herpes Zoster, infeksi HIV, sifilis, termasuk juga infeksi tropis dan parasit yang tidak biasa, dapat mengalami peningkatan risiko stroke.

  • Migrain¬†¬†¬†

Sebuah penelitian menyatakan bahwa orang lanjut usia yang mengidap migrain berisiko 2 kali lebih besar mengalami stroke. Stroke ini terjadi saat orang yang mengidap migrain tersebut mengalami cedera otak, karena adanya bekuan darah yang mengganggu aliran darah menuju otak. 

  • Stress¬†¬†

Pakar neurosains mengatakan bahwa stress dapat merusak pembuluh darah otak secara perlahan yang akhirnya mengakibatkan stroke.

  • Makanan tak sehat

Pola makan tak sehat seperti mengonsumsi makanan berlemak jahat adalah salah satu penyebab terjadinya kerusakan pembuluh darah, dan akhirnya dapat mengakibatkan stroke.

  • Kurang olahraga

Tidak berolahraga menyebabkan sirkulasi darah menjadi tidak lancar dan dapat memicu stroke.

  • Merokok¬†¬†¬†¬†

Paparan bahan-bahan kimia yang dihirup dari asap rokok membuat pembuluh darah di otak lebih cenderung mengalami penyumbatan dan peningkatan pembekuan darah yang akhirnya dapat memicu stroke.

  • Minuman beralkohol

Sejumlah peneliti dari Karolinska Institute, Swedia dan University of Cambridge, Inggris, menyatakan bahwa peminum berat mempunyai risiko 1,6 kali lebih besar mengalami stroke iskemik dan 1,8 kali lebih besar mengalami stroke hemoragik.

Cara Mencegah Stroke

Tentu lebih baik mencegah daripada mengobati, bukan? Cara utama untuk mencegah stroke yaitu dengan menerapkan gaya hidup sehat dalam kehidupan kita sehari-hari. Gaya hidup sehat di antaranya dengan menjaga pola makan yang sehat, olahraga secara teratur, hindari stress, rokok, dan minuman beralkohol.

Yuk, belajar mulai dari sekarang untuk hidup lebih sehat, karena kesehatan adalah aset yang sangat berharga! ūüôā

See me on

Arifah Abdul Majid

[Content Writer] - [Work at home mom] - [Natural lover]

Contact me at: [email protected]
Arifah Abdul Majid
See me on
Bagikan Jika Bermanfaat

Komentar

Indoblognet merupakan bagian dari MB Communication Network (MB Network) yang diimplementasikan menjadi sebuah jaringan netizen dan blogger Indonesia.

Kami memberikan ruang bagi eksistensi sobat netizen dan blogger menuangkan ide, gagasan, opini, sekaligus berbagi informasi, ilmu, dan cerita tentang berbagai pengalaman yang menginspirasi untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik.

Fanpage

Instagram @Indoblognet

Instagram has returned invalid data.

Follow Me

Copyright © 2017 Indoblognet.com. Design by: Planetmaya.net.

To Top