Ekonomi

Galeri Indonesia WOW, Bentuk Layanan Pemerintah untuk Dimanfaatkan oleh UKM

galeri indonesia wow

Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Indonesia kini hadir semakin marak. Para pelaku UMKM telah berkontribusi sebesar 56.92% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan menyerap 97,3% dari total angkatan kerja. Keunggulan UMKM adalah sifatnya yang fleksibel dan mudah beradaptasi sehingga tangguh terhadap hantaman krisis. Karenanya Forum Komunitas UMKM Nasional (FOKUS) mencanangkan program “Satu Juta UMKM Naik Kelas” melalui akselerasi peningkatan produktifitas dan daya saing, yang disosialisasikan pada Hari Jumat, 2 Juni 2017, bertempat di Galeri Indonesia WOW, SME Tower Jakarta.

Mengapa harus “Naik Kelas”?

Dikarenakan struktur UMKM di Indonesia yang sangat timpang. Yaitu terdiri dari 50 juta lebih Usaha Mikro, sedangkan Usaha Kecil berjumlah kurang dari 1 juta dan kurang dari 100 ribu saja Usaha Menengah.

UMKM Naik Kelas bukan hanya perubahan status dari Usaha Mikro menjadi Usaha Kecil, atau Usaha Kecil menjadi Usaha Menengah. Namun dalam perkembangan ekonomi saat ini yang dikatakan UMKM naik kelas adalah perubahan positif atas omzet dan faktor lainnya.

  • Lembaga. Perbaikan formalisasi usaha, yang semula tidak berbadan hukum menjadi berbadan hukum.
  • SDM. Meningkat baik secara kuantitas maupun kualitas.
  • Produksi. Pemanfaatan teknologi dalam produksi, inovasi produksi, sertifikasi halal dan ISO.
  • Akses pembiayaan. Dari sebelumnya mengandalkan dana-dana bina lingkungan, kemudian memanfaatkan program kredit. Contohnya Kredit Usaha Rakyat (KUR), yaitu kredit perbankan yang mendapat subsidi bunga. Atau yang semula menggunakan KUR kemudian beralih ke kredit komersial.
  • Pemasaran. Meningkatnya jumlah varian produk, inovasi baru dan jangkauan pemasaran yang meluas.

Permasalahan yang sering kali timbul dan mengakibatkan UMKM tidak naik kelas adalah belum optimal dan tidak validnya dukungan data dan informasi, juga koordinasi antar Deputi dan Kementrian/Lembaga, Sistem monitoring dan evaluasi, serta pemberdayaan UMKM.

FOKUS sudah mengusulkan kepada Kementrian Koperasi, bahwa diperlukan peraturan menteri tentang umkm naik kelas, supaya ada pegangan bagi pelaku UMKM yang ingin naik kelas mendapat apresiasi atas kenaikan usahanya tersebut.

Kemudian telah dirumuskan prosedur UMKM Naik Kelas sebagai berikut :

  1. Registrasi melalui www.umkmnaikkelas.com atau bisa melalui aplikasi android LUNAS (Layanan UMKM Naik Kelas)
  2. Diagnosis usaha.
  3. Imporvisasi, peningkatan kapasitas dan produktivitas
  4. Monitoring dan evaluasi. Diperlukan pencatatan atau database lima tahunan, dengan data kualitatif untuk membantu UMKM mengambil keputusan dalam jenis support.
  5. Penilaian atas keberhasilan atau tidaknya UMKM Naik Kelas.

Founder FOKUS UMKM—Cak Samsul menuturkan, pada tanggal 12 Agustus 2017 mendatang akan diperingati sebagai Hari UMKM Naik Kelas, yang mana bertepatan dengan hari lahir Bung Hatta. Bertujuan untuk memberi kesempatan dan apresiasi bagi UMKM yang Naik Kelas.
Oleh karena itu, Galeri Indonesia WOW hadir sebagai Layanan Pemerintah untuk dimanfaatkan oleh UKM. Dimana pada tempat inilah UKM dapat men-display produk yang kebanyakan merupakan handmade.

Galeri Indonesia WOW terletak di Gedung Smesco Indonesia, Jl. Gatot Subroto Jakarta. Terdiri dari galeri produk UKM seluruh Indonesia, dari Sabang sampai Merauke. Setiap provinsi memiliki spot sendiri dan terbagi di 10 lantai secara random. Dikunjungi oleh peminat produk UKM yang datang dari berbagai daerah di Indonesia. Tak hanya itu, setiap bulannya ada sekitar 100 pengunjung asing yang datang ke Galeri Indonesia WOW.

Tahun 2015 telah bergabung bersama Smesco sekitar 1.400 UKM, dan di tahun 2017 ini jumlahnya mencapai 3.000 UKM dengan display di 10 lantai. Juga ada di gerai Carrefour sebanyak 400 UKM yang difasilitasi. Dan 10 outlet berisi produk makanan UKM yang terdapat di outlet 7 Eleven.

Ibu Ita, salah satu mitra UKM menyampaikan pengalamannya sejak bergabung bersama Galeri Indonesia WOW. Bahwa beliau merasakan manfaat yang begitu besar karena branding yang diperoleh dari Smesco, sehingga bisa dikategorikan sebagai UKM Naik Kelas. Order terbesar yang pernah diterima adalah 150 pcs produk handmade, dengan waktu produksi 1 hari per 1 produk, dikerjakan oleh 20 orang pengrajin.

Tidak bisa dipungkiri bahwa masyarakat kini semakin selektif dalam membeli suatu barang. Dan yang terutama menjadi perbandingan adalah harga. Sering kali produk di Smesco dibandingkan dengan produk-produk yang dijual pada galeri lain, misalnya Thamrin City. Tanpa memperhatikan kualitas suatu produk.

Padahal semua produk yang di-display di Galeri Indonesia WOW adalah produk UKM lokal yang kebanyakan merupakan produk handmade, dikerjakan oleh pengrajin, butuh waktu lama dalam memproduksinya. Sedangkan apa yang masyarakat temui di Thamrin City adalah produk-produk impor. Jikapun produk lokal, pastinya merupakan barang industri yang diproduksi secara massal, bukan handmade.

Disampaikan oleh Direktur Utama Smesco—Ahmadi Zabadi, produk handmade secara umum lebih ungggul dari produk lain, tetapi ada kesan dari masyarakat yang sulit dihilangkan. Bahwa produk UKM sebaiknya tidak dijual dengan harga tinggi. Sedangkan jika produk UKM dijual dengan harga bersaing maka akan dianggap produk tersebut tidak berkualitas. Pada kenyataannya, salah satu sebab harga produk UKM tidak bisa kompetitif justru ada pada masalah non produk. Misalnya saja biaya logistik yang berkisar antara 30% sampai dengan 40% dari harga produk.

Hadirnya Galeri Indonesia WOW sebagai miniatur Indonesia, diharapkan dapat memicu para pelaku UKM untuk bergabung dan membawa UKM Indonesia ke pasar dunia. Karena selain men-diplay produk di Smesco juga sering kali diikutsertakan dalam pameran-pameran Internasional. Saat ini produk furniture dan craft masih menjadi produk unggulan baik di dalam maupun luar negeri.

Galeri Indonesia WOW

Produk Craft di Galeri Indonesia WOW

Dan pada kesempatan lawatan kenegaraan Raja Salman pada Maret 2017 yang lalu, telah hadir ke Smesco Menteri Ekonomi Arab Saudi untuk membicarakan kerjasama. Dimana penawarannya berupa pameran di King Abdullah Center. Dan keuntungan bagi Galeri Indonesia WOW adalah bahwa di Arab Saudi tidak ada UKM, sehingga peluang bagi UKM Indonesia tentunya sangat positif.

Salah satu cara bagi kita untuk membela Negara adalah dengan membeli produk-produk lokal. Mari mulai menggunakan produk UKM Indonesia. Karena kalau bukan kita, lalu siapa lagi?

.

Dzulkhulaifah
Follow Me

Dzulkhulaifah

Enterprenuer at Yukero
I am an enterprenuer and crafter mommy who loves writing, sewing and photography.
Dzulkhulaifah
Follow Me

Komentar

Indoblognet merupakan bagian dari MB Communication Network (MB Network) yang diimplementasikan menjadi sebuah jaringan netizen dan blogger Indonesia.

Kami memberikan ruang bagi eksistensi sobat netizen dan blogger menuangkan ide, gagasan, opini, sekaligus berbagi informasi, ilmu, dan cerita tentang berbagai pengalaman yang menginspirasi untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik.

Fanpage

Instagram @Indoblognet

  • Helooo, sahabat Indoblognet 😍 Di sini gerimis romantis, gimana di tempat kalian? Hihi..
.
Ngomongin tentang bisnis nih ya, banyak yang bilang bahwa kesuksesan bisnismu tergantung dari sehebat apa rencana pemasaran bisnis yang kamu buat 😁
.
Tapi guys, kamu bisa melakukan perencanaan bisnis sebanyak yang kamu inginkan, namun bisnismu tetap akan jalan di tempat bahkan gagal jika kamu gak berorientasi untuk menciptakan sebuah produk bisnis yang bernilai
(berkualitas) 😍
.
Menjual produk tanpa kualitas yang baik, adalah kesalahan dalam bisnis. Karena, tanpa produk yang bagus dan bisa diterima di masyarakat, strategi marketing sebaik apapun gak akan membantu bisnis kamu untuk berkembang 😆
.
Kemungkinan terburuk, bisnismu bisa hancur bahkan sebelum masyarakat mengenal produk yang kamu jual 😅
.
Sumber: smartbisnis.co.id
.
#indoblognet #mbcommunication #business #smartbusiness #businesstips #success #quality #businessplan #viral

Follow Me

Copyright © 2017 Indoblognet.com. Design by: Planetmaya.net.

To Top