Kuliner

Gado-Gado, Gizinya Komplit Bo’

Akhir pekan apa yang bisa ibu rumahan lakukan? Eits jangan salah, emak rumahan juga butuh liburan. Rutinitas memasak, menghandle pekerjaan rumah juga perlu jeda. Biarpun ibu rumahan tidak menerima gajian tetapi berhak memperoleh cuti meski tak sebesar cuti tahunan.

Suami saya paham benar kalau pekerjaan memasak itu sebenarnya siksaan buat sang istri hihi. Maka hak libur yang diberikan pada sang istri di akhir pekan adalah libur memasak. Ya nih. Saya memang nggak begitu hobi masak. Udah nggak hobi, nggak jago, kadang enggan bereksperimen. Maka akhir pekan menjadi saat yang paling dinanti untuk cuti urusan dapur. Begitu datang akhir pekan, hati bersorak mari kita jajaaaan.

Eits, jangan dikira acara makan di luar itu pesan tempat di restoran, kafe atau warung makan. Bahkan yang namanya makan di resto yang bertebaran di mall atau food court belum pernah saya rasakan. Acara makan di luar buat kami paling cari jajanan khas pedagang kaki lima. Pssst beli nasi bungkus di warung tetangga ajah sudah saya namain “makan di luar” hahaha.

Bervariasi menu kami cicipi setiap akhir pekan, mulai soto favorit Radit di daerah Dayu Sidoarjo, Bakso urat dekat perumahan hingga gado-gado. Iya nih beberapa hari sebelumnya si Radit kok tiba-tiba nyidam gado-gado. Dia minta dibelikan gado-gado sampai nangis-nangis segala. Padahal abang penjual gado-gado tidak lewat depan rumah. Walhasil saat keluar rumah untuk bayar deposit pulsa di kota Sidoarjo sebelum mampir ke Taman Abhirama maka sekalian beli dua bungkus gado-gado di perempatan Jalan Samanhudi. Gado-gado yang dijajakan degnan gerobak dorong ini adalah salah satu favorit suami saat dulu masih bekerja di daerah sekitar situ. Dulu sepasang suami istri yang dengan setia menjaga gerobak gado-gado mengais rezeki. Kini tinggal sang istri karena sang suami sudah pergi menghadap Illahi.

Gerobaknya bersih. Makan di tempat pun tak membuat risih. Lokasinya juga strategis. Dan yang tak kalah penting rasanya lezat, harganya tak mahal. Seporsi gado-gado saya anggap mencukupi kebutuhan gizi karena isinya komplit bo’. Gado-gado, makanan khas Indonesia bumbu saus kacang ini hampir bisa ditemui di segala daerah terutama Pulau Jawa. Mungkin ada sedikit perbedaan pada topping atau pelengkap. Tetapi isinya yang merupakan bagian pokok adalah lontong, kentang rebus, tomat, mentimun, selada, tauge, kacang panjang, tahu goreng dan telur rebus. Kadang ada gado-gado yang dilengkapi wortel dan bunga kol. Tapi favorit saya ya gado-gado yang ada di perempatan Jalan Samanhudi ini. Bumbu kacangnya gurih, sajiannya pas jika ditinjau dari pertimbangan gizi, porsinya juga tidak berlebih. Sayurannya disajikan mentah dalam kondisi segar. Toppingnya kerupuk udang dan mlinjo. Kalau dibungkus untuk dibawa pulang krupuknya dibungkus dalam plastik terpisah.

Boleh dibilang gado-gado ini memenuhi standard gizi karena mengandung karbohidrat pada lontong dan kentangnya, protein dan lemak pada tahu goreng, telur rebus dan bumbu saus kacangnya, serta vitamin dan mineral pada sayuran selada, tomat, kacang panjang dan tauge. Coba bandingkan dengan menu lain, mungkin komplitnya gado-gado sebagai sajian lengkap gizi hanya bisa disamai ketoprak yang lengkap mengandung protein hewani dan nabati.

Makan gado-gado mengingatkan kembali bahwa sumber karbohidrat itu tak melulu nasi. Buktinya makan lontong dan kentang saja saya sudah kenyang (tapi kok pak suami makan gado-gadonya pakai nasi ya hihihi). Pantes saja namanya: Gado-gado karena semua kebutuhan nutrisi tumpek bleg di situ mulai dari karbohidrat hingga lauk pauk dan sayuran. bagi yang vegetarian menu gado-gado juga bisa dipertimbangkan sebagai variasi jika disajikan tanpa telur rebus sebagai sumber protein hewani.

Gado-gado cocok disajikan di berbagai kesempatan. Acara silaturahim lebaran misalnya, bosan kan kalau ketemu opor ayam dan ketupat. Nah kalau ada gado-gado asyik buat yang segar-segar. Untuk menu prasmanan di acara resepsi pernikahan gado-gado juga pantas disajikan. Apalagi jika disajikan menjamu tamu arisan atau pengajian. Sepertinya nggak ada yang menolak bila ditawari menu khas Indonesia yang gizinya komplit dan rasanya lezat.

 

Dwi Aprilytanti Handayani

Ibu dua anak, senang menulis dan berbagi pengalaman. Baginya menulis adalah salah satu sarana mengeluarkan uneg-uneg dan segala rasa.

Latest posts by Dwi Aprilytanti Handayani (see all)

Komentar

Indoblognet merupakan bagian dari MB Communication Network (MB Network) yang diimplementasikan menjadi sebuah jaringan netizen dan blogger Indonesia.

Kami memberikan ruang bagi eksistensi sobat netizen dan blogger menuangkan ide, gagasan, opini, sekaligus berbagi informasi, ilmu, dan cerita tentang berbagai pengalaman yang menginspirasi untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik.

Fanpage

Instagram @Indoblognet

  • Sebagian besar konsumen yang merasa kecewa dengan sebuah produk memilih untuk diam (tidak komplen terhadap pemilik produk), dan akhirnya beralih pada produk lain
.
.
.
#indoblognet #mbcommunication #product #business #selling #consumer #customer

Follow Me

Copyright © 2017 Indoblognet.com. Design by: Planetmaya.net.

To Top