Gaya Hidup

Flashpacking ke Pantai Klayar Pacitan

Tidak pernah sebahagia ini. Saya memang kerap pergi ke Pacitan. Tapi, perjalanan kali ini luar biasa berbeda. Saya pulang ke Pacitan, setelah berhasil melampaui sebuah periode super-duper-membosankan di bumi Surabaya.

Ya. Saat itu adalah momen Idul Fitri. Seharusnya, saya mudik ke desa di Pacitan. Namun, karena saudara ipar sedang berkumpul di Surabaya, apa boleh buat…. saya harus berkompromi, dan tetap ber-Idul Fitri di kota pahlawan.

Saya fakir piknik!

Maka dari itu…. pikiran saya seolah dijerat ngelangut. Suntuuuuk dan bete banget rasanya. Duh! Masak saya harus menghabiskan 365 hari dalam setahun hanya di bumi Surabaya melulu?

I really need vacation!

Ketika seluruh ipar saya sudah kembali ke kota masing-masing, well… ada semburat kelegaan tersendiri. Oh, maaf, bukannya saya bermaksud jahat, tapi you know lah… saya lega karena akhirnya, saya bisa pulang kampung. You can relate to what I feel, kan? *kedip-kedip*

Ini adalah pulang kampung yang sarat makna. Seolah saya telah terlepas dari belenggu dan siap bersorak gembira, “AKHIRNYAAAA, saya piknik juga!”

Ini berimbas pada kesehatan jiwa. Apalagi, saudara di Pacitan mengajak kami beranjangsana ke Pantai Klayar. Yap, that famous beach.

klayar-1
Lebih ajaib lagi, karena piknik yang kami lakoni bertiga –aku, Sidqi, dan ibuku– terbilang lumayan impulsif. Langsung memutuskan untuk bawa ransel, isi dengan baju secukupnya, lalu cussss… kita naik bus menuju Pacitan! Bener-bener backpacker ala-ala 🙂

Dan, ternyata… yang namanya piknik impulsif itu… sungguh memberikan kenangan yang amat berharga. Sampai detik ini, saya masih ingat letupan-letupan “ngeri-ngeri sedap” manakala kita memutuskan untuk pergi ke Pacitan. Padahal, perjalanan ngebolang itu sudah kami lakukan pada Rabu, 22 Juli 2015.

“Duh, kalo ntar jalanan macet parah karena arus balik, gimana ya?”

Yep, kami memang baru mudik ketika orang lain sudah menjalani arus balik. Bener-bener anti-mainstream. Hahahahaaa.

***

Selain ke pantai, bulek (tante) saya di Pacitan melontarkan ide yang amat brilian.

“Mumpung lagi di sini, itu Sidqi mbok ya diajarin renang! Panggilkan guru les privat renang, trus latihan intensif di kolam renang di Pacitan.”

Jadilah. Liburan yang serba mendadak, impulsif, dan sama sekali nggak terencana ini, malah memberikan impact yang luar biasa.

Sidqi –hanya dalam rentang empat hari les renang intensif– Alhamdulillah, sudah menguasai renang dengan gaya dada dan bebas.

Sementara saya? Alhamdulillah… Segala nyeri, sebal, judeg, stres, yang bercampur dan siap pecah di ubun-ubun.. semuanya lenyaaaap… sirna tak berbekas.

Saya bersyukur, diberikan kesempatan untuk bisa traveling dalam rentang waktu sesingkat ini, namun amatlah impresif. Sungguh tak habis-habis rasa syukur saya.

Memang, traveling itu ibarat OBAT.

Traveling adalah salah satu “ramuan” yang sanggup mengenyahkan segala tekanan batin, akibat rutinitas yang membuat hidup kita laksana hamster.

Kita seolah dipaksa berlari… dan kita merasa kita tengah berlari… tapi, sialnya, kita ternyata tidak kemana-mana.

Traveling itu bisa membuat pola pikir kita tak lagi acakadut. Segala hal bisa kita pandang dari kacamata penuh kewarasan. Tak melulu membuat kita terjerembab dalam sikap saling nyinyir dan penuh kedengkian terhadap segala rezeki yang diberikan Allah kepada teman kita, either di dunia nyata maupun maya.

Dan, pada akhirnya, saya bisa menikmati hidup, persis seperti yang disampaikan Bang WS Rendra dalam puisinya yang dahsyat!

Hidup tidaklah untuk mengeluh dan mengaduh
Hidup adalah untuk mengolah hidup
Bekerja membalik tanah
Memasuki rahasia langit dan samudra
serta mencipta dan mengukir dunia

Kita menyandang tugas
kerna tugas adalah tugas
Bukannya demi surga atau neraka
Tetapi demi kehormatan seorang manusia

Kerna sesungguhnyalah kita bukan debu
meski kita telah reyot, tua renta dan kelabu
Kita adalah kepribadian
dan harga kita adalah kehormatan kita
Tolehlah lagi ke belakang
ke masa silam yang tak seorang pun kuasa menghapusnya….

~WS Rendra~

nurulrahma

Blogger bukanbocahbiasa.com

Komentar

Indoblognet merupakan bagian dari MB Communication Network (MB Network) yang diimplementasikan menjadi sebuah jaringan netizen dan blogger Indonesia.

Kami memberikan ruang bagi eksistensi sobat netizen dan blogger menuangkan ide, gagasan, opini, sekaligus berbagi informasi, ilmu, dan cerita tentang berbagai pengalaman yang menginspirasi untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik.

Fanpage

Instagram @Indoblognet

  • Terima kasih rekan-rekan blogger tekno dan lifestyle yang telah datang dan menyukseskan promosi peluncuran smartphone Polytron Prime 7 di Mal Kelapa Gading, Jakarta Utara (16/8). Semoga makin sukses dan lancar ngeblognya.

Kegiatan ini terlaksana atas kerja sama Akar Rumput Strategic Consultant (ARSC) dan Polytron.

@polytron.communityid @polytron.mobile 
#breakresistant #smartphonepolytron #Prime7 #PolytronPrime7

Follow Me

Copyright © 2017 Indoblognet.com. Design by: Planetmaya.net.

To Top