Film

Film My Generation Ungkap Pandangan Dua Generasi

Pada dasarnya, banyak remaja mengalami hal yang sama: kesulitan mengungkapkan perasaan dan pendapat kepada orang tua mereka. Hal ini bisa disebabkan banyak hal, seperti orang tua yang tidak punya waktu atau remaja yang takut kepada orang tuanya. Seringkali perasaan takut itu bukan disebabkan orang tua yang bersikap militer, melainkan dari pernyataan bernada judgement.

Misalnya, anak terus-terusan di depan gadget, lalu orang tua berkata bahwa kerja anaknya hanya main gadget. Padahal, fungsi gadget zaman sekarang sudah sangat maju. Tugas-tugas sekolah pun bisa dikerjakan lewat gadget, bahkan ada tugas yang menuntut kehadiran gadget. Satu hal yang sama seringkali menunjukkan hal lain jika dilihat dari sudut pandang berbeda.

Sudut pandang inilah yang coba diangkat Sutradara Upi dalam film My Generation. Menurut Mbak Upi dalam acara bedah film My Generation di Univeritas Indonesia Selasa (7/11) lalu, film ini mengangkat cerita dari dua sudut pandang: remaja dan orang tua.

Tidak ada generasi yang lebih baik daripada generasi lain. Setiap generasi mempunyai kelebihan dan kekurangan tersendiri. Karena itu, sinkronisasi antargenerasi sangat diperlukan tanpa menghakimi generasi lainnya.

“Nggak ada yang bisa diharepin dari generasi kalian sekarang.” – FIlm My Generation

Sayangnya, sering kita terjebak dalam stereotype generasi. Merasa generasi kita lebih baik daripada generasi di atas atau di bawah. Untuk itulah Mbak Upi membuat film dengan mengedepankan dua sudut pandang.

Masalah tidak akan bisa dihadapi dengan saling menghakimi. Masalah juga tidak bisa dihadapi dengan hanya “berbisik di belakang”.

Kebanyakan anak sekarang curhat di media sosial. Mereka terlalu takut mengutarakan perasaan langsung kepada orang tua atau guru. Hal itulah yang menjadi bahan pembuatan film My Generation. Film ini bukanlah film remaja saja atau orang tua saja. Film ini adalah film yang diperuntukan bagi remaja sekaligus orang tua untuk memudarkan gap antargenerasi.

Setelah menonton film ini pada premier lalu, sang sutradara banyak menerima DM dari anak yang ingin mengajak orang tuanya menonton. Tidak sedikit juga orang tua yang kemudian merekomendasikan film ini kepada orang lain.

Sebelum menulis skenario, Mbak Upi telah mengamati perilaku remaja melalui media sosial. Bukanlah hal sulit untuk melakukannya. Hanya perlu mencari dengan hashtag-hashtag atau keyword yang biasa digunakan, deretan curhat pun terpampang.

Masa remaja adalah masa yang krusial. Keputusan-keputusan yang diambil ketika remaja akan sangat berpengaruh pada masa depan. Mbak Upi selalu merasa tertantang ketika membuat film remaja. Sangatlah penting untuk membuat film yang bukan sekadar menghibur, tetapi juga mengangkat cerita dari masalah yang mengusik pikiran. Tentunya, tidak kalah penting juga untuk menyertakan solusinya.

Karena itu, besar harapan film ini akan ditonton dua generasi. Film ini dibuat untuk menyuarakan hati generasi dan memberi gambaran solusi masalah. Walaupun tidak mengalami masalah seperti yang terdapat dalam film, bukanlah suatu kesalahan jika ingin mengetahui hal yang banyak terjadi pada remaja di luar sana, ‘kan? Pun, tentunya menikmati film lokal adalah salah satu cara mendukung perfilman tanah air.

Regenerasi Dunia Perfilman

Pembuatan skenario film ini adalah suatu hal yang sangat menarik bagi Mbak Upi. Beliau selalu suka ketika harus membuat film dengan tema yang baru. Bukan lagi remake atau adaptasi.

Dunia perfilman Indonesia semakin variatif. Sayangnya, film-film yang booming seringnya adalah film remake atau adaptasi. Film Mbak Upi yang paling booming pun adalah film adaptasi novel My Stupid Boss. Peran penonton sangatlah untuk menjadikan film dengan tema-tema baru semakin banyak di pasaran.

Dalam pemilihan pemain pun sutradara ingin menyajikan hal baru. Regenerasi aktor dan aktris di Indonesia terbilang lambat. Karena itu, keempat pemain utama film ini dipilih wajah-wajah baru dengan harapan bisa menjadi langkah awal memunculkan aktor dan aktris baru. Film My Generation adalah debut Brian Angelo, Arya Vasco, Lutesha, dan Alexandra Kosasie.

Keempatnya merasakan suatu kebanggaan bisa bermain dalam film ini. Ketika membaca skenario, mereka terkesan karena cerita remaja yang diangkat tidak melulu cinta-cintaan. Bahkan, Arya Vasco yang berperan sebagai Konji terkesan karena film ini berani mengambil cerita realita langsung. Semoga saja film ini bisa menjadi pembuka jalan bagi para pemain baru untuk terus berkembang di dunia perfilman.

Jika film semacam ini menarik banyak minat di pasaran, bisa saja setelah ini semakin banyak tema-tema segar di perfilman Indonesia. Sejatinya, suatu film bukan hanya bisa menjadi media hiburan, melainkan juga sebagai media mengutarakan isu-isu sosial.

Latest posts by Afifah Mazaya (see all)

Komentar

Indoblognet merupakan bagian dari MB Communication Network (MB Network) yang diimplementasikan menjadi sebuah jaringan netizen dan blogger Indonesia.

Kami memberikan ruang bagi eksistensi sobat netizen dan blogger menuangkan ide, gagasan, opini, sekaligus berbagi informasi, ilmu, dan cerita tentang berbagai pengalaman yang menginspirasi untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik.

Fanpage

Instagram @Indoblognet

  • Mitra Blogger Lampung  siap meriahkan "promosi" Superkids Colouring Competition dan Seminar Kesehatan Anak Bersama K-Link Indonesia.  #Repost @klink_indonesia_official (@get_repost)
・・・
Hai Mitra K-LINK! 
Kabar gembira untuk putra-putri Anda! 
K-Link Indonesia mengadakan “Super Kids Coloring Competition dan Seminar Kesehatan Anak Bersama K-LINK”

Kini saatnya anak Anda mengasah daya kreativitasnya dalam lomba mewarnai yang sangat menyenangkan ini

Yuk, catat waktu dan tempat acaranya di Gedung Wanita (Persit) Bandar Lampung pada hari Senin, 20 November 2017 jam 07.00 WIB

Jangan sampai putra-putri Anda melewatkan acara edukatif ini. Siapa tahu anak Anda menjadi pemenang dan mendapatkan hadiah menarik, seperti: 
Juara 1 : Uang tunai Rp.750.000,- Goodie bag senilai Rp.350.000,- Trophy + Sertifikat

Juara 2 : Uang tunai Rp.500.000,- Goodie bag senilai Rp250.000,- Trophy + Sertifikat

Juara 3 : Uang tunai Rp.250.000,- Goodie bag senilai Rp.150.000,- Trophy + Sertifikat .
.
Harapan 1 : Goodie bag senilai Rp.150.000,- Trophy + Sertifikat

Harapan 2	: Goodie bag senilai Rp.150.000,- Trophy + Sertifikat

Mau? Caranya gampang banget! 
Biaya Pendaftaran: Rp.50.000 (termasuk 1 botol K-Kids, Seminar kesehatan anak, Trophy, Goodie Bag & Lucky Draw) 
Kategori: 
A. Pra Tk-Tk 
B. Kelas 1-3 SD .
.
Syarat & Ketentuan: *Peserta wajib membawa sendiri alat mewarnai dan meja lipat
*Peserta hadir 30 menit lebih awal sebelum acara dimulai
*Keputusan juri tidak dapat diganggu gugat

Untuk informasi lebih lanjut hubungi: 
Customer Service di kantor pusat  021.290.27.000 (bicara dengan bagian CS / Product Departemen)

Yuk, ajak anak Anda berpartisipasi dalam lomba mewarnai persembahan dari K-Link Indonesia.

#klink #klinkindonesia #klinksolusihidupmu✔️ #member15olusi #klinkmember15olusi

Follow Me

Copyright © 2017 Indoblognet.com. Design by: Planetmaya.net.

To Top