Digipreneur Scale up

Ferry Ardianto, Fotografer Indonesia yang Cinta Karya Tanpa Suara

Dalam acara Indoblognet tanggal 19- 20 April 2016 – #SmescoDigipreneursDay di Galeri Indonesia Wow- Smesco Indonesia, kami  menghadirkan sosok fotografer senior yang sangat mencintai profesinya, yaitu Ferry Ardianto. Sosoknya di kalangan anak muda sekarang, boleh jadi belum begitu familiar. Kecuali murid-muridnya di sejumlah universitas. Namanya juga tidak seheboh sejumlah fotografer yang kita kenal selama ini. Sebut saja, Darwis Triadi, rekan seangkatannya, yang menurut Om Ferry – demikian sapaan akrabnya – merupakan fotografer cerdas.

“Darwis di segala sisi cerdas. Dia bisa mem-PR-kan dirinya begitu bagus, dan karya-karya pun konsisten terhadap kualitas. Dia jadi panutan banget,” begitu katanya. Selain Darwis Triadi, ia juga menyebut rekannya Don Hasman, dan Oz Rahmatullah, yang dinilai merupakan fotografer yang konsisten terhadap karya yang bagus, tidak sembarangan, sebatas memenuhi kepentingan komersial. “Saya melihat hasil karya mereka inilah yang bisa menghasilkan ‘getaran’ di fotografinya, tidak meniru orang,” ungkap Om Ferry.

Ya, sosok Om Ferry ini memang begitu rendah hati. Dia lebih suka menceritakan kehebatan teman-temannya, dibanding dirinya sendiri. Padahal, jika kita tahu bagaimana karyanya selama lebih dari 30 tahun menggeluti profesinya sebagai fotografer, bisa jadi kita akan akan bilang, “Angkat aku jadi muridmu, Suhu…!”

Setiap saya tanya ke beberapa orang yang kenal dia, pasti kata yang keluar dari mereka adalah..”Ohh Om Ferry, fotografer yang humble itu ya..” Hmm…saya jadi langsung menunjuk diri nih. Kadang kita terlalu ingin tampil, dipuji banyak orang, tetapi saya nggak pernah tahu sebenarnya apa yang ada di kepala orang-orang yang mengenaI saya. Apakah karya saya  sudah memberikan manfaat yang besar bagi dunia yang saya geluti. Ah, baiklah, kita lanjutkan ke Om Ferry.

Cinta fotografi sejak SMP

Pria kelahiran 25 April ini mengaku sudah jatuh cinta pada dunia fotografi sejak duduk di bangku SMP tahun 1970-an.  Tanpa disadarinya, hasil jepretannya ternyata lebih banyak dibanding teman sekelasnya saat itu. Hingga ia melanjutkan ke universitas, kecintaannya terhadap dunia fotografi tidak pernah luntur. Bahkan makin menggebu. Meski kuliah di jurusan Ekonomi Perusahaan di salah satu universitas di Bandung, ia tetap mencari celah agar keterampilan memotretnya terasah.

Makanya, ketika Kerja Praktek di akhir masa perkuliahan, ia jutsru memilih di Biro Iklan yang notabene memiliki studio foto. Di sanalah, ia menumpahkan dahaganya yang terus meronta kehausan ketika melihat kamera. “Di situlah saya belajar motret, khususnya tentang fotografi komersial. Dan setelah lulus, saya kasih ijazah pada orangtua, dan saya putuskan  untuk menjadi fotografer komersial,” kenangnya sambil tertawa.

Selanjutnya ia terus mengasah kepiawaian mengabadikan obyek secara otodidak.  Karena memang pada masa itu belum banyak lembaga formal fotografi. Ia belajar ke para seniornya dan praktek langsung ke pekerjaan. Tahun 1984, ia membuka studio secara komersial.

Karya fotonya banyak digunakan oleh biro iklan, perusahan, dan produsen berbagai brand. ‘Waktu itu saya fokus memenuhi kebutuhan komersial. Saya tidak mengerjakan wedding atau foto jurnalistik.”

[bctt tweet=”Saya mah orangnya enjoy aja. Apapun profesi kita, selama kita tekuni dan yakini, pasti bikin happy” username=”indoblognet”]

f6ef32bd-c170-46c6-b49c-b08379cf773e

dbd41960-53c8-4727-b2d2-bb01f0469850

bc91a753-ba78-405f-b34e-940c2e028e48

Sekarang ini, Ferry Ardianto lebih bermain dalam fotografi yang sesuai minatnya, yaitu travelling. Ketika ditanyakan kenapa memilih ini, ia mengatakan bahwa dengan traveling, bisa jalan-jalan dan melihat semuanya setelah sekian lama di dalam studio foto. Namun, jangan memintanya untuk foto landscape, karena ia bukan orang yang sabaran menunggu.

Ferry Ardianto Bicara Tentang Perkembangan Teknologi Dalam Fotografi

[bctt tweet=”Pada dasarnya saya mendukung perkembangan dunia digital seperti sekarang ini ” username=”indoblognet”]

Menurut Om Ferry, setiap orang diberikan kesempatan untuk menyebarkan dan menjangkau konsumen yang lebih luas lagi dengan kekuatan dunia digital dan masifnya perkembangan teknologi, yang tidak dapat kita cegah. Justru kita harus bisa beradaptasi. Dalam dunia digital, dalam hitungan detik, karya kita bisa langsung melesat ke manca negara. Ini yang harus dimanfaatkan oleh para fotografer.

Diakui memang, perkembangan teknologi di bidang fotografi ini mempersempit pendapatan para fotografer. Orang semakin mudah membeli kamera, menggunakan kamera dan menyulap dirinya menjadi “fotografer”. Fotografer seusianya, diakui Om Ferry, tak segesit dengan fotografer era digital yang advance memainkan fitur-fitur media sosial. Meski demikian, justru menjadi tantangan sekaligus peluang baginya untuk semakin membuka diri, berbagi ilmu dengan fotografer muda. Sharing lintas generasi yang bisa saling memajukan.

“Saya sangat senang dengan perkembangan teknologi ini, karena semakin banyak orang yang tertarik pada dunia fotografi ini. Namun di sisi lain, apresiasi terhadap foto itu sendiri semakin menurun. Di sinilah hendaknya para ahli mengambil peranan dalam membagi ilmu mereka kepada yang masih muda ini.” ujar om Ferry yang mengajar di Universitas Trisakti untuk fotografi ini.

[bctt tweet=”Ada 2 kelompok gambar, yaitu gambar yang bagus dan gambar yang baik… – menurut Om Ferry Ardianto” username=”indoblognet”]

Setiap orang, dengan kemajuan teknologi sekarang ini, pasti bisa membuat gambar yang bagus, sebuah gambar yang mengandalkan sisi teknis. Menurutnya, dengan teknologi fotografi dan edit foto sekarang ini, semua orang bisa membuat gambar yang bagus dengan mudah.

Tapi menghasilkan “getaran” atau menceritakan sesuatu, yang mana adalah makna gambar yang baik, belum tentu dimiliki oleh setiap orang tersebut. Hal ini juga yang sering menjadi permasalahan pada anak didiknya. Mau menggunakan “alat” (baca: kamera) jenis apapun, gambar yang baik akan menyampaikan sebuah pesan, cerita dan mampu membuat yang melihatnya paham.

DigipreneurDay Bersama Ferry Ardianto

 

Ferry Ardianto saat berkeliling paviliun di SMESCO Rumahku, bersama tim MB Communication dan Smesco.

Ferry Ardianto saat berkeliling paviliun di SMESCO Rumahku, bersama tim MB Communication dan Smesco.

[bctt tweet=”Saya gak akan mengajarkan teknis pengambilan foto di #DigipreneurDay nanti” username=”indoblognet”]

Ketika ditanya mengenai apa yang akan didapatkan oleh para peserta #DigipreneurDay tanggal 19-20 April 2016 di Galeri Indonesia Wow – Gedung SMESCO nanti, Ferry Ardianto berkali-kali menekankan tidak ada teknis pengambilan gambar. Tapi lebih kepada bagaimana memahami tanda gambar agar gambar itu menjadi gambar yang bagus dan baik.

“Bagaimana menemukan gaya foto masing-masing dan menyampaikan pesan ke audience, itulah yang akan didapatkan dari sharing saya nanti. Menggunakan Tanda Gambar agar sebuah foto menjadi lebih dramatis dan berhasil menyampaikan pesan, itu yang sekarang ini lebih dibutuhkan oleh para fotografer.” Lanjut Om Ferry menjelaskan.

Sebagai blogger pun harus mampu membuat foto yang menarik orang untuk datang dan membaca blog kamu. Ditambah lagi ada sharing tentang content yang menarik dan memanfaatkan instagram… cocok banget untuk blogger.

Selain itu, dalam acara nanti, di hari kedua, Om Ferry juga akan membahas foto-foto yang ikut dalam lomba, menjelaskan kenapa foto yang satu bagus kenapa yang satu lagi tidak. Setiap fotografer harus tahu kenapa foto mereka tidak baik dan juga harus tahu alasan mereka memilih memfoto dengan gaya mereka.

9f7d2282-fa4f-41c7-b2ee-22fbe7150e95

Sebagai tips untuk para fotografer muda,  pengagum Steve McCurry dan David Pane ini mengatakan bahwa fotografi bukan hanya masalah teknis, tapi mindset. Kamu harus bisa menjelaskan, mempunyai konsep dan memahami produknya sehingga foto tersebut berhasil menyampaikan pesan.

Nantikan Sharing Lebih Dalam Dari Ferry Ardianto

Masih ragu untuk datang ke #DigipreneursDay tanggal 19-20 April 2016 ?  jangan lewatkan juga sharing tentang content copywriting bersama Efenerr serta Putra Agung (TheFoodXplorer) untuk promo Instagram.

12963766_1741317256152241_4857690993365380449_n

*Editor : kartina ika sari

Febriyan Lukito

Seorang blogger Indonesia yang suka menulis dan berbagi melalui tulisan. Sejak Maret 2016, acting asProject leader Indoblognet

Komentar

Indoblognet merupakan bagian dari MB Communication Network (MB Network) yang diimplementasikan menjadi sebuah jaringan netizen dan blogger Indonesia.

Kami memberikan ruang bagi eksistensi sobat netizen dan blogger menuangkan ide, gagasan, opini, sekaligus berbagi informasi, ilmu, dan cerita tentang berbagai pengalaman yang menginspirasi untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik.

Fanpage

Instagram @Indoblognet

  • Kemajemukan  adalah anugerah dan takdir terindah dari Tuhan untuk bangsa Indonesia. Ini harus kita kelola dengan baik dalam komitmen yang sama sebagai bangsa merdeka untuk kemajuan negeri ini.

Founder Kader Bangsa Fellowship Program @kaderbangsafellowship Dimas Oky Nugroho Ph.D  @dimas_okynugroho mengajak generasi muda Indonesia untuk  turun tangan, ambil bagian  membangun kemajemukan untuk kesejahteraan dengan kerja sama, gotong royong dan kolaborasi. Merdeka !

Dirgahayu Republik Indonesia Merdeka 72 tahun !

Mari sebarkan pesan cinta Indonesia yang majemuk !

#mudakolaborasimerdeka #mudabersatumerdeka #mudakreatifmerdeka #mudakerenmerdeka #hutri72 #indonesiamerdeka72

Follow Me

Copyright © 2017 Indoblognet.com. Design by: Planetmaya.net.

To Top