Ekonomi

Diskusi singkat Perkuat Peran dan Fungsi LPDB di Daerah

Berkunjung ke SMESCO sepertinya tidak akan pernah bosan, selain disuguhi kreativitas produksi anak bangsa, disini selalu diadakan diskusi untuk menambah wawasan dan isi kepala. Seperti kemarin sore, SMESCO mengajak blogger untuk berdiskusi mengenai “Memperkuat Peran dan Fungsi LPDB-KUMKM”.

Diskusi yang menarik dengan narasumber yang apik. Berikut catatan saya.

Berdasarkan data yang ada Total koperasi yang ada di Indonesia 209.488 Unit sementara Koperasi yang aktif 147.249 unit dan sisanya tidak aktif. Jadi teringat pelajaran Koperasi di waktu sekolah tingkat atas (jadi ketahuan angkatan berapa ya). Koperasi adalah soko guru perekonomian rakyat, setidaknya hal itu yang coba di angkat Foundernya pertama kali, Moh. Hatta. Harapannya adalah koperasi menjadi penopang kehidupan masyarakat.

Yang ada Citra itu sudah mengalami pergesaran. Kospin Jasa, Bapak Andi menegaskan hal itu. Sedikit sekali generasi muda yang tahu keberadaan Koperasi. Tahu keberadaan Koperasi saja sulit terlebih untuk ikut aktif dalam kegiatan perkoperasian.

oo00oo

Diskusi kali ini akan membahas tentang Solusi Pembiayaan Bagi UMKM & Koperasi LPDB-KUMKM. LPDB sendiri adalah akronim dari Lembaga Pengelola Dana Bergulir, KUMKM adalah Koperasi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah.

Semangat LPDB KUMKM diselenggarakan adalah dalam rangka penataan keuangan negara dan pengelolaan dana bergulir yang lebih transparan dan akuntabel. LPDB KUMKM adalah satuan kerja Kementrian Koperasi dan UKM dibidang pembiayaan. Tetapi bertangggung jawab secara teknis kepada Menteri Koperasi dan UKM sementara dalam pengeloaan keuangannya bertanggung jawab kepada Menteri Keuangan. Mengapa pengelolaan keuangan dibawah kementrian keuangan, salah satu alasan adalah bahwa pengelolaan keuangan mengacu kepada mekanisme pengelolaan APBN.

Alasan lainnya  LPDB KUMKM adalah demi mewujudkan penataan keuangan negara dan pengelolaan Dana bergulir yang lebih transparan dan akuntabel. Diamini juga oleh Direktur Utamananya Dr. Ir. Kemas Danial, MM, beberapa waktu lalu baru saja di tandangani MOU antara LPDB dengan Kejaksaan.

Selaku Direktur LPDB, Pak Kemas Danial banyak sharing mengenai institusi ini, mulai dari Motto LPDB adalah Solusi pembiayaan bagi UMKM dan Koperasi. Dengan Visi sebagai Lembaga yang dapat diandalkan dalam memberikan layanan pinjaman/pembiayaan kepada KUMKM serta mampu menjadi Integrator dan mempercepat pengembangan industri keuangan mikro di daerah.

Tujuan lainnya adalah : menurunkan angka kemiskinan, menurunkan tingkat pengangguran, perkuatan modal koperasi dan UKM serta perkuatan ekonomi nasional.

LPDB tidak berjalan sendirian, selain berada di lingkup Kementrian Koperasi dan UKM, harus tunduk juga kepada Kementrian keuangan dan Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara. Dan untuk pemeriksaan tetap diawasi pihak terkait seperti BPK, KPK dan Kejaksaan Agung. Ini juga yang dinyatakan pak  Direktur bahwa segala keuntungan yang sudah didapat sekitaran 7M kembali digulirkan demi kemaslahatan masyarakat pengguna.

Cikal bakal konsep yang ditawarkan lugas dan jelas. Visi dan Misinya juga positif. Lalu bagaimana Usaha kecil dan menengah mengajukan pinjaman kepada LPDB?

Sebelum berangkat ke pertanyaan diatas, ada baiknya mengetahui jenis usaha pelaku koperasi, UMKM dan usaha besar berdasarkan Undang-undang no 20 Tahun 2008.

Usaha Besar adalah yang memiliki omset pertahunnya lebih dari Rp. 50M dan Asset lebih dari 10M, kurang lebih ada 5.066 unit (0,01% dari total keseluruhan)

Usaha Menengah memiliki omset Rp.2,5M pertahun dengan Asset Rp. 500 Juta s/d 10 M. Usaha menengah Kuang lebih ada 52.106 unit (0,008%)

Usaha Kecil yang merupakan pondasi dan tiang ekonomi dari bangsa ini, terbagi menjadi 2, Usaha Kecil dan Usaha Mikro.

Usaha Kecil dengan Asset 50 Juta s/d 500 juta dan Omset/tahunnya  adalah 300 Juta -2,5 M dan Usaha Mikro dengan omset dibawah 300 juta dengan assetnya s/d 50 Juta. Usaha Mikra dan Kecil sendiri ada 55.162.164 unit (99,91%)

Untuk melakukan peminjaman di LPDB syarat dan ketentuannya adalah sebagai berikut :

  1. Berbadan usaha dan Hukum minimal 2 tahun.

  2. Legalitas usaha (SIUP, NPWP, TDP)

  3. Memiliki kinerja yang baik dibuktikan dengan SHU positif untuk koperasi, Melaksanakan RAT 2 tahun terakhir dan laporan keuangan positif bagi UKM.

Alur pinjamannya sendiri membutuhkan waktu 15 hari hingga cair dana. Dan alur pencairan ini sudah tersertifikasi ISO oleh TUV NORD (lembaga Sertifikasi, beberapa kantor pemerintah menggunakan lembaga ini sertifkasinya).

  1. Penerimaan Proposal dan Check List mandatory (1 Hari)
  2. OTS (On The Spot) kunjungan ke lapangan (4 hari)
  3. Analisa Bisnis Yuridis dan Opini Resiko (3 Hari)
  4. Komite Pinjaman /Pembiayaan (1 Hari)
  5. SP3 (Surat pemberitahuan Persetujuan Prinsip) (4 hari)
  6. Akad Pinjaman/Pembiayaan (1 Hari)
  7. Pencairan (1 Hari)
  8. Monitoring dan Evaluasi (selama berjalan masa pinjaman)

Nah Lanjut ke Tata Cara Kirim Proposalnya, bisa datang langsung atau melalui Dinas Koperasi atau dikirim melalui pos ke Jl. Letjend. MT Haryono Kav 52-53 Pancoran Jakarta Selatan 12770 dengan No Telp (021) 7990756 Fax (021) 7989746 Info lebih jelas di www.lpdb.id

Atau email mereka di [email protected]

Social media mereka di Facebook Lembaga pengelola dana bergulir KUMKM

@LPDB-KUMKM

www.youtube.com/humaslpdb

IMG_20160609_174914

Gedung SMESCO KUMKM

Untuk Suku bunganya sendiri 8% persen di Simpan Pinjam dan 4,5% sektor Riil. Dengan Jangka waktu 3-5 Tahun Simpan Pinjam dan 5-10 Tahun di Sektor Riil.

Plafon pinjaman untuk Koperasi mulai dari 150 Juta dan UKM 250 Juta. Tentunya dapat lebih tinggi jika analisa kelayakan sebuah usaha memungkinkan.

Setidaknya ini adalah langkah positif dari LPDB untuk meningkatkan Kondisi wirausaha di Indonesia yang masih dibawah 5%. Jauh dibawah Singapura yang berada di 7,2%, Jepang 10%, Malaysia sendiri berada di angka 5%.

***

Berbeda pendapat dengan Direktur LPDB, Pak Andi wakil dari Kospin Jasa, berharap agar LPDB tidak serta merta mencairkan dananya kepada pelaku ekonomi kecil. Dengan tingkat suku bunga yang kompetitif, pastinya pelaku industri kecil akan beralih  ke LPDB tanpa lagi menggunakan Jasa Koperasi. Sementara Koperasi sendiri juga mendapat dana dari LPDB dan menyalurkan kepada anggotanya.

Ia juga menambahkan perlunya Grading dan Scoring di lingkup Koperasi agar dapat terlacak atau ada peringkat sehingga diketahui  Koperasi yang aktif dan tidak. Koperasi yang memiliki SHU positif atau tidak.

oo00oo

Memang membicarakan sumber dana bagi pelaku ekonomi, terutama ekonomi kecil. Masih banyak yang perlu dibenahi. Adanya persyaratan yang diberikan memang sedikit mengganggu terutama bagi para pelaku mikro.

Sangat diperlukan pendampingan yang “total” (menurut saya). Tidak hanya melakukan penyaringan berdasarkan analisa kelayakan. Tetapi mulai dari pembuatan proposal itu sendiri sudah merupakan masalah bagi pelaku Mikro. Tapi tidak adanya persyaratan akan membuat pelaku usaha terlena.

Bahkan ada teman yang menyatakan bahwa ia dapat meminjam di salah satu bank, tanpa adanya syarat macam-macam.

IMG_20160609_172631

Salah satu produk kreativ yang ditampilkan di SMESCO

Demi mendapatkan informasi dan pinjaman dari LPDB ia juga bertanya langsung ke Direktur utama.  Jawaban Pak  Kemall intinya adalah ajukan proposal saja dahulu, tim mereka yang akan aktif turun ke lapangan untuk memeriksa langsung analisa usaha yang sudah berjalan.

Jadi secara Garis besar, para pelaku ekonomi dipacu untuk lebih aktif dan dapat bertanya langsung ke LPDB sehingga penggunaan dana ke pelaku usaha tepat sasaran.

Contoh Produk Kreatif karya anak bangsa

Contoh Produk Kreatif karya anak bangsa

Hmmm…. sepertinya perlu juga sosialisasi LPDB masuk pasar ataupun desa sehingga sumber dana yang bukan hibah tepat ke sasaran menuju UKM Strategis yang berorientasi Ekspor, Komoditi unggulan Daerah dam menyerap tenaga kerja.

#maju terus usaha mikro nasional

Komentar

Indoblognet merupakan bagian dari MB Communication Network (MB Network) yang diimplementasikan menjadi sebuah jaringan netizen dan blogger Indonesia.

Kami memberikan ruang bagi eksistensi sobat netizen dan blogger menuangkan ide, gagasan, opini, sekaligus berbagi informasi, ilmu, dan cerita tentang berbagai pengalaman yang menginspirasi untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik.

Fanpage

Instagram @Indoblognet

  • Kemajemukan  adalah anugerah dan takdir terindah dari Tuhan untuk bangsa Indonesia. Ini harus kita kelola dengan baik dalam komitmen yang sama sebagai bangsa merdeka untuk kemajuan negeri ini.

Founder Kader Bangsa Fellowship Program @kaderbangsafellowship Dimas Oky Nugroho Ph.D  @dimas_okynugroho mengajak generasi muda Indonesia untuk  turun tangan, ambil bagian  membangun kemajemukan untuk kesejahteraan dengan kerja sama, gotong royong dan kolaborasi. Merdeka !

Dirgahayu Republik Indonesia Merdeka 72 tahun !

Mari sebarkan pesan cinta Indonesia yang majemuk !

#mudakolaborasimerdeka #mudabersatumerdeka #mudakreatifmerdeka #mudakerenmerdeka #hutri72 #indonesiamerdeka72

Follow Me

Copyright © 2017 Indoblognet.com. Design by: Planetmaya.net.

To Top