blog

Diskusi Galeri Indonesia WOW: Pencanangan Program UMKM Naik Kelas

Pada hari Jum’at 2 Juni 2017 yang lalu, SMESCO dan Kementerian Koperasi mengadakan talkshow bertajuk “UKM Naik Kelas” yang diselenggarakan di Galeri Indonesia WOW, Gedung Smesco, Jl.Gatot Subroto, Jakarta. Diskusi yang berdurasi dua jam hingga menjelang jam berbuka puasa ini menghadirkan tiga orang pembicara, yaitu: Bapak Samsul Hadi atau lebih dikenal dengan panggilan Cak Samsul selaku founder Fokus (Forum Komunitas UMKM Nasional) UMKM, Bapak Ahmad Zabadi sebagai Direktur Utama SMESCO, dan Ibu Ita Yudi, pendiri Poes Craft.

Definisi UKM Naik Kelas adalah usaha mikro atau usaha kecil yang mengalami perubahan positif atas omzet, aset, pembiayaan, jumlah tenaga kerja, jaringan pemasaran dan perizinan. Ditambah lagi untuk usaha mikro adalah adanya sertifikasi produk. Sementara itu, UMKM di Indonesia telah memberikan kontribusi positif terhadap Produk Domestik Bruto Indonesia sebesar 56,92% yang setara dengan Rp 1,213 trilyun, dan menyerap 97,3% dari total jumlah angkatan kerja.

Di SMESCO sendiri telah bergabung sekitar 3000 UKM hingga tahun 2017, yang di dalamnya dapat kita lihat pameran produk dan barang kerajinan tangan (handmade) seperti aksesoris, fesyenfashion, dekorasi rumah berupa ukir-ukiran dari berbagai daerah di Indonesia, terutama di area Galeri Indonesia WOW. Galeri ini menjadi semacam representasi keberagaman produk budaya Indonesia, yang rutin dikunjungi oleh para peminat produk UKM dari berbagai daerah di Indonesia, juga oleh para wisatawan asing yang jumlahnya bisa mencapai 100 orang perbulan. Produk-produk yang dijual di Galeri Indonesia WOW juga diikutkan di berbagai pameran internasional, artinya barang-barang tersebut sudah mendapatkan sertifikasi, termasuk UMKM yang memproduksinya.

Galeri Indonesia WOW merupakan branding baru yang digunakan oleh SMESCO bekerjasama dengan Kementerian Pariwisata. Singkatan dari Wonderful of World pada kata ‘WOW’, diharapkan galeri ini bisa lebih mengangkat produk-produk handmade asli Indonesia sekaligus membantu UKM-UKM yang berpartisipasi di dalamnya untuk naik kelas. Berkat adanya otonimi daerah, maka pemda mendapatkan ruang gerak yang leluasa untuk mengembangkan program-program inovatif. Hal ini dibuktikan dengan provinsi Gorontalo dan kota Surakarta sudah mulai menjalankan program UKM Naik Kelas, dengan jumlah UKM masing-masing di kedua lokasi tersebut sebanyak 1000 UMKM. Sementara di kota Surabaya sudah ada 50 UMKM yang menjalankan program UMKM Naik Kelas.

Beberapa barang kerajinan tangan produk UMKM yang dipajang pada saat acara diskusi bertajuk UMKM Naik Kelas, 2 Juni 2017. (foto: dokpri)

Meskipun begitu, Gerakan UKM Naik Kelas belum mendapatkan dukungan sebagai program nasional, oleh karena itu diperlukan adanya dukungan dari berbagai pihak. Pihak yang dimaksud antara lain dari instansi pemerintah seperti Kementerian Koperasi dan Bappenas, juga dari lembaga swasta seperti dunia perbankan. Pihak-pihak ini semestinya bersinergi dalam meningkatkan omset, aset dan tenaga kerja sesuai kapasitasnya masing-masing. Selain itu, pemberian penghargaan UMKM Naik Kelas secara rutin di pusat maupun daerah juga daapt menstimulasi UMKM-UMKM yang ada di Indonesia untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing.

Ada satu hal lagi yang perlu diperhatikan dalam penjualan produk-produk UMKM di Galeri Indonesia WOW SMESCO yang dinilai relatif lebih sepi ketimbang produk-produk serupa oleh UMKM yang sama yang dijual di pusat perbelanjaan atau mal. Bisa jadi para pengunjung memilih berbelanja produk kerajinan tangan di mal karena faktor lokasi dan kenyamanan. Bisa juga penataan produk-produk di mal jauh lebih menarik, ditambah lagi dengan adanya berbagai promo menggiurkan yang membuat pengunjung ingin membeli. Oleh karena itu, akan lebih menarik juga apabila tersedia semacam pusat perbelanjaan atau tempat peristirahatan seperti hotel dan food court di dalam kawasan SMESCO, sehingga para pengunjung sambil beristirahat bisa melihat-lihat barang-barang kerajinan tangan yang dipajang.***

 

 

.

Bagikan Jika Bermanfaat

Komentar

Indoblognet merupakan bagian dari MB Communication Network (MB Network) yang diimplementasikan menjadi sebuah jaringan netizen dan blogger Indonesia.

Kami memberikan ruang bagi eksistensi sobat netizen dan blogger menuangkan ide, gagasan, opini, sekaligus berbagi informasi, ilmu, dan cerita tentang berbagai pengalaman yang menginspirasi untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik.

Fanpage

Instagram @Indoblognet

  • Are You PROMOTING Your CONTENT?? 🤓
.
Guys, in the content marketing world, creating and publishing content are only the first steps toward a successful campaign
.
Often, the most important piece is also the most overlooked: CONTENT PROMOTION 😍
.
Content promotion is the process of sharing your content across multiple online channels to maximize the visibility of your work, and in many cases, repeating that distribution on regular intervals to increase your effectiveness even further
.
Why Content Promotion Is NECESSARY?
.
⏺ Maximize visibility

Distributing your content maximizes its potential VISIBILITY. If your content sits without being promoted, it’s unlikely that people will find it on their own. Promoting it means more people will see it, right? 😜
.
⏺ Self-sustain a content feed

When sharing a mix of newer and older content, you’ll have a self-sustaining “feed” of CONTENT UPDATES that you can use to keep your social channels active with content
.
That way, even if you go a few weeks without producing new content, you’ll have something to share with your social audience 😁
.
⏺ Rejuvenate interest in older works

You can also use your ongoing distribution efforts to attract attention for your older pieces of content. This allows your best content to keep getting ATTENTION
.
Credit: forbes.com
.
📧 For business inquiries please email us to mitrabranding@indoblognet.com
.
#mbcsosmedcontent #mbcommunication #indoblognet #brandingagency #digitalagency #marketingagency #digitalpromotion #jasaseo #seocoaching

Follow Me

Copyright © 2017 Indoblognet.com. Design by: Planetmaya.net.

To Top