Hobi

Cooking Class Beef Stroganoff With Tagliatelle

Jika Sabtu sebelumnya saya mendapatkan rezeki ditraktir makan di The Holy Crab (Baca : Makan ‘Berangas’ di The Holy Crab) , maka di Sabtu 24 September 2016 saya tertimpa rezeki diminta mengajak 3  teman untuk mengikuti acara Happy Saturday : Cooking Class Beef Stroganoff With Tagliatelle  di Holy Smokes  yang diselenggarakan oleh Majalah Pesona – Femina Group. Pagi itu sebagai team memasak saya mengajak Jeng Erny (Karyawati Senior bidang EXIM), Jeng Titis (PNS Kementrian Hukum & HAM) dan Jeng Putri (Healer dan pelaku usaha rumahan bidang kuliner yang sarjana teknik arsitek).

Jam 8 pagi kami sudah berkumpul di Holy Smokes yang terletak di Jln Wolter Monginsidi Jakarta Selatan, letaknya hanya beberapa meter dari The Holy Crab. Kedua resto ini dibawah naungan yang sama, Ersons Foods. Holy Smokes memiliki konsep Texas Style. Tuh, nambah lagi khan kekayaan petualang kuliner-nya! Hehehe…jadi ngerti berbagai American Style di bidang kuliner. Barangkali diantara kita hanya mengerti ‘American/Western Breakfast’ padahal seperti hal-nya dengan Indonesia, maka dari 1 negara memiliki keberagaman gaya kuliner.

Suasana Holy Smokes Sebelum Cooking Class

Suasana Holy Smokes Sebelum Cooking Class

Holy Smokes baru beroperasi di tahun 2015. Menyajikan kuliner dengan metode slow smokes BBQ, dimana prosesnya daging seberat 8 – 10 kg  di asap selama 14 jam dan akan mengalami penyusutan setengahnya (Wah kalau Emak2 ngerti gini bakal protes gak yach? Secara gitu harga perkilo-nya naik sekian ribu rupiah saja mereka protes, apalagi ini yang nyusut sampai setengahnya…hehehe). Ya pukul 9 tepat acara dibuka oleh Zornia Devi selaku Chief Community Officer (Pemimpin Redaksi dan Pemimpin Komunitas) majalah Pesona merangkap sebagai MC, dilanjutkan perkenalan oleh Rika Fardani dari Holy Smokes.

Setelah itu Chef Reza dari Holy Smokes menunjukkan keahliannya memasak ‘Beef Stroganoff with Tagliatelle’. Makanan apakah itu? Saat ditelpon oleh Majalah Pesona saya diingatkan untuk googling mengenai menu masakan tersebut. Ketika dalam perjalanan menuju Holy Smokes di taxi biru yang kami tumpangi saya tanyakan kepada Jeng Erny jawabannya adalah,”Sepertinya resepnya gampang deh, Cuma tumis-tumis doang khan?” …Ya, bagi dia dan Jeng Putri yang pada jago masak dengan resep ‘ribet’ sih barangkali mudah, tetapi jangan sampai ya ditugaskan masak Beef Stroganoff tapi jadinya malah Abon Sapi….hihihi, soale Jeng Erny malah jago masak rendang. Maklum doski Minang kental yang mending jadi batu seperti Malin Kundang kalau nggak jago masak saat dipinang.

Buatan Chef Reza (Kiri) Buatan Team Kami (Kanan)

Buatan Chef Reza (Kiri) Buatan Team Kami (Kanan)

Beef Stoganoff adalah menu makanan khas Rusia (Wiih, Maaak, kereeen nih aye,belajar masak makanan Rusia cuuuy!). Asal sebenarnya masakan Perancis, namun seorang membawanya ke Rusia. Menurut banyak ahli kuliner, diantaranya Darra Goldstein (Penulis “Taste of Rusia”) sepakat bahwa Count Pavel Stoganoff adalah orang yang berjasa membuat masakan ini menjadi populer. Terkenal sejak pertengahan abad ke-19, dan dicantumkan dalam edisi perdana buku pedoman kuliner prarevolusioner Rusia, “A Gift to Young Housewives” yang disusun oleh Elena Molokhovets. Beef Stroganoff masuk dalam L’Art Culinaire tahun 1891, kemudian di Larousse Gastronomique. Makanan ini menjadi terkenal di Rusia. Trus diadaptasi kembali oleh orang Tiongkok yang tidak mengggunakan krim asam dari resep , kemudian berkembang ke Amerika. Tetapi orang Amerika mengganti beberapa bumbu dengan sup krim jamur kalengan dan tomat saus brand  industri sehingga rasanya tidak original.

Cara memasaknya relatif mudah dan waktunya cukup singkat. Beef Stroganof dapat disajikan dengan nasi atau pasta. Tergantung selera, yang berarti juga dapat dimakan sebagai lauk. Melihat tampilannya saya malah teringat masakan Jepang, Gyudon.

Tagliatelle adalah pasta klasik dengan panjang 0.65 cm sampai 1 cm yang berasal dari region Emilia-Romagna Italia. Di tempat asalnya biasanya menggunakan disajikan dengan saus daging kecap atau saus Bolognese.

Resep dan Bahan Memasak Beef Stroganoff

Resep dan Bahan Memasak Beef Stroganoff

Saya tidak berharap menjadi ‘The Best Team’ dalam praktek masak ini, karena memang hanya Jeng Putri dan Jeng Erny yang dominan memasaknya. Saya lebih cenderung bantu-bantu membersihkan piring dan memberikan bumbu-bumbu. Brandy/Wine yang disediakan langsung saya sisihkan agar tidak digunakan. Di dalam daftar bahan yang diperlukan memang terdapat ‘Brandy/Wine’, dan Chef Reza tadi mengatakan bahwa bahan ini tidak dapat digantikan. Tetapi boleh tidak menggunakannya. Selama masih bisa menghindari bahan/bumbu tersebut sebaiknya saya tidak gunakan deh! Jika memasak sendiri di rumah, menurut saya dapat digantikan dengan Wine non alkohol yang sekarang sudah banyak dijual. Hal ini juga semacam peringatan buat saya jika berkunjung ke restaurant yang tidak bersertifikat halal MUI maka  harus berpesan agar bumbunya tidak menggunakan brandy/wine yang beralkohol. Kalau soal kehalalan daging sih saya justru percaya dengan resto-resto dibanding makanan warung…hehehe, kalau di resto apalagi yang taraf international mereka menyajikan daging fresh, sedangkan di warung? Bisa jadi hewan “tiren” hihihi….atau yang cara menyembelihnya juga bisa jadi ngasal.

Usai praktek memasak, kami 5 kelompok (Jadi total 20 wanita  mengikuti cooking class pagi itu) disuguhi makanan dari Holy Smokes. Yes, langsung di hidangkan ke kami yang sudah duduk manis di kursi meja masing-masing. Minumannya telah kami ambil sendiri ketika kami baru datang. Menurut info di Holy Smokes memang semi self service. Untuk minuman kita mengambil sendiri dan boleh refill. Saya merasakan aroma khas barbeque yang kuat, ada gurih dominan manis dan ada sedikit bumbu seperti bumbu pada sate,kemudian saya olesi daging ayam dan sapi tersebut dengan saos BBQ SAUCE SMOKY HOT yang terdapat di meja. Hhhmmm yummy! Kalau saya sih suka alias merasa cocok dengan makanannya, apalagi ada macaroni sebagai side dishes-nya. Sebagai pengganti nasi-lah! Kalau harga saya belum dapat memastikan secara tepat ya, karena khan saya nggak bayar pakek uang…hehehe,,,modal mangap doang :p Tapi dari larak lirik, sepertinya yang dihidangkan ke kami adalah menu : Dinner Chicken & Brisket Combo (Harga perporsi Rp 125.000) atau Dinner Chicken & Ribs Combo (Harga perporsi Rp 160.000)

Sambil menikmati hidangan kami berempat membahas mengenai daging pada masakan. Ada kesalahan yang kami lakukan saat memotong daging tersebut. Memotong daging yang benar harus sesuai atau searah dengan tekstur daging agar daging tidak alot jika di gigit. Salah satu diantara kami juga “berbisik-bisik” mengenai brandy/wine yang tidak digunakan, menurutnya,”Daging jadi terasa empuk dan mudah dikunyah apabila menggunakan brandy atau wine. Rasanya juga lebih tajam.” Ya sudahlah, gak apa-apa, toch sudah cukup lezat dengan rempah-rempah yang ada.

Begitu makanan telah habis, diumumkanlah pemenang cooking class alias ‘The Best Team’. Saya sudah merasa tak akan menang karena yang dominan memasak tadi memang Jeng Putri dibantu dengan Jeng Erny…hehehe, walaupun mereka jago masak tetapi kekompakan kerjasama kelompok turut di nilai loh!

"Best Foto Media Social",4 Foto yang saya posting ke IG

“Best Foto Media Social”,4 Foto yang saya posting ke IG

Tetapi saya pulang tidak berlenggang tangan, karena saat diumumkan “The Best Photo Instagram” yang jadi pemenang adalah SAYA! Hihihi…secara saya lihat peserta lainnya tidak terlalu memperhatikan gadgetnya selama acara. Saat Chef memasak, maka mereka benar-benar memperhatikan chef tersebut dan aktif bertanya. Bahkan 3 teman team saya sudah lama tidak mengaktifkan social media. Mereka bahkan sudah lupa password Twitter, sedangkan Jeng Erny baru beberapa waktu lalu memiliki Instagram karena “dipaksa” oleh anak-nya,”Dia minta supaya gue nge-like foto-fotonya. Maksudnya untuk apa sih?” Saya hanya tertawa mendengar ucapannya, dan menjelaskan tentang info-info yang banyak saya dapatkan dari social media. Yang akhirnya ke-3 teman saya ini langsung mengaktifkan kembali media socialnya…hehehe…

 

Anna R Nawaning S

http://odysseygemini.blogspot.com(Kuliner)
http://odysseygemini.blogspot.com (Wisata Indonesia)
http://57odysseygemini.blogspot.com (Lifestyle)

Komentar

Indoblognet merupakan bagian dari MB Communication Network (MB Network) yang diimplementasikan menjadi sebuah jaringan netizen dan blogger Indonesia.

Kami memberikan ruang bagi eksistensi sobat netizen dan blogger menuangkan ide, gagasan, opini, sekaligus berbagi informasi, ilmu, dan cerita tentang berbagai pengalaman yang menginspirasi untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik.

Fanpage

Instagram @Indoblognet

  • Merdeka itu berani beragam dan bekerja sama. Kemerdekaan itu adalah Kerja Bersama.

Dirgahayu Indonesia ke-72. Semoga Indonesia menjadi bangsa yang maju dan bermartabat. Merdeka !

#hutri72 #kemerdekaan72 #kemerdekaanRI72

Follow Me

Copyright © 2017 Indoblognet.com. Design by: Planetmaya.net.

To Top