Inspirasi

Bursa Sajadah Berbagi, Hikmahnya Merasuk ke Hati

Kamis malam 17 November lalu saya dirundung dilema antara menepati janji atau membatalkan kesanggupan saya untuk menghadiri undangan even bakti amal yang dikirimkan Indoblognet. Gara-gara si bungsu yang tiba-tiba jatuh sakit. Saya harus membatalkan acara keesokan hari atau menunggu perkembangannya?

Ya, Jumat 18 November saya mendapatkan tugas sekaligus kehormatan untuk hadir di acara CSR rutin Bursa Sajadah Surabaya. Dalam undangan tercantum bahwa event charity tersebut akan diselenggarakan di Panti Asuhan Baitul Maal Hidayatullah di jalan Mulyosari No. 398.

Menurut artikel yang dirilis Indoblognet acara amal ini diselenggarakan secara serentak di 6 kota selain Surabaya yaitu
1. Jakarta, dilaksanakan di Panti Asuhan Muslimin Jaya Putri, Jalan Saharjo Bedeng,/Swadaya III – Jakarta Selatan.
2. Bogor, di Panti Asuhan Yatim Piatu, Yayasan Pesantren, Al Atiqiyah, Jalan Malabar Ujung No. 64.
3. Bekasi, Rumah Yatim Jalan Veteran No. 57.
4. Solo, Rumah Setia, Senyum Yatim Indonesia, Jalan Kencur No. 125 Laweyan Solo.
5. Malang, Yayasan Al Ikhlas, Jalan Jati Selatan No. 50.
6. Khusus Bandung, kunjungan dilakukan pada dua tempat yang berbeda yaitu Panti Asuhan Anak Al Hilal Jalan Peta 156/95 dan Jalan Veteran.

Sayang sekali jika melewatkan kesempatan tersebut apalagi program CSR kali ini dilaksanakan bertepatan dengan peringatan ulang tahun Bapak Syahir Karim Vasandani sebagai pendiri SKV Grup dan Bursa Sajadah yang ke-67.
“Dik, kuat nggak ikut Mama besok. Sayang jika dilewatkan karena ada kunjungan ke panti asuhan. Dik Radit bisa melihat lebih dekat kehidupan anak-anak di panti. Cepat sembuh ya Nak” saya memotivasi Radit yang tampak lemas dan lesu setelah beberapa kali muntah. Jumat paginya dia meminta izin tidak sekolah. Setelah makan dan minum obat dia tidur nyenyak. Saya hanya bisa berdoa agar kondisinya lekas membaik sehingga bisa menemani saya ke Surabaya.

Alhamdulillah doa saya terkabul. Sebelum waktu sholat Jumat dia tampak lebih baik sehingga saya tak perlu membatalkan kehadiran saya melalui mbak Avy, koordinator blogger Indoblognet Surabaya sekitarnya. Sesuai informasi terakhir kami diminta untuk berkumpul di Bursa Sajadah, Toko Aarti Jaya di Jalan Karimun Jawa No.2 Gubeng Surabaya.

panan-nama
Di lokasi sudah berkumpul mbak Avy, mbak Yuniarti dan Mbak Rahmah. Tinggal menunggu Mas Nuz dan mbak Nurul. Outlet yang lapang, displaynya rapi dan produk-produk suvenir cantik khas Islami menyapa di Lantai 1. Melihat cantiknya penataan Bursa Sajadah, Radit seolah tidak sedang sakit. Dia aktif mengikuti saya berkeliling mengabadikan beberapa display yang menarik. Beberapa foto hasil jepretannya juga. Kami menyempatkan naik ke lantai 2 yang didominasi perlengkapan untuk ibadah dan umroh.

Lebih dari setengah jam berkeliling outlet kami pun diajak mbak Lia, pimpinan Bursa Sajadah Surabaya dan mbak Qonita yang bertugas sebagai MC untuk berangkat ke lokasi Charity Event. Ternyata terdapat perubahan rencana. Event amal yang bertajuk Bursa Sajadah Berbagi ini tidak dilakukan di Panti Asuhan Baitul Maal Hidayatullah melainkan di Pondok Pesantren Tahfidzul Quran Darul Hijrah di di jalan Kejawen Putih Tambak 110 Surabaya. Pondok Pesantren ini membina 74 santri yang berasal dari berbagai daerah di Pulau Jawa dan luar Jawa yang sebagian besar merupakan berasal dari kalangan dhuafa dan 20 anak yatim yang dibiayai oleh Baitul Maal Hidayatullah.

12
Para santri bersiap memeriahkan acara

Acara dibuka dengan sapaan santun dari mbak Qonita sebagai MC kemudian dilanjutkan mendengarkan salah seorang santri melantunkan ayat suci Al Quran. Bacaan tajwidnya sempurna, suaranya syahdu mewarnai Jumat berkah kali ini. Setelah sambutan ustadz Akban Syafillah mewakili pondok pesantren dan mbak Lia Yuliawati selaku pimpinan Bursa Sajadah Surabaya acara dilanjutkan dengan penampilan grup nasyid dan aksi bela diri bersenjatakan ruyung serta lomba yang diikuti para santri.

13
Grup Nasyid Santri Ponpes Darul Hijrah

“tak kan berkurang harta yang sedekah, akan bertambah. Allah Maha Kaya yang Maha Pemurah yang akan mengganti dan membalasnya” cuplikan lagu nasyid seolah mengetuk pintu hati saya yang suka itung-itungan sebelum bersedekah. Duh kapan ya bisa meniru tim SKV Grup dan Bursa Sajadah yang rutin berinfaq sedekah secara berkala. Aksi bela diri ruyung mengingatkan kembali pentingnya menjaga diri, membela kehormatan dan melindungi umat yang didzalimi. Keren euy. Nyantri nggak cuma belajar ilmu agama, menghafal Al Quran dan Hadits tetapi juga belajar bela diri.

Acara dilanjutkan dengan lomba hafalan Quran. Ustadz menunjuk tiga santri yang dianggap paling kuat hafalannya untuk berlomba. Siapa yang paling sering menjawab pertanyaan dari panelis dengan benar maka mengumpulkan poin terbanyak sehingga berhak atas gelar juara 1. Seperti acara Hafidz Cilik di TV ustadz dan perwakilan blogger melontarkan pertanyaan berupa potongan ayat dari juz 29-30 Al Quran untuk dilanjutkan salah satu santri dalam lomba tahfidz. Seru ya. Rata-rata mereka bertiga mampu melanjutkan bacaan dengan sempurna. Padahal saya baca Quran aja masih sering salah-salah. Mas Nuz yang tiga putranya masuk pondok pesantren tahfidzul Quran juga mendapat giliran memberikan pertanyaan. Duh mas pertanyaannya susah banget sih, masa harus berpikir keras mengingat bunyi ayat urutan kesekian setelah ayat yang dibacakannya, bunyi lima ayat sebelum ayat terakhir surat An Naba dan sebagainya. Saya mah melambaikan bendera putih kalau gituh. Hehehe.

14
Penyerahan hadiah lomba tahfidz

Usai penyerahan hadiah lomba tahfidz acara dilanjutkan dengan lomba dakwah. Ck ck ck saya berdecak kagum dengan keberanian dan kemampuan para santri. Mereka ini rata-rata masih usia SMP tetapi kemampuannya berbahasa arab dan mengemukakan pendapat sangat luar biasa. Kira-kira pak ustadz bingung nggak memilih juaranya? Saya kira penentuannya dipengaruhi pilihan pemirsa sebab pak Ustadz sempat meminta para santri yang jadi penonton untuk mengepalkan tangan dan meneriakkan Allahu Akbar! Sebagai tanda voting peserta. Ternyata pak ustadz sudah menentukan pemenang melalui penilaian.

Sebenarnya acara terakhir adalah lomba hafalan hadits, namun waktu tidak memungkinkan sebab waktu Maghrib segera tiba. Maka acara ini pun ditutup dengan doa berharap kebarokahan dunia akherat. Bakti Sosial #BursaSajadahBerbagi ke Pondok Pesantren Darul Hijrah kali ini membawa kesan tersendiri. Bahwa berbagi itu bagian dari mendekatkan diri kepada Illahi, seperti cuplikan syair nasyid yang dilantunkan para santri. Pihak penerima bantuan juga tak mau kalah untuk berbuat kebaikan yang sama.

Pengelola Ponpes Darul Hijrah paham benar bahwa mereka bertanggung jawab dunia akherat untuk mengelola donasi demi kepentingan santri sepenuhnya. Hal ini tampak pada salah satu visi misi pondok pesantren ini yaitu mentarbiyah anak didik mengamalkan Islam dalam kehidupan sehari-hari. Nggak cuma menuntut para santri hafal Al Quran di luar kepala namun mereka harus mampu mengaplikasikan firman Allah yang tercermin dalam kepribadiannya.

ccc
Visi dan Misi Ponpes Darul Hijrah

Ibarat teko yang mengalirkan isi yang baik, pihak Bursa Sajadah maupun Baitul Maal Hidayatullah dan Pondok Pesantren Darul Hijrah berupaya saling berbagi kebaikan. Senang melihat kehidupan para santri dari dekat. Mengingatkan saya pada si sulung yang baru saja menuntut ilmu di pondok pesantren di ujung timur pulau Jawa. Adzan Maghrib dikumandangkan salah satu santri dengan merdu. Berbondong-bondong mereka naik ke musholla untuk melaksanakan sholat berjamaah usai berwudhu. Kemudian blogger Indoblognet, pengurus Pondok Pesantren dan kru Bursa Sajadah berfoto bersama. Barulah kami kembali ke toko Aarti jaya setelah berpamitan.

bbb
Isi teko tercermin pada apa yang dikeluarkannya. Suvenir cantik ini bisa diperoleh di Bursa Sajadah Surabaya

Ah ada untungnya saya pulang bareng rombongan lagi ke Toko Aarti Jaya Bursa Sajadah Surabaya sebab sampai di tujuan mbak Lia memberikan fasilitas kartu anggota. Kesempatan emas dong bisa menjadi member di Pusat Suvenir dan Oleh-Oleh Umroh dan Haji terlengkap di Surabaya sekitarnya. Inilah salah satu kelebihan Bursa Sajadah Surabaya dibandingkan outlet lainnya. Selain berdiri di gedung yang megah dan merupakan outlet terbesar di antara outlet lainnya, produk yang ditawarkan di Bursa Sajadah Surabaya super komplit. Aneka ragam coklat Arab, madu, habbatusauda dan kurma dari jenis apa saja ada di sini. Mau suvenir harga mulai beberapa ribu hingga ratusan ribu rupiah bisa ditemui. Tak hanya khas Mekah Madinah, oleh-oleh asli Turki juga bisa dipilih …dipilih …dipilih.

17

Tidak cuma menawarkan berbagai keperluan ibadah umroh dan haji mulai dari pakaian ihram hingga perawatan kesehatan kecantikan, Bursa Sajadah Surabaya juga menawarkan berbagai perlengkapan untuk masjid atau mushola seperti karpet atau sajadah yang memanjang serta Tauqoly yaitu penunjuk waktu tibanya waktu sholat.

10
Tauqoly, sudahkah kita sholat tepat waktu?

Jam tutup toko Bursa sajadah Surabaya lebih malam daripada outlet lain. Mungkin karena Surabaya sebagai kota metropolitan menjadi pertimbangan. Outlet Surabaya ini menurut pengakuan mbak Lia selaku pimpinan memang didukung bapak Syahir menjadi outlet terbesar sebab Surabaya merupakan gerbang perdagangan menuju Indonesia Timur. Tidak mengherankan jika customer Bursa Sajadah Surabaya juga berasal dari Makassar dan berbagai kota Indonesia timur lainnya. Kebetulan bapak Syahir juga lahir dan besar di daerah Ampel Surabaya tentu ada keinginan kuat untuk memajukan outlet di tanah kelahirannya.

Banyak hal yang saya dapatkan dari pengalaman kali ini. Tentang esensi berbagi. Tentang kiat-kiat berbisnis agar tak gulung tikar di tengah ombak inflasi dan riuhnya kompetisi. Berharap kelak mendapatkan kesempatan yang sama, belajar tentang kehidupan dari siapa saja. #BursaSajadahBerbagi, hikmahnya merasuk ke hati.

Dwi Aprilytanti Handayani

Ibu dua anak, senang menulis dan berbagi pengalaman. Baginya menulis adalah salah satu sarana mengeluarkan uneg-uneg dan segala rasa.

Latest posts by Dwi Aprilytanti Handayani (see all)

Komentar

Indoblognet merupakan bagian dari MB Communication Network (MB Network) yang diimplementasikan menjadi sebuah jaringan netizen dan blogger Indonesia.

Kami memberikan ruang bagi eksistensi sobat netizen dan blogger menuangkan ide, gagasan, opini, sekaligus berbagi informasi, ilmu, dan cerita tentang berbagai pengalaman yang menginspirasi untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik.

Fanpage

Instagram @Indoblognet

  • Seorang pebisnis harus pandai menganalisa pesaing mereka, khususnya yang berada pada niche yang sama. Belajarlah dari kesuksesan termasuk dari kegagalan mereka
.
.
.
DOUBLE TAP IF YOU AGREE
.
.
.
#indoblognet #mbcommunication #analisamarketing #competitor #business #tipsbisnis #trendingpost

Follow Me

Copyright © 2017 Indoblognet.com. Design by: Planetmaya.net.

To Top