Ekonomi

BULo, Bentuk Keberhasilan “Koperasi Masyarakat Urban” di Makassar

BULo sebagai bentuk keberhasilan koperasi masyarakat urban di Makassar  menjadi trending topik ketika pelaksanaan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-70 di Makassar. Media massa lokal juga ramai memperbicangkan Badan Usaha Lorong yang digagas Walikota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto. Sejumlah persiapan BULo dimaksimalkan. Karena, menurut rencana, Presiden Jokowi akan berkunjung ke salah satu lokasi BULo. Ramainya BULo pun rupanya banyak dicuit di media sosial, twitter. Setelah netizen berkicau #Harkopnas2017, malamnya twitter kembali berisik dengan  hastag #BULOMakassarHarkopnas2017.

 

 

Bukan suatu kebetulan Makassar menjadi tuan rumah Harkopnas. Otomatis, segala keberhasilan Makassar dalam membangun perkoperasian  diangkat. Dan, BULo sebagai program andalan koperasi pada masyarakat urban  menjadi jualan yang berhasil memikat perhatian media dan ribuan insan koperasi dari berbagai daerah yang hadir pada Harkopnas  di Lapangan Karebosi, Makassar (12/7).

Baca juga : Harkopnas 2017 : Saatnya Koperasi Indonesia Bangkit Meningkatkan Kualitas

Di hadapan Presiden Jokowi, Danny membeberkan bagaimana BULo berhasil menorehkan prestasi deflasi sebesar 0,3 % selama ramadhan dan Idul Fitri 1438 H yang kita mahfum bersama musimnya inflasi.  Padahal, baru setahun BULo dengan proyek perdana penanaman bibit cabe sebanyak 10 ribu di 153 kelurahan itu berjalan. Dipilihnya cabe sebagai komoditas utama karena harga cabe kala itu melonjak gila-gilaan hingga mempengaruhi inflasi.

Sayangnya Presiden Jokowi berhalangan mendadak melongok kebun BULO  di Lorong 96, Jalan Gunung Lompo Battang, Kelurahan Pisang Utara Makassar. Sebagai blogger luar daerah yang diundang Kementerian Koperasi dan UKM (KUKM) sangat penasaran dengan BULo. Pasalanya, tidak gampang menggerakkan masyarakat secara swadaya, apalagi sampai membuahkan prestasi yang berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi. Saat ini BULo tercatat berjumlah sekitar 600 unit dari total 7.000 lorong yang tersebar di Makasar.

Iseng saya bertanya kepada   abang ojek online  dalam perjalanan menuju hotel sehabis belanja oleh-oleh.  Respon mereka positif tentang BULo. “Warga beli pot-pot sendiri Mbak. Mereka bertanam cabe di pekarangan rumah.” kata abang ojek online. Duh ingin rasanya saya melihat langsung BULo.  Sayangnya arah tujuan saya tidak ke BULo, jadi belum sempat melihat langsung BULo.

Dalam sebuah kutipan Jurnalsulsel.com (14/7), diceritakan tentang keberhasilan salah seorang pegiat BULo di Jalan Pattukangan RW  3 kelurahan barombong kecamatan Tamalate, Ifa, namanya. Ibu rumah tangga 34 tahun ini mengaku menanam cabe sebanyak 600 pot di halaman depan rumahnya. Dalam waktu dua bulan, sudah dapat dipanen dengan omset 7 hingga 10 juta sekali panen. Setelah ini siap menanam 34000 tanaman cabe dalam pot yang akan disebar di lorong-lorong warga.

Dalam sambutannya, Danny Pomanto menyampaikan keberhasilan BULo dalam menaikkan taraf hidup masyarakat Makassar. “Dari omset bertanam cabe, kami alokasikan 30 persen untuk deposito pendidikan anak Lorong, 30 persen lainnya untuk pengembangan koperasi dan UKM Lorong, dan 40 persen sisanya dibagi ke petani Lorong berdasarkan Kartu Keluarga (KK).” papar Danny.

 

Danny Pomaanto bersuka cita atas panen cabai di salah satu BULo, di Pannampu. Doc: IG @dpramdhanpomanto.

Keberhasilan BULo turut memberikan kontribusi bagi peningkatan perekonomian Makassar. Presiden Jokowi memberikan apresiasi yang tinggi atas pertumbuhan ekonomi Makassar dan Sulawesi Selatan.

” Pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal pertama 2017 mencapai 5,02 persen, jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi Provinsi Sulsel yang mencapai 7,4 persen. Kalau dibandingkan lagi dengan Kota Makassar. Maka pertumbuhannya jauh lebih baik lagi dari pertumbuhan nasional kita, yakni 7,9 persen,” ungkap Jokowi di Tribun Karebosi (12/7).

Jokowi menilai, hal ini dipengaruhi kemampuan Pemerintah Provinsi Sulsel dan Pemerintah Kota Makassar, dalam mendorong kemajuan usaha kecil dan koperasi di daerahnya.

Komitmen Danny Pomanto terhadap pembangunan ekonomi kerakyatan telah mencatat prestasi tersendiri. Ia mendapatkan dua penghargaan sekaligus yaitu : Bhakti Koperasi oleh Menteri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga, dan penghargaan Tokoh Utama dan Tokoh Madya Penggerak Koperasi dari Ketua Dekopin Pusat Nurdin Halid.

 

Menkop KUKM Puspayoya menyematkan lencana Bhakti Koperasi 2017 kepada Walikota Makassar Danny Pomanto pada peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) di Lapangan Karebosi, Makassar (12/7). Doc : humas KUKM doc

Soal digitalisasi koperasi, diakui Danny, sudah suatu keharusan. Hanya saja butuh proses. Dari 600 BULo yang dibentuk, yang baru terakses digital atau berbasis online adalah Bank Sampah di tiap kelurahan. Ke depannya sedang disiapkan mekanisme baru  digitalisasi koperasi untuk unit bisnis BULo. Target Danny, setidaknya 1 unit UMKM di tiap lorong atau gang di kotanya. Koperasi dan UMKM sangat erat kaitannya. Pertanian cabai adalah salah satu bentuk UMKM yang dibuat mekanisme pengelolaan bisnis koperasi.

Danny menambahkan, peran UMKM di Makassar sangat membantu perekonomian warganya saat ekonomi nasional sedang menurun. Di Makassar sendiri, lanjut Danny, UMKM terdiri dari ragam kuliner, pengrajin emas dan perak, kerajinan tangan dan pakaian.

“Yang paling menonjol usaha kuliner.  Dalam bisnis online, kuliner  seperti bumbu Coto Makassar yang dipadatkan bisa dikirimkan ke daerah lain dan dinikmati.  Teknologi pangan dan pengemasannya pun harus dipikirkan lagi tak sekedar pemesanan dan pengiriman secara online,” pungkas Danny. Ia optimis dari Makassar bisa memberikan kontribusi peningkatan PDB koperasi.

Saat ini pencapaian PDB koperasi mencapai 3,99 %. Reformasi koperasi sudah saatnya dilakukan serius. Menurut Ketua Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin), Agung Sudjatmoko, keberadaan koperasi tak bisa lag dipandang sebelah mata. Apalagi koperasi sangat identik dengan ekonomi kerakyatan dan kegotong royongan. Dikala sistem perekonomian kita terkena krisis ekonomi, koperasi mampu eksis. Kinerja koperasi harus lebih ditingkatkan, dan tidak melulu memperhitungkan keberhasilan koperasi dari segi jumlah, melainkan kualitas koperasi.

“Kinerja koperasi yang baik hanya dapat diraih jika pengelolaan koperasi dilakukan secara profesional, layaknya sebuah institusi bisnis. Koperasi harus bisa melalukan diversifikasi layanan, menerapkan manajemen koperasi secara moderen, menerapkan IT dan meningkatkan kualitas koperasi dan jejaring” pungkasnya

Agung menekankan, keberhasilan koperasi ke depan tergantung kepada koperasi itu sendiri. Tidak bisa lagi mengandalkan pemerintah karena koperasi telah masuk dalam dunia kompetisi bisnis. Pendidikan dan pelatihan kepada pengola dan pengurus koperasi, kata Agung, harus terus dilakukan. Pengelola dan pengurus harus mengetahui dan menjalankan tugas dan tanggung jawabnya, sedangkan anggota menyadari penuh hak dan kewajibannya.

 

 

 

.

 

 

 

 

kartina Ika Sari

kartina Ika Sari

writerpreneur, founder MB Communication, Indoblognet.com & jelajahiindonesiamu.com
kartina Ika Sari

Komentar

Indoblognet merupakan bagian dari MB Communication Network (MB Network) yang diimplementasikan menjadi sebuah jaringan netizen dan blogger Indonesia.

Kami memberikan ruang bagi eksistensi sobat netizen dan blogger menuangkan ide, gagasan, opini, sekaligus berbagi informasi, ilmu, dan cerita tentang berbagai pengalaman yang menginspirasi untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik.

Fanpage

Instagram @Indoblognet

  • Apa sih tujuanmu menggunakan sosial media? Sekadar pengen narsis dan eksiskah? Nope, jangan gunakan sosmedmu hanya untuk popularitas semata guys, manfaatkan sosmedmu untuk memberikan pengaruh yang baik/positif untuk orang lain
.
#indoblognet #mbcommunication #sosialmedia #viral #trending #impact #eksis

Follow Me

Copyright © 2017 Indoblognet.com. Design by: Planetmaya.net.

To Top