Gaya Hidup

Buang Sampah dan Cerminan dari Didikan Orangtua

Bicara soal SAMPAH memang tidak akan pernah ada solusinya di negeri ini. Terlalu banyak alasan-alasan “bodoh” yang ke luar dari mulut mereka jika diberi pencerahan akan pentingnya menjaga kebersihan dan membuang sampah pada tempatnya. Mulai dari alasan masa bodoh, alasan tempat sampah jauh, hingga dengan alasan.” Tidak dilihat orang kok.”

Kalau boleh jujur, gue suka emosi kalau melihat orang dengan seenaknya membuang sampah sembarangan. Tidak pada tempatnya atau meninggalkan sampah atau meletakkan sampah seenak sebelum meninggalkan tempat dimana dia duduk dan makan. Dan pemandangan ini kerap terjadi hampir disetiap tempat. Mulai dari halte, warung, Rumah Sakit, Kantor, Mall, Hotel dan semua tempat deh.

Gue sering menegur orang yang ketangkap oleh mat ague ketika mereka membuang sampah sembarangan. Bukannya ada rasa malu, eh mereka malah ngotot dan ngajak berdebat. Karen ague merasa orang-orang seperti ini perlu di edukasi, gue menghadapi mereka dengan “kultum” yang mungkin bisa membuka kesadaran mereka agar mau menjaga kebersihan. Buat apa ada slogan “kebersihan sebagian dari Iman?” Jika hal sepele itu saja tidak pernah diterapkan dalam diri masing-masing. Berarti imannya nggak ada dong? Betul bukan?

sampah1ss

Banyak pengalaman-pengalaman yang menjengkelkan yang berhubungan dengan sampah. Terutama di tempat-tempat nongkrong anak muda bermodal pas-pasan seperti di Sevel, Alfamidi, Mc.D dan tempat-tempat murah meria lainnya. Coba Anda perhatian di Sevel, Mungkin Anda sudah terbiasa melihat sampah tergeletak di atas meja bukan? Atau jangan-jangan Anda salah satu pelakunya? Gue selalu menegur anak-anak muda yang ketika pergi meninggalkan meja mereka dengan tumpukan sampah milik mereka. Gue menyuruh mereka mengambil dan membuang ditempat sampah yang sudah disediakan. bahkan di Sevel itu sudah tertulis dengan jelas agar membuang sampah pada tempatnya. begitu juga di warung kopi waralaba berskala internasional, rata-rata pengunjungnya juga buta aksara karena suka membiarkan sampah tergeletak di atas meja begitu saja. Padahal sudah ada aba-aba agar sampah dibuang pada tempatnya.

Tapi tetap tidak digubris. Gue sempat mikir, jangan-jangan pengunjung Sevel rata-rata buta huruf? Atau tidak bisa membaca? We never know..

Meski muncul perdebatan, namun gue tetap kekeh agar mereka tetap mengambil sampah mereka dan membuangnya pada tempat sampah. Guys! come on! kalau bukan kita siapa lagi??? Kita harus disiplin dan agar sadar untuk membuang sampah pada tempatnya

Gue juga pernah menegur pemilik mobil mewah (Alphard) yang dengan seenaknya membuang satu plastik gede sampah bekas kota makanan mereka. Parahnya lagi, tanpa ada rasa bersalah dan berdosa si pengemudi membuang sampah itu di jalan. Kebetulan gue baru turun dari mobil gue dan melihat adegan memalukan itu, gue langsung menghampiri mobil tersebut. Gue ketok kaca mobilnya yang sengaja di tutup pemiliknya. Kemudian dia membuka kaca dengan wajah sok cool. Gue langsung bicara ke pria yang membuang sampah di jalan dengan bodohnya. Padahal di dalam mobil itu ada dua orang anak kecil (anaknya) dan seorang perempuan (istrinya).

“Maaf mas, sampahnya kenapa dibuang di jalan?”
“Nggak apa-apa. Ntar juga akan diambil orang.” jawabnya santai.
“Siapa yang ngambil mas?”
“Ntar ada tukang parkir yang ngambil..”
“Nggak bisa gitu mas. Itukan sampah mas, silahkan mas ambil sampah mas sendiri..” ucap gue tegas.

Lalu dia ngotot ke gue sehingga terjadi perdebatan yang nggak berujung. Dia kekeh dengan arogannya tidak mau mengambil sampah itu lagi. Meski dengan berbagai nasihat pria tersebut tetap tidak bergeming dengan kesombongannya. Akhirnya, bungkus sampah tersebut gue ambil lalu gue masukkan ke dalam mobilnya. Dan lagi-lagi terjadi perdebatan.

“Mas, sadar nggak sikap mas ini telah memberi contoh pada anak-anak Anda yang tidak baik. Sikap Anda sudah mendidik anak-anak anda menjadi manusia yang bakal mengikuti apa yang anda perbuat…”
Mungkin malu karena mulai dilihat banyak orang, pria dengan mobil mewah namun tidak punya otak itu langsung tancap gas meninggalkan

Kebiasaan membuang sampah sembarangan dan kesadaran untuk menjaga kebersihan itu seperti wabah di negeri ini. Wabah yang sulit diberantas, sehingga efek malu pada diri sendiri itus udah musnah. Tidak heran banyak yang membuang sampah tanpa ada rasa malu.

Saat traveling ke beberapa pulau di negeri ini juga demikian. Orang-orang yang ngaku-ngaku traveler tapi doyannya meninggalkan sampah di pulau. Banyak pulau-pulau yang indah di negeri ini bermasalah dengan sampah yang menggunung. Di Pulau Derawan, pulau karimun Jawa, Pulau Tidung, Pulau Harapan dan banyakkkkkkk banget pulau-pulau yang gue kunjungi, Gue jadi miris melihat sampah yang menggunung. Masak kita hanya tega memajang foto-foto indah pulau tersebut tanpa menjaga kelestariannya?   Miris bukan?

Jujur, gue orang yang sangat-sangat-sangat MENJAGA yang namanya kebersihan. Gue berpikir, kalau di rumah sendiri saja gue bisa menjaga kebersihan, masak di luar rumah  tidak bisa menerapkan kebersihan itu? So, dimana pun gue berada, kalo emang mau membuang sampah, gue akan mencari tempat sampah terdekat. Jika tidak menemukan tempat sampah, gue “iklas” masukkan sampah-sampah (bekas bungkusan makanan, kue, cookies, tisu atau apa saja) ke dalam tas gue atau ke dalam saku celana gue. So simple bukan? Prinsip hidup yang diterapkan orangtua gue sejak gue masih bau kencur sampai gue sudah bisa meninggalkan rumah adalah,” Jangan pernah membuang sampah sembarangan. Karena, sekecil apapun sampah yang kamu buang akan menjadi besar jika terus dibiasakan dan dibiarkan.” So, tidak ada yang salah dari ajaran orangtua gue untuk menerapkan kebersihan dimanapun gue  berada? Dan itu terus gue terapkan kepada anggota keluarga gue juga. Teman-teman gue dan orang-orang terdekat gue.

Sampah adalah cerminan dari diri Anda dan juga didikan orangtua Anda. Mulai dari sekarang, yuk, kita sama-sama menjaga kebersihan dimanapun kita berada. Buang sampah pada tempatnya. Dan, ingat! JAngan cuma slogan melainkan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari Anda.

Very Barus

Seorang penulis buku, blogger, fotografer dan Videografer. Menyukai dunia traveling dan adventure. Telah menjelajahi beberapa daerah dan negara di Asia. Mendaki beberapa gunung di indonesia Dan sangat menyayangi dan melindungi binatang dan tangan-tangan jahil manusia.

Komentar

Indoblognet merupakan bagian dari MB Communication Network (MB Network) yang diimplementasikan menjadi sebuah jaringan netizen dan blogger Indonesia.

Kami memberikan ruang bagi eksistensi sobat netizen dan blogger menuangkan ide, gagasan, opini, sekaligus berbagi informasi, ilmu, dan cerita tentang berbagai pengalaman yang menginspirasi untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik.

Fanpage

Instagram @Indoblognet

  • Good morning, sahabat Indoblognet 😁 Jangan lupa siapkan amunisi (sarapan) terbaikmu pagi ini, supaya aktivitasmu kuat dan semangat 💪🏃
.
Guys, tau gak siiih, postingan yang mengandung unsur pertanyaan, lebih besar kemungkinannya untuk direspon dibandingkan postingan non question, lho 😄
.
Hihi, iya juga sih, kita seringkali "tergelitik" untuk ikut menjawab pertanyaan yang diajukan, ya 😂 Apalagi kalau pertanyaannya memang "mancing" banget 😅
.
Jadi, salah satu tips nih guys, kalau kamu pingin bikin postingan yang lebih direspon, buatlah postingan question posts 😉
.
#mbcommunication #indoblognet #morning #tuesday #instagram #instadaily #viral #followme #tips

Follow Me

Copyright © 2017 Indoblognet.com. Design by: Planetmaya.net.

To Top