Kesehatan

Boleh Saja Si Kecil Pakai Diapers, Asal..

“Duuh kasihan anakmu dipakain pembalut besar seperti ini, cepat diganti nanti gatal” seru Mama saya ketika melihat sulung saya yang saat itu berusia empat bulan mengenakan diaper setelah menempuh perjalanan dari luar kota. What? pembalut? Saya cuma bisa melongo melihat Mama cepat-cepat mengganti diaper si kecil. Beberapa hari di rumah Mama saya juga harus merelakan merogoh kocek lebih dalam sebab beliau seringkali mengintip diapers dan begitu terlihat si kecil sudah mengompol Mama langsung mengganti dengan diaper baru. Maaak sekali dipipisin lalu diaper diganti tuh sakitnya tuh di sini *sesenggukan* (eh kata-kata ngehitsnya belum zaman saat itu).

Sebenarnya berapa jam sih waktu ideal diperbolehkannya si kecil mengenakan diaper? Saya jadi tertarik menguraikan dampak positif dan negatif serta tips mengenakan diapers bagi bayi dan balita.

Diaper bisa dibilang sebagai produk aplikasi teknologi di zaman serba instan. Beberapa dekade sebelumnya, termasuk zaman saya masih bayi masyarakat hanya mengenal popok kain yang bisa dicuci berkali-kali untuk membantu bayi senantiasa bersih dari kotoran hasil ekskresi. Ketika muncul produk diapers terlihat bahwa animo masyarakat untuk membeli dan memanfaatkannya sangatlah tinggi. Ibu-ibu merasa sangat terbantu dengan teknologi diapers. Bagaimana tidak, sejak mengenal diapers para ibu tak perlu lagi susah payah membersihkan popok kain dari kotoran, mencuci, menyetrika dan terus mengulang aktivitas tersebut hingga si kecil bisa dilatih toilet training. Diapers dalam berbagai ukuran disesuaikan dengan usia bayi. Beragam model dan kertas pelapis yang lucu menjadi favorit para ibu untuk menjaga sang bayi tetap wangi dan bersih. Model diapers seperti celana yang cocok untuk bayi aktif bergerak pun tersedia. Model diapers seperti popok kain dengan pengait berupa perekat juga ada, tinggal pilih saja.

Diapers dianggap penyelamat apalagi di musim penghujan saat paling sulit mengeringkan pakaian karena minimnya sinar matahari. Diapers juga biasa dikenakan di malam hari karena diyakini membantu bayi tidur nyenyak tanpa terganggu popok basah ketika buang air kecil. Kualitas tidur sang ibu juga tercukupi kecuali harus terjaga saat memberikan ASI. Diapers dianggap sangat praktis dikenakan sang bayi saat bepergian.

Tapi benarkah diaper aman bagi bayi dan balita? Di balik berbagai alasan efisiensi mengenalkan bayi pada diapers ada beberapa dampak negatif yang perlu diperhatikan. Berikut adalah beberapa bahaya penggunaan diapers secara terus menerus:

1. Bahaya zat kimia
Di dalam diapers bayi terdapat produk traces of dioxin yang merupakan produk samping dari proses pemutihan kertas. Produk ini merupakan salah satu zat karsinogenetik atau penyebab kanker.

2. Bahaya iritasi
Salah satu gangguan kulit yang sering diderita bayi yang mengenakan diaper dalam jangka waktu lama adalah ruam popok. Ruam popok merupakan gangguan kesehatan berupa iritasi pada bagian pantat, di sekitar alat vital dan selangkangan. Iritasi ini biasanya ditandai dengan perubahan warna pada kulit disertai benjolan atau kulit yang tidak merata. Iritasi terjadi karena kulit bayi kurang mendapatkan sirkulasi udara.

3. Infeksi organ vital
Diapers bersifat mengunci air seni agar tidak merembes ke luar. Jika diapers yang telah penuh air seni bayi tidak segera diganti maka kondisi lembab ini memungkinkan tumbuhnya jamur dan bakteri. Kurangnya sirkulasi udara ketika bayi mengenakan diapers tidak hanya menyebabkan kulit bayi iritasi tetapi bisa menyebabkan infeksi pada organ vital dan saluran air kencing akibat tumbuhnya jamur dan bakteri pada diapers.

4. Kesulitan mengajarkan toilet training
Merasa terlalu nyaman dengan diapers bisa menjadi salah satu penyebab balita kesulitan diajari toilet training. Menganggap urusan buang air bisa dilakukan di dalam diapers menimbulkan mindset ketergantungan terhadap diapers.

diapers

Tips Memanfaatkan Diapers

Agar penggunaan diapers tidak menimbulkan dampak negatif terlalu besar daripada manfaatnya, beberapa hal berikut ini perlu dipertimbangkan ketika memilih dan mengenakan diapers pada bayi dan balita:

1. Pakai diapers pada saat penting saja.
Jangan biasanya mengenakan diapers secara terus menerus pada jangka waktu lama. Ada baiknya mengenakan diapers hanya pada waktu tertentu misalnya dalam perjalanan atau ketika bayi harus menemani orang tua mengikuti acara di luar rumah yang dalam waktu lama.

2. Pilih diapers berbahan lembut, daya serap tinggi dan elastik di bagian selangkangannya tidak tajam.

3. Pilih ukuran diapers sesuai berat badan bayi. Jika berat badan bayi sesuai untuk ukuran diapers XL jangan paksakan mengenakan ukuran M. Jika bayi mungil jangan kenakan diapers kedodoran.

4. Ganti diapers sesegera mungkin ketika “penuh”
Sering cek diapers. Hindari bayi mengenakan diapers yang sudah penuh kotoran untuk menghindair iritasi. Minimal tiga-empat jam sekali diapers harus diganti sekaligus mengajarkan toilet traning pada balita.

5. Setiap kali ganti diapers tetap perlakukan seperti mengganti popok.
Basuh daerah sekitar alat vital dan pantat bayi menggunakan air bersih lalu lap menggunakan kain kering.

6. Hindari mengenakan diapers jika sang bayi menderita iritasi.
Jangan melanjutkan pemakaian diapers jika bayi atau balita mengalami ruam popok.

Haa, ternyata setiap pilihan ada konsekuensi dan tetap harus memperhatikan dampak plus dan minusnya. Selain berdampak pada si bayi pemakaian diapers juga berdampak pada lingkungan sebab sifatnya yang tak mudah terurai, Jadi ada baiknya untuk mengurangi ketergantungan pada diaper dan hanya mengenakannya pada bayi di waktu tertentu saja.

Image source: pixabay.com

Dwi Aprilytanti Handayani

Ibu dua anak, senang menulis dan berbagi pengalaman. Baginya menulis adalah salah satu sarana mengeluarkan uneg-uneg dan segala rasa.

Latest posts by Dwi Aprilytanti Handayani (see all)

Komentar

Indoblognet merupakan bagian dari MB Communication Network (MB Network) yang diimplementasikan menjadi sebuah jaringan netizen dan blogger Indonesia.

Kami memberikan ruang bagi eksistensi sobat netizen dan blogger menuangkan ide, gagasan, opini, sekaligus berbagi informasi, ilmu, dan cerita tentang berbagai pengalaman yang menginspirasi untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik.

Fanpage

Instagram @Indoblognet

  • Alhamdulillah aktivasi promosi seminar "Tolak Kanker Payudara dan Kanker Serviks" yang diselenggarakan oleh K-Link Indonesia @klink_indonesia_official berjalan dengan lancar dan sukses (Sabtu, 18/11). Lebih dari 4 jam berkat kekompakan seluruh netizen dan blogger Yogyakarta dan member blogger K-Link dari berbagai kota, seminar ini bisa menjadi trending topik nasional di twitter no.1-3.  Materi yang dihadirkan memang menyentuh sekali dengan kewanitaan, bahwasanya kanker  sudah sangat mengkhawatirkan menyerang sebagian besar kaum wanita. Jika tidak diketahui untuk bisa dicegah sejak dini, akan semakin banyak korban.

Kanker Payudara menyumbang jumlah penderita terbesar, baru kemudian kanker serviks. Sebagian besar kasus terjadi, kanker baru dilaporkan setelah penderita berstadium lanjut. 
Untuk itu, K-Klink Indonesia semakin gigih menjadi bagian dari solusi pencegahan kanker lewat berbagai inovasi produknya yang berkualitas. Gaya hidup sehat, menjauhi stres, mengurangi konsumsi daging mentah/setengah matang, merokok, diantaranya yang dapat dilakukan untuk pencegahan.

Senang sekali bekerja sama dengan blogger2 Yogyakarta yang penuh antusias dan bersemangat ini, datang tepat waktu hingga menuntaskan acara. Semoga  bisa sering2 mengadakan event di sana ya.

#Klinksolusihidupmu #Klinkpedulikanker #klinkmember15olusi #Klinkpedulikankerserviks #klinkpedulikankerpayudara #Indoblognet #bloggeryogya

Follow Me

Copyright © 2017 Indoblognet.com. Design by: Planetmaya.net.

To Top