Tur Virtual Jejak Nazi dan Hollocaust di Festival Kebhinekaan V

  • Bagikan

Apa yang terlintas dalam benak kamu saat mendengar kata “Nazi” dan “Hollocaust”? Mungkin sesuatu yang mengerikan, dan mencekam. Kedua hal tersebut, tentunya tidak akan mudah dilupakan oleh masyarakat dunia. Bencana kemanusiaan yang familiar kita dengar saat sekolah maupun membaca tentang kisah sejarah.

Dari situlah saya tertarik mengikuti acara Festival Kebhinekaan, Unity in Diversity pada Sabtu malam, tanggal 26 Februari kemarin, dengan tajuk: Tur Virtual Jejak Nazi dan Hollocaust (Holokaus). Tema yang menarik, untuk makin mengenal sejarah saksi bisu yang terjadi di tahun 1940-an. Namun sebelum membahas tentang jalan-jalan virtualnya, kita kupas sekilas dulu tentang Hitler dan Holokaus.

Tentang Holokaus dan Hitler

Adolf Hitler (1889 – 1945), seorang tentara di Perang Dunia I, menjabat sebagai Kanselir Jerman di tahun 1933, sebelum meletusnya Perang Dunia II menjabat sebagai Kepala Negara sekaligus Kepala Pemerintahan Jerman, dan merupakan tokoh sentral dari partai politik Nazi.

Kebijakan Nazi dengan holokaus, yaitu pembantaian sistematis yang dilakukan kepada sekitar 6 juta (atau lebih) penganut Yahudi Eropa yang berlangsung selama Perang Dunia II (tahun 1933-1945) di seluruh area kekuasaan Nazi.

Tur Virtual Jejak Nazi dan Hollocaust

Untuk makin mengenal dekat lagi dengan sejarah di atas, saya berkesempatan mengikuti Acara Tur Virtual Jejak Nazi dan Hollocaust, yang digagas oleh Wisata Kreatif Jakarta Kak Ira, dan Mbak Monique Rijkers dari Hadassa Indonesia sebagai narasumber yang memandu jalan-jalan virtual ini.

Lokasi pertama yang kami jumpai yaitu tentang Gudang arsip data nama-nama korban, tempat deportasi, nama lokasi camp konsentrasi di sebaran kekuasaan NAZI. Lokasi data ini berada di Arolsen Archives, Jerman. Menurut Mbak Monique ini terdapat 6 gudang. Banyak gaess.

Selanjutnya ke Reichstag Building, Jerman atau Gedung Parlemen. Gedung ini pernah terbakar pada tahun 1933, dan dituduhnya adalah komunis yang melakukannya. Tuduhan tersebut dikatakan oleh Mbak Monique, sebagai caranya Hitler untuk menarik simpati, “Harus mendukung saya. Ini buktinya, Gedung parlemen kita dibakar,”

House of the Wannsee Conference, Jerman, yang merupakan rumah peristirahatan (villa) tempat konferensi berlangsung pada bulan Januari 1942. Di sini dikatakan, bahwa mereka membicarakan tentang Hollocaust dan membuat camp konsentrasi.

Hutan Srokowo, di Polandia atau dikenal dengan nama Sarang Serigala, merupakan lokasi terjadi upaya untuk pembunuhan Hitler, tetapi gagal.

Ordensburg Vogelsang, Jerman, merupakan lokasi untuk membentuk kader Nazi. Tempat ini sekarang menjadi museum, dan bisa didatangi oleh para pengunjung.

Hitler berambisi untuk menjadi Kongresshalle, di Nuremberg, Jerman layaknya Colloseum, Italia. Jadi sebagai tempat Hitler untuk berpidato. Sayangnya impian untuk gedung berbentuk tapal kuda ini tidak terwujud. Sekarang ini Kongresshalle kerap digunakan untuk tempat konser musik.

Kehlsteinhaus, dekat Berchtesgaden, Jerman atau disebut juga Sarang Elang adalah tempat Hitler berlibur, dan lokasi mengadakan pertemuan dengan para anggota Nazi, dan menjadi tempat untuk merayakan ulang tahunnya Hitler ke-50.

Topography of Teror, Berlin, adalah kantor pusat Gestapo dan polisi rahasianya Nazi. Turis bisa datang ke sini, guna melihat daftar korban yang dipersekusi di sini, sekaligus di dekat di sini juga ada bekas Tembok Berlin.

Harthelm Castle Memorial Site, Linz, Austria, adalah pusatnya euthanasia (untuk para orangtua jompo, warga yang sakit-sakitan) di masa itu, dengan tercatat ada 30.000 orang yang tewas di sini.

Gedenkstätte Bernburg, Jerman, ada sekitar 14.000 orang pasien TB yang di euthanasia dari periode tahun 1940-1943. Bila turis datang ke sini, masih terdapat foto-foto para korban dan kamar gas.

Buchenwald Memorial adalah camp konsentrasi di Jerman Tengah, dan camp ini dibebaskan oleh Amerika Serikat, dan ada 21.000 orang yang diselamatkan.

Belzec Museum and Memorial, merupakan camp konsentrasi khusus Yahudi asal Polandia dengan total 400.000 orang yang ditahan di sini, dan camp ini dibebaskan oleh Uni Soviet.

Bergen-Belsen Memorial, adalah camp kosentrasi yang dibebaskan oleh Inggris.

Dachau Concentration Camp Memorial Site, di dekat Munich, adalah camp konsentrasi yang setidaknya ada sekitar 28.000 orang yang tewas, dan camp ini dibebaskan oleh Amerika Serikat.

Camp Treblinka adalah camp konsentrasi yang fokusnya adalah eksterminasi (pemusnahan). Di sini tercatat ada 925.000 orang yang tewas.

Memorium Nuremberg Trials, Jerman, merupakan ruang pengadilan untuk mengadili tentara Nazi.

Tentang Festival Kebhinekaan

Festival Kebhinekaan di tahun 2022 ini memasuki tahun kelima, loh. Meski dilangsungkan secara virtual melalui YouTube Live Streaming, Instagram Live, dan Zoom Meeting karena terkait kondisi saat ini yang pandemi, tetapi festival yang hadir semenjak tahun 2018 ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan akan kegiatan ibadah lintas agama.

Festival Kebhinekaan bertujuan untuk Merayakan Keberagaman dan Memperkuat Toleransi Lintas Iman, melalui kegiatan Seni, Dialog dan Wisata. Festival Kebhinekaan 5 tahun ini berlangsung tanggal 22-28 Februari 2022.

Seluruh rangkaian acara Festival Kebhinekaan 5 bisa disaksikan kembali kapan saja di YouTube Channel Festival Kebhinekaan www.YouTube.com/c/festivalkebhinekaan

Dari rangkaian acara yang diselenggarakan bertajuk Festival Kebhinekaan, memberikan arti penting untuk saling belajar menghargai hak orang lain, dan tolong menolong dalam kebaikan. Sebab memang belajar dari sejarah, akan memberikan makna mendalam sehingga kita akan sama-sama menghormati antar sesama insan. Semoga tidak ada lagi tragedi kemanusiaan di muka bumi ini, karena damai itu lebih indah. Sampai jumpa di Festival Kebhinekaan tahun keenam mendatang!

Penulis : Fenny Bungsu

  • Bagikan