Indo Blog Net

kesehatan

Bisakah Herd Immunity Diterapkan di Indonesia?

herd immunity di indonesia

Kasus virus Corona atau COVID-19 di Indonesia hingga kini masih terus bertambah. Berdasarkan data yang ada per Tanggal 20 Mei 2020, jumlah pasien positif virus Corona telah mencapai 19.189 kasus, dengan 13.372 pasien yang dirawat, 1.242 meninggal dunia, dan 4.575 telah sembuh.

Keputusan pemerintah beberapa waktu terakhir ini untuk melonggarkan lockdown pada akhirnya menimbulkan banyak spekulasi di masyarakat bahwa pemerintah akan menerapkan strategi Herd Immunity.

Herd Immunity (kekebalan kelompok) mengacu pada situasi di mana terdapat cukup banyak orang dalam suatu populasi yang mempunyai kekebalan terhadap sebuah virus tertentu.

Adanya kekebalan ini secara efektif dapat menghentikan penyebaran penyakit yang disebabkan oleh virus tersebut. Lalu bagaimana caranya memperoleh Herd Immunity atau kekebalan kelompok?

Terdapat dua cara, yaitu melalui vaksinasi dan melalui kekebalan alami.

Baca juga: Temulawak Bisa Tingkatkan Imunitas Tubuh Agar Tak Mudah Sakit

Mari simak ulasan lengkapnya mengenai Herd Immunity melalui vaksinasi dan Herd Immunity alamiah (melalui kekebalan alami) berikut ini.

Herd Immunity Melalui Vaksinasi

Cara pertama untuk memperoleh Herd Immunity adalah melalui vaksinasi atau imunisasi. Sebagian besar populasi harus mendapat vaksinasi.

Dengan semakin banyaknya orang yang divaksinasi, diharapkan akan semakin banyak orang yang menjadi kebal terhadap virus tertentu. Hal inilah yang kemudian dapat menghentikan penyebaran virus Corona.

Sayangnya, hingga saat ini para ahli kesehatan belum berhasil membuat vaksin untuk virus Corona. Sehingga untuk memperoleh Herd Immunity melalui cara vaksinasi ini tidak bisa kita harapkan dalam waktu dekat.

Bisa jadi kita masih membutuhkan waktu lama untuk mendapat vaksin. Jadi, Herd Immunity melalui vaksinasi ini belum bisa kita lakukan saat ini.

Herd Immunity Alamiah

Cara kedua untuk memperoleh Herd Immunity adalah melalui kekebalan alami atau yang bisa kita sebut sebagai Herd Immunity alamiah. Cara ini akan membiarkan tubuh mendapat paparan penyakit secara alami untuk kemudian memperoleh antibodi yang dapat melindungi tubuh dari virus.

Dengan cara alamiah ini artinya akan ada banyak orang yang secara alami terinfeksi virus Corona untuk membentuk Herd Immunity.

Cara ini pernah ditempuh oleh beberapa negara di dunia saat menghadapi pandemik karena tidak adanya vaksin untuk mengatasi penyebaran virus/penyakit.

Saat terjadi pandemik flu Spanyol yang dipicu oleh infeksi virus influenza pada Tahun 1918 hingga Tahun 1920, dunia terpaksa menempuh cara alamiah ini untuk memperoleh Herd Immunity.

Hal ini menyebabkan sekitar 500 juta orang atau seperti bagian dari populasi dunia terpapar virus ini. Jumlah kematian akibat virus tersebut diperkirakan mencapai 50 juta jiwa di seluruh dunia.

Risiko Penerapan Herd Immunity Alamiah

Herd Immunity alamiah memiliki faktor risiko yang jauh lebih tinggi dibandingkan Herd Immunity melalui vaksinasi. Vaksinasi dianggap lebih aman karena dapat meminimalisir risiko.

Pada vaksin, virus telah dilemahkan serta diuji coba, sehingga telah dipastikan terjamin keamanannya. Meski bukan berarti vaksin pun akan sepenuhnya tanpa risiko atau efek samping sama sekali bagi semua orang.

Baca juga: 7 Cara Meningkatkan Sistem imun atau Kekebalan Tubuh Anak

Setidaknya, melalui vaksinasi penyebaran infeksi terhadap kelompok berisiko tinggi, seperti lanjut usia, anak-anak, wanita hamil, orang-orang dengan sistem kekebalan lemah, dan mereka yang memiliki kondisi penyakit tertentu, dapat ditekan dengan memilih kelompok yang kuat (orang dengan sistem kekebalan tubuh yang kuat) untuk dijadikan sebagai populasi kebal.

Herd Immunity alamiah dapat menimbulkan jumlah kematian yang lebih tinggi. Bahkan dikhawatirkan waktu pemulihannya akan jadi lebih lama.

Bagi mereka yang termasuk ke dalam kelompok berisiko tinggi tentunya akan memiliki risiko yang lebih tinggi untuk terinfeksi. Lebih lanjut akan kita bahas apa saja risiko Herd Immunity alamiah berikut ini:

Dapat menimbulkan lebih banyak jumlah kematian

Dengan membuat banyak orang terinfeksi virus, kemungkinan akan meningkat pula jumlah kematian akibat terinfeksi virus tersebut. Contohnya, jika 70 persen dari total populasi secara alami terinfeksi virus, dari jumlah ini tentunya ada yang termasuk dalam kelompok berisiko tinggi.

Mereka yang termasuk kelompok berisiko tinggi, diantaranya: anak-anak, wanita hamil, lanjut usia, orang-orang dengan sistem kekebalan lemah, serta mereka yang mempunyai penyakit-penyakit tertentu (misal: diabetes, sakit paru-paru, dll).

Ada kemungkinan Herd Immunity tidak dapat bekerja

Bisa dikatakan bahwa informasi mengenai virus Corona ini masih belum terlalu detail dan lengkap. Para ilmuwan belum bisa memastikan apakah orang yang telah terkena virus Corona akan menjadi kebal di kemudian hari atau bisa tertular lagi untuk kedua kalinya.

Jika ternyata orang yang terkena virus Corona dapat tertular lagi di kemudian hari (tidak menjadi kebal) artinya Herd Immunity tidak dapat bekerja.

Petugas kesehatan mungkin akan kewalahan

Jika ada banyak orang yang lebih banyak lagi terkena virus Corona dalam waktu bersamaan kemungkinan besar rumah sakit akan penuh dan petugas kesehatan akan kewalahan menanganinya.

Baca juga: 4 Tanaman Herbal Paling Ampuh untuk Meningkatkan Imunitas Tubuh

Tentunya kesiapan medis harus sangat diperhatikan dalam hal ini. Karena jika petugas kesehatan tak dapat menangani para pasien dengan maksimal hal ini pun akan berdampak pada kesembuhan pasien.

Bisakah Herd Immunity Diterapkan di Indonesia?

Menurut Pandu Riono, seorang pakar Epidemiologi dari Universitas Indonesia, penerapan strategi Herd Immunity untuk mengatasi virus Corona ini terlalu berisiko, sebab dapat meningkatkan jumlah korban jiwa secara drastis.

Mengingat jumlah penduduk Indonesia yang mencapai ratusan juta jiwa, kasus kematian yang disebabkan dari risiko penerapan Herd Immunity ini pun bisa jadi lebih besar (memakan banyak korban jiwa).

Ada baiknya kita menjadikan apa yang terjadi pada Swedia sebagai sebuah pembelajaran berharga. Dimana mereka menerapkan strategi Herd Immunity, tapi pada akhirnya malah mengakibatkan banyak warganya meninggal dunia.

Data menunjukkan jika jumlah kematian di Swedia akibat virus Corona adalah yang tertinggi di Eropa selama seminggu terakhir ini.

Namun demikian, tetap kita apresiasi segala upaya pemerintah untuk mengatasi pandemi ini dalam skenario new normal. Mengingat sampai saat ini WHO belum bisa memastikan kapan pandemi ini akan berakhir, seiring dengan belum ditemukannya vaksin Covid-19.

Ekonomi harus tetap berjalan. Pandemi telah meluluhlantakkan sendi-sendi perekonomian secara global. Pemerintah telah mengalokasikan dana sekitar Rp 405, 1 trilliun dari APBN 2020 untuk sejumlah sektor dan paling terdampak Covid-19.

Diantaranya di bidang jaminan pemenuhan kebutuhan pokok (berbagai bansos), pelayanan kesehatan, bantuan korban PHK (Kartu Prakerja), subsidi BPJS, layanan listrik masyarakat miskin, dan berbagai dukungan insentif bagi dunia industri dan pelaku UMKM.

Untuk menjaga ekonomi tetap tumbuh, pemerintah menyiapkan skenario new normal dalam berbagai tahapan sambil melihat situasi dan kondisi serta karakter sosilogis masyarakat Indonesia.

Dimas Oky Nugroho, Kordinator Perkumpulan Kader Bangsa melihat skenario new normal yang direncanakan pemerintah dalam beberapa bulan ke depan, merupakan sebuah jalan tengah yang bisa berhasil jika didukung penuh oleh partisipasi aktif seluruh rakyat Indonesia untuk mematuhi protokoler kesehatan, physical distancing, menggunakan masker serta menjaga pola hidup sehat.

Dengan begitu, masyarakat tetap bisa beraktivitas memenuhi kebutuhan hidupnya, ekonomi berjalan, dan pemutusan mata rantai penyebaran Covid bisa ditekan.

skenario new normal

Sebagai manusia beriman, kia harus optimis atas ikhtiar maksimal yang kita lakukan. Sesungguhnya Allah SWT bersama orang-orang yang optimis dan berfikir positif untuk kebaikan. Jadi, bukan #IndonesiaTerserah, tetapi #IndonesiaBismillah. Kita Bisa Melawan Corona !

Credit photo: sakaltimes.com

Arifah Abdul Majid
See me on
Bagikan Jika Bermanfaat

Komentar

Indoblognet merupakan bagian dari MB Communication Network (MB Network) yang diimplementasikan menjadi sebuah jaringan netizen dan blogger Indonesia.

Kami memberikan ruang bagi eksistensi sobat netizen dan blogger menuangkan ide, gagasan, opini, sekaligus berbagi informasi, ilmu, dan cerita tentang berbagai pengalaman yang menginspirasi untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik.

Fanpage

Instagram @Indoblognet

Instagram has returned invalid data.

Follow Me

Copyright © 2017 Indoblognet.com. Design by: Planetmaya.net.

To Top