Inspirasi

‘Bintang’ Sang Pemimpi Besar (“You may say that i am a dreamer…”)

Bintang Sang Pemimpi Besar

(Impian Besar Menuju Koperasi Modern)

You may say that i am a dreamer… but i am not the only one… I hope someday you’ll join us…and the word will live as one…  Senandung Jhon Lennon mengalun indah dari laptop tuaku. Mendengar lagu itu, tiba-tiba saja ingatanku terbang menuju sesosok Bintang, teman kuliahku dulu di Bandung. Setelah beberapa saat mengenang wajah bulatnya, ingatanku terbang ke sebuah obrolan di malam minggu di markas kami dulu.

Mimpi adalah dunia bebas, tak ada tanggungjawab disitu, tak ada resiko disitu, maka bermimpilah” begitulah sosok Bintang  selalu berceloteh di semua keadaan. Saat punya duit atau tongpes, saat senang karena baru jadian atau lagi galau karena baru diputusin, Bintang tetaplah seorang Bintang sang pemimpi.

Temanku yang unik ini dijuluki “si pemimpi dari Tanah Pasundan”, kadang dia digelari juga dengan “si revolusioner”, Lahir 47 tahun yang lalu di kota Bandung yang sejuk meski sekarang cukup panas juga. Dunia koperasi telah begitu lama digelutinya. Dunia yang tidak pernah jemu ia geluti sejak SMA hingga sekarang. Beberapa koperasi telah diikutinya, bahkan beberapa ia dirikan bersama rekan-rekan seperjuangannya. Dunia yang ia geluti berbekal mimpi besar tentang Koperasi Indonesia Bersatu. Koperasi modern yang sejajar bahkan unggul dibanding perusahaan-perusahaan besar milik segelintir orang. Bahkan lebih unggul dari perusahaan-perusahaan asing yang angkuh berdiri di negeri ini berbekal kekuatan modal yang nyaris tak terbatas.

“Omong kosong mau ngegedein koperasi kalo kita centang perenang kaya gini, sampai kiamatpun ga bakalan maju kalo koperasi-koperasi yang cuma segede semut disuruh bersaing dengan gajah-gajah liberal”, ocehnya di sebuah obrolan malam mingguan yang dulu sering kami lakukan di markas kami para penggiat koperasi di  bilangan Teuku Umar Bandung. Markas yang sejatinya adalah kamar kostan milik Dadang salah seorang teman yang berbesar hati kamar kecilnya dijadikan markas kami. Kamar kostan yang berada tak jauh dari kampus kesayangan kami UNPAD. Grand Canyon, nama yang kami sematkan sebagai nama markas kami, itu semua hanya karena rumah kostan itu tepat berada di sebelah selokan besar, ah…ada-ada aja kelakukan para mahasiswa iseng ini.

Kita-kita yang semut-semut ini mesti bersatu menjadi semut rangrang dalam satu arus besar bernama Koperasi Indonesia Bersatu. Mari bergandengan tangan rantaikan kesadaran. Ayo Berbaris saling menguatkan membuat gelombang-gelombang mutualisma yang kokoh, baru deh kita bisa bersaing bahkan mengalahkan gajah-gajah itu”, serunya berapi-api.

Sebagian peserta kongkow melongo mendengar orasinya yang bak orator kampanye, sebagian lagi mencibir sinis, mungkin di dalam hatinya berkata “mimpi kale…”.

“Ya..aku memang sedang bermimpi” lanjut Bintang seperti bisa mendengar lecehan hati sebagian pendengarnya. “Begini saudara-saudaraku para penggiat koperasi. Sudah berapa puluh kali mungkin ratusan kali kita mengadakan seminar, pelatihan atau apalah namanya dengan mengusung tema besar “membangkitkan koperasi Indonesia” tapi apa hasilnya. Koperasi tetaplah semut yang pengurusnya cenat-cenut menjelang pembagian SHU di RAT, ya kan? Sementara gajah-gajah itu ngadain RUPS di hotel bintang lima sambil senyam-senyum bagi-bagi deviden yang cukup buat mendirikan seratus koperasi”.

Jadi apa mimpimu itu Bin?, teriak Dadang yang sedari tadi nyinyir mendengar orasi usil Bintang. “Gini…mulai sekarang ga usah ada lagi pelatihan-pelatihan perkoperasian yang dari dulu gitu-gitu aja. Sekarang yang harus kita lakukan adalah menggagas terbentuknya Koperasi Indonesia Bersatu. KIB ini mewadahi semua koperasi-koperasi yang ada di Indonesia, se Indonesia men… bukan se Bandung atau se Jawa Barat, atau se-Kalimantan Barat atau se Papua. Tapi se Indonesia bung…”

KIB ini harus menyatukan semua koperasi tak perduli apapun bentuk koperasi itu. Semua koperasi yang ada biarkan dengan spesifikasinya masing-masing, KIB tinggal merajut net working dengan prinsip simbiosis mutualisma. Bayangkan Bung…betapa dahsyatnya koperasi bila bersatu dalam satu wadah besar Ke-Indonesiaan bernama Koperasi Indonesia Bersatu ini. Berapa kekuatan modal yang bisa dihimpun? Berapa manfaat bila semua anggota bisa saling memberi dan mendapatkan manfaat dari koperasi lain yang berada dalam wadah KIB?”

“Ah…kamu terlalu ngegampangin Bin…kamu kira gampang nyatuin koperasi-koperasi itu, lah wong diantara mereka aja pada gontok-gontokan kok, lah ini mau dibawa ke keIndonesiaan segala …halah…mustahal Bin…eh…mustahil”, sanggah Yogi yang sedari tadi jengah dengan bualan Bintang.

Gini Gi…kita harus belajar dari ‘Pioneer’ koperasinya Owen di Inggris sana. Pioneer mewadahi berbagai koperasi yang bergerak di berbagai bidang, ada yang bergerak di industri makanan, sandang, retail, tekstil, kesehatan, finansial, IT, pertanian dan masih banyak lagi yang lainnya. Nah…Pioneer menyatukan mereka dalam satu kekuatan bersama yang saling menguntungkan. Gampangnya gini deh…anggota Pioneer yang petani bisa dapet baju murah dari garmennya anggota pioneer, dapet belanjaan murah dari toko-toko retail anggota Pioneer dan bisa dapet pengobatan murah bin gratis dari klinik-klinik anggota pioneer. Coba bayangkan Gi!, semuanya mendapat manfaat, semuanya besar bersama. Bersatu mereka menjadi kuat dan mampu bersaing dengan perusahaan-perusahaan besar yang sudah lebih dulu berdiri.”

“Ah…tetap aja susah Bin, kamu bacot sih gampang, tapi di lapangan gimana?”, lagi Yogi menyanggahnya. “Begini rekan-rekan, ibarat bola salju dia dimulai dari gumpalan kecil butiran salju yang menggelinding makin lama makin besar, makin banyak butiran salju turut bergabung dalam bola salju itu”. Kalo kita tidak memulai untuk membentuk gumpalan kecil itu dan menggelinding…lah kapan bola salju itu membesar. ‘Jangan hanya mimpi tuk hadirkan matahari” gitu kata musisi balada Mukti-Mukti’ he..he..he… Kita harus mulai dari kita-kita yang sadar. Ayolah bermimpi…bergerak…menggelinding…”. Tunjukan sama semua bahwa gelindingan kita ini membawa manfaat buat mereka, nah…dengan sendirinya mereka akan tertarik, ga usahlah terlalu banyak seminar, diskusi atau pelatihan dasar-dasar koperasi.” Semua terdiam termasuk aku yang sedari tadi hanya khusyu menyimak.

Apa kalian ga jengah?…setiap pelatihan perkoperasian pasti diajarin cara mendirikan koperasi, cara merancang RAT, cara bikin AD ART terus kapan move onnya…come on man…move on…”

Begitulah Bintang sahabatku “sang revolusioner” dia adalah sosok yang jengah dengan stagnasi perkoperasian di Indonesia. Dia jengah dengan sepak terjang perkoperasian Indonesia yang kaya dengan rutinitas aktivitas namun miskin makna bahkan miskin dampak. Baginya semua itu tak lebih dari omong kosong.

Dalam sebuah artikel yang pernah dia tulis dan dibagikan pada kami semua waktu itu, dia menulis “5 Re” untuk mewujudkan visinya yang sangat revolusioner. Revolusi berfikir, adalah re yang pertama. Menurutnya mind set atau paradigma berfikir semua penggiat koperasi harus di revolusi dari paradigma berfikir bahwa koperasi itu kecil dan terkotak-kotak dalam sekat kepentingan dan manfaat harus dirubah ke arah paradigma berfikir bahwa koperasi itu adalah kekuatan yang sangat dahsyat bila sekat-sekat itu dibongkar dan kemudian dijalin ke dalam sebuah net working. Koperasi harus bisa bersaing dengan perusahaan-perusahaan raksasa bahkan lebih kokoh dibanding para raksasa itu karena koperasi memiliki nilai lebih dari azas saling memberi dan mendapat manfaat anggotanya.

“Re” yang kedua adalah restorasi, entitas koperasi yang masih berwajah tradisional harus di”make over” menjadi entitas yang profesional. Pengelolaannya harus berdasar pada standar kinerja profesional sehingga akan melahirkan manfaat yang optimal untuk para anggotanya. Penggunaan IT merupakan salah satu keniscayaan untuk mewujudkan semua itu.  Dia pernah berseloroh padaku, “kamu mau ga jadi anggota koperasi yang cuma dengan satu kartu kamu bisa ngambil duit di ATM, beli deodoran buat ketek kamu yang bau di toko cuma dengan gesek kartu kamu, mau makan di restoran juga tinggal gesek, mau ga?”

Reformasi regulasi, itu “re” yang ke tiga. Baginya regulasi perkoperasian yang ada sekarang semakin mengurung koperasi ke dalam sekat-sekat yang membelenggu kreatifitas para penggiat koperasi untuk berinovasi dan membentuk net working. “kalo kelak aku jadi menteri perkoperasian aku bakal ngajuin RUU perkoperasian yang anti sekat, yang bakal memberi kebebasan kepada koperasi-koperasi yang ada untuk bekerjasama dengan koperasi lain dalam suatu wadah besar bernama KIB”. Anak ini memang pemimpi besar.

Restrukturisasi adalah “re” ke empat dari resep anehnya. Menurutnya struktur koperasi di Indonesia yang terserak harus direstrukturisasi dengan mendirikan KIB, dimana koperasi-koperasi yang ada dihimpun dalam KIB dan dihubungkan antara mereka dengan prinsip simbiosis mutualisma. Baginya hanya itu yang akan bisa membuat koperasi Indonesia tumbuh dan berkembang bahkan mampu menjadi pemain utama dari bisnis Indonesia.

“kawan-kawan…apa kalian ga pengen punya koperasi yang hebat kaya gitu?” celetukannya waktu itu mengajakku kembali untuk mengingat kongkow waktu itu

“Hebat apaan sih Bin?” geram Diki

Hebat ki…karena KIB itu menyatukan semua koperasi-koperasi yang selama ini berserakan di dalam satu wadah ke-Indonesiaan bernama KIB. Nah…KIB ini merajut net working dari semua koperasi yang berbeda-beda itu dalam satu spirit yang sama yaitu sejahtera bersama, bersama sejahtera…gitu loh Ki

“Tapi apa bisa kalo cuma kita-kita yang bergerak sementara pemerintah asyik dengan paradigma berkoperasi mereka” celetukku waktu itu.

“Halah…pemerintah memang penting tapi ga penting-penting amat juga sih, biarin mereka juga nanti akan melihat gerakan ini membesar dan mereka akan terperangah dengan peningkatan kesejahteraan para anggota KIB. Nah…kalo sudah gitu mereka kan ikut seneng juga dan ujung-ujungnya mereka bakal mendukung juga lewat regulasi-regulasi mereka. Jadi intinya kita mulai dari kita, bongkar sekat-sekat koperasi yang memenjara, buat rajutan net working untuk semua. Nih…kalo kalian jadi anggota KIB, kemanapun kalian pergi kalian bakal dapat kemudahan karena net working KIB meliputi semua bidang kebutuhan kita. Kamu mau traveling, gampang, kamu tinggal minta bantuan jasa traveling KIB, berangkatnya pake jasa transportasi KIB,  nginep tinggal pilih hotel bintang lima anggota KIB yang wajib ngasih potongan harga, mau makan tinggal cari restoran anggota KIB yang murah, mau apa lagi?”

“Ah…nyerocos aja luh kaya bus way , lu sendiri apa sih sebenarnya maunya…kamu tuh cuma pemimpi Bin…mimpi” Rahmat tak kuat lagi dengan kejengahannya.

Bintang mengambil gitar kopong yang sedari tadi bersender di sudut ruangan tak jauh dari tempat dia berorasi. Jreng…jreng…dia mulai bernyanyi. Lagu sang legendaris Jhon Lennon.

You may say that i am a dreamer…but i am not the only one…I hope someday you’ll joint us…and the wordl will live us one…”

Image source: pixabay.com

Komentar

Indoblognet merupakan bagian dari MB Communication Network (MB Network) yang diimplementasikan menjadi sebuah jaringan netizen dan blogger Indonesia.

Kami memberikan ruang bagi eksistensi sobat netizen dan blogger menuangkan ide, gagasan, opini, sekaligus berbagi informasi, ilmu, dan cerita tentang berbagai pengalaman yang menginspirasi untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik.

Fanpage

Instagram @Indoblognet

  • Helooo, sahabat Indoblognet 😍 Di sini gerimis romantis, gimana di tempat kalian? Hihi..
.
Ngomongin tentang bisnis nih ya, banyak yang bilang bahwa kesuksesan bisnismu tergantung dari sehebat apa rencana pemasaran bisnis yang kamu buat 😁
.
Tapi guys, kamu bisa melakukan perencanaan bisnis sebanyak yang kamu inginkan, namun bisnismu tetap akan jalan di tempat bahkan gagal jika kamu gak berorientasi untuk menciptakan sebuah produk bisnis yang bernilai
(berkualitas) 😍
.
Menjual produk tanpa kualitas yang baik, adalah kesalahan dalam bisnis. Karena, tanpa produk yang bagus dan bisa diterima di masyarakat, strategi marketing sebaik apapun gak akan membantu bisnis kamu untuk berkembang 😆
.
Kemungkinan terburuk, bisnismu bisa hancur bahkan sebelum masyarakat mengenal produk yang kamu jual 😅
.
Sumber: smartbisnis.co.id
.
#indoblognet #mbcommunication #business #smartbusiness #businesstips #success #quality #businessplan #viral

Follow Me

Copyright © 2017 Indoblognet.com. Design by: Planetmaya.net.

To Top