lomba blog

Bersyukur itu Sulit

Bersyukur itu sulit. Tidak semudah mengucapkan kata ‘Alhamdulillah’, walaupun itu memang cara paling mendasar agar kita disebut telah bersyukur. Bersyukur lebih mudah dilakukan saat berada dalam kondisi yang kita idam-idamkan. Lain ceritanya jika apa yang kita inginkan selama ini kok tak kunjung tercapai.

Kenapa teman saya lebih cepat memperoleh jodoh ganteng? Kenapa tetangga saya mudah sekali diterima kerja? Kenapa saudara saya selalu lancar masuk sekolah favorit? Mungkin menjadi serentetan pertanyaan yang diutarakan, saat kita tidak berada dalam posisi yang sama dengan mereka. Kok malah, orang lain sepertinya hidupnya lancar saja, sedangkan hidup kita penuh sekali dengan kendala?

Bersyukur juga lebih mudah dijalankan saat kita mengetahui, sepertinya orang lain lebih menderita daripada kita. Misalnya begini, lantai rumah tetangga masih dibalut semen. Sedangkan lantai rumah kita dong, sudah dipoles dengan keramik mahal. Teman sekolah masih pakai sepeda onthel. Kita dong, sudah pakai motor, bahkan sesekali pakai mobil. Teman kuliah tak kunjung lulus kuliah, kita dong, sudah lulus dengan predikat cum laude dari universitas paling mentereng di Indonesia.

Bersyukur itu Tantangan  

Disinilah letak tantangan bersyukur sedang dimulai. Sebagai makhluk sosial, tentu lebih mudah jika kita membandingkan hidup kita dengan orang lain. Kita bisa serta merta down saat kita ternyata tidak sebaik orang lain, tidak sepintar orang lain, pokoknya orang lain the best lah. Kita ini ibarat remah-remah rempeyek, belum tau kegunaan dan fungsi dalam menjalani hidup ini.

Saya sendiri juga masih bertanya-tanya sih, bagaimana cara bersyukur yang baik dan benar. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia versi daring (online), bersyukur adalah kata kerja yang memiliki arti: berterima kasih, atau mengucapkan syukur. Peribahasa yang menyebut bahwa rumput tetangga lebih hijau daripada rumput sendiri, itu memang benar adanya. Meski saya tetap berkeinginan memiliki hidup enak nan sempurna seperti yang orang lain perlihatkan, saya mencoba untuk tidak terus-menerus membandingkan hidup saya dengan hidup orang lain.

Salah satu alasan saya, setelah membaca dan memaknai ayat dibawah ini.

Surat Al Hud ayat 6:

وَمَا مِنْ دَابَّةٍ فِي الأرْضِ إِلا عَلَى اللَّهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا كُلٌّ فِي كِتَابٍ مُبِينٍ (٦) 

Dan tidak satu pun makhluk bergerak (bernyawa)[1] di bumi melainkan semuanya dijamin Allah rezekinya. Dia mengetahui tempat kediamannya dan tempat penyimpanannya[2]. Semua (tertulis) dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh).

Bahkan, Allah yang Maha Segalanya, sudah menjamin rejeki kita, manusia yang hidupnya paling cuma 70 tahun di dunia. Itu janji Allah yang sudah tertulis di kitabnya lo. Apa masih berani meragukan buktinya? Kini, saya menjadi lebih enteng dalam melakukan segala hal, ketakutan akan kegagalan mengalami degradasi secara signifikan. Lebih mampu menikmati hidup yang saya jalani sehari-hari.

Menikmati Hidup

Menikmati hidup dalam arti, bersyukur akan hal-hal kecil, yang sebenarnya sudah menjadi rutinitas, namun membuat kita kelupaan untuk bersyukur. salah satu contohnya, setiap hari masih bisa bangun pagi, yang berarti kita masih diberi kesempatan oleh Allah SWT untuk beribadah dan bertaubat atas segala dosa-dosa kita. Setiap hari diberi kesehatan, agar kita dapat mencari rejeki, dan dapat beribadah dengan nikmat, baik di rumah maupun di masjid. Ponsel, motor, laptop semua dalam keadaan fit dan prima, sehingga jalan kita mencari rejeki lancar.

Jika di sekitar rumah kita masih ada sawah, dapat bersyukur masih bisa melihat hijaunya sawah yang sedang tumbuh. Jika rumah dekat pantai, dapat bersyukur keindahan pantai yang tetap mempesona beserta suara deburan ombaknya. Jika rumah dekat dengan hiruk pikuk perkotaan, dapat bersyukur karena kita tau perkembangan zaman beserta cerita manusia didalamnya.

IMG_3889

Menikmati pemandangan alam sehari-hari, dapat juga menjadi salah satu bukti syukur Lokasi: Pantai Payangan, Jember

Tidak Berprasangka Buruk

Tidak berpikiran dan berprasangka buruk, bagi ibu saya merupakan salah satu bentuk bersyukur yang utama. Kata beliau, apa yang terjadi dalam hidup kita ini, tergantung dari pola pikir kita sendiri. Semakin sering sambat alias mengeluh, maka hidup ini rasanya tersiksa dan tidak nyaman. Dan begitu juga sebaliknya, saat kita selalu berpikiran positif, hidup juga terasa menyenangkan.

Salah satu contoh kasus yang paling mengena bagi saya adalah, saat saya kehilangan motor matic yang saya cicil sendiri. Ibu tidak terus-menerus mengutuk saya, kok bisa lalai menjaga motornya sendiri. Ibu pun tidak mengutuk si pencuri, kok bisa setega itu, padahal motor itu adalah barang paling baru di rumah saya.

Kalimat ibu yang terus menerus diutarakan, agar hati saya tidak gelo kurang lebih seperti ini, “Itu berarti masa aktif kamu dan motormu cukup empat tahun. Kita tidak pernah tahu apa rencana Allah kedepan. Bisa jadi, kalau motor itu masih ada di tanganmu, kamu akan kecelakaan parah. Atau kamu akan ketemu pencuri yang lebih sadis lagi, tak cuma motormu yang dirampas, nyawamu juga menjadi taruhannya. Allah tau yang terbaik untuk umatnya. Sudah, pabrik motor tetap buka. Kapan-kapan beli lagi.”

Ya meskipun pada akhirnya saya tidak lagi membeli motor matic, tapi motor bebek bekas. Namun, dengan motor bebek ini saya merasa nyaman. Tidak lagi takut kehilangan. Saya menyebutnya sepeda motor anti maling. Asal ada bensin dan rutin diservis, motor saya tetap oke.

Lanjut lagi ke masalah bersyukur, kata ibu saya juga nih, dengan semakin sering bersyukur, Allah akan semakin memperbanyak rejeki kita. Rejeki kan bukan cuma uang saja. Namun dalam bentuk hal lain yang tidak terbayangkan sebelumnya. Seperti, memperoleh jodoh yang menyenangkan dunia akhirat, atau sesederhana memiliki tetangga sekitar yang baik. Semoga saja.

permoto

Perempuan penghobi kata, cerita, kota, dan sinema

Latest posts by permoto (see all)

Komentar

Indoblognet merupakan bagian dari MB Communication Network (MB Network) yang diimplementasikan menjadi sebuah jaringan netizen dan blogger Indonesia.

Kami memberikan ruang bagi eksistensi sobat netizen dan blogger menuangkan ide, gagasan, opini, sekaligus berbagi informasi, ilmu, dan cerita tentang berbagai pengalaman yang menginspirasi untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik.

Fanpage

Instagram @Indoblognet

  • Desain website yang menarik memang bikin pengunjung web jadi lebih betah sih, ya 😁 Makanya sebagian orang memilih untuk "bye-bye" saat berkunjung ke web yang desainnya "malesin" alias gak bikin pengunjung nyaman. Kalian gimana? 😀
.
.
.
#indoblognet #mbcommunication #desainweb #layout #website

Follow Me

Copyright © 2017 Indoblognet.com. Design by: Planetmaya.net.

To Top