Agama

Bersiap untuk Hari Esok, Bukan Berarti Gak Percaya Takdir

Benarkah bersiap untuk masa depan berarti meragukan kuasa Tuhan? Buat saya pemikiran tersebut kurang tepat pada sasaran. Ibarat menanam tumbuhan maka agar panen memberikan hasil seperti yang diinginkan diperlukan berbagai persiapan seperti bibit yang baik, pengelolaan optimal dan pemeliharaan yang tak boleh lalai. Apa yang ditanam hari ini menentukan hasilnya di kemudian hari. Demikian juga halnya dengan merancang masa depan. Masa muda adalah masa menanam dan hari tua adalah periode menuai. Rajin menabung, berinvestasi, menuntut ilmu di masa muda merupakan langkah bijaksana dalam menyiapkan hari esok.

Bersiap untuk hari esok bukan karena tak percaya takdir kok. Sebab Allah memerintahkan manusia untuk bekerja sebagai bagian dari ikhtiar. Salah satu perintahNya dalam Al Quran untuk berikhtiar adalah pada surat Yusuf ayat 46-49. Dalam ayat-ayat yang menceritakan kejadian di masa Nabi Yusuf ini, Tuhan memerintahkan manusia melalui Nabi Yusuf agar umat di zaman kerajaan Mesir tersebut untuk berhemat makanan karena akan datang masa paceklik setelah masa panen. Dikisahkan bahwa raja Mesir ketika itu bermimpi tentang tujuh ekor sapi betina gemuk dimakan tujuh ekor sapi betina kurus dan tujuh bulir gandum hijau dan tujuh lainnya kering. Nabi Yusuf atas petunjuk Tuhan menafsirkannya sebagai akan datangnya masa paceklik selama 7 tahun setelah 7 tahun masa panen raya. Sehingga masyarakat Mesir harus bersiap menghadapi paceklik. Firman Allah ini menjadi salah satu dasar bagi manusia untuk selalu mempersiapkan diri menghadapi hari esok. Namun perlu dipahami bahwa bersiap untuk hari esok tidak melulu fokus pada investasi materi dan harta benda. Bersiap untuk hari esok juga harus berpikir tentang kehidupan setelah mati. Bekerja keras untuk mencukup kehidupan dan menabung demi masa depat wajar dilakukan asal tidak melupakan kewajiban berinfaq, sedekah dan zakat.

“Yesterday is history, tomorrow is mystery, Today is a gift of God which why we call it the present” ~ Bill Keane.

Tak ada yang tahu apa yang terjadi di masa depan. Karena hari ini adalah hadiah dari Tuhan maka tak layak disia-siakan, lebih elok jika diisi dengan berbagai persiapan untuk masa depan. Mengapa pentingnya hari ini untuk masa depan? sebab tiada ada yang tahu apa yang akan terjadi di masa depan.
Cara menjalani hidup dengan pemikiran: jalani saja apa adanya, pasrahkan pada Tuhan adalah cara berpikir yang menurut saya kurang elok. Bekerja, berupaya, mencari nafkah adalah salah satu cara bersyukur atas nikmat Allah. Sang Pencipta memerintahkan makhlukNya untuk berusaha dan tidak hanya duduk diam menanti rezeki turun dari langit. Hanya perlu dijadikan catatan bahwa proses mencari nafkah, bersiap untuk masa depan tersebut dilandasi niat untuk menjaga serta memelihara karunia dan nikmat. Bukankah tak ada ayat yang menyuruh manusia untuk menghabiskan waktu untuk sekedar sholat, dzikir, berpuasa tetapi tidak bekerja. Menyiapkan diri untuk kehidupan akherat tetapi tidak melupakan kehidupan dunia adalah salah satu perintahNya.

“Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan”. (QS: Al Qashash: 77)

Jadi tak perlu ragu bersiap untuk hari esok baik itu secara finansial maupun menuntut ilmu sebagai bekal. Berikhtiar, berinvestasi, belajar bukan karena mengingkari takdir Tuhan melainkan cara untuk bersyukur dan bentuk lain beribadah kepada Sang Pencipta Semesta Alam.

Image source: pixabay.com

Dwi Aprilytanti Handayani

Ibu dua anak, senang menulis dan berbagi pengalaman. Baginya menulis adalah salah satu sarana mengeluarkan uneg-uneg dan segala rasa.

Latest posts by Dwi Aprilytanti Handayani (see all)

Komentar

Indoblognet merupakan bagian dari MB Communication Network (MB Network) yang diimplementasikan menjadi sebuah jaringan netizen dan blogger Indonesia.

Kami memberikan ruang bagi eksistensi sobat netizen dan blogger menuangkan ide, gagasan, opini, sekaligus berbagi informasi, ilmu, dan cerita tentang berbagai pengalaman yang menginspirasi untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik.

Fanpage

Instagram @Indoblognet

  • Merdeka itu berani beragam dan bekerja sama. Kemerdekaan itu adalah Kerja Bersama.

Dirgahayu Indonesia ke-72. Semoga Indonesia menjadi bangsa yang maju dan bermartabat. Merdeka !

#hutri72 #kemerdekaan72 #kemerdekaanRI72

Follow Me

Copyright © 2017 Indoblognet.com. Design by: Planetmaya.net.

To Top