Agama

Bersedekah, Bukti Cinta Kita Kepada Allah

“Ah. Masak orang susah kok malah disuruh sedekah,” demikianlah si Fulan menggerutu saat diberi nasihat oleh sahabatnya.

Mungkin kita juga akan berpikir sama seperti si Fulan saat menghadapi situasi yang sama. Di dalam kondisi kesusahan atau kesempitan tentu kita berharap mendapatkan pertolongan. Bukan malah sebaliknya. Bukankah bersedekah itu berarti kita harus mengeluarkan sesuatu dari diri kita. Entah berupa uang, tenaga, atau pikiran.

Nah, di pekan akhir perjalanan puasa Ramadhan kali ini bolehlah sebuah ayat dalam Al-Quran menjadi pengingat kita.

Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu nafkahkan sebagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan maka sesungguhnya Allah mengetahuinya. (TQS Ali-Imran: 92)

Perintah ini berlaku umum bagi kaum muslimin. Tak peduli dia laki-laki atau perempuan, sudah dewasa atau belum, kaya maupun miskin. Ini adalah sebuah dorongan bagi kita untuk menunjukkan ketaatan kepada Allah Ta’ala. Besar atau kecilnya nilai sedekah di situ tak disebutkan, sebab membuka peluang bagi siapa saja untuk diringankan dalam berbagi. Sedekah dalam wujud fisik (uang atau barang), pikiran, bahkan tenaga boleh dilakukan. Kesemuanya itu Allah pasti akan mengetahuinya.

Hal ini juga sejalan dengan sebuah hadist Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang diriwayatkan oleh Muslim:

Dan sedekah adalah bukti.

Sedekah adalah wujud pembuktian sebagai mahluk yang beriman. Dimana bagi orang-orang munafik, sedekah adalah salah satu perbuatan yang amat berat untuk dilaksanakan. Sebagaimana beratnya melakukan shalat jamaah lima (5) waktu di masjid. Di situlah kecintaan kepada Allah Ta’ala harus dibuktikan. Cinta sebagai perwujudan iman/keyakinan atas kebenaran janji-janjiNya. Kebajikan hati dan ketakwaanlah yang mendorong untuk melakukannya meski dalam kondisi yang serba sulit.

Bagi yang lapang secara finansial, fisik, maupun psikis, bersedekah semestinya menjadi sesuatu yang ‘mudah’. Sebaliknya, bagi yang serba terbatas atau malah kekurangan secara fisik, sedekah seolah menjadi sesuatu yang ‘sulit’. Tapi di lapangan, realitas sering berbicara lain. Tak jauh dari lingkungan tempat kita tinggal. Banyak manusia yang bergelar haji dengan harta berlimpah, jabatan yang tinggi, serta kedudukan sosial terhormat di masyarakat. Tapi jarang atau bahkan tidak pernah memberikan santunan untuk saudara dekat atau tetangganya yang hidup dalam kondisi serba kekurangan dan memprihatinkan.

Di sisi lain, banyak berita yang mengabarkan seorang petugas jasa kebersihan mengembalikan uang ratusan juta rupiah kepada si empunya. Seorang sopir taksi yang mengembalikan surat-surat berharga yang nilainya milyaran rupiah kepada penumpangnya. Atau seorang janda yang bekerja sebagai tukang cuci dengan upah tak seberapa, mampu untuk berkurban dua (2) ekor kambing saat Idul Adha. MasyaAllah, sungguh saya malu kepada mereka. Lalu teringatlah saya akan sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Abu Daud dan An-Nasai (lihat Shahihul Jami’ No. 1112):

Rasulullah ditanya, “Sedekah apa yang paling utama?”. Beliau menjawab, “Usaha (sedekah) oleh seorang yang fakir”.

Meski ada pula sebuah hadis yang menyatakan bahwa sebaik-baik sedekah adalah diberikan dalam kondisi lapang. Sebagaimana sebuah hadist Rasulullah shallAllahu alaihi wa sallam yang diriwayatkan oleh Bukhari-Muslim:

Sebaik-baik sedekah adalah yang masih menyisakan kecukupan.

Pada hakikatnya kedua hadist tersebut tidaklah bertentangan, justru sejalan. Sebab yang mampu mengukur kemampuan seseorang adalah dirinya sendiri. Kembali kepada iman dan ketakwaan seseorang dalam membaktikan hidup untuk keperluan akhirat. Sebuah perjalanan yang jauh lebih panjang dibandingkan kehidupan dunia yang pendek dan rusak ini. Bagi seseorang yang mampu, sedekah dalam kelapangan lebih utama baginya. Namun bagi sebagian yang lain, justru dalam kesempitan itulah kesempatan terbaik untuknya bersedekah.

Ingat, sedekah tak melulu bicara soal harta atau uang. Ada jalan lain yang bisa kita lakukan untuk bersedekah. Membersihkan masjid, menyiapkan iftar maupun buka puasa di masjid atau musala, menepikan benda berbahaya dari tengah jalan, serta masih banyak perbuatan lain. Sebagaimana hadist Rasulullah shallAllahu alaihi wa sallam yang diriwayatkan oleh Bukhari-Muslim:

Setiap ruas tulang manusia wajib disedekahi setiap hari setiap matahari terbit, bersikap adil antara dua orang adalah bersedekah, membantu sesorang untuk naik kendaraannya atau menaikkan barang kendaraannya adalah sedekah, setiap langkah kaki menuju shalat (berjamaah) adalah sedekah, dan menyingkirkan gangguan dari jalan adalah sedekah.

Sungguh, meski dalam kesempitan, banyak jalan untuk melakukan sedekah bukan?

 

[Seri ke-empat inspirasi Ramadan 1437H.]

 

Mas Nuz

Pecinta keluarga yang kadang suka nulis dan jalan-jalan.

Komentar

Indoblognet merupakan bagian dari MB Communication Network (MB Network) yang diimplementasikan menjadi sebuah jaringan netizen dan blogger Indonesia.

Kami memberikan ruang bagi eksistensi sobat netizen dan blogger menuangkan ide, gagasan, opini, sekaligus berbagi informasi, ilmu, dan cerita tentang berbagai pengalaman yang menginspirasi untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik.

Fanpage

Instagram @Indoblognet

  • Alhamdulillah aktivasi promosi seminar "Tolak Kanker Payudara dan Kanker Serviks" yang diselenggarakan oleh K-Link Indonesia @klink_indonesia_official berjalan dengan lancar dan sukses (Sabtu, 18/11). Lebih dari 4 jam berkat kekompakan seluruh netizen dan blogger Yogyakarta dan member blogger K-Link dari berbagai kota, seminar ini bisa menjadi trending topik nasional di twitter no.1-3.  Materi yang dihadirkan memang menyentuh sekali dengan kewanitaan, bahwasanya kanker  sudah sangat mengkhawatirkan menyerang sebagian besar kaum wanita. Jika tidak diketahui untuk bisa dicegah sejak dini, akan semakin banyak korban.

Kanker Payudara menyumbang jumlah penderita terbesar, baru kemudian kanker serviks. Sebagian besar kasus terjadi, kanker baru dilaporkan setelah penderita berstadium lanjut. 
Untuk itu, K-Klink Indonesia semakin gigih menjadi bagian dari solusi pencegahan kanker lewat berbagai inovasi produknya yang berkualitas. Gaya hidup sehat, menjauhi stres, mengurangi konsumsi daging mentah/setengah matang, merokok, diantaranya yang dapat dilakukan untuk pencegahan.

Senang sekali bekerja sama dengan blogger2 Yogyakarta yang penuh antusias dan bersemangat ini, datang tepat waktu hingga menuntaskan acara. Semoga  bisa sering2 mengadakan event di sana ya.

#Klinksolusihidupmu #Klinkpedulikanker #klinkmember15olusi #Klinkpedulikankerserviks #klinkpedulikankerpayudara #Indoblognet #bloggeryogya

Follow Me

Copyright © 2017 Indoblognet.com. Design by: Planetmaya.net.

To Top