Berbagi Kasih Sayang

Berbagi Kasih Sayang dengan Si Pembenci

Aku dulu berpikir kalau hari kasih sayang hanya untuk orang yang punya kekasih. Jadi karena aku belum punya kekasih, aku abaikan saja hari Valentine itu. Tanpa coklat, bunga, atau hadiah.

Meskipun aku belum mempunyai kekasih, tapi aku hidup dalam kasih sayang kedua orangtuaku. Aku sangat dekat dengan bapakku. Banyak hal diajarkannya kepadaku termasuk mengasihi orang yang tidak menyukaiku atau membenciku.

Awalnya aku sangat berontak dengan hal ini. Kenapa aku harus mengasihi orang yang membenciku. Kalau bisa aku pengen membalas setimpal dengan perbuatannya. Tapi nasehat bapakku adalah kalau api dilawan dengan api maka masalah akan semakin besar. Kamu harus bisa meredam masalah, api harus dilawan dengan air. Aku butuh waktu untuk bisa menerima pernyataan seperti itu.

Aku sangat sensitive. Jika ada sekumpulan orang melihat kearahku pikiranku sudah negative. Waktu sedang belanja ke pasar, emang sih aku belanjanya itu-itu aja seputar sop-sopan, tapi entah kenapa penjual penjual sayur disitu jadi reseh karena aku beli sayurnya itu itu aja, ga pernah beli ayamnya.

“Idih itu si ibu-ibu ngerumpi gosipin aku kali ya..emang so what gitu loh sama aku?” Dan jika sudah begitu aku pasti mengadu ke bapakku, dan setiap kali aku mengadu, dengan santainya bapakku bilang, “kamu jangan punya pikiran macam-macam nduk, mereka itu pengen kenal dekat dengan kamu. Pengen ngajak ngomong, tetaplah santai dan bersikap baik.”

Aku dengan sifat kekanakanku sangat sulit memahami pemikiran bapakku itu.

Hingga suatu ketika, aku berjalan bersama bapakku ke pasar. Aku melihat bapakku menyapa ibu-ibu yang sedang bergerombol itu. “permisi bu,”

dan mereka menjawab dengan ramah juga, “monggo pak…..”

mereka yang biasanya gosipin aku, ketika melihat aku berjalan besama bapakku, mereka jadi segan “oh itu anaknya bapak itu to.” Sejak saat itu aku ga pernah melihat mereka gerombol-gerombol gosipin aku lagi.

Kini aku mengerti kalau sikap kita baik siapa yang akan berbuat jahat kepada kita. Tak kenal maka tak sayang mungkin itulah kalimat yang tepat. Sejak itu aku mulai mengubah sikapku. Aku mulai belajar mengasihi orang yang tidak menyukaiku. Aku belajar ramah kepada semua orang. Aku tidak perduli orang itu mau membenciku yang penting hatiku tidak terpengaruh oleh sikapnya. Membenci itu buang energi.

Suatu ketika aku belanja sendirian di pasar. Si ibu yang biasanya cemberutin aku hari itu sedang mengatur dagangannya, tiba-tiba ada tomatnya jatuh dan tercecer di bawah, dan kebetulan aku sedang lewat, entah kenapa tiba tiba aku ingin membantunya mengambil tomat-tomat itu untuknya dan mengembalikannya. Si ibu itu mengucapkan terima kasih kepadaku. Sesuatu yang jarang terjadi, kami tidak pernah bicara sebelumnya.

Sejak hari itu rasanya lega hatiku, aku tidak lagi marah atau dendam karena sering digosipin. Dan ketika bapakku meninggal, semua penjual di pasar yang tadinya benci padaku jadi kasihan, dan terlebih aku sudah tidak lagi punya pikiran negative pada mereka. Mereka sayang kepadaku, sayang dan perhatian karena melihatku masak kok itu-itu terus, apa ga bosen? Ga kurang gizi? ya mungkin kira kira itulah yang mereka pikir. Tapi setelah waktu berlalu, aku tambah gemuk dan segar meski belanjaanku itu itu saja, mereka jadi heran. Sayangnya mereka mungkin diperlihatkan dengan cara yang sulit kuterima. Tapi aku mengerti sekarang. Dan hubungan kami jadi baik.

Ketika aku pindah ke Semarang, aku menemui kejadian lain. Suatu ketika saat aku sedang berbelanja ke pasar. Aku melihat ibu penjualnya sangat judes melayani pembeli. Aku pikir, “lho aku ga salah apa apa, aku baru beli disini kok udah dijudesi.“

Langsung aku mikir, oh mungkin dia lagi ada masalah di rumah jadi kebawa. Aku maklum aja dan tetap beli disitu karena sayurnya bagus dan segar daripada tempat lain.

Lain waktu aku ga kapok datang dan sengaja beli lagi kesana. Aku tersenyum kepada ibu judes itu. Dan aku lega karena dia ga judes lagi seperti waktu itu. Aku jadi sering beli disitu dan ibu itu jadi ramah padaku. Kalau kita mengasihi orang yang mengasihi kita itu hal yang wajar, justru orang yang butuh kasih sayang lebih besar adalah orang yang tidak kita sukai. Mungkin ia kekurangan kasih sayang dan perhatian makanya jadi galak dan judes.

Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Menulis Berbagi Kasih Sayang

Agustina Susanti

I am a freelance blog designer for blogspot platform only

Komentar

Indoblognet merupakan bagian dari MB Communication Network (MB Network) yang diimplementasikan menjadi sebuah jaringan netizen dan blogger Indonesia.

Kami memberikan ruang bagi eksistensi sobat netizen dan blogger menuangkan ide, gagasan, opini, sekaligus berbagi informasi, ilmu, dan cerita tentang berbagai pengalaman yang menginspirasi untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik.

Fanpage

Instagram @Indoblognet

  • Assalamu'alaikum sahabat Indoblognet 😀
.
Selamat tahun baru Islam, 1 Muharram 1439 H ❤❤❤
.
Semoga di tahun ini kita bisa menjadi manusia yang lebih baik, lebih banyak memperoleh keberkahan, dan kesuksesan, Aamiin Ya Allah Ya Rabbal'alamin
.
#indoblognet #mbcommunication #islamicnewyear #muharram1439 #menjadibaik

Follow Me

Copyright © 2017 Indoblognet.com. Design by: Planetmaya.net.

To Top