Berbagi Kasih Sayang

#Berani Gundul, Berbagi Kasih Sayang ke Anak-anak Penderita Kanker

Apa arti kebahagiaan sesunggguhnya? Apakah hati yang senang karena tidak pernah kekurangan uang? Apakah hati yang senang karena bisa bertahan hidup hingga detik ini? Apakah hati yang senang karena semua orang di sekitar kita menyayangi kita? Apakah hati yang senang karena prestasi pekerjaan memuaskan dan gaji tambah naik? Apakah hati yang senang karena bisa jalan-jalan ke luar kota?

Awalnya, saya kira kebahagiaan itu soal terpenuhinya semua kebutuhan, hubungan dengan keluarga yang harmonis, punya sahabat-sahabat yang selalu perhatian, bisa jalan-jalan terus setiap bulan. Seiring berjalannya waktu, saya berpikir dan merasa kebahagiaan itu tidak hanya soal menyenangkan diri sendiri, tapi juga bagaimana kita hidup memberi manfaat kepada sesama.

Jika pikiran kita selalu dipenuhi kebahagiaan diri sendiri, sungguh tidak akan pernah selesai.

Kepuasan itu tidak berbatas. Manusia cenderung selalu merasa tidak puas dengan apa yang dimiliki dan apa yang didapat. Selalu merasa kurang dan kurang. Lalu, bagaimana mengimbangi pikiran dan hati agar selalu merasa bahagia tanpa adanya rasa egois hanya mementingkan diri sendiri? Jawabannya adalah berbagi kepada sesama.

Berbagi kepada sesama adalah sebuah bentuk syukur kepada Tuhan. Banyak yang mengira bahwa berbagi kepada sesama itu haruslah dengan materi saja. Oh, ternyata tidak. Materi, pikiran, ataupun tenaga bisa kita bagi kepada sesama. Apa, sih, yang melandasi keinginan berbagi kepada sesama? Semua itu tidak lain karena rasa kasih sayang. Jika tidak ada yang berbagi kasih sayang, selamanya para anak jalanan akan terlantar. Jika tidak ada yang berbagi kasih sayang, selamanya kaum jompo hidup dalam kesepian di hari tuanya. Jika tidak ada yang berbagi kasih sayang, kehidupan akan dipenuhi oleh orang-orang yang suka menindas orang lain. Jika tidak ada yang berbagi kasih sayang, betapa sulit kita melihat senyum dari orang-orang yang dilanda masalah.

Beberapa waktu lalu saya menghadiri sebuah acara berbagi yang bertajuk #BeraniGundul di sebuah mal di Yogyakarta. Dalam rangka hari kanker sedunia, sebuah yayasan mengadakan kegiatan berbagi yang berhubungan dengan penyakit kanker. Nama yayasannya adalah Yayasan Kasih Kanker Anak Jogja (YKAKJ). Yayasan ini intens berbagi dengan anak-anak penderita kanker. Saya mengetahui yayasan ini setelah browsing penyakit kanker. Siapa yang tidak mengenal kanker, penyakit paling mematikan di dunia saat ini? Mendengar kata kanker mengingatkan perjuangan para survivor kanker dalam proses pengobatannya. Nah, bagaimana jika penyakit ini diderita oleh anak-anak? Bagaimana jika orang tuanya tidak mampu membiayai pengobatan? Bagaimana pendidikan si anak penderita kanker, sedangkan ia harus berobat secara intens dan perlu waktu yang lama? Satu lagi, bagaimana kondisi mental si anak dan orang tua dalam menghadapi penyakit kanker?

Pertanyaan-pertanyaan itulah yang mendasari terbentuknya YKAKJ. Rasa kasih sayanglah yang mendorong orang segera bertindak nyata untuk membantu sesama. YKAKJ menyediakan tempat sebagai “rumah singgah” anak penderita kanker. Tempat itu berkapasitas 15 orang pasien kanker. Apakah YKAKJ semacam rumah sakit? Bukan. YKAKJ hanya menyediakan tempat tinggal buat anak penderita kanker selama proses pengobatan berlangsung. Pengobatannya sendiri kebanyakan di RS Dr. Sardjito, Yogyakarta.

Pengobatan kanker perlu waktu yang panjang sehingga tidak mungkin pasien yang kebanyakan berasal dari luar kota Yogyakarta menginap di rumah sakit. Bisa dibayangkan berapa uang yang orang tua keluarkan selama berbulan-bulan proses pengobatan jika harus menginap di rumah sakit. YKAKJ juga memfasilitasi antar jemput ke rumah sakit. Bahkan, pihak pengurus YKAKJ siap sedia jika kondisi anak drop saat tengah malam dan harus dibawa ke rumah sakit untuk dirawat

Tidak hanya menyediakan tempat tinggal, YKAKJ juga memperhatikan pendidikan anak penderita kanker yang berusia maksimal 18 tahun. Pengobatan yang lama otomatis membuat pendidikan mereka ditinggalkan. Bolak-balik ke rumah sakit membuat mereka terpaksa tidak masuk sekolah. Dengan bantuan relawan tenaga pengajar di yayasan itu, anak-anak tidak ketinggalan ilmu pengetahuan. Yang tidak kalah penting, YKAKJ membantu anak pasien kanker dan pihak keluarga (khususnya orang tua) agar kuat secara mental. Perjuangan si anak untuk sembuh harus didukung secara penuh oleh keluarga. Orang tua atau keluarga harus memiliki mental yang pantang menyerah dalam proses pengobatan sekaligus kuat menerima apa pun kondisi si anak.

berani gundul

sumber : radarjogja.co.id

Beberapa hari sebelum acara #BeraniGundul, saya mencoba membantu dengan cara share info acara ke media sosial yang saya punya (Facebook, Twitter, dan Instagram). Alhamdulillah, ada beberapa orang yang baru saya kenal tiba-tiba DM, bertanya tentang acara #BeraniGundul. Kebetulan mereka pada saat acara mau berlibur ke Jogja dan berniat mau hadir ke acara. Rasanya bahagia tidak terkira ketika info yang kita share dibaca dan ditanggapi dengan positif.

#BeraniGundul adalah sebuah event peduli kanker anak dengan cara berdonasi lewat materi, berdonasi lewat gundul, atau bisa keduanya. Berdonasi dengan gundul? Bagaimana caranya? Seperti yang sudah diketahui bersama, kanker adalah penyakit ganas yang salah satu pengobatannya dengan cara kemoterapi. Kemoterapi ini hanyalah proses memasukkan obat-obatan ke tubuh pasien seperti halnya infus. Namun, kemoterapi sangat berefek ke tubuh pasien. Efek yang dirasakan selama berhari-hari, antara lain rasa mual, muntah-muntah, demam tinggi, kerontokan rambut, rasa lelah, dan sebagainya. Kerontokan rambut sendiri bermacam-macam. Ada yang cukup parah hingga botak, ada juga yang sekadar menipiskan ketebalan rambut.

Mengapa donasi lewat gundul? Orang sakit itu tidak hanya diobati secara fisik. Secara mental dan kejiwaan, mereka perlu didukung penuh. Apalagi pasien anak-anak, mereka harus tahu orang-orang di sekeliling perhatian dan peduli ke mereka.

Ini tidak hanya untuk pasien anak-anak, melainkan pasien kanker secara umum. Betapa pentingnya pelukan kasih sayang, perhatian keluarga dan sahabat, dan kepedulian dari orang lain selama proses pengobatan. Dengan melihat orang-orang berani gundul, diharapkan anak-anak termotivasi dan semakin yakin bahwa mereka tidak sendiri, bahwa banyak orang yang menemani perjuangan mereka untuk sembuh.

Senang rasanya melihat orang-orang bergundul dengan suka ria, baik perempuan ataupun laki-laki. Mereka orang-orang hebat yang peduli ke sesama, yang berusaha berbagi kasih sayang ke anak-anak dengan cara gundul. Memang, ini sekadar gundul, tapi efek positif ke anak-anak sungguh sangat besar. Hati mereka yang semringah bahagia akan berimbas ke kondisi fisik mereka. Hati yang senang akan mempengaruhi perbaikan kesehatan juga. Bagi yang tidak berdonasi lewat gundul, bisa juga berdonasi dengan materi (menyisihkan sebagian kecil penghasilan untuk membantu sesama). Ada juga program donor darah ternyata.

Yang lebih membuat saya senang adalah melihat anak-anak penderita kanker tampil di panggung. Ada yang bernyanyi, memeragakan yel-yel dengan penuh semangat, ada pula yang berlenggak-lenggok layaknya peragawan atau peragawati. Salah satu pasien kanker yang berusia 16 tahun tampil menyanyi dengan suara yang memukau penonton. Tiba-tiba saja air mata saya merembes keluar. Oh, tidak, ini bukan air mata sedih, tapi bahagia. Bahagia melihat mereka punya semangat hidup yang membara. “Umur saya kalau sekolah sekitar kelas 2 SMA,” katanya. Ya, dia terpaksa berhenti sekolah karena proses pengobatan yang lama. Belajar bisa di mana saja, teruslah semangat, Dik!

Berbagi kasih sayang dan berbagi kepada sesama bisa lewat apa saja. Berbagi kasih sayang bisa kepada siapa saja, tak memandang perbedaan suku, agama, dan status. Yang terpenting, teruslah hidup dengan senyuman, teruslah hidup dengan berbagi, teruslah menebarkan kasih sayang ke segala penjuru. Berbagi itu mudah. Berbagi kasih sayang itu membuat hidup lebih bahagia dan indah.

 

Jogja, 200216

Lathifah Edib

Editor, writer, blogger.

Latest posts by Lathifah Edib (see all)

Komentar

Indoblognet merupakan bagian dari MB Communication Network (MB Network) yang diimplementasikan menjadi sebuah jaringan netizen dan blogger Indonesia.

Kami memberikan ruang bagi eksistensi sobat netizen dan blogger menuangkan ide, gagasan, opini, sekaligus berbagi informasi, ilmu, dan cerita tentang berbagai pengalaman yang menginspirasi untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik.

Fanpage

Instagram @Indoblognet

  • Cara termudah untuk menghasilkan konten visual yang bagus adalah: buat konten yang memiliki keterikatan dengan audiens, mengandung unsur emosional, dan juga orisinal .
.
.
DOUBLE TAP IF YOU AGREE
.
.
.
#indoblognet #mbcommunication #trendingpost #popularpost #viralpost #content #brandingcontent

Follow Me

Copyright © 2017 Indoblognet.com. Design by: Planetmaya.net.

To Top