Entrepreneur

Belajar Bisnis dari Pameran Furniture dan Mozaik Indonesia 2016

pameran furniture dan mozaik indonesia

Bisnis. Yups, selain penghobby buku (baca) dan menulis, saya termasuk ibu rumah tangga yang suka dengan hal-hal  berbau bisnis, iya lah siapa sih yang tidak berminat dengan hal yang berhubungan dengan menambah uang belanja. Ahai, ini jika dilihat dari sudut ibu rumah tangga dan ruang lingkupnya ya, seperti kebutuhan pokok, kebutuhan diluar pokok (baca: shopping) wkwkwk. Tapiii, sementara jangan libatkan ke sudut pandang itu, mari kita lihat dari sudut pandang pure hobby bisnis.

Dulu sebelum menikah saya bersama teman-teman pernah mengelola butik kecil. Jaman itu belum trend sosmed, promo masih berdasarkan pameran-pameran, bazar. Tapi kemudian butik itu memudar secara perlahan hingga saya menikah dan membuat usaha perbukuan bersama suami sampai sekarang ini. Meski tidak dapat dikatakan usaha atau bisnis yang besar, tapi kami banyak menggantungkan harapan di perbukuan. Dunia bisnis memang penuh gelombang, naik-turun. Setiap saat adalah belajar dan belajar, terutama saat kita naik dan saat kita turun.


Kemarin sebuah kesempatan emas saya bisa datang ke acara Pameran Furniture dan Mozaik Indonesia 2016 di JCC Senayan yang diikuti lebih dari 200  exhibitor manca negara. Sudah pasti, saya tak akan melewatkan kesempatan ngelmu bisnis dari wirausaha sukses yang produknya berkualitas ekspor.

Berikut ini hasil dari ngobrol-ngobrol itu yang nyantol ke dalam ingatan saya:

  • Bahwa salah satunya berani mengeluarkan bujet untuk pameran (baca: promo) adalah bagian dari memperkenalkan produk kita kepada massa. Jangan berpikir bahwa bujet promo akan sia-sia atau buang uang. Apalagi promo melalui pameran sebesar Furniture&Mozaik Indonesia 2016 yang banyak diincar buyer mancanegara. Tercatat hampir 2000 buyer loh yang datang kemarin.
  • Promo Sosmed sudah menjadi peluru yang tepat untuk menembak sasaran (baca: customer), dimana wilayah usaha kita, sosmed dapat menembus customer yang kita inginkan. Bayangkan berapa banyaknya orang yang aktif di sosmed saat ini? Facebook juga memberikan peluang bagi produk kita tersebar pada sasaran dengan menggunakan facebook ads, Instagram pun tersedia fasilitas ads, dan sekali waktu kita bisa mainkan SEO dengan menggunakan Google Adwords.
  • Pentingnya review blogger. Nah, ini juga perlu diperhitungkan dimana review blogger yang soft sale dapat menarik customer secara tidak langsung, dibanding yang sifatnya hard sale. Blogger itu notabene sebagai penulis, juga  sebagai customer yang bebas menilai tentang produk yang akan ditawarkan. Usahakan, bisa promo soft selling yang user experience.
  • Sekarang ini bukan rahasia lagi bahwa pasar Online lebih meluas dibanding Offline. Jika offline pasarnya hanya sejauh jangkauan wilayah tertentu, tapi online menembus seluruh wilayah bahkan mancanegara. Banyak para exhibition yang menjalin hubungan kerjasama dengan buyer melalui dunia online.

Obrolan yang tidak lama, terbentur waktu, tapi benar-benar membuat mata saya terbuka, bahwasanya, perkembangan-omzet para exhibition yang baru ikut pameran, terlebih belum merambah media sosmed, meski produknya bagus, hasilnya sangat berbeda dengan yang sudah sering ikut pameran dan memainkan sosmed.

Sayang sekali jika produk bagus, tidak dipasarkan secara maksimal.  Hasil obrolan saya dengan beberapa exhitor, perbandingan omzet bisa 80% loh  untuk yang sering ikut pameran plus merambah dunia sosmed,  dibanding yang cuma mengandalkan marketing online (website) harus cukup puas mendapat 20%. Lumayan jenjangannya..

Jadi jika ingin membuka bisnis, cobalah untuk tidak saja bermain di dunia offline, tetapi juga online, rajinlah ikut pameran yang sesuai dengan produk kita. Jika produk kita berkualitas bagus, jangalah ragu  melangkah dengan mengikuti pameran berskala internasional semisal Furniture Indonesia dan Mozaik Indonesia ini.

Pameran merupakan wahana efektif untuk mengetahui selera pasar, gaya konsumen dan kebutuhan mereka. Semakin unik produk kita dan memuaskan selera mereka, pasti kita nggak akan kehilangan pasar. Oya, segmentasi produk juga harus diperhatikan ya. Contohnya, kalau kita ingin menyasar segmen menengah atas, atau menengah, usahakan kualitas produk dan layanannya memuaskan mereka.

Jangan lupa, siapkan stok yang cukup jika ingin berpameran. Jangan sampai, ketika konsumen ingin membeli banyak, kita tidak mampu memenuhinya, atau stok kita tidak cukup saat konsumen bergairah membeli. Untuk pameran Business to Business (B to B), stok memang tidak perlu harus siap di tempat. Bisa berlanjut begitu pameran usai. Tetapi, jika pamerannya bersifat Business to Customer (B to C), minimal ada 100 stok produk, sehingga tidak membuat konsumen kecewa saat membeli stoknya habis. Bisa sih, dikirim, tapi kurang menarik lagi. Begitu konsumen bisa mendapatkan produk saat pameran, itu menjadi kepuasan tersendiri. Sudah sesuai dengan warna, desain, dan motifnya. Sekali lagi persiapkanlah pameran dengan matang, karena disitulah jendela bisnis kita tengah dibentangkan.

Eni Martini

Ibu 3 anak, penulis novel fiksi, blogger dan owner bliblibuku.com

Komentar

Indoblognet merupakan bagian dari MB Communication Network (MB Network) yang diimplementasikan menjadi sebuah jaringan netizen dan blogger Indonesia.

Kami memberikan ruang bagi eksistensi sobat netizen dan blogger menuangkan ide, gagasan, opini, sekaligus berbagi informasi, ilmu, dan cerita tentang berbagai pengalaman yang menginspirasi untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik.

Fanpage

Instagram @Indoblognet

  • Merdeka itu berani beragam dan bekerja sama. Kemerdekaan itu adalah Kerja Bersama.

Dirgahayu Indonesia ke-72. Semoga Indonesia menjadi bangsa yang maju dan bermartabat. Merdeka !

#hutri72 #kemerdekaan72 #kemerdekaanRI72

Follow Me

Copyright © 2017 Indoblognet.com. Design by: Planetmaya.net.

To Top