Sosial Budaya

Cara Unik Membedah Sebuah Karya Tulis Menjadi Menarik

Kota Jogjakarta selain identik dengan kota pelajar, juga tak bisa lepas dari identitas sebagai  kota budaya. Oleh karena itu, beragam kegiatan seni budaya hampir setiap hari digelar di berbagai tempat. Sebagaimana acara peluncuran buku “100 Puisi “karya Yuliani Kumudaswari. Ibu rumah tangga yang sekaligus ‘penyair yang sembunyi’ ini melihat bahwa Jogja menjadi oase bagi ‘dahaganya’ akan pencairan cita-citanya yang tersembunyi.

Jumat malam (22/4) yang lalu, bertempat di Tembi Rumah Budaya Sewon Bantul, perhelatan Sastra Bulan Purnama digelar. Agenda rutin yang diadakan tiap bulan ini sudah memasuki bulan yang ke-56. Bertepatan dengan peringatan Hari Kartini pula penyair yang lebih disuka disebut sebagai ibu rumah tangga, Yuliani Kumudaswari mengenalkan buku kumpulan puisi pertamanya yang berjudul “100 Puisi”.

Yuliani yg begitu surprise dg para penampil Buku 100 Puisi-nya. (dok. pribadi)

Yuliani yg begitu surprise dg para penampil Buku 100 Puisi-nya. (dok. pribadi)

Kegiatan peluncuran atau bedah buku baru yang mainstream rupanya tidak beliau minati. Oleh karena itu, digandenglah para seniman sekaligus beberapa perempuan pekerja seni dan profesional untuk membaca serta mengapresiasi karyanya. Sekitar 12 orang perempuan dengan latar belakang beragam profesi dari berbagai daerah pun turut serta membaca karya puisinya. Hj. Sri Suryawidati atau biasa dipanggil Ibu Idham Samawi mantan Bupati Bantul (2010-2015) tak luput dari ‘todongan’ untuk berpuisi. Peristiwa ini menjadi begitu berkesan menurut beliau. Baru pertama kali beliau malam-malam ‘ditodong’ untuk membaca puisi. Surprise!

Malam Puisi, Malam Sastra, Malam Seni Budaya

Ada yang baca puisi, ada juga yang ngangkring. (dok. pribadi)

Ada yang baca puisi, ada juga yang ngangkring. (dok. pribadi)

Dengan latar belakang yang nJogja banget, event peluncuran buku puisi tersebut berlangsung begitu heboh. Benar-benar melepaskan diri dari skenario formalitas pada umumnya acara bedah buku. Para hadirin baik yang diundang secara khusus atau yang diundang secara terbuka begitu menikmati acara tersebut. Apalagi suguhan Mie Godhog khas Jogja serta angkringan yang nongkrong manis di atas panggung menjadi daya tariknya. Belum lagi suguhan minuman Wedhang Secang yang makin membuat hangat suasana.

Buku 100 Puisi berhasil diterjemahkan secara apik dalam berbagai fragmen unik oleh para pembacanya. Pembaca yang penulis maksud adalah yang benar-benar membaca, mendeklamasikan, merisitalkan dalam bentuk musik dan lagu, serta fragmen drama pendek yang cukup mengocok perut para penikmatnya. Acara yang dibuka pada jam 19.30 Wib dan ditutup ‘secara tak sengaja’ pada jam 11.15 Wib benar-benar memukau dan memaku para penikmatnya. Asli, baru sekali ini penulis benar-benar menikmati sebuah agenda peluncuran sekaligus bedah buku.

Bagaimana sebuah pusi ‘diperkosa’ sedemikian rupa sehingga bisa menjadi lagu yang begitu indah. Puisi yang terdiri hanya tiga baris mampu diterjemahkan menjadi sebuah dialog pendek. Begitu juga beberapa puisi yang bisa didramatisir menjadi sebuah drama pendek yang penuh ungkapan-ungkapan satire. Sebab hampir separuh dari 100 puisi yang ditulis oleh Yuliani memang menjadi ungkapan keresahan hatinya terhadap semua masalah.

Baca puisi sambil nyruput kopi itu asyik lho. (dok. pribadi)

Baca puisi sambil nyruput kopi itu asyik lho. (dok. pribadi)

 

Sebuah model baru bedah buku yang cukup menginspirasi. Tak ada salahnya jika ke depan akan menjadi sebuah trend setter. Bagaimana seorang pembaca puisi melakukan dialog dengan para penikmatnya. Bahkan saling berlempar kata dengan hadirin yang ada. Atau menyempatkan diri untuk nyruput beberapa teguk kopi yang disajikan di rombong angkringan di sela membaca puisinya. Gila nggak? Hahaha..

Puisi-puisi yang diterjemahkan dengan gaya masing-masing pembaca atau penampilnya. Sehingga Yuliani, sang penulisnya pun tak habis pikir dengan kejutan-kejutan spontanitas yang ditampilkan di acaranya tersebut. Perempuan yang tinggal di Sidoarjo ini merasa begitu diuwongke dengan  para penampil yang luar biasa tersebut. Sri Krisna atau biasa dipanggil dengan Encik juga ikut menyumbangkan lagu Lentera yang menjadi salah satu soundtrack film Soegija. Setelah sebelumnya meresital lagu dari puisi nomor 76.

Encik dg pendukung latar yg gokil. (dok. pribadi)

Encik dg pendukung latar yg gokil. (dok. pribadi)

Vokal grup Jejak Imaji dari UMY tak ketinggalan menyumbangkan kemampuannya untuk menerjemahkan puisi nomor 1 dan 2 untuk menjadi sebuah lagu yang apik. Begitu juga dengan Respati yang merupakan salah seorang pelukis perempuan asal Jogja. Oh ya, Annisa Hertami Kusumastuti salah seorang artis pemain film Soegija pun tak luput didaulat untuk membacakan sebuah puisi. Sungguh malam yang berbaur dengan bintang dan banting. Hihihi..

Sekali lagi, Jogja itu adalah kota seni budaya serba ada. Jadi mirip mini market ya? Segala bentuk kreativitas seni dan karya budaya menjadi sesuatu yang sangat dihargai oleh penikmatnya. Para seniman besar membaur menjadi satu dengan penikmatnya tanpa sekat. Sehingga hal ini menjadi modal bagi para pecinta seni, sastra, dan budaya yang bukan berlatar belakang seniman, sastrawan, atau budayawan. Sebagaimana telah dibuktikan oleh Yuliani Kumudaswari.or

 

Editor: Indoblognet

Mas Nuz

Pecinta keluarga yang kadang suka nulis dan jalan-jalan.

Komentar

Indoblognet merupakan bagian dari MB Communication Network (MB Network) yang diimplementasikan menjadi sebuah jaringan netizen dan blogger Indonesia.

Kami memberikan ruang bagi eksistensi sobat netizen dan blogger menuangkan ide, gagasan, opini, sekaligus berbagi informasi, ilmu, dan cerita tentang berbagai pengalaman yang menginspirasi untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik.

Fanpage

Instagram @Indoblognet

  • Hellooo, sahabat Indoblognet 😉 Kamis manis nih, yuk perbanyak optimis 😍
.
Bagi seorang pebisnis atau penjual, memiliki banyak konsumen tentunya adalah hal yang sangat penting, ya 😁 Masalahnya konsumen gak akan datang sendiri tanpa dijemput, artinya penjual perlu melakukan berbagai cara untuk menarik konsumen 😄
.
Salah satu cara yang bisa dilakukan oleh penjual adalah dengan menerapkan konten marketing. Dengan konten marketing, kamu menarik perhatian konsumen dengan konten-konten berkualitas, menarik, dan disukai konsumen 😍
.
#instagram #indoblognet #mbcommunication #thursday #instadaily #followme #business #tips #viral

Follow Me

Copyright © 2017 Indoblognet.com. Design by: Planetmaya.net.

To Top