Menulis Yuk

Beda Generasi Maka Beda Pula Pemahaman Ilmunya

Beda Generasi Beda Pemahaman Ilmu

Buku yang sama, dibaca di waktu yang berbeda, akan beda maknanya.

Film yang sama, ditonton di waktu yang berbeda, akan beda pesannya.

Ilmu yang sama, didengar dari guru yang sama, di waktu yang berbeda, akan beda pemahamannya.

Pernahkah anda mendengar tentang kata-kata di atas sebelumnya? Lalu tahukah anda maksud dari kata-kata tersebut?

Jadi maksudnya begini, kita hidup dunia ini pasti mengalami beberapa generasi. Setiap generasi itu pasti ada ilmunya dan ilmu itu setiap hari selalu berkembang. Jadi kalau kita tidak pernah mau menambah pengetahuan dan mengikuti zaman, maka kita sendiri yang akan tertinggal.

Namun ingat, bukan berarti disini kita selalu mengambil trens masa kini. Tetapi kita juga harus selektif, punya penyaring agar hidup kita tidak sia-sia karena rusak mengikuti zaman yang semakin bobrok ini.

Confucius pernah berkata “Guru akan datang, saat murid telah siap”. Kalau diartikan secara gampang adalah suatu ilmu akan dipahami, saat murid ‘siap’ memahami. Yang dimaksud ‘siap’ adalah siap secara perilaku dan mental.

Misalnya seseorang dianugerahi Tuhan dengan kemampuan yang luar biasa dalam memahami ilmu coding. Kalau orang tersebut punya perilaku yang baik, pasti ia akan gunakan untuk membuat program aplikasi yang akan mempermudah pekerjaan manusia.

Namun sebaliknya kalau orang itu tadi malah perilakunya buruk dan mentalnya tidak punya, maka dia akan meretas bank dan mencuri uang nasabah. Akhir-akhir ini marak sekali pencurian uang lewat bank dengan kedok jual beli online.

Teknologi digital telah membantu kita dalam segala aspek kehidupan. Manusia juga semakin dipermudah dengan teknologi. Sekarang apa saja yang kita inginkan bisa lewat smartphone, mau ojek bisa pesan online, ingin beli tiket juga bisa lewat internet, bahkan mau reservasi hotel dapat dilakukan hanya dengan sekali klik saja.

Namun itu semua tidak akan jadi lebih baik jika masih ada oknum-oknum nakal yang memanfaatkan kelemahan seseorang demi mendapatkan keuntungan. Seharusnya orang-orang seperti ini harus segera dimusnahkan dari muka bumi.

Menurut saya ada dua kesalahan yang membuat seseorang salah menafsirkan ilmu.

  1. Ilmu dasar yang tidak update
  2. Kesombongan

Untuk lebih jelasnya mari kita bahas satu per satu.

Ilmu Dasar Yang Tidak Update

Ibarat kata menginstal aplikasi versi terbaru dengan fitur-fitur menarik dan sangat canggih sekali tapi masih memakai Operating System (OS) yang jadul banget. Jangan heran kalau nantinya fitur canggih pada aplikasi tersebut malah tidak berfungsi.

Untuk mengatasi hal seperti ini kita harus mengupgrade OS-nya. Dengan begitu fitur-fitur yang tadinya tidak berfungsi bisa kembali digunakan dengan baik.

Contoh nyata saat ini adalah pengetahuan tentang dunia online. Hadirnya internet ditengah era digital membuat semua hal berubah, mulai dari sosial media, aplikasi mobile, gaya hidup, dan masih banyak lagi.

Perlahan namun pasti hal ini akan merubah sudut pandang seseorang terhadap ilmu. Yang awalnya tidak tahu apa-apa, tapi setelah kenal internet jadi mengerti segala hal. Sehingga ketika menghadapi masalah yang diutamakan bukan solusinya, tapi amarahnya yang seolah-olah dia merasa paling benar sendiri.

Contoh lain dari ilmu dasar yang tidak pernah update dalam kehidupan sehari-hari adalah mengenai seorang muslim taat ibadah tapi tidak mau mengikuti perkembangan zaman modern.

Seperti seorang muslim mengendarai motor menggunakan sorban yang diikat dikepalanya tapi tidak memakai helm. Kemudian saat lewat di lampu merah diberhentikan oleh polisi dan ditanyakan SIM serta STNK. Bukannya ramah kepada polisi tapi malah marah-marah gak jelas membawa nama agama serta Rosulnya.

Muslim tersebut mengatakan “Pada zaman Rosulullah tidak ada yang memakai helm, semuanya pakai sorban. Lagi pula ini jalanan milik Allah, jadi siapa saja boleh lewat dengan bebas tanpa diberhentikan polisi.”

Kalau seandainya saya yang jadi polisi saat itu, maka akan saya balas “Pak Ustad yang baik dan budiman, di zaman Rosululloh tidak ada motor adanya unta. Kalau gak mau pakai helm silahkan naik unta saja. Hehehe”

Ini bukan lagi masalah tentang polisi, pak ustad, ataupun agama. Tapi ini adalah masalah keselamatan saat berkendara. Kalau terjadi kecelakaan di jalan yang paling fatal adalah bagian kepala. Sehingga untuk melindungi kepala harung memakai helm.

Selain itu jangan mentang-mentang tidak ada polisi malah tidak pakai helm. Apalagi yang selalu beralasan jaraknya dekat, jadi tidak perlu pakai helm saat naik motor. Mau jaraknya dekat atau jauh, menggunakan helm itu wajib hukumnya. Lagipula kalau dekat kenapa harus naik motor? Kan jalan kaki lebih sehat.

Balik lagi ke pembahasan awal, sebenarnya setiap manusia punya hak untuk menentukan mau mengikuti zaman atau tidak. Yang terpenting jangan sampai melanggar aturan hanya untuk kepentingan diri sendiri.

Jadi poin pentingnya adalah ilmu itu luas, ilmu itu banyak, dan ilmu itu bermanfaat.

Kesombongan

Kerendahan hati saat ini harganya mahal sekali, saking mahalnya hanya segelintir orang yang punya. Justru malah dengan kerendahan hati inilah yang akan mendatangkan ilmu tanpa harus susah payah dicari. Kalau hanya menuruti kesombongan dalam diri tidak akan ada batasnya. Ujung-ujungnya malah kita sendiri yang terjebak dalam lingkaran kegagalan.

Dengan ilmu kita bisa meraih apa saja dengan mudah, termasuk rejeki. Di dunia kita butuh uang untuk bertahan hidup, tapi di akhirat kita hanya butuh amal untuk masuk surga. Dengan uang yang kita miliki seharusnya dimanfaatkan untuk beramal dan ladang mencari pahala. Bukan malah foya-foya, main sana-main sini.

Sifat manusia yang fana ini adalah rasa sombong jika sudah mencapai titik tujuan namun tidak akan merasa puas. Apalagi jika dirinya memiliki pesaing yang sangat dibenci. Tidak lama setelah itu pasti akan muncul benih-benih kesombongan.

Seperti halnya yang sering terjadi di lingkungan rumah sekitar kita saat ini. Seseorang punya ilmu yang banyak sehingga bisa masuk ke perguruan tinggi yang paling top di negeri ini. Tidak hanya lulusan S1 saja, tapi hingga lulus S3. Kalaupun ada S4 mungkin sudah ditempuh juga oleh orang tersebut.

Setelah lulus dengan nilai bagus, sehingga langsung banyak perusahaan yang menghirenya untuk bekerja. Namanya juga lulusan terbaik dari perguruan tinggi paling top, pastinya perusahaan tersebut memberikan gaji yang sangat banyak.

Singkat cerita orang tersebut berubah drastis gaya hidupnya karena bergelimangan harta. Semua pencapaian hidup telah digenggam erat di tangannya. Sehingga lupa akan Tuhan Yang Maha Kuasa, dan virus kesombongan mulai merasuki pikirannya. Ia bahkan menganggap orang lain kecil dan tidak ada gunanya, karena merasa sudah paling hebat.

Hingga akhir kehidupan di masyarakat juga beda. Semua tetangga kanan kiri tidak dianggap karena beda kasta dan beda pendidikan. Bahkan yang lebih parah orang ini selalu curiga kalau ada tetangganya yang sukses belim motor atau mobil baru. Bukannya ikut senang tapi malah berprasangka buruk.

Dari semua contoh yang ada, kita harus belajar tentang sesuatu. Pertama kita tidak boleh menyepelekan ilmu, karena ilmu setiap saat selalu berkembang. Dan yang kedua jangan sampai kesombongan malah membuat kita lupa dengan orang-orang disekitar.

ikhwanazmi

I'am newbie, but i want to learn more.
Don't be lazy, let's study.
More about me visit to inma-xp.com
Thanks ^_^

Komentar

Indoblognet merupakan bagian dari MB Communication Network (MB Network) yang diimplementasikan menjadi sebuah jaringan netizen dan blogger Indonesia.

Kami memberikan ruang bagi eksistensi sobat netizen dan blogger menuangkan ide, gagasan, opini, sekaligus berbagi informasi, ilmu, dan cerita tentang berbagai pengalaman yang menginspirasi untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik.

Fanpage

Instagram @Indoblognet

  • Hai, haaai smart people 😍 Asyikkk ya weekend! Have fun ya, guys 😄
.
Guys, tau gak sih kamuuu, lebih dari 3,8 milyar orang di seluruh dunia menggunakan internet, dimana jumlahnya meningkat 38 juta orang sejak Januari 2017 😁
.
Kenaikan ini menandakan bahwa penetrasi internet di seluruh dunia mencapai 51%, atau bisa dibilang orang yang pakai internet udah lebih banyak daripada orang yang nggak pakai internet, hihi.. Memang sih, tahun 2017 ini sebenarnya peningkatan jumlah pengguna internet jauh lebih lambat daripada tahun 2016 😆
.
Daaan, dari 3,8 milyar orang pengguna internet di seluruh dunia, 2,9 milyarnya aktif menggunakan media sosial, lho! Wawww 😋 Pastinya kamu termasuk di dalamnya dong, heheee
.
Sumber: youthmanual.com
.
#indoblognet #mbcommunication #internet #survey #sosialmedia #socialnetworking #weekend #saturday #viral

Follow Me

Copyright © 2017 Indoblognet.com. Design by: Planetmaya.net.

To Top