blog

Beberapa Hal yang Bloger Mesti Tahu tentang Thin Content dan Cara Menghindari Penalti Google

Beberapa Hal yang Bloger Mesti Tahu tentang Thin Content dan Cara Menghindari Penalti Google

Content is the king. Jargon ini sepertinya sudah familier didengar oleh teman-teman, bukan? Memang terlihatnya simpel saja, bahwa kontenlah yang terpenting. Tapi kenyataannya, tak semudah itu. Kadang karena satu dan lain sebab, kita pun terburu-buru dalam mengolah konten, hingga melupakan beberapa syarat konten berkualitas. Akibatnya, kita membuat sebuah thin content.

 

Apa itu Thin Content?

Thin content adalah konten yang tidak berkualitas. Ya pastinya, karena memang merupakan lawan kata dari ‘quality content’.

Nah, sebelumnya, Google sendiri juga sudah menuliskan mengenai quality guidelines terkait konten-konten yang ada dan pengin masuk ke dalam SERP. Silakan dibaca jika kepo ya. Memang akan lebih bagus jika kita belajar langsung dari sumbernya.

Dengan memenuhi persyaratan yang ada dalam quality guidelines dari Google tersebut, maka sudah pastilah konten yang kita produksi adalah konten yang berkualitas. Namun, jika ada “larangan” yang masih saja kita lakukan–anggap saja–berarti kita masih membuat thin content ini.

Menurut Google–dan menurut sepemahaman saya, jadi CMIIW ya–yang termasuk ke dalam kategori thin content adalah:

  • Scraped content. Salah satu contoh scraped content adalah konten yang diangkut dari website lain, dikopas gitu deh, tanpa ada keterangan sumber. Yang langsung aja publish, tanpa kita tambahkan lagi hal-hal lain yang mungkin bermanfaat untuk pembaca. Jadi, bisa dibilang ini adalah double content ya.
  • Doorway pages. Yaitu laman web yang sama sebenarnya, tapi dibikin dalam domain berbeda-beda demi mengejar ranking hasil pencarian, tapi semua di-redirect ke halaman web yang sama.
  • Situs yang hanya memuat link-link afiliasi, tanpa tambahan informasi lain yang bermanfaat bagi pembaca.
  • Situs-situs yang dibuat untuk mencurangi aturan algoritma Google, misalnya dengan keywords stuffing, teks dan link yang disamarkan, dan berbagai praktik black hat SEO. Untuk lebih detailnya, silakan ditelusuri dari link quality guidelines yang tadi sudah ada di atas ya.

 

Penilaian Google akan Thin Content

3 Cara Sederhana dan Kreatif Mengatasi Writer's Block untuk Para Bloger

Dan, penasaran enggak sih, soal bagaimana kriteria penilaian Google akan konten-konten yang ada di dunia maya? Konten yang harus mereka kumpulkan dan jadikan satu dalam database pencarian–sehingga mereka bisa memutuskan, konten yang ini quality content yang itu thin content?

Mari kita lihat.

1. Originality

Ini adalah yang utama, orisinalitas. Makanya Google concern banget dengan yang namanya copyright. Google sudah memasukkan orisinalitas ini dalam algoritma pencarian sejak Google Panda tahun 2011, dan masih terus berlangsung sampai sekarang.

 

2. Speed and performance

Saat sebuah laman terlalu lama loading, ini juga langsung dinilai oleh Google sebagai halaman dengan kualitas rendah.

Ya, wajar sih. Siapa yang mau berlama-lama nungguin loading? Nggak ada yang maulah.

 

3. Banyaknya iklan

Oke sih, namanya juga usaha. Cari duit, sehingga banyak pemilik situs yang menyisipkan iklan di halaman situs mereka. Google juga sadar betul dengan hal ini. Dunia maya memang selayaknya dunia nyata, semua jadi bisnis.

Ya, enggak apa-apa. Asalkan jangan kebanyakan. Beberapa hal yang sangat mengganggu adalah saat:

  • Iklannya ditaruh di popup yang nongolnya bertubi-tubi sampai user nggak bisa konsentrasi dengan konten yang sedang disajikan.
  • Perletakannya mengganggu user dalam menikmati konten.
  • Satu halaman situs penuh dengan link afiliasi doang, tanpa ada nilai tambah manfaat yang lain.

 

4. Format yang benar

Sesuai dengan beberapa fakta mengenai pembaca online yang sudah kita bahas beberapa waktu yang lalu, pastinya teman-teman sudah tahu nih. Bahwa faktanya, pembaca online kita itu para fast reader.

Kita nggak bisa menyalahkan mereka. Alih-alih, kitalah yang harus menyediakan konten sesuai dengan “kebutuhan” mereka, yaitu yang enak di-scanning secara tepat dan bermanfaat. Curang ya? Maunya yang enak-enak saja 😆 Tapi, ya itulah kenyataannya perilaku mereka.

Jadi, pastikan teman-teman menggunakan struktur konten yang enak dibaca oleh para skimmer aka fast reader ini; menggunakan subheadings, kalimat-kalimat pendek, paragraf-paragraf pendek, diselingi konten visual, dan sebagainya.

 

Cara Menghindari Thin Content Penalty

Google memberlakukan penalti terhadap situs-situs dengan thin content. Bentuknya sih macam-macam, biasanya didahului dengan warning. Bisa saja, artikel kita nggak akan diindeks, atau dihilangkan dari hasil pencarian.

Pernah ada kasus. Kalau enggak salah, BMW (atau merek mobil lain ya? Saya lupa–pokoknya website merek mobil terkenal banget deh) melakukan berbagai trik curang agar bisa menempati ranking pencarian Google yang tertinggi. Ketahuan nih sama Google, dan langsung dikeluarkan dari database pencarian mereka. Pihak brand sampai meminta maaf secara publik, dan baru kemudian masuk lagi ke hasil SERP setelah mereka melakukan pembenahan terhadap situsnya.

Kasus ini udah closed sih, tapi jadi tetap ‘mewarnai’ sepak terjang si brand sampai sekarang, sehingga memberikan reputasi buruk.

Jadi, apa yang harus kita perhatikan agar kita tidak sampai terkena thin content penalty?

 

31 Ide Artikel Blog yang Bisa Dieksekusi Setiap Bulan

1. Fokus pada E.A.T

Apa itu E.A.T? Ini adalah (semacam) parameter terbaru dari Google untuk menilai sebuah konten itu berkualitas atau enggak.

E.A.T ini adalah singkatan dari Expertise, Authority, dan Trustworthiness. Konten yang mempunyai skor E.A.T tinggi akan lebih diutamakan oleh Google.

Konten seperti apa yang mempunyai skor E.A.T tinggi? Yaitu konten yang bisa mengutamakan keahlian sang penulisnya. Konten yang berfaedah banget karena ditulis oleh seseorang yang benar-benar menguasai bidangnya. Konten yang bisa dipercaya karena ditulis oleh orang yang benar-benar tahu apa yang mereka tulis.

So, teman-teman yang punya keahlian tertentu–bisa karena hobi ataupun pekerjaan–cobalah mulai untuk mengulik hal ini. Fokuskanlah blog ke topik yang benar-benar dikuasai, dan perbanyak konten mengenainya. Semakin banyak jejak digital yang terkait dengan keahlian ini yang dibuat, maka semakin expert, authoritive, dan trustworthy-lah teman-teman sebagai content creator.

Dan ini akan mendapat nilai yang sangat baik dari Google.

 

2. Tambahkan manfaat

Sudah nggak zaman lagi curhat tak berfaedah di dunia maya. Sekarang curhat pun harus bermanfaat juga untuk pembaca.

Pastinya, ini kalau teman-teman ingin blognya dibaca orang banyak, menjangkau pembaca lebih luas. Kalau enggak? Ya, silakan saja. Bebas kok. Kan tergantung tujuan ngeblog masing-masing.

Hanya saja perlu diingat. Besarnya manfaat akan berbanding lurus dengan jumlah pembaca.

Sudah, itu saja sih prinsipnya. Simpel.

 

3. Based on data akan lebih baik

Karena ada faktor E.A.T–seperti yang dijelaskan pada poin pertama–maka konten-konten yang dibuat berdasarkan data dan fakta yang akurat akan lebih diutamakan.

Jadi, saat teman-teman membuat konten–opini misalnya–pastikan teman-teman membuatnya berdasarkan data dan fakta yang ada. Sertakan sumber dan rujukan yang jelas, yang dipakai sebagai bahan membuat kontennya.

 

4. Jangan keywords stuffing

Keywords memang penting. Karena dengan mencocokkan keywords dengan kecenderungan orang dalam mencari informasi di Google, sudah pasti konten kita akan banyak dibaca.

Tapi, ya bukan berarti keywords-nya lantas dijejal-jejalkan ke dalam satu artikel, sampai kontennya sendiri kalau dibaca jadi mbulet dan nggak jelas. Keywords harus ada, dan sebarkanlah secara merata di sepanjang artikel. Lengkapi pula dengan keywords turunan atau pendukung.

 

5. Tulislah untuk pembaca manusia, bukan mesin

Nah, sejak tadi sih kita ngomongin “mesin” yang bernama Google ya? However, sebenarnya sih perilaku si bot Google ini bisa mencerminkan tindak tanduk pembaca manusia kok. Misalnya saja, nggak suka loading lama, sukanya sama konten-konten yang berfaedah dan bukan hasil kopas, dan seterusnya.

Sehingga kita bisa ingat, bahwa kenyamanan pembaca adalah kenyamanan Google. Apa yang membuat pembaca suka, maka akan disukai Google. Jadi, meski kita melakukan optimasi SEO, kebutuhan pembaca manusialah yang harus tetap diutamakan.

Percayalah, dengan mengutamakan pembaca, Google mau mengubah algoritma kayak apa pun, kita nggak akan terpengaruh dan terganggu.

 

Nah, demikian ulasan saya mengenai thin content. Semoga bermanfaat ya, teman-teman.

Meet me

CarolinaRatri

Content & Copywriter. Sketcher. Editor. Visual Communicator. Graphic designer. Mood swinger. INFJ-T Sagittarian. Sarcasm speaker.
Meet me
Bagikan Jika Bermanfaat

Komentar

Indoblognet merupakan bagian dari MB Communication Network (MB Network) yang diimplementasikan menjadi sebuah jaringan netizen dan blogger Indonesia.

Kami memberikan ruang bagi eksistensi sobat netizen dan blogger menuangkan ide, gagasan, opini, sekaligus berbagi informasi, ilmu, dan cerita tentang berbagai pengalaman yang menginspirasi untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik.

Fanpage

Instagram @Indoblognet

  • @Regran_ed from @greenpramukasquarejakarta -  GET READY FOR THIS!

INSTAGRAM PHOTO CONTEST📣📣📣 Hi GP Squad, bertepatan dengan hari jadi Green Pramuka Square yang ke-2 pada 22 Desember 2018 mendatang kita akan bagi-bagi hadiah. Salah satunya lewat "Amazing Photo Contest" yang akan dibagi menjadi 2 kategori: Selfie/Wefie dan Food Photography. Periode lomba 23 November - 15 Desember 2018.

Mau tahu mekanismenya seperti apa, simak di bawah ini: 
1. Untuk kategori selfie/wefie, kamu bisa memanfaatkan area atau spot GPS. Boleh saat sedang berbelanja, makan atau nonton
2. Untung kategori Food Photography, kamu bisa memanfaatkan tenant restoran di GPS. Dan jangan lupa harus diberi keterangan atau hastag nama menu makanan dan restorannya, ya!
3. Follow akun socmed GPS (FB, Twitter dan IG) @greenpramukasquarejakarta
4. Upload foto kamu dengan mention ke IG kita, dan ajak 5 orang teman kamu buat ikutan
5. Biar keikutsertaan kamu makin afdol, jangan lupa kasih hastag #greenpramukasquarejakarta #2thnGreenPramukaSquare dan #amazinggreenpramukasquare
6. Akan dipilih 3 orang pemenang dengan foto dan caption menarik dengan hadiah sebagai berikut:
Juara 1 Rp 1.000.000
Juara 2 Rp  750.000 
Juara 3 Rp  500.000

Dan dari semua hadiah yang menanti, akan ada Grand Prize berupa Smartphone XIAOMI REDMI 6 dan 5 buah bingkisan menarik untuk hadiah hiburan. Yakin nggak mau ikutan? Kita tunggu foto-foto ciamik kalian, GP Squad.

Swipe left, for more info!

#amazingphotocontest #selfiecontest #wefiecontest #foodphotography #2thngreenpramukasquare #2ndanniversary #greenpramukasquare #greenpramukasquarejakarta - #regrann

Follow Me

Copyright © 2017 Indoblognet.com. Design by: Planetmaya.net.

To Top