Indo Blog Net

Kuliner

Bebek Songkem Rendah Kolesterol, Pilihan Para Dokter

BEBEK SONGKEM, Bebek Pilihan Para Dokter!

TRIIINGG!! Cacing-cacing di perut langsung berteriak girang, manakala menyaksikan spanduk “Bebek Songkem” yang menggoda iman itu. Iya dong, kebanyakan dari kita (para penggemar bebek) kerap dibikin galau bin risau dengan aneka “efek samping” setelah mengonsumsi bebek. Konon kabarnya, bebek adalah “tersangka utama” melonjaknya angka kolesterol dan asam urat. Niat mau makan enak, ehh… ntar malah ujung-ujungnya kopdar ama dokter penyakit dalam dong. Nggak mau banget kan?

Makanya, saya tergiur dengan eksistensi “bebek sehat” yang bercokol di Bangkalan Madura ini. Lokasi warungnya nggak jauh dari Bebek Sinjay yang super ngehits dan fenomenal itu. Tapi, kali ini kami memantapkan jiwa dan raga *tsaaah* untuk menjajal kuliner Bebek Songkem yang karakternya emang ‘anti-mainstream’ banget.

Kami bertemu dengan Bapak Bambang Hermanto, owner Bebek Songkem.

dscn0252

Kenapa dinamai Bebek Songkem? Dalam bahasa Jawa, songkem sama artinya sungkem, sering dikaitkan dengan sungkem pada orang-orang yang kita hormati, seperti orangtua, kyai dan tokoh.

Di setiap desa di Madura, minimal ada seorang kyai, yang dengan sukarela mengajari ngaji anak-anak desa tanpa digaji. Sebagai bentuk tanda terima kasih wali murid pada kyai tersebut, maka pada hari-hari tertentu, wali murid membawakan oleh-oleh spesial berupa bebek atau ayam.b

Berbeda dengan bebek lainnya (apalagi bebek goreng khas Surabaya yang digoreng pakai minyak jelantah iteeeeem banget!), proses pemasakan bebek songkem ini menggunakan metode khusus yang mengeliminasi lemak kolesterol dalam daging bebek.

Setelah diberi bumbu lengkap, bebek dimasukkan ke dalam panci pengukus, yang di dalamnya telah diberi potongan pelepah daun pisang. Proses pengukusan dilakukan selama 4-6 jam, sehingga daging bebek menjadi empuk, plus bebas kolesterol. Bumbunya pun meresap sempurna.

Ketika dimasak itulah, posisi leher dan kepala bebek ditekuk menunduk seperti orang sungkem.

Seperti saya singguh di atas, sebagai ganti air, dipakai batang pohon pisang (gedebog). Kata Pak Bambang Hermanto, gedebog inilah yang jadi “pahlawan super” untuk membasmi aneka potensi kolesterol dll-nya yang kerap disangkutpautkan dengan si bebek.

“Ketika dikukus, lemak-lemak bebek akan menempel semua di gedebog itu. Makanya, sesudah matang, bebek resmi bebas kolesterol,” ungkap Pak Bambang.

Karena cara mengukus dengan menggunakan pohon pisang belum ada istilahnya. Nah, di kampung bebek songkem tadi, cara masak seperti itu diberi istilah “songkem”, karena masakan spesial ini khusus diberikan kepada kyai atau orang yan gsangat kita hormati. Bebeknya dibuat berposisi “nyongkem”.

img_0551

Piye rasane, Mak?? Enyaaaakkk…!! Ada aroma ‘entah-apa-sebutannya’ yang gak bakal kita temuin di masakan2 lain loh. Mungkin, itu berasal dari batang pisang (gedebog) yang jadi pendamping si bebek dalam menghadapi panas-membaranya api kompor nan bergejolak *jiyaah*

Ada aroma yang tradisional dan otentik banget gitu lah… Susah mendeskripsikannya! Lebih baik kamu, kamu dan kamuuu langsung dolan ke Madura aja!

Sambel mangganya dooong, juara..!! Yang paling asik dari makan di sini adalah, no worry deh, soal kolesterol dll-nya. Ini lumayan banget untuk mengobati hati yang gundah-gulana. Jadi, jadiii, mau kulineran bebek, tanpa digelayuti rasa bersalah?

Kalau ingin yang versi bebek goreng, di sini juga tersedia. Bebek yang udah dikukus tadi, digoreng sreeeeeng dengan kematangan sempurna. Enak! Dan Bebas Kolesterol! Sip markosip kan?

Yuk, cuzzz mareee ke : Bebek Songkem Pak Salim Jl. Raya Ketengan 85 Burneh Bangkalan Madura (031) 799.5523 0877.5092.0092 dll

nurulrahma

Blogger bukanbocahbiasa.com
Bagikan Jika Bermanfaat

Komentar

Indoblognet merupakan bagian dari MB Communication Network (MB Network) yang diimplementasikan menjadi sebuah jaringan netizen dan blogger Indonesia.

Kami memberikan ruang bagi eksistensi sobat netizen dan blogger menuangkan ide, gagasan, opini, sekaligus berbagi informasi, ilmu, dan cerita tentang berbagai pengalaman yang menginspirasi untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik.

Fanpage

Instagram @Indoblognet

  • 7 Blogging Myths That Will Prevent You From Success 🤑
.
To save you some trouble, here’s a list of common BLOGGING MYTHS that you should be aware of:
.
Myth #1 – It’s Easy to Make Money Blogging
.
For you to make money blogging, you’ll need to grow your reputation on social media, write consistently, implement SEO, and figure out new marketing strategies to get traffic on your blog 🤓
.
Myth #2 – You need high traffic to make blog income
.
You can have a low TRAFFIC blog that earns just as much income as a high traffic blog
.
Maybe not ad income but certainly product and service income 😉
.
Myth #3 – You need to post everyday
.
It’s actually better to post every few days or once a week because you’ll have more time to write HIGH-QUALITY, in-depth articles — something your readers will appreciate very much
.
Myth #4 – Blogging is a competition
.
Yes, it’s good to become the top authority in your niche but you won’t be able to do that without the support from other bloggers 😘
.
Myth #5 – Blogging is Expensive
.
Blogging is much more of a TIME INVESTMENT then a monetary investment
.
Some people think they have to pay much to get someone to design their blog but the truth is it’s easy to create a blog yourself 😍
.
Myth #6 – You need to be on all social media platforms
.
You should decide which platforms you love the most and do the most for your blog and stick to them!
.
Myth #7 – Just write and readers will come
.
It’s not enough to just write content. You have the duty as a blogger to figure out different ways to generate traffic on your blog 🚦🚦
.
Credit: aspiringbloggers.com
.
#mbcsosmedcontent #mbcommunication #indoblognet #brandingagency #digitalagency #marketingagency #digitalmarketing #digitalbranding #digitalpromotion #jasaseo #seocoaching

Follow Me

Copyright © 2017 Indoblognet.com. Design by: Planetmaya.net.

To Top