Menulis Yuk

Banyak Taman Kota di Surabaya, Enaknya Ngapain Aja? (Bagian 1)

“Halooooo…. Saya Nurul. Saya arek Suroboyo.”

“Oh, Surabaya? Yang wali kotanya Bu Risma itu ya? Yang taman-tamannya bagus dan mendunia itu?”

Setiap menyebutkan “Surabaya” sebagai daerah domisili, nyaris respon seperti ini yang selalu saya terima. Surabaya = Bu Risma = Taman. Sejak lahir ceprooot di bumi Surabaya tahun 1981 dan hingga detik ini, rasanya boleh lah, saya tahbiskan Bu Risma sebagai walikota paling lovable dan paling membanggakan!

Bu Risma itu tipikal “ibunda kita” yang sarat prestasi sehingga layak dipamer-pamerkan ke seluruh penjuru bumi. Prestasi yang paling mencorong, tentu saja, terkait dengan eksistensi taman di bumi Surabaya.

Komentar “Surabaya panas banget ya?” sekarang sudah mulai bergeser. Kebanyakan orang lebih takjub dan berkomentar seputar taman,“Surabaya tamannya luar biasa amazing yak?” Yep. Taman adalah concern seorang Risma. Masih ingat kan, teriakan Risma penuh amarah berpadu dengan bola mata yang mendelik tajam, yang ditujukan pada panitia bagi-bagi es krim, yang berujung pada porak porandanya Taman Bungkul? Yeeep, jangan main-main dengan wali kota kesayangan kami ini. Taman adalah “separuh jiwa” Risma. Aneka flora yang tertata demikian indah di penjuru Surabaya, adalah “sahabat” bagi ia. Konon, kata salah satu pejabat pemkot yang sempat bersua dengan saya di satu acara, Bu Risma kerap “ngobrol” dengan pohon dan bunga-bunga itu. WOW banget kan, ibu’e arek-arek Suroboyo ini?

Risma berhasil mengembangkan ruang terbuka hijau di Surabaya. Beraneka ragam taman dengan tema berbeda menjadi harta berharga bagi publik Surabaya. Taman-taman ini juga dilengkapi berbagai fasilitas, seperti Wi-Fi, reading corner (pojok baca), dan fasilitas olahraga. Saya tidak akan membahas kemolekan masing-masing taman yang dibesut oleh Bu Risma dan segenap jajarannya. Karena Anda cukup googling, dengan keyword “taman di Surabaya” maka… voila! Terpampang nyata aneka taman-taman penyejuk mata yang menjadi kebanggaan arek-arek Suroboyo. Kali ini saya coba ulas dari perspektif seorang emak-emak usia 30-an (ini kenapa sih, usia dibawa-bawa?) tentang “Bagaimana Mengoptimalkan Taman-taman plus Ruang Publik agak Masyarakat Surabaya makin Cerdas dan Berdaya”. Wah, judulnya… Sudah mirip thesis belum?

(1). Menggelar Diskusi/ Workshop Serius Tapi Santai di Taman Flora

Di Surabaya, saya tergabung dalam beberapa komunitas blogger. Salah satu yang paling solid dan sering kopdar adalah KEB (Kumpulan Emak2 Blogger). Anggotanya para emak (dan calon emak) yang riuh, heboh dan yaaa… bayangkan sendiri lah, bagaimana “pecaaaah”-nya apabila para perempuan ini kumpul bareng?

Stigma soal perempuan yang hanya hobi gosip, jago shopping tapi “tong kosong berbunyi nyaring” luluh lantak, manakala bertemu dengan komunitas ini. Yap, kami tentu saja masih doyan ngobrol. Sesekali bergosip, pastinya. Akan tetapi, materi gosip kami adalah: Bagaimana cara mendapatkan pundi-pundi dollar dari Google Adsense, bagaimana menaikkan klout score, domain authority blog, dan strategi blogging lainnya.   Naaah, untuk membahas materi blogging, tentu dibutuhkan narasumber yang mumpuni serta lokasi yang representatif. Thanks God, ada segumpal keindahan semesta yang bercokol di Bratang Surabaya. Namanya, Taman Flora alias Kebun Bibit 1. Di sinilah, kami berkumpul. Di sinilah, kami bertukar wawasan, saling menyumbangkan ide, serta membangkitkan semangat, agar para blogger perempuan ini kian semangat menyuarakan ledakan gagasan yang (barangkali) selama ini hanya bersemayam di lubuk hati.

 (2). Berbakti pada Orangtua di Taman Lansia

Banyak jalan untuk birrul walidain alias berbakti pada orangtua. Eh, orangtua ini termasuk mertua ya kan? Alhamdulillah wa syukurilah, Bu Risma juga concern pada keberadaan priyayi sepuh. Ada Taman Lansia yang nangkring di Jalan Biliton. Agak berbeda dengan Taman Bungkul yang hype, taman ini memang lebih sunyi. Pengunjung tidak terlalu banyak. Mayoritas dari mereka adalah lansia, plus anak dan cucu yang setia menemani. Karena itulah, muncul ide di kepala untuk mengajak bapak mertua saya menghirup udara segar di taman ini. Beliau menderita stroke sejak beberapa tahun silam. Kemana-mana beliau tak pernah lepas dari tongkat yang menopang tubuh. Karena itulah, bapak lebih suka berdiam diri di rumah. Menyetel TV dengan volume super membahana.

Tak heran, bapak mertua saya betul-betul butuh piknik dan udara segar.   Si cucu asyik berjalan di atas batuan refleksi Menemani Eyang kakung di taman lansia      “Kakung, ke taman lansia aja yuk,” ujar Sidqi, anak saya suatu ketika. Biasanya, mertua saya selalu menolak saban diajak keluar rumah. Takut merepotkan, sepertinya. Barangkali, karena dengar namanya “taman lansia”, beliau langsung oke-oke saja. Alhamdulillah…. Di Taman Lansia, kakungnya Sidqi termotivasi, lantaran bersua dengan sesama lansia yang masih segar bugar sehat wal afiat.   “Bapak usianya berapa?” Beliau berbincang dengan salah satu o-li (opa lincah) “Oh, saya sudah 76,” jawab si o-li sambil terus berjalan cepat di atas batu refleksi.   “Wah, sama dengan saya. Kok tetap sehat, Pak? Rahasianya apa?” “Banyak olahraga, jaga makan, dan selalu jaga pikiran, Pak.”  Inilah keajaiban ruang publik. Kita bisa bertemu sekaligus mempertemukan sosok kesayangan dengan orang lain, yang sama sekali tidak kita kenal. Tapi mereka sanggup berbagi inspirasi, melejitkan harapan sekaligus guyuran motivasi. Bahwa, tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini. Siapapun berhak mendapatkan tubuh dan jiwa yang sehat dan paripurna.

Masih ada 2 (dua) aktivitas lainnya, saya sambung di postingan berikutnya ya 🙂

 

Imgae source: regional.kompas.com

 

nurulrahma

Blogger bukanbocahbiasa.com

Komentar

Indoblognet merupakan bagian dari MB Communication Network (MB Network) yang diimplementasikan menjadi sebuah jaringan netizen dan blogger Indonesia.

Kami memberikan ruang bagi eksistensi sobat netizen dan blogger menuangkan ide, gagasan, opini, sekaligus berbagi informasi, ilmu, dan cerita tentang berbagai pengalaman yang menginspirasi untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik.

Fanpage

Instagram @Indoblognet

  • Ini Video Versi Layanan Masyarakat untuk Anti Drugs Campaign. Supported BNN dan MB Communication

Kalau temen-temen punya cerita, ide seru dan bikin video masih bisa ikutan lombanya yah. Cek hastag
 #IniCaraGueCegahNarkoba
Teman-teman bisa Minta Tolong Subscribe, Share dan komen yah.

Share boleh di Instagram, twitter dan FB
Linknya :

https://youtu.be/zOCgnf66Hik

Follow Me

Copyright © 2017 Indoblognet.com. Design by: Planetmaya.net.

To Top