Parenting

Oh..No! Anakku Gak Sengaja Mengakses Situs Berbahaya?

Saat ini Orangtua mana yang tidak memiliki kekawatiran tentang efek negatif dunia maya pada anak-anak?

Sebab, pada kenyataannya dunia maya kini jauh lebih seram dan bahaya dari hutan belantara. Banyak situs dewasa, bahkan menjurus ke pornografi yang merusak, dengan mudah bisa diakses siapa saja termasuk anak-anak. Tentu saja hal ini membuat semua orangtua memiliki kekhawatiran, begitu juga dengan kami. Terlebih anak-anak memiliki keingintahuan yang dalam.

Hal itu membuat semua orangtua berupaya memproteksi anak-anak dengan berbagai cara, yaitu:

  • Mengamankan akses internet di rumah dari situs-situs berbahaya -pornografi, dsb- dengan sistem tertentu
  • Menunda anak-anak memiliki ponsel
  • Memeriksa ponsel anak dengan rutin-melarang anak memasang password di ponselnya
  • Tidak memperbolehkan anak ke warnet
  • Tidak mengizinkan sama sekali anak memiliki ponsel sendiri
  • Dan lain sebagainya.

Bahkan kadang, orangtua masih berpikir 1000 cara lagi untuk mengamankan buah hati dari kejahatan dunia maya. Tapi anak-anak kita tumbuh dan berkembang, mereka bersosialisasi, memiliki kawan-kawan yang beragam background orangtua dan lingkungannya, belum lagi unsur ketidak sengajaan. Misalnya: anak tidak sengaja melihat situs berbahaya (baca: dewasa) ketika browsing tugas sekolah, atau mencari game yang menarik, tahu-tahu link mengarah ke sana.

Ini bukan hal yang baru lagi, orang dewasa pun sering terkecoh ke link yang tahu-tahu nyasar ke situs yang tidak dibutuhkan, lebih sering ini ke situs ‘ngawur‘ (baca: PORNO). Kadang, dengan alamat link yang sama persis tapi beda Com sama Id, sudah langsung mengarah ke situs macam itu. Bisa jadi ini unsur kejahatan yang disengaja oleh oknum.

Maka dari itu, di rumah kami mengambil  cara mengamankan situs-situs berbahaya dengan mengunci internet ke situs tersebut, dan belum mengizinkan anak-anak memiliki ponsel sendiri. Mereka boleh memakai ponsel buat bbm atau game di ponsel saya dengan waktu yang kami tentukan. Karena anak pertama kami sering browsing untuk kebutuhan mencari data sekolah, kami juga memperbolehkan anak-anak memakai internet di rumah selain browsing data, browsing hal-hal lain yang postif tentunya, serta untuk main game di facebook saya.

Dengan semua tindakan di atas, apakah saya dan suami sudah merasa aman terkendali dengan kondisi anak-anak yang terancam jahatnya dunia maya?

Tentu saja tidak, rasa khawatir tetap ada. Ketika anak pertama (usianya 10 tahun) izin untuk memiliki facebook, saya meminta passwordnya, namun bukan berarti sebentar-sebentar saya membuka atau mengecek facebooknya. Saya lebih suka mendengar ceritanya ketimbang menyelidiki, di sini saya bisa melihat sejauh mana anak saya bisa jujur. Selain meminta passwordnya, saya menganjurkan anak saya untuk tidak menjadikan fotonya sebagai PP dan tidak mengupload foto selfienya. Sebab, kawatir ada akun tidak jelas menjadi temannya dan melakukan hal yang tidak kami kehendaki. Intinya sih, kami tidak mau ada predator yang inbox anak saya karena tahu itu FB milik anak-anak, karena ada kejadian anak teman (usia 12 tahun) perempuan, diinbox hal-hal ajaib dari orang dewasa. Bayangkan!

Namun anak saya ternyata tidak terlalu aktif di facebooknya. Mungkin memiliki facebook sendiri hanya memenuhi rasa penasarannya karena teman-temannya banyak yang punya. Kalau saya terus-terusan tidak memperbolehkan memiliki sendiri, dia pasti akan semakin penasaran dan tahu-tahu memiliki sendiri tanpa saya ketahui. Ini lebih berbahaya!

Namun, yang saya khawatirkan terjadi juga. Suatu hari saya dan suami sedang ada urusan di luar, kami pergi sekitar 4 jam dan ketika pulang seperti biasa saya langsung online. Secara diam-diam kami (saya dan suami) selalu mengececk history sehingga mengetahui aktivitas apa saja yang dilakukan anak-anak di dunia maya saat kami tidak ada, dan berapa durasinya.

Dan…WHAT!!! Semua history bersih!!!

Sebagai ibu insting saya mulai bekerja, ini pasti si sulung. Sebab anak kedua saya masih jarang online dunia maya. Saya cek rupanya kami kelupaan sehingga secara otomatis password pengunci kebuka, situs apa saja bisa terbuka.

Apa yang dibuka anak saya sampai dihapus begini???

Apa yang harus kami lakukan? Memarahinya? Melarang online selamanya? Atau…menghukumnya.

Tidak semuanya. Yang kami lakukan adalah mencari link apa yang terbuka….ternyata ada satu link yang bermuatan dewasa terbuka, ihiks! Gemeter saya langsung buka, ada satu gambar ilustrasi pasangan dewasa dan artikel yang panjang, saya cek durasinya menandakan dibuka lalu ditutup kembali. Saya langsung diskusi dengan suami dan kami menyimpulkan:  Ini terjadi ketidak sengajaan, tapi gimana pun juga anak saya sudah melihat meski sekilas, meski gambarnya ilustrasi.

Bagaimana selanjutnya? Bagaimana kalau anak saya terus berbohong, gimana kalau anak saya benar-benar mengamati gambar itu, dsb? Kami berdiskusi tentang bagaimana berkomunikasi dengan anak saya dalam menyelesaikan masalah ini.

Akhirnya kami memutuskan untuk memanggil si sulung, sebab adiknya masih belum banyak browsing-browsing. Tentu saja, hanya saya yang berhadapan dengan si sulung, sebab biasanya bicara antar perempuan lebih mudah dan terbuka. Tahu apa yang saya lakukan?

Yap, saya mengajak si sulung memasak bersama sebagai media. Saya meracik bumbu, dia memotong sayuran dan obrolan pun dimulai…eng ing eng.

  • Mba, tadi kamu lihat situs apa? (cara saya bertanya seperti main-main, tidak fokus padahal semua antena menyala di kepala)
  • Enggg-engggg…(dia meragu sambil terus memotong sayuran). Iya, mba lagi cari cara membuat slime terus klik linknya, terus tertutup gambar guk-guk (kunci kami, sebagai tanda itu situs terlarang). Mba klik deh gambar guk-guk itu, dan muncul gambar serem langsung mba tutup. Mba takut…

(Ya, karena password tersave secara ga sengaja dan kami lupa mengembalikannya, jadi deh bisa bocor)

  • Apakah yang mba rasakan selain takut?
  • Mba, gak mau ingat-ingat lagi, Bu (katanya tegas dan mulai rileks)
  • Baiklah, ibu tahu itu. Lain kali kalau sudah ada gambar guk-guk itu jangan diklik ya (sebenarnya sih kalau password terkunci, mau diklik sampai gempor ga kebuka, hiks), jangan juga menghapus history, apapun yang terjadi. Ibu atau Ayah gak bisa mba bohongi…

Sambil memotong sayuran dia mengangguk.

  • Mba, tahu gak, kenapa ibu sama ayah melarang anak-anaknya bebas di dunia maya? Itu karena belum waktunya, Mba. Bahaya sekali buat anak kecil. Gambar atau tulisan dewasa itu bisa berusak otak anak kecil hingga dewasa…

Dan, obrolan pun berlanjut akrab. Meski saya masih menyimpan kesedihan sampai terjadi hal ini, tapi setidaknya dengan tahu anak saya jujur (dicocokkan juga dengan durasi melihat dan ceritanya, pas. Dia melihat tidak sengaja dan segera ditutup) membuat saya bahagia dan lega.

Yang harus kita pahami adalah bagaimana pun, anak-anak tidak mungkin aman 100% dari bahaya dunia maya, mereka  anak-anak yang bertumbuh, bersosialisasi dan memiliki keingintahuan yang semakin besar. Jadi mungkin, memberi mereka pengertian, menumbuhkan terus kejujuran di pikiran dan hati mereka, komunikasi yang baik antara orangtua dan anak, jauh lebih aman dari pada benar-benar membuat anak steril. Gak mungkin juga kan, anak cerdas, bertumbuh, bersosialisasi dengan kondisi steril.

Source image: morguefile.com

Editor: Indoblognet

Eni Martini

Ibu 3 anak, penulis novel fiksi, blogger dan owner bliblibuku.com

Komentar

Indoblognet merupakan bagian dari MB Communication Network (MB Network) yang diimplementasikan menjadi sebuah jaringan netizen dan blogger Indonesia.

Kami memberikan ruang bagi eksistensi sobat netizen dan blogger menuangkan ide, gagasan, opini, sekaligus berbagi informasi, ilmu, dan cerita tentang berbagai pengalaman yang menginspirasi untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik.

Fanpage

Instagram @Indoblognet

  • Alhamdulillaah, Jum'at Mubarak 😍 Hari yang paling baik untuk melakukan amal kebaikan, termasuk beraktivitas yang bernilai ibadah 😉
.
Guys, ngomong-ngomong soal website nih ya, udah mobile responsive (mobile friendly) belum sih websitemu? 😎 Soalnya ini penting banget lho untuk diperhatikan
.
Berdasarkan survey, website yang gak mobile responsive bakal bikin pengunjung "gak jadi" mengunjungi websitemu 😆 Ya iyalahhh malesin kan ya kalau harus ribet dengan tampilan web saat kamu buka lewat hp 😅 Sementara saat ini, kebanyakan user menggunakan hp untuk mengakses internet, termasuk untuk membuka web..
.
Tuh guys, kalau kamu gak pengen web-mu sepi pengunjung gara-gara gak mobile responsive, buruan deh di upgrade supaya lebih mobile responsive 😁
.
#indoblognet #mbcommunication #jumatberkah #jumatmubarak #followme #tips #viral #website #survey

Follow Me

Copyright © 2017 Indoblognet.com. Design by: Planetmaya.net.

To Top