Indo Blog Net

Parenting

Bagaimana Cara Bijak Mendidik Anak Zaman Now?

Tips Cara Bijak Mendidik Anak Zaman Now

Agar anak-anak zaman now tidak terjerumus pada hal-hal yang salah, kita wajib mengetahui bagaimana cara bijak mendidik anak zaman now.

Bagikan Jika Bermanfaat

Bagi kalian yang ‘melek’ dengan perkembangan bahasa zaman sekarang tentunya sudah tak asing lagi ya dengan istilah kids zaman now atau anak zaman now. Meski istilah ini terbilang familiar dan sering banget kita dengar, tapi apa kamu benar-benar tau siapakah sebenarnya yang dimaksud dengan anak zaman now ini? Yuk mari kita bahas!

Siapakah Anak Zaman Now Itu?

Sebenarnya, anak zaman now ini mengacu pada anak-anak yang lahir antara tahun 1995 hingga 2013 atau yang biasa disebut sebagai generasi Z. Generasi Z ini tidak sama dengan generasi milenial. Generasi milenial adalah mereka yang lahir antara tahun 1982 hingga 1994. 

Anak zaman now ini lahir pada zaman dimana teknologi telah mengalami perkembangan yang cukup cepat, bahkan bisa dibilang sangat cepat dalam beberapa tahun terakhir ini. Tidak heran jika anak-anak zaman now ini sudah sangat akrab dengan penggunaan gadget, berbagai platform sosial media (Instagram, YouTube, Facebook, dll), maupun game online.

Tips Cara Bijak Mendidik Anak Zaman Now

Nah, kita sebagai orangtua dari anak-anak zaman now pada akhirnya dituntut untuk belajar mengikuti segala macam perkembangan yang terjadi pada anak-anak generasi Z ini. Agar anak-anak zaman now tidak terjerumus pada hal-hal yang salah, kita wajib mengetahui bagaimana cara bijak mendidik anak zaman now.

1. Bangun komunikasi efektif 

Komunikasi merupakan salah satu pondasi hubungan keluarga yang erat dan harmonis. Dengan komunikasi yang efektif memungkinkan setiap permasalahan bisa diatasi dengan baik.

Ada beberapa cara untuk membangun komunikasi efektif dengan anak, yaitu:

  • Gunakan bahasa yang santun saat sedang berbicara dengan anak. Termasuk pula saat kita sedang marah, usahakan agar kita tetap menjaga kalimat yang kita ucapkan.
  • Tak perlu membandingkan anak dengan anak lainnya. 
  • Menghargai pendapat anak. Saat anak sedang menyampaikan pendapatnya, hindari sikap menginterupsi apalagi menghakimi.
  • Buat anak nyaman saat ia sedang bercerita mengenai perasaannya ataupun permasalahannya pada kita
  • Jadilah orangtua yang asyik. Kita sebagai orangtua juga perlu mengikuti perkembangan zaman sesuai dengan dunia anak zaman now. Dengan begitu kita tau bagaimana cara menasehati yang tepat 

2. Jadi pendengar yang baik

Berusahalah untuk jadi pendengar yang baik bagi anak. Ketika anak berbicara, dengarkan dengan penuh perhatian, sungguh-sungguh hadirkan diri kita agar kita bisa fokus untuk mendengarkan. Tatap matanya, perhatikan mimiknya, dan intonasi suaranya. Dengan begitu kita bisa lebih memahami apa yang sedang dirasakan oleh anak. 

Selain untuk memahami anak lebih baik, jadi pendengar yang baik juga termasuk cara orang tua menunjukkan kasih sayang, sehingga anak akan merasa lebih nyaman dan dihargai.

Langkah-langkah untuk menjadi pendengar yang baik, diantaranya:

  • Hadirkan diri kita seutuhnya
  • Tunjukkan rasa tertarik kita dengan sungguh-sungguh mendengarkan
  • Hindari selingan yang membuat pembicaraan terputus
  • Jangan memotong pembicaraan anak
  • Hindari menghakimi apapun yang anak ceritakan

3. Menjadi teladan

Anak-anak terutama mereka yang berada pada usia golden age (0 – 5 tahun) akan meniru perilaku orang dewasa yang berada di dekatnya. Oleh sebab itu sangat penting bagi kita untuk menjadi teladan yang baik bagi anak. Jadilah figur ideal bagi anak, sosok panutan yang bisa mereka andalkan dalam menjalani kehidupan. Jangan sampai anak kehilangan teladan yang bisa dicontoh.

Peran orangtua sangat penting dalam menentukan kepribadian anak. Menurut DR Abdullah Nashih Ulwan dalam bukunya Pendidikan Anak dalam Islam, keteladanan dalam pendidikan adalah metode yang berpengaruh dan terbukti paling berhasil dalam mempersiapkan serta membentuk aspek moral, spiritual, dan etos sosial anak.

Baca juga: Tips Mendidik Anak yang Memberi Pengaruh Besar dalam Keluarga

Penelitian yang dilakukan para ahli psikologi menyatakan bahwa 75% proses belajar didapatkan melalui penglihatan dan pengamatan, sedangkan 13% nya melalui indera pendengaran. Jadi, anak akan belajar dari apa yang ia lihat dan amati. 

Anak akan belajar dari apa yang mereka lihat dari orangtuanya. Jika orangtuanya bersikap baik maka anak akan mencontoh dan meniru hal yang baik. Sebaliknya jika orangtua bersikap buruk maka anakpun akan meniru keburukan tersebut.

4. Menanamkan nilai-nilai positif   

Sebaiknya menanamkan nilai-nilai positif pada anak dilakukan sejak dini, sehingga anak kelak dapat tumbuh dan berkembang dengan nilai positif yang telah ditanamkan. Misalnya, menanamkan nilai kejujuran, disiplin, tanggung jawab, kesabaran, kebaikan, dan lain-lain.

Jika nilai-nilai positif telah tertanam dalam pemikiran dan perilaku anak, ini bisa menjadi tameng agar anak tidak mudah terseret kepada hal-hal yang negatif, seperti kenakalan remaja, kekerasan, ataupun pengaruh negatif teknologi. 

Menanamkan nilai-nilai positif pada anak memang bukan hal yang mudah, butuh usaha sungguh-sungguh dari orangtua. Ada beberapa hal yang perlu kita lakukan dalam usaha kita menerapkan nilai-nilai positif pada anak:

  • Memberikan penjelasan mengenai nilai-nilai positif yang kita tanamkan pada anak. Misalnya, mengapa kita harus jujur, manfaat sikap disiplin, pentingnya berbuat baik, dan lain-lain. 
  • Mengajarkan nilai-nilai positif secara terus-menerus. Jadikan nilai-nilai positif sebagai bagian dari kebiasaan sehari-hari. 
  • Konsisten. Orangtua juga harus memiliki perilaku sesuai dengan nilai-nilai positif yang kita ajarkan pada anak. Selain itu, kedua orangtua juga harus berusaha untuk bisa sejalan dalam hal ini, sehingga anak tidak bingung. Misalnya, saat ibu mengajarkan pentingnya kejujuran, sebaiknya ayah juga mencontohkan hal yang sama, begitupun sebaliknya.

5. Ciptakan suasana demokratis

Hindari sikap otoriter dan menganggap seolah kita yang paling tahu segalanya. Meskipun posisi kita sebagai orangtua harus dihormati dan dihargai oleh anak, tapi bukan berarti mereka harus selalu menuruti semua keinginan kita dan tak boleh membantah sedikitpun. 

Anak-anak juga tidak luput dari kesalahan dan kekurangan. Dan saat mereka melakukan kesalahan hindari menghukum mereka dengan cara-cara yang salah, misalnya: memukul (kekerasan fisik), membentak (kekerasan verbal).

Kita sebagai orangtua perlu memahami serta mengenal dunia anak agar dapat mengembangkan pola asuh yang demokratis. Ciri-ciri dari pola asuh yang demokratis, adalah:

  • Memprioritaskan kepentingan anak, tetapi tetap memiliki kendali atas anak
  • Orangtua bersikap rasional dan realistis
  • Memberi kebebasan pada anak untuk memilih atau memutuskan sesuatu
  • Menasehati dengan bijak
  • Memberi alasan logis dari setiap peraturan yang ditetapkan

Mendidik anak merupakan proses belajar yang dilakukan orangtua secara terus menerus. Tetap semangat, karena kesuksesan orangtua adalah melihat anak-anaknya tumbuh menjadi pribadi yang baik dan membanggakan 🙂

See me on

Arifah Abdul Majid

[Content Writer] - [Work at home mom] - [Natural lover]

Contact me at: [email protected]
Arifah Abdul Majid
See me on
Bagikan Jika Bermanfaat

Komentar

Indoblognet merupakan bagian dari MB Communication Network (MB Network) yang diimplementasikan menjadi sebuah jaringan netizen dan blogger Indonesia.

Kami memberikan ruang bagi eksistensi sobat netizen dan blogger menuangkan ide, gagasan, opini, sekaligus berbagi informasi, ilmu, dan cerita tentang berbagai pengalaman yang menginspirasi untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik.

Fanpage

Instagram @Indoblognet

  • 5 Langkah untuk Menjadi Influencer 🤑🤑
.
Saat ini profesi sebagai influencer tak bisa lagi dipandang sebelah mata lho, karena sudah banyak mereka yang sukses menekuni bidang pekerjaan yang satu ini
.
Tentunya butuh usaha sungguh sungguh dan juga kegigihan untuk sukses. Mulai darimana?? Dari sini, Friends! 😉
.
1⃣ Find your NICHE – a field that you’re good at. Whether it’s travelling, beauty, parenthood, cooking, or crafts, your blog needs to have a clear direction. Make sure you choose a niche where you are an expert – only then your blog will have value 💛
.
2⃣ Create a CONTENT STRATEGY for your profile. What exactly do people want to see in your blog? How often will you post? Who are the readers of your posts? Answering these questions will allow you to create a content strategy for up to 3 months
.
3⃣ Remember to post REGULARLY. If you make people wait for days between your posts, soon your followers will turn their attention to bloggers who regularly deliver new content. Even if you can’t be online 24 hours a day and 7 days a week, you can always schedule your posts 🤓
.
4⃣ ENGAGE with your audience. People love Instagram bloggers who are easy to reach. Of course, when you have hundreds of thousands of followers, answering every comment and direct message is hardly possible. But when you’re only getting there, it’s best to be open to your audience 👌
.
5⃣ PROMOTE your blog. You will not get any lucrative deals with brands and other bloggers if no one knows who you are. In addition to working on growing your audience, you also need to get your blog out there for brands and other influencers to see you. Participate in forums, group events, themed internet communities, and comment other people’s posts to get yourself noticed
.
Credit: socialbuzzhive.com
.
💌 For BUSINESS INQUIRIES, please email to mitrabranding@indoblognet.com
.
#mbcsosmedcontent #mbcommunication #indoblognet #brandingagency #digitalagency #marketingagency #digitalmarketing #digitalbranding #digitalpromotion #jasaseo #seocoaching

Follow Me

Copyright © 2017 Indoblognet.com. Design by: Planetmaya.net.

To Top