Inspirasi

Apakah Itu Politik Belah Bambu vs Perenang Gaya Katak?

Seorang pemimpin mempunyai tugas yang cukup berat. Dia bukan hanya menyukseskan tugas pokoknya yaitu mencapai tujuan perusahaan tetapi juga menyejahterakan karyawan atau pegawainya. Dalam praktiknya ada pemimpin yang sukses dan tak sedikit pula yang menemui kegagalan. Sukses dan tidaknya seorang pemimpin dipengaruhi oleh beberapa faktor, baik yang berasal dari diri si pemimpin maupun yang berasal dari luar. Β Di bawah ini saya sampaikan ilustrasi tentang perilaku negatif dari seorang pemimpin dan bawahan yang memberikan dampak kurang baik bagi sebuah instansi atau perusahaan.

Politik Belah Bambu

Mari kita lihat bagaimana orang zaman dulu membelah sebatang bambu. Bambu di belah sedikit pada ujungnya dengan menggunakan parang. Setelah itu belahan batang yang berada di sebelah bawah diinjak dengan kakinya. Pada saat yang bersamaan belahan batang bambu yang sebelah atas ditarik kuat-kuat sehingga batang bambu itu terbelah menjadi dua.

Gaya belah bambu seperti ini tidak boleh diterapkan oleh seorang pemimpin dalam sebuah instansi atau perusahaan. Pemimpin jangan mengangkat anak-buah yang tidak profesional hanya karena faktor-faktor kedekatan pribadi, suku, agama, atau golongannya. Sementara anak-buah yang lain ditekan, atau hanya dimanfaatkan tenaga dan pikirannya tanpa memperhatikan kesejahteraan, kenaikan jabatan, dan pangkatnya.

Pemimpin selayaknya menilai bawahannya berdasarkan prestasi kerja, akhlak, tingkat disiplin, dan loyalitasnya. Jangan ada bawahan yang dianak-emaskan atau dianak tirikan. Atasan yang berlaku tidak adil kepada bawahannya akan menjadi bahan pembicaraan dan bisa menimbulkan suasana kerja yang tidak sehat. Akibatnya bisa fatal. Saling curiga, saling sindir, dan saling tidak percaya akan berkembang dengan cepat. Pada akhirnya produktivitas akan menurun sehingga bisa merugikan perusahaan secara keseluruhan. Pemimpin hendaknya memberikan kesempatan yang sama kepada bawahannya untuk menunjukkan prestasi kerjanya. Tentu saja dengan tetap memedomani peraturan atau ketentuan yang berlaku.

Anak buah bukanlah mesin tetapi aset perusahaan yang layak mendapatkan perhatian dari pemimpin. Mereka mempunyai andil besar dalam menyukseskan atau menggagalkan tugas para pemimpin. Pembinaan personil yang baik akan meningkatkan produktivas kerja. Sebaliknya, kegagalan para pemimpin dalam mengelola aset penting ini bisa mengakibatkan ambruknya sebuah perusahaan. Sebuah sumpah jabatan berbunyi: “..akan memimpin dengan seadil-adilnya..” hendaknya bukan hanya merupakan kalimat atau slogan tak bermakna, tetapi benar-benar diterapkan secara nyata.

Pemberian hadiah dan hukuman bagi karyawan juga dilakukan dengan seadil-adilnya. Bukan didasarkan atas suka atau tidak suka belaka. Karyawan yang berprestasi, disiplin, dan menunjukkan loyalitas yang tinggi, selayaknya diberikan penghargaan. Sebaliknya, karyawan yang tidak disiplin, kinerjanya buruk, dan akhlaknya tidak baik perlu diberikan hukuman yang setara dengan kesalahannya. Pembiaran terhadap karyawan yang tidak baik akan berpengaruh terhadap karyawan yang lain dan suasana kerja perusahaan.

Karyawan Bergaya Katak

Tak dapat dipungkiri bahwa persaingan dalam dunia pekerjaan saat ini sungguh sangat luar biasa ketatnya. Para karyawan/pegawai saling berlomba untuk mendapatkan golongan, pangkat, dan jabatan yang baik. Dengan posisi yang menguntungkan itu tentunya juga akan memperoleh penghasilan dan fasilitas yang semakin baik pula. Hal inilah yang mendorong beberapa orang yang nyalinya ciut dan kurang bersabar dalam meniti kariernya, berusaha melakukan kegiatan dan acara apa pun untuk menggapai cita-cita atau keinginannya tersebut. Tak heran di antara karyawan atau pegawai ada yang menerapkan renang gaya katak dalam rangka memenangkan persaingan.

Silakan memperhatikan bagaimana jika seseorang yang sedang berenang menggunakan gaya katak. Kedua belah tangan di atas kepala dengan posisi seolah menyembah. Tak lama kemudian tangannya dikibaskannya ke samping agar bisa maju. Untuk menambah kecepatan gerak majunya maka kedua kakinya menendang ke samping dan ke bawah.

Tangan menyembah adalah lambang penjilat atau orang yang suka mencari muka kepada atasannya. Cara apa pun ditempuhnya agar si bos senang kepada dirinya. Sayangnya langkah tersebut bukan berupa tampilan kinerja yang baik, tetapi kadang tak ada kaitannya dengan tugas pokoknya. Mungkin dia memberi upeti atau bahkan menyemir sepatu atasannya pun akan dilakukannya.

Tangan mengibas ke samping melambangkan langkah seseorang yang menyikut atau berusaha menyingkirkan para pesaing yang dianggap akan menghambat laju kariernya. Orang semacam ini tak segan-segan melakukan black campaign atau kampanye hitam untuk menjatuhkan pesaingnya. Kegiatan memfitnah, menyiarkan berita bohong, dan adu domba adalah medianya. Muka manis kepada rekan kerjanya hanya untuk menutupi kelicikan dan peringai aslinya.

Kedua kaki yang menendang ke samping dan ke bawah melambangkan tindakan semena-mena terhadap kolega dan kalangan bawah. Orang ini tak segan-segan mengeksploitasi anak buahnya untuk kemajuan dirinya. Anak buah dibuat tak berdaya dan bekerja setengah mati untuk membantunya. Sementara itu karier dan kesejahteraan mereka tak mendapat perhatian yang pantas. Baginya anak buah hanyalah mesin untuk mendongkrak keberhasilannya.

Itulah langkah yang ditempuh orang yang ingin maju sendirian. Rela mengorbankan sahabat dan bawahannya dan mencari muka kepada atasannya. Tak peduli dengan sahabat atau bawahannya sengsara asal dia sukses. Namun, harus diingat bahwa kesuksesan yang diraihnya itu mungkin tak bisa langgeng. Sesuai hukum alam, karyawan bergaya katak ini cepat atau lambat akan tergilas oleh mereka-mereka yang bekerja secara profesional dan bermoral. Dia juga harus ingat bahwa kesuksesan bukan hanya ditentukan oleh seorang atasan, tetapi ada keterlibatan sahabat dan bawahan di sana.

Upaya untuk mencapai kesuksesan dalam tugas seharusnya ditempuh secara jujur dan elegan. Mereka yang ingin maju harus menampilkan kinerja yang baik dan diikuti oleh akhlak dan moral yang terpuji pula. Selain itu, dia harus menunjukkan loyalitas yang baik, yaitu loyal kepada atasan, kepada kolega, dan kepada bawahan. Dengan demikian jika ia sukses maka kesuksesan itu diperolehnya dalam kebersamaan.Β Renang gaya katak hanyalah kiasan, namun artinya cukup dalam.

Image source: pexels.com

Editor: Indoblognet

Abdul Cholik

Abdul Cholik adalah seorang purnawirawan TNI dengan pangkat terakhir Brigadir Jenderal TNI. Ngeblog sejak tahun 2009 dan mempunyai beberapa blog termasuk di kompasiana. Telah menerbitkan lebih dari 20 buku berbagai topik, termasuk buku antologi.
Selain menulis review buku, produk, dan jasa juga sering memenangkan lomba blog atau giveaway.
Pemilik www.abdulcholik.com ini dapat ditemui dengan mudah di Facebook/PakDCholik dan Twitter/@pakdecholik

Latest posts by Abdul Cholik (see all)

Komentar

Indoblognet merupakan bagian dari MB Communication Network (MB Network) yang diimplementasikan menjadi sebuah jaringan netizen dan blogger Indonesia.

Kami memberikan ruang bagi eksistensi sobat netizen dan blogger menuangkan ide, gagasan, opini, sekaligus berbagi informasi, ilmu, dan cerita tentang berbagai pengalaman yang menginspirasi untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik.

Fanpage

Instagram @Indoblognet

  • Good morning, sahabat Indoblognet 😁 Jangan lupa siapkan amunisi (sarapan) terbaikmu pagi ini, supaya aktivitasmu kuat dan semangat πŸ’ͺπŸƒ
.
Guys, tau gak siiih, postingan yang mengandung unsur pertanyaan, lebih besar kemungkinannya untuk direspon dibandingkan postingan non question, lho πŸ˜„
.
Hihi, iya juga sih, kita seringkali "tergelitik" untuk ikut menjawab pertanyaan yang diajukan, ya πŸ˜‚ Apalagi kalau pertanyaannya memang "mancing" banget πŸ˜…
.
Jadi, salah satu tips nih guys, kalau kamu pingin bikin postingan yang lebih direspon, buatlah postingan question posts πŸ˜‰
.
#mbcommunication #indoblognet #morning #tuesday #instagram #instadaily #viral #followme #tips

Follow Me

Copyright Β© 2017 Indoblognet.com. Design by: Planetmaya.net.

To Top