Opini

Antara Kembang Api, Terompet dan Tahun Baru

Demam Oom Telolet Oom sebentar lagi mungkin segera terganti oleh demam terompet. Sebab tahun baru masehi tinggal menunggu hari. Ya! saya heran mengapa tahun baru masehi kok identik dengan terompet. Dan selain terompet ada satu lagi yang dianggap satu kesatuan dengan tahun baru masehi yaitu kembang api. Tentang perayaan pergantian tahun baru masehi sendiri terdapat pro dan kontra mengenai sejarahnya.

Konon pergantian tahun mulai dirayakan sejak zaman Romawi kuno saat Julius Caesar dinobatkan sebagai kaisar Roma. Kemudian kaum Yahudi meneruskan tradisi ini disusul umat kristiani. Hingga kini seluruh dunia merayakannya pada tanggal tersebut. Entah bagaimana asal muasal perayaan tahun baru masehi yang terus diperdebatkan ini tetapi saya belum berhasil menemukan sejarah yang otentik yang berkaitan dengan perayaan tahun baru dengan kembang api dan terompet.

Di balik pro kontra asal muasal perayaan tahun baru masehi itu sendiri, saya lebih tertarik menelusuri kisah-kisah si kembang api dan terompet. Beberapa tahun lalu menjelang perayaan tahun baru suami saya bercerita sempat bertemu dengan seorang penjual terompet yang berteduh dengan membawa pikulan berisi aneka bentuk terompet dagangannya di balai desa. Saat itu hujan turun cukup deras. Wajahnya terlihat kuyu.

“Rumahnya mana Mas” tanya suami membuka percakapan. Si penjual terompet menyebutkan salah satu desa yang terletak jauh di kota tetangga. MasyaAllah, saya baru tau ternyata penjual terompet pun datang dari luar kota padahal kota tempat kami tinggal pun tak bisa disebut sebagai kota besar. Raut wajahnya sedih karena ia mengaku beberapa tahun ini dagangannya sepi. Di samping malam tahun baru sering dilanda hujan deras, terompet kertas yang ia jajakan kalah pamor dengan terompet berbahan plastik buatan China Tiongkok.

Iseng saya memikirkan lagi proses pembuatan terompet kertas ini. Bagian yang menjadi sumber bunyi adalah sebilah bambu kecil yang ketika ditiup menghasilkan suara. Artinya untuk memastikan bambu yang ditiup ada kemungkinan pengrajinnya meniupnya terlebih dahulu ya. Lalu saat dijajakan penjualnya juga mengetestnya satu per satu. Lalu calon pembeli mungkin juga tertarik mencobanya sebelum memutuskan membeli, macam beli sepatu gitu lah. Melongo lah saya dengan hasil pemikiran iseng tersebut. Berharap itu cuma hasil imajinasi atau kalau lah nyata mudah-mudahan tak ada penularan virus melalui peniupan bahan terompet dari mulut ke mulut. Eh mau aman, terompet plastik dari China Tiongkok itu kan tertutup plastik segel. Aduh Beegh, barang impor lagi?.

Maaf saya bukan paranoid gegara berita banjirnya TKA Illegal dari China Tiongkok beberapa bulan belakangan ini. Saya masih dalam taraf membiasakan diri dan anak-anak untuk lebih mencintai produk dalam negeri. Inginnya sih mulai dari kendaraan, alat elektronik dan perabot rumah tangga semuanya 100% produksi dalam negeri. Selama negeri ini belum bisa merajai semua sendi kehidupan masyarakat paling tidak saya bisa mencoba semampunya untuk lebih mengutamakan produk dalam negeri misalnya buah dan sayur asli Indonesia, baju dan sepatu serta mainan produksi anak bangsa. Tapi terompet itu…. ya sudahlah karena toh saya sendiri enggan berbising-bising maka anak-anak pun nyaris tak pernah membunyikan sesuatu yang bersuara keras termasuk terompet. Tahun baru tanpa terompet tetap saja jalan, yang penting kan ganti kalender. Etapi saya kembali teringat pada bapak penjual terompet itu. Mudah-mudahan pintu rezeki beliau terbuka dari arah lain jika terompetnya sudah tak bisa diandalkan sebagai sumber penghasilan musiman.

Nah sekarang saya juga masih penasaran mengapa harus menyalakan kembang api serta petasan di malam tahun baru? Siapa yang mengajari lebih dahulu? Sama seperti sejarah terompet saya belum bisa menemukan sumber sejarah otentik mengenai kaitan kembang api dan perayaan tahun baru. Mungkin karena nyala kembang api yang begitu indah gemerlap di tengah gelapnya langit malam. Tapi kalau dipikir-pikir lagi itupun hanya kesenangan sesaat. Senang melihat kembang api beradu cahaya membuat langit terang. Tetapi tidak mengubah takdir maupun keadaan. Keesokan hari tetaplah hidup yang penuh tantangan harus dijalani. Padahal pesta kembang api di malam tahun baru bisa menghabiskan dana jutaan rupiah. Tetangga saya ada yang berdagang kembang api air mancur yang cuma menyajikan lima kali ledakan seharga 25 ribu. Itu yang paling kecil. Bisa diperkirakan berapa ratus ribu harga kembang api besar yang melontarkan api seperti air mancur berkali-kali.

Saya rasa keputusan Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengenai ditiadakannya perayaan Tahun Baru kali ini patut diapresiasi. Malam tahun baru 2017 tak ada lagi pesta kembang api namun diganti dengan acara doa bersama dan lantunan sholawat nabi dengan diiringi lima ribu hadrah. Bukan sebagai simbol kebanggaan terhadap keyakinan tertentu namun sebagai langkah mawas diri. Serentetan musibah terjadi menimpa saudara sebangsa setanah air selama tahun 2016. Ada baiknya tak ada perayaan besar-besaran sebagai tanda simpati dan empati. Jika bukan kita yang sebangsa yang peduli, siapa lagi?

Sumber gambar: Pixabay

 

Dwi Aprilytanti Handayani

Ibu dua anak, senang menulis dan berbagi pengalaman. Baginya menulis adalah salah satu sarana mengeluarkan uneg-uneg dan segala rasa.

Latest posts by Dwi Aprilytanti Handayani (see all)

Komentar

Indoblognet merupakan bagian dari MB Communication Network (MB Network) yang diimplementasikan menjadi sebuah jaringan netizen dan blogger Indonesia.

Kami memberikan ruang bagi eksistensi sobat netizen dan blogger menuangkan ide, gagasan, opini, sekaligus berbagi informasi, ilmu, dan cerita tentang berbagai pengalaman yang menginspirasi untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik.

Fanpage

Instagram @Indoblognet

  • Good morning, sahabat Indoblognet 😁 Jangan lupa siapkan amunisi (sarapan) terbaikmu pagi ini, supaya aktivitasmu kuat dan semangat πŸ’ͺπŸƒ
.
Guys, tau gak siiih, postingan yang mengandung unsur pertanyaan, lebih besar kemungkinannya untuk direspon dibandingkan postingan non question, lho πŸ˜„
.
Hihi, iya juga sih, kita seringkali "tergelitik" untuk ikut menjawab pertanyaan yang diajukan, ya πŸ˜‚ Apalagi kalau pertanyaannya memang "mancing" banget πŸ˜…
.
Jadi, salah satu tips nih guys, kalau kamu pingin bikin postingan yang lebih direspon, buatlah postingan question posts πŸ˜‰
.
#mbcommunication #indoblognet #morning #tuesday #instagram #instadaily #viral #followme #tips

Follow Me

Copyright Β© 2017 Indoblognet.com. Design by: Planetmaya.net.

To Top