Indo Blog Net

ekonomi

Adaptasi serta Transformasi Koperasi dan UMKM di Tahun 2021

usaha kecil menengah

Harus kita akui bahwa Tahun 2020 merupakan tahun yang luar biasa, dimana kita diuji dengan adanya pandemi virus Corona. Banyak sekali perubahan yang terjadi sebagai dampak dari pandemi virus Corona. Namun kondisi ini tak hanya dialami oleh Indonesia, sebab ada sekitar 220 negara lainnya juga mengalami pandemi virus Corona. 

Tak sedikit mereka yang mengalami berbagai kesulitan, salah satunya dari segi ekonomi. Perekonomian di Indonesia mengalami penurunan di Tahun 2020 kemarin, bahkan pernah mencapai angka minus 5,32%. Pada akhirnya hal ini juga berdampak pada meningkatnya angka kemiskinan dan pengangguran di Indonesia. 

Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (KUMKM) termasuk yang terkena dampak pandemi virus Corona. Mari simak ulasan lengkapnya di bawah ini mengenai adaptasi serta transformasi KUMKM di Tahun 2021. 

Dampak Pandemi COVID-19 Terhadap KUMKM

Menurut Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, dampak dari adanya pandemi virus Corona terhadap sektor UMKM tidak seragam. Ada UMKM yang dapat bertahan di masa pandemi ini akan tetapi mengalami penurunan omzet. Namun ada juga yang tidak mampu bertahan hingga akhirnya harus gulung tikar. 

Bagi para pelaku UKM yang tidak mampu bertahan di masa pandemi, maka bisa dimasukkan ke dalam skema penerima Bansos (bantuan sosial). Sedangkan bagi para pelaku UKM yang dapat bertahan namun mengalami penurunan omzet, dapat diberikan bantuan Restrukturisasi pinjaman serta kredit lunak. 

Sektor UMKM sangat terdampak baik dari sisi supply maupun demand. Hal ini disebabkan oleh adanya pembatasan interaksi fisik (physical distancing) di masa pandemi ini. Pembatasan interaksi fisik telah membuat perubahan perilaku serta pola konsumsi konsumen, seperti daya beli menurun, bergeser ke bahan pokok, dan beralih ke belanja online. 

Situasi produksi hingga penjualan UMKM mengalami penurunan yang cukup signifikan di masa pandemi ini. Berdasarkan catatan Kemenkop UKM (Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah), sebanyak 22,9% UMKM mengalami penurunan penjualan, 22% UMKM mengalami hambatan distribusi, 19,39% UMKM mengalami kesulitan permodalan, serta 18% UMKM mengalami kesulitan bahan baku.

baca juga: Menyederhanakan Birokrasi KUMKM dalam Omnibus Law

Adapun beberapa hal yang telah dilakukan para pelaku UMKM di masa pandemi ini, diantaranya: mengurangi jam kerja, mengurangi jumlah produksi, melakukan digital marketing, stop kegiatan produksi, hingga PHK (Pemutusan Hubungan Kerja).

Program Kementerian KUMKM Tahun 2021

Ada beberapa hal yang telah diprogramkan oleh Kementerian KUMKM di Tahun 2021 ini demi mendukung para UKM agar dapat bertahan di masa pandemi ini, yaitu:

  • Intervensi kebijakan 

  • Intervensi permodalan dan pembiayaan alternatif

  • Intervensi supply (hulu) dan demand (hilir)

  • Intervensi model bisnis

  • Intervensi transformasi digital KUMKM

  • Intervensi rantai pasok (sampai global value chain)

Upaya Pemerintah dalam Mengatasi Dampak Pandemi bagi KUMKM

Pemerintah pun telah menetapkan berbagai upaya dalam mengatasi dampak pandemi bagi KUMKM. Salah satunya, pemerintah melakukan serangkaian intervensi kebijakan dari sisi hulu (supply) ke hilir (demand) supaya KUMKM bisa bertahan di masa pandemi. 

  • Supply Side. Salah satunya melalui sisi pembiayaan. 
  • Peningkatan Kapasitas SDM. Meningkatkan kualitas SDM dan produk UMKM untuk mempersiapkan UMKM onboarding/masuk ke ekosistem digital.
  • Perbaikan Proses Bisnis. Perbaikan dan inovasi proses bisnis agar dapat terhubung ke rantai pasok serta bertransformasi ke formal.
  • Demand Side. Membuka akses pasar produk UMKM baik pasar lokal maupun global. 

Peran Pemerintah dalam Pengembangan KUMKM pada UU Cipta Kerja

Melalui UU (Undang-undang) Cipta Kerja, pemerintah memberikan kemudahan berusaha, pemberdayaan dan perlindungan kepada Usaha Mikro dan Kecil (UMK).

Terdapat 9 kemudahan yang diberikan pemerintah bagi UMK, yaitu:

1. Izin Tunggal bagi UMK

– Pemberian nomor induk berusaha (NIB) melalui Perizinan Berusaha secara elektronik.

– NIB berlaku untuk semua kegiatan usaha: izin usaha, izin edar, standar nasional Indonesia (SNI) & sertifikasi produk halal.

2. Pemerintah pusat dan daerah bisa memberi insentif serta kemudahan berusaha bagi usaha menengah dan besar yang bermitra dengan UMK.

3. Pengelolaan terpadu UMK

– Sinergi pemerintah pusat, daerah dan stakeholder

– Pendampingan berupa dukungan manajemen, SDM, anggaran, dan saran prasarana

– Pemberian fasilitas: lokasi, sertifikasi, promosi, pemasaran

4. Kemudahan pembiayaan dan insentif fiskal

– Penyederhanaan administrasi perpajakan 

– Pengajuan izin usaha tanpa biaya

– Insentif pajak penghasilan

– Insentif kepabeanan bagi UMK ekspor

5. Pemerintah prioritaskan penggunaan DAK(Dana Alokasi Khusus) bagi pengembangan UMK

6. Bantuan dan perlindungan hukum

7. Produk UMK diprioritaskan dalam pengadaan jasa pemerintah.

Minimal 40% untuk produk UMK.

8. Kemitraan UMK.

Rest area, stasiun dan terminal (angkutan, pelabuhan, bandara) untuk promosi dan penjualan produk UMK dengan pola kemitraan.  

9. Kemudahan untuk koperasi

– Pembentukan koperasi primer minimal 9 orang

– RAT (Rapat Anggota Tahunan) dapat dilakukan secara daring

– Koperasi bisa usaha syariah

Indikator-indikator Strategis KUMKM

Kementerian Koperasi dan UKM (Usaha Kecil Menengah) juga menyusun indikator-indikator strategis demi mewujudkan koperasi modern dan UMKM naik kelas serta dapat berperan sebagai tulang punggung perekonomian Indonesia. Adapun keenam indikator strategis tersebut adalah:

  • Kontribusi terhadap PDB (Produk Domestik Bruto)

  • Kontribusi ekspor UMKM

  • Start-Up berbasis koperasi

  • Koperasi modern berbasis digital

  • UMKM naik kelas

  • Rasio kewirausahaan

Program Kementerian KUMKM Tahun 2021

Tahun 2021 ini Kementerian Koperasi dan UKM telah membuat beberapa program yang diharapkan dapat membantu para UMKM untuk beradaptasi serta bertransformasi menuju ke arah yang lebih maju di masa pandemi ini. Berikut beberapa program tersebut:

  • Koperasi modern

Memperbanyak koperasi yang hadir dalam ekosistem digital dan memanfaatkan solusi teknologi digital dalam proses bisnisnya.

  • Informal ke formal

Korporatisasi pelaku usaha mikro baik seperti nelayan, petambak, produsen dan lain-lain dalam kelembagaan koperasi.

  • Rantai pasok

Meningkatkan rasio partisipasi UMKM Indonesia dalam rantai pasok.

  • Wirausaha produktif

Meningkatkan jumlah wirausaha di Indonesia melalui intervensi startup dan wirausaha baru. 

Proporsi UMKM mendominasi populasi pelaku usaha di Indonesia hingga 99%. Oleh sebab itu UKMK serta sektor kewirausahaan menjadi salah satu kunci pemulihan perekonomian Indonesia selama dapat beradaptasi serta bertransformasi ke skala besar usaha yang lebih baik pada Tahun 2021 ini. Koperasi dan UMKM diharapkan dapat naik kelas. 

Mari bersama-sama kita dukung KUMKM menjadi pahlawan ekonomi dan memperkokoh peran KUMKM dalam perekonomian Indonesia. Bukan hanya peran pemerintah saja yang dibutuhkan dalam hal ini, tapi juga seluruh masyarakat Indonesia.

Salah satu cara termudah yang dapat kita lakukan adalah dengan mencintai dan bangga menggunakan produk-produk lokal buatan UKM Indonesia. 

 

Bagikan Jika Bermanfaat

Komentar

Indoblognet merupakan bagian dari MB Communication Network (MB Network) yang diimplementasikan menjadi sebuah jaringan netizen dan blogger Indonesia.

Kami memberikan ruang bagi eksistensi sobat netizen dan blogger menuangkan ide, gagasan, opini, sekaligus berbagi informasi, ilmu, dan cerita tentang berbagai pengalaman yang menginspirasi untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik.

Fanpage

Instagram @Indoblognet

Instagram did not return a 200.

Follow Me

Copyright © 2017 Indoblognet.com. Design by: Planetmaya.net.

To Top