Gaya Hidup

8 Tips Antisipasi Sakit Usai Lebaran

kue lebaran

Lebaran sebentar lagi. Baju baru sudah dibeli, belum? Yang sudah ramai di lini masa dan pemberitaan media adalah ramainya arus mudik. Kendaraan yang melintasi jalur tol Pejagan-Pemalang, yang sebenarnya lebih pas disebut Pejagan-Brebes karena belum nyambung ke Pemalang, terkena macet parah jelang pintu keluar tol. Nama “Brebes Timur” bahkan sempat jadi trending topic pada 2 Juli lalu.

Bicara lebaran, yang biasanya dipikirkan selain baju baru adalah kue lebaran. Karena lebaran adalah momen saling silaturahim, berkunjung ke sanak-saudara serta tetangga kanan-kiri, maka hidangan berupa kue-kue seolah jadi kewajiban untuk disiapkan.

Pada umumnya, kue-kue yang dihidangkan saat lebaran berupa kue-kue kering dengan bahan dasar campuran tepung, gula, telur, dan margarin. Karena itu rasa kue-kue kering nyaris semuanya manis. Apalagi kalau ditambahi selai, keju, atau coklat sebagai topping.

Kue-kue manis ini mengandung kalori tinggi karena bahan utamanya tepung. Lalu telur membuat kue kering juga memiliki kandungan kolesterol tak kalah tinggi. Kalori dan kolesterol berpadu di dalam darah, jika tak dihabiskan dan berubah bentuk menjadi energi, maka akan mengakibatkan timbulnya lemak. Jadi, jangan heran kalau habis lebaran banyak orang yang berat badannya bertambah. Malah jauh lebih berat dari sebelum puasa.

Selain kue, lebaran juga identik dengan ketupat dan opor ayam. Tak ketinggalan pula sayur bersantan. Jika semua makanan ini dicampur dalam satu piring, wow, tidak terbayang berapa banyak kalori yang masuk dalam tubuh. Kalau kalori sebanyak itu tidak diubah menjadi energi, tambahan lemak lagi untuk kita. Makin gembul saja badan dibuatnya.

Oya, karena disiapkan untuk menjamu tamu yang jumlahnya tak terbatas, biasanya sayur dan opor dimasak dalam ukuran besar. Dalam jumlah banyak. Kalau tidak habis di hari pertama, sayur dan opor dihangatkan kembali agar tetap enak dikonsumsi keesokan harinya. Nah, proses memasak ulang ini membuat lemak jenuh dalam makanan semakin meningkat. Efeknya pada tubuh sangat tidak baik. Setidak-tidaknya menambah berat badan karena timbunan lemak.

Itu baru makanan. Sebagai teman mencamil kue biasanya dihidangkan pula minuman. Dan bisa dipastikan semuanya manis-manis. Sirup, minuman kaleng bersoda, minuman ringan dalam gelas, atau sekedar teh dan kopi yang kesemuanya mengandung gula. Gula yang masuk ke dalam tubuh menjadi glukosa, dan seterusnya…

Singkat cerita, makanan dan minuman yang dihidangkan saat lebaran berpotensi mengganggu kesehatan kita. “Tapi kalau suguhan tuan rumah tidak dimakan-minum kan ya tidak enak?” Betul. Tapi kita harus waspada penuh dengan mengontrol makanan dan minuman yang masuk selama lebaran. Daripada habis lebaran malah jatuh sakit, kan lebih tidak enak lagi? Apalagi kalau masih harus kembali ke kota asal (balik) setelah berlebaran.

Kandungan gula yang demikian mendominasi tentunya menjadi ancaman bagi penderita kencing manis. Hati-hati, gula darah bisa naik kalau tak mampu mengontrol nafsu makan. Penderita darah tinggi juga bisa menjadi tidak terkontrol tekanan darahnya jika terlalu banyak mengonsumsi makanan-minuman seperti diuraikan di atas. Demikian pula penderita asam urat yang tidak boleh abai dalam memilih makanan-minuman. Paling ringan, banyaknya makanan terlalu manis yang masuk ke dalam perut dapat menyebabkan diare.

Banyak kasus orang masuk rumah sakit selepas lebaran. Entah karena diare parah, bahkan penyakit kronis semacam hipertensi yang dapat menyebabkan stroke hingga serangan jantung. Tentu saja kita tidak ingin hal demikian terjadi. Oleh sebab itu, antisipasi menjadi langkah yang perlu dilakukan agar hidangan lebaran tak membawa penyakit dan Idul Fitri terasa berkesan tanpa gangguan.

Saya bukan dokter, bukan pula tenaga kesehatan. Karenanya saya kutipkan tips sehat mengantisipasi penyakit pasca Lebaran dari praktisi klinis dan pengamat kesehatan dr. Ari Fahrial Syam. Beliau dapat diikuti di Twitter dengan akun @dokterari.

Berikut tips dari dr. Ari:

  1. Perhatikan kualitas makanan dan minuman yang hendak disantap. Meski bukan jaminan, makanan berkualitas biasanya lebih aman bagi kesehatan.
  2. Perhatikan jumlah kalori dari tiap makanan dan minuman. Jangan terlalu banyak mengonsumsi asupan yang mengandung kalori. Walau berkategori camilan, kalau rasanya manis dipastikan mengandung kalori tinggi.
  3. Jangan terlalu bernafsu. Usahakan hanya mengonsumsi nasi dengan satu macam lauk saja, terlebih bila lauk tersebut berupa daging atau ikan. Jika merasa sudah memakan kue terlalu banyak, kurangi nasi dalam porsi makan.
  4. Sebisa mungkin hindari kue-kue yang mengandung keju, selai, cokelat, lebih-lebih yang berlemak. Lemak mempunyai kalori dua kali lebih besar dari karbohidrat. Waspadalah!
  5. Perbanyak konsumsi buah dan sayur-sayuran. Dokter Ari menyarankan, usahakan untuk mengonsumsi lima porsi buah dan atau sayur sepanjang hari di sela-sela makan makanan lebaran tadi.
  6. Jangan lupa, banyak-banyak minum air putih.
  7. Usahakan untuk tetap berolah raga setiap hari, atau paling tidak perbanyak bergerak. Jika rumah yang hendak dikunjungi masih terhitung dekat, datangi saja dengan berjalan kaki. Atau bisa juga bersepeda. Jangan manja dengan selalu naik kendaraan bermotor.
  8. Terakhir yang tak kalah penting adalah tidur minimal enam jam di waktu malam.

Lebaran adalah momen bersenang-senang dan bergembira. Jangan sampai setelah Lebaran malah jatuh sakit dan merepotkan diri sendiri juga keluarga. Karena itu, lebih baik berjaga-jaga ketimbang terlanjur. Sedia payung sebelum hujan, lebih baik mencegah daripada mengobati. Iya kan?

Salam hangat! πŸ™‚

Eko Nurhuda

A happy blogger. Social media enthusiast. Amateur video-maker. Father of two. Love culinary, music, and football. #YNWA

Komentar

Indoblognet merupakan bagian dari MB Communication Network (MB Network) yang diimplementasikan menjadi sebuah jaringan netizen dan blogger Indonesia.

Kami memberikan ruang bagi eksistensi sobat netizen dan blogger menuangkan ide, gagasan, opini, sekaligus berbagi informasi, ilmu, dan cerita tentang berbagai pengalaman yang menginspirasi untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik.

Fanpage

Instagram @Indoblognet

  • Happy beautiful Sunday, everyone 😍 Ngaku nih, siapa yang pagi ini udah nontonin videooo? Hihi πŸ˜†πŸ˜„
.
Tau gak sih guys, Penelitian Nielsen Consumer Media View 2017, menunjukkan bahwa minat menonton video online terus meningkat, lho. Penetrasi internet kian meroket sehingga perilaku penggunanya juga bergeser, deh πŸ˜€
.
Berdasarkan survey Nielsen Cross-Platform 2017, terjadi peningkatan akses internet hampir di semua tempat. Akses internet meningkat di kendaraan umum sebesar 53 persen, kafe atau restoran 51 persen, bahkan di lokasi konser juga bertambah 24 persen dibandingkan dua tahun lalu 😎
.
Data juga menunjukkan frekuensi menonton konten video melalui internet meningkat hampir di semua usia. Saat ini Youtube masih menjadi raja sebagai penyedia konten video online. Selain mengonsumsi online video sebagai hiburan, konsumen juga cenderung mencari berita online video di beberapa laman media massa πŸ“°
.
Sumber: m.republika.co.id
.
#indoblognet #mbcommunication #sundayfunday #weekend #onlinevideo #survey #content #internet #youtube

Follow Me

Copyright Β© 2017 Indoblognet.com. Design by: Planetmaya.net.

To Top