kesehatan

7 Tips Kece untuk Jadi Suami Siaga Masa Kini

Pernah melihat iklan suami siaga di televisi, koran, pamflet, atau baliho di pinggir jalan? Apa sih yang terbesit di benak Anda? Suka, tidak suka, atau malah cuek? Iklan yang dulunya saya anggap lucu, ternyata ada benarnya juga kok. Maklumlah, dari beberapa kali kehamilan istri saya, tanpa diiklankan pun saya sudah melakukan lebih dari iklan tersebut. Hehehe

Sebagaimana kisahΒ saya pada episode “Saya Bahagia Bisa Jadi Suami Siaga“, ternyata menjadi suami siaga itu begitu membahagiakan. Ada yang sempat tanya, sulit tidak melakukan hal yang demikian? Tentu saja jawabnya adalah sulit. Tapi jika dari awal sudah disiapkan dengan baik, kesulitan tersebut pasti akan dapat diatasi bersama-sama. Kembali lagi pada konsep ‘berat sama dipikul, ringan sama dijinjing’.

Suami sebagai orang terdekat bagi sang istri, tentu saja harus mampu menjadi pemandu yang handal. Mulai menyiapkan diri sejak pertama kali mendapatkan kabar bahwa sang istri menjadi bumil (ibu hamil). Mulai merencanakan A sampai dengan Z proses awal kehamilan hingga persiapan kelahiran sang jabang bayi. Hal ini akan menjadi lebih mudah jika sang suami belajar tentang tips keren dan praktis sebagai suami siaga.

Berikut ada beberapa tips yang biasa saya lakukan.

1. Periksakan Kehamilan ke Bidan, Puskesmas, atau Rumah Sakit

Urusan kehamilan seolah menjadi urusan perempuan, ini adalah sebuah pendapat yang salah. Justru suami menjadi pemegang kendali untuk menentukan langkah demi langkah selanjutnya. Termasuk memilih pemeriksaan kehamilan akan menjadi tugas pertama suami. Sebab di era Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) saat ini penentuan Bidan atau Puskesmas sebagai PPK atau fasilitas pelayanan kesehatan (Faskes) Tingkat I sangat penting. Ini akan menjadi dasar untuk membuat rujukan ke rumah sakit sebagai PPK Tingkat II jika bumil masuk kategori resti (resiko tinggi) atau diperkirakan kelahiran dengan penyulit (misalkan: bayi posisi sungsang atau lainnya). Hal tersebut terjadi pada kehamilan terakhir istri saya.

2. Perhatikan dan Pelajari Buku Kesehatan Ibu dan Anak

Setelah pemeriksaan awal atau pertama, jika dinyatakan positif hamil, maka ibu akan diberikan Buku Kesehatan Ibu dan Anak. Buku ini berisi banyak informasi penting seputar kesehatan ibu, catatan kesehatan ibu, kesehatan anak, catatan kesehatan anak, Kartu Menuju Sehat (KMS), pencatatan pemberian imunisasi dasar lengkap, serta UU tentang Perlindungan Anak. Buku ini biasa saya sebut dengan Buku Sakti yang akan menemani istri saya mulai dari pemeriksaan awal hingga anak berusia lima (5) tahun. Buku merah muda ini diusahakan jangan sampai hilang. Meski saat ini sudah ada buku elektroniknya, tapi petugas kesehatan tetap akan mencatatkan rekor secara manual.

3. Perhatikan Nutrisi dan Perilaku Bumil

Nutrisi atau asupan bumil sangat perlu diperhatikan. Sebab sang ibu kini tak lagi sendiri. Ada janin yang harus diberikan asupan gizi yang baik juga. Demikian juga dengan perilaku yang banyak berhubungan dengan pola makan. Sebagaimana kejadian ‘malas makan’ yang manis dan asin yang dialami istri saya. Setiap makanan yang masuk, akan dimuntahkan jika mengandung rasa yang berlebihan (asin atau manis). Kadang bisa terjadi sebaliknya, bumil bisa kemaruk dengan makanan atau minuman. Ini perlunya konsultasi dengan ahli gizi jika memeriksakan kesehatannya di Puskesmas atau BPS (Bidan Praktik Swasta). Petunjuk praktis juga bisa diperoleh di Buku Kesehatan Ibu dan Anak.

4. Berikan Perhatian yang Lebih

Faktor psikologis untuk istri akan menjadi penambah semangat dan motivasi. Sebab banyak dijumpai, bila sang istri menjadi bumil, justru sang suami malah ‘menjauh’. Jika memang sang suami terpaksa harus LDR, maka komunikasi harus lebih intens. Perkembangan janin, kesehatan dan kondisi fisik ibu harus selalu terpantau dengan baik. Kondisi psikologis ibu yang tidak baik (sedih atau susah) akan berpengaruh juga terhadap kondisi janin. Apalagi kondisi bumil akan membuat mudah letih. Sekecil apapun perhatian maupun hiburan tersebut pasti akan disambut istri dengan gembira.

5. Pelajari Tanda-Tanda Menjelang Kelahiran

Dengan mengetahui tanda-tanda menjelang kelahiran akan membuat suasana hati istri merasa nyaman dan aman. Ketidakmampuan membaca tanda-tanda kehamilan seringkali menyebabkan kecemasan berlebihan pada bumil. Ini biasanya terjadi pada kehamilan pertama. Hal ini juga berpengaruh pada kondisi psikologis bumil jelang kelahiran. Maka banyak kita jumpai, bumil yang memilih ‘jalan pintas’ untuk melahirkan, yaitu melalui operasi cesar (SC). Padahal kondisi fisik tidak ada kendala untuk dapat melahirkan dengan normal.

6. Tentukan Tempat untuk Melahirkan

Menentukan tempat untuk melahirkan sangat penting. Sebab kehamilan dengan resti seperti yang terjadi pada istri saya (usia di atas 35 tahun) harus ditempat yang fasilitas penunjangnya lengkap. Hal ini sekaligus agar pasutri tidak kalut saat istri sudah merasakan tanda-tanda akan melahirkan. Bingung menentukan harus ke mana untuk melaksanakan persalinan. Akibatnya, rasa nyaman istri pun akan berkurang. Lebih jauh lagi akan berpengaruh terhadap proses kelahiran itu sendiri.

7. Jangan Lupa untuk Selalu Berdoa

Terakhir yang tak kalah penting adalah doa. Dengan doa inilah suasana psikologis akan bertambah optimis. Sebab segala daya upaya manusia tak akan ada artinya, jika Tuhan memberikan keputusan yang tidak sesuai harapan kita. Memohon pertolongan untuk dimudahkan dan dilancarkan selama proses kehamilan dan melahirkan akan menjadi ‘senjata pamungkas’ kita sebagai mahlukNya.

 

 

Editor: Indoblognet

Mas Nuz

Pecinta keluarga yang kadang suka nulis dan jalan-jalan.

Komentar

Indoblognet merupakan bagian dari MB Communication Network (MB Network) yang diimplementasikan menjadi sebuah jaringan netizen dan blogger Indonesia.

Kami memberikan ruang bagi eksistensi sobat netizen dan blogger menuangkan ide, gagasan, opini, sekaligus berbagi informasi, ilmu, dan cerita tentang berbagai pengalaman yang menginspirasi untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik.

Fanpage

Instagram @Indoblognet

  • Hellooo, sahabat Indoblognet πŸ˜‰ Kamis manis nih, yuk perbanyak optimis 😍
.
Bagi seorang pebisnis atau penjual, memiliki banyak konsumen tentunya adalah hal yang sangat penting, ya 😁 Masalahnya konsumen gak akan datang sendiri tanpa dijemput, artinya penjual perlu melakukan berbagai cara untuk menarik konsumen πŸ˜„
.
Salah satu cara yang bisa dilakukan oleh penjual adalah dengan menerapkan konten marketing. Dengan konten marketing, kamu menarik perhatian konsumen dengan konten-konten berkualitas, menarik, dan disukai konsumen 😍
.
#instagram #indoblognet #mbcommunication #thursday #instadaily #followme #business #tips #viral

Follow Me

Copyright Β© 2017 Indoblognet.com. Design by: Planetmaya.net.

To Top