Menulis Yuk

7 Hal Penting yang Dialami Seorang Ibu

Ibu adalah sosok pahlawan dalam keluarga. Kenapa bisa begitu? Karena jasa Ibu sangat banyak sekali dan sangat luar biasa. Sebagai anak kita tidak akan mampu membalas semua jasa seorang Ibu. Coba anda bayangkan bagaimana susahnya ibu ketika mengandung kita. Itu baru mengandung lho, belum saat melahirkan dan bagaimana perjuangannya saat merawat dan membesarkan anaknya.

Itu baru hal kecil, belum dari hal besar lainnya yang tidak pernah terbayangkan oleh anak. Sudah sewajarnya sebagai anak harus menghormati kedua orang tua, terutama Ibu. Jangan pernah sekali-kali menyakiti hati Ibu, karena doanya mudah dikabulkan oleh Tuhan Yang Maha Esa. Pernah mendengar cerita tentang Malin Kundang? Itu merupakan salah satu contoh anak yang durhaka kepada Ibunya.

Sebagai anak, kelak nantinya kita juga bakal menikah dan memiliki anak. Sehingga secara tidak langsung kita juga akan merasakan bagaimana posisi sebagai orang tua. Terutama untuk seorang perempuan. Saat ini memang masih belum waktunya jadi Ibu. Tapi suatu saat nanti pasti jadi sosok seorang Ibu. Untuk itu kita akan membahas 7 hal penting yang dialami oleh seorang Ibu. Simak penjelasannya berikut ini.

Pertama: Ilmu Menjadi Ibu yang Baik Tidak Ada di Sekolah Formal

Ilmu agama, bahasa, matematika, IPA, IPS, dan juga yang lainnya memang diajarkan di bangku sekolah formal. Namun untuk ilmu menjadi Ibu yang baik tidak akan pernah diajarkan di sekolah. Mulai dari tingkat SD, SMP, SMA, hingga perguruan tinggi sekalipun tidak ada ilmu pasti yang mempelajari hal tentang Ibu.

Karena sebenarnya ilmu menjadi Ibu adalah dari pengalaman. Kalau punya banyak pengalaman dengan anak kecil, pasti anda bisa jadi sosok seorang Ibu yang baik. Minimal bisa mengerti, memahami, dan juga menyayangi anak sendiri. Lagi pula pengalaman adalah guru yang terbaik dalam hidup.

Beryukurlah jika Ibu anda hingga saat ini masih hidup di dunia. Minta maaflah dan berterima kasihlah kepada beliau. Setelah itu mintalah beberapa ilmu bagaimana jadi sosok Ibu untuk anaknya.

Kalaupun kurang punya pengalaman dan sosok Ibu anda sudah meninggal dunia, anda bisa memanfaatkan buku atau googling di internet. Banyak sekali informasi mengenai hal itu. Bahkan ada juga tips dan triknya.

Kedua: Semakin Banyak Belajar tapi Tidak Tahu Apapun

Pernahkah anda merasa gagal dalam suatu hal? Padahal anda sudah menyiapkan hal tersebut dengan baik dan sangat sempurna. Tapi hasilnya malah jauh dari harapan. Memang hidup ini penuh misteri dan liku-liku. Kita tidak akan tahu apa yang terjadi di masa depan. Namun alangkah baiknya kalau kita menyiapkan semua hal dari awal.

Semakin banyak belajar, semakin banyak mencari, dan juga semakin banyak hal yang difahami, tapi ujung-ujungnya malah tidak tahu apapun. Disinilah kadang anda merasa gagal mendidik anak. Setelah itu secara tidak langsung anda bakal sadar bagaimana beratnya perjuangan seorang Ibu untuk mendidik anaknya.

Padahal dulu ketika menjadi posisi sebagai anak sering sekali membantah dan membentak orang tua, apalagi kepada Ibu. Kalau sudah seperti ini, anda harus segera mendatangi Ibu dan minta maaf. Kalau perlu sungkem kepadanya untuk minta maaf. Tidak perlu menunggu hari raya lebaran. Lakukan saat ini juga tidak apa-apa. Mungkin setelah minta maaf, anda malah lebih mudah dalam mendidik buah hatinya.

Ketiga: Ibu adalah Sosok yang Sensitiv

Ketika baru melahirkan anak, pasti waktu 24 jam sehari serasa kurang. Apalagi kalau bayinya selalu rewel dan menangis terus. Sebagai Ibu, anda pasti bingung menghadapi hal seperti ini. Terutama saat bayi pertama. Karena belum punya banyak pengalaman, sehingga belum bisa mengatur segala hal keperluan sang bayi.

Mau minta tolong kepada suami secara langsung juga tidak mungkin, karena mulai pagi hari hingga sore sudah capek untuk bekerja. Saat pulang saja terlihat sangat letih dan anda tidak tega menyuruhnya untuk menjaga buah hati. Namun jangan salah, walaupun lelah bekerja. Sosok Ayah tidak akan pernah capek pulang kerja kalau melihat buah hatinya tertawa dalam dekapannya.

Disinilah peran kedua orang tua yang sebenarnya. Kalian berdua harus saling kerja dan saling membantu menjaga buah hati. Jangan pernah hanya dibebankan kepada pihak Ibu saja. Karena kalau sudah begini pasti pihak Ibu bakal capek dan lelah. Ujung-ujungnya pasti sangat sensitiv dan sangat tempramental. Sedikit saja melakukan kesalahan, pasti Ibu bakal marah besar kepada Ayah.

Keempat: Ibu hanya Memikirkan Kebutuhan Anak

Perjuangan seorang Ibu itu sangat besar sekali. Mereka rela melakukan apapun demi buah hatinya. Sehingga seorang Ibu lupa dengan kondisi dirinya sendiri. Hal ini karena semua waktu dan pikirannya hanya fokus untuk kebahagiaan malaikat kecilnya.

Bahkan Ibu kita rela kelaparan demi anaknya bisa makan kenyang. Begitu besarnya perjuangan beliau hingga kita tidak akan mampu membalasnya dengan apapun. Pernahkah anda marah kepada Ibu karena minta sesuatu tapi tidak dituruti? Pasti pernah bukan. Tapi apakah anda pernah melihat Ibu marah kepada anda? Tentu tidak pernah. Kalaupun marah itu sebenarnya hanya sebuah ungkapan kecil untuk mengingatkan kita supaya berbuat baik.

Saat ini anda mungkin merasa tercukupi semua kebutuhan hidupnya. Mau pergi ke sekolah bisa naik motor, ingin jajan tinggal minta uang kepada orang tua. Tapi apakah anda pernah mengucapkan terima kasih kepada kedua orang tua, terutama Ibu. Betapa bahagianya seorang Ibu kalau anaknya mengucapkan terima kasih kepadanya. Bersyukurlah kalau punya orang tua dengan kondisi ekonomi yang baik. Karena di luar sana banyak yang kurang beruntung sehingga sulit sekali untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Kelima: Ibu Punya Rasa Khawatir yang Lebih Kepada Buah Hati

Yang namanya anak, itu adalah darah daging dari Ibunya sendiri. Sehingga ingin yang terbaik untuk anaknya dan masa depan yang lebih baik. Orang tua mana yang tidak khawatir kepada anaknya. Walaupun sibuk bekerja, pasti yang selalu ada dipikiran mereka hanya anak.

Naluri alamiah seorang Ibu adalah melindungi buah hati. Ini merupakan salah satu bentuk sayang kepada anak. Namun karena punya rasa khawatir yang berlebih, justru anak menganggap hal ini seperti dikekang. Anak ingin mempelajari dunia luar. Terutama untuk para remaja, karena pada saat inilah mereka mencari jati dirinya serta mengekspolari apa yang jadi passion dalam hidup.

Belum lagi pengaruh negatif dari teknologi yang semakin canggih, mulai dari tayangan televisi, media sosial, hingga dampak buruk internet semakin memperparah keadaan. Wajar jika sosok Ibu khawatir dengan anaknya. Namun alangkah baiknya hal seperti ini dibicarakan langsung dengan buah hati secara baik-baik. Jangan sampai ada yang merasa tertekan dan terintimidasi.

Keenam: Bingung Jadi Contoh yang Baik

Anak dilahirkan ke dunia ini dalam keadaan bersih dan suci. Sehingga bayi tidak tahu apapun. Namun anak kecil punya kemampuan yang lebih jika dibandingkan dengan orang tua. Yakni dalam hal memperlajari sesuatu dan meniru sesuatu. Sadar atau tidak sadar, sosok orang tua adalah hal yang pertama kali dipelajari sang bayi. Karena hal inilah yang dilihatnya mulai dari bangun tidur hingga tidur lagi.

Wajar jika orang tua khawatir karena pengaruh dari luar rumah. Namun tidak sedikit orang tua yang juga bingung karena tidak bisa jadi contoh yang baik untuk anaknya. Inginnya selalu jadi yang sempurna buat buah hati. Namun kenyataannya justru berbanding terbalik.

Ingat, kesempurna hanya milik Tuhan Yang Maha Esa. Manusia hanya makhluk Tuhan yang jauh dari kata sempurna. Cobalah menjadi diri sendiri. Hal ini lebih baik dari pada berusaha jadi baik sehingga lupa akan diri sendiri. Jangan sampai malah bingung menjadi orang lain. Anak malah lupa akan figur Ibu yang sebenarnya.

Ketujuh: Ibu Selalu Belajar Menerima

Setiap orang tua pasti memiliki rencana sendiri untuk anaknya supaya bisa hidup lebih baik dari saat ini. Mulai dari pendidikan dasar, hingga ke perguruan tinggi sudah direncanakan secara matang oleh orang tua. Selain itu setiap teman yang dekat kepada anaknya juga harus dipilihkan oleh orang tua. Tujuannya hanya tidak ingin anaknya terjerumus kepada hal negatif.

Namun seiring berjalannya waktu, semua rencana orang tua tidak sesuai dengan apa yang diinginkan anak. Wajar jika hal seperti ini terjadi. Karena anak memiliki pilihan hidup untuk dirinya sendiri. Bagi sosok Ayah, hal seperti ini mudah sekali untuk diterima. Namun bagi sosok Ibu tidak mau menerima hal ini dengan mudah. Karena Ibu punya rasa khawatir yang lebih ke buah hati.

Justru ini adalah hal yang fatal bagi orang tua. Sebagai Ibu harusnya lebih peka dan mau menerima apa yang jadi pilihan anaknya. Seharusnya orang tua hanya mengarahkan dan memfasilitasi, bukan menentukan masa depan anak. Misalnya anak suka menyanyi, seharusnya orang tau mendukung untuk jadi musisi. Bukan malah mengarahkannya jadi dokter atau pekerjaan lainnya yang punya gaji tinggi.

Itu tadi sedikit penjelasan mengenai 7 hal penting yang dialami oleh seorang Ibu. Sebagai anak jangan pernah durhaka kepada orang tua, terutama Ibu. Karena perjuangannya tidak dapat dihitung menggunakan apapun. Namun bukan berarti Ibu selalu menentukan apa yang dilakukan anak. Biarkan mereka belajar dan menjadi diri mereka sendiri. Semoga bermanfaat, terima kasih.

 

 

Image source: pixabay.com

 

ikhwanazmi

I'am newbie, but i want to learn more.
Don't be lazy, let's study.
More about me visit to inma-xp.com
Thanks ^_^

Komentar

Indoblognet merupakan bagian dari MB Communication Network (MB Network) yang diimplementasikan menjadi sebuah jaringan netizen dan blogger Indonesia.

Kami memberikan ruang bagi eksistensi sobat netizen dan blogger menuangkan ide, gagasan, opini, sekaligus berbagi informasi, ilmu, dan cerita tentang berbagai pengalaman yang menginspirasi untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik.

Fanpage

Instagram @Indoblognet

  • Merdeka itu berani beragam dan bekerja sama. Kemerdekaan itu adalah Kerja Bersama.

Dirgahayu Indonesia ke-72. Semoga Indonesia menjadi bangsa yang maju dan bermartabat. Merdeka !

#hutri72 #kemerdekaan72 #kemerdekaanRI72

Follow Me

Copyright © 2017 Indoblognet.com. Design by: Planetmaya.net.

To Top