Entrepreneur

6 Tips Sukses Jadi Mompreneur dari Rizki Rahmadianti

Tips Sukses Jadi Mompreneur Dari Rizki Rahmadianti

Tugas utama sebagai ibu rumah tangga adalah mengurus keluarga dan beres-beres rumah. Kalau semua hal itu sudah dilakukan dengan baik, maka tidak ada salahnya mencoba bisnis sendiri untuk membantu perekonomian keluarga. Memang mencari nafkah adalah tugas suami. Tapi tidak ada salahnya juga kalau seorang ibu ikut membantu sang suami dalam mencari uang.

Di era modern seperti sekarang ini sudah tidak jaman lagi seorang ibu malah malas-malasan di rumah dan nonton sinetron yang bikin nangis. Sosok Rizki Rahmadianti sudah membuktikan kalau ibu rumah tangga juga bisa memiliki penghasilan sendiri tanpa harus meninggalkan tugas utamanya mengurus keluarga. Saat ini, mompreneur itu sudah memiliki 3 bisnis online yang ia jalankan secara bersamaan.

Kenapa memilih bisnis online? Jawabannnya sudah pasti, karena hanya bisnis inilah yang saat ini paling mudah dijalankan dan tidak butuh modal banyak. Selain itu, dengan modal smartphone saja kita sudah bisa menjalankan usaha kita sendiri dari rumah. Tanpa harus capek-capek keluar rumah untuk belanja barang dan sebagainya.

Kesuksesannya saat ini tidak diraih dengan cara instan. Tapi semua ini melewati proses yang sangat panjang.  Bahkan ibu rumah tangga itu harus membangun bisnisnya selama 5 tahun. Susah, ditipu, dan barang tidak laku adalah hal biasa yang sudah dia hadapi setiap hari. Lalu apa yang membuat Rizki Rahmadianti sukses seperti sekarang ini? Simak saja yuk tips sukses jadi mompreneur dari Rizki Rahmadianti.

Pertama: Never Give Up

Sebelum bisnis online jualan jilbab seperti sekarang ini, ibu rumah tangga ini juga pernah menjualnya dengan cara konvensional. Saat itu dia mendatangi konsumen secara langsung dan menawarkannya. Metode door to door ini memang sangat ampuh untuk mengenalkan produk kepada pembeli saat pertama kali memulai bisnis. Apalagi saat itu belum ada online shop seperti sekarang ini.

Walaupun sudah menawarkan langsung kepada calon pembeli, namun saat itu masih sedikit sekali orang yang mau membeli jilbabnya. Apalagi saat itu dirinya belum dikenal oleh banyak orang. Sehingga masih dipandang sebelah mata oleh orang lain. Rizki Rahmadianti juga tidak pernah menyerah begitu saja, yang terpenting dia sudah menawarkan kepada mereka. Mau beli atau tidak itu bukan urusannya lagi.

Karena saat itu posisinya sebagai ibu rumah tangga, terpaksa dia juga harus bisa membagi waktu antara jualan jilbab dengan mengurus keluarga. Terbayangkan bagaimana ribetnya mengurusi dua hal yang berbeda sekaligus? Tapi siapa sangka karena penolakan dari pembeli itulah yang membuat dirinya semakin semangat jualan. Dari sinilah dia mulai mengenal online marketing dan menjualnya lewat online shop.

Kedua: HAKI (Hak Atas Kekayaan Intelektual)

Sekilas memang sepele, namun anda jangan pernah melupakan HAKI. Karena dari sinilah brand anda akan dikenal oleh banyak orang. Nama produk itu sangat penting sekali, tidak hanya unik dan mudah diingat oleh pembeli, tapi juga harus memiliki hak paten merek dagang. Jangan sampai anda malah mengambil merek dagang milik orang lain atau malah merek dagang anda sendiri yang dicuri oleh penjual lain.

Dari sinilah Rizki mulai belajar mengenai branding. Awalnya, nama produk jilbab bermerek Rumah Jilbab Ananda. Waktu itu dirinya akan mendaftarkan nama mereknya. Tapi dia malah kaget bahwa nama tersebut sudah lama dipatenkan oleh orang lain. Ibu rumah tangga ini sangat kaget sekali karena tidak percaya kalau semuanya bakal seperti ini. Padahal jilbabnya sudah dikenal oleh banyak orang.

Menyerah adalah pantangan bagi dirinya. Dia langsung bangkit dan membuat brand baru serta langsung mendaftarkannya dan mematenkannya. Yang mana itu artinya dia harus memulai segala sesuatunya dari nol lagi. Marketing dan segala macem harus dimulai dari awal lagi supaya para pelanggannya tidak pergi begitu saja.

Ketiga: Utamakan Kualitas, bukan Kuantitas

Pada tahun 2009, Rizki pernah memiliki 100 orang penjahit yang mengerjakan jilbab pesanannya. Semua pekerjaan menjahit ini juga dikerjakan oleh ibu rumah tangga dan dikerjakan dirumahnya masing-masing. Memiliki 100 pegawai memang banyak, itu artinya dia mampu memenuhi semua pesanan dari pelanggannya dengan jumlah yang banyak.

Karena produk jilbab Rizki Rahmadianti dibuat sendiri, maka dia harus memikirkan kualitas dari produknya. Memang awalnya tidak ada masalah. Namun seiring berjalannya waktu, jumlah pesanan jauh lebih banyak sehingga penjahit ibu rumah tangga juga ikut kualahan. Yang terjadi malah hasil jahitannya buruk sekali dan banyak komplain dari pelanggan.

Dari pengalaman inilah, Rizki Rahmadianti mulai belajar dalam hal sumber daya manusia. Memang jumlah pegawai 100 itu banyak sekali, namun kualitas mereka juga buruk. Terpaksa dirinya hanya memilih 15 orang saja yang dianggapnya punya kemampuan lebih dalam bidang ini. Hasilnya malah sangat luar biasa, dari 15 pegawainya malah lebih produktif dan jilbab yang dihasilkan juga jauh lebih baik.

Keempat: Menambah Jaringan Usaha

Sebuah usaha yang besar itu harus dimulai dari yang kecil. Karena kalau langsung besar pasti tidak akan bertahan lama. Coba dari hal kecil dan simple. Lalu bangun aset bisnisnya sampai pondasi usaha sangat kuat. Jangan lupa juga membangun tim yang solid. Kalau sudah ada tim tersendiri, maka sebagai pemilik usaha tidak perlu ikut campur dalam usaha tersebut. Cukup memantau dan evaluasi saja.

Setelah semuanya berjalan lancar, baru kita buka jaringan baru. Atau kalau istilah toko adalah buka cabang baru. Hal ini pula yang dilakukan oleh Rizki Rahmadianti. Usaha jilbab Rizhani sudah banyak dikenal orang dan tim yang menjalankannya sudah solid.

Hingga akhirnya dia memilih membuka cabang usaha baru bernama Rira Clothing yang menyasar anak muda. Hal ini karena dirinya melihat potensi tim jahitnya yang handal dalam mengolah kain. Dari sini ia mulai mengembangkan usaha rumah produksi jahit. Tujuannya adalah membuatkan fashion khusus untuk mereka yang ingin berkreasi sesuai keingingan pribadi.

Kelima: Pengalaman adalah Guru Terbaik

Usaha fashion memang pasarnya sangat luas. Karena mulai dari anak kecil hingga kakek nenek masih memakai baju setiap hari. Berkat pengalaman bisnis yang dia miliki, Rizki Rahmadianti tidak hanya berhenti dalam membangun usaha jilbab dan usaha clothing.

Tapi dia juga menyasar pasar bayi umur 1-2 tahun. Awalnya memang sulit membangun brand Little Bee Fashion. Karena sebagai ibu rumah tangga tidak tahu bagaimana perasaan seorang bayi ketika memakai baju. Namun dia tidak berhenti disini saja. Berkat pengalaman jatuh bangun yang sudah ia lalui, akhirnya dia tahu sendiri ternyata ada cara khusus untuk masuk ke pasar tersebut.

Keenam: Dunia Online Jauh Lebih Keras dari pada Dunia Offline

Dengan bantuan internet, kita bisa mengakses apa saja di dunia maya. Termasuk juga membuat online shop. Berkat kecanggihan teknologi dia mampu menjangkau pasar yang lebih luas. Tapi ternyata dibalik kemudahan itu semua ada masalah yang sangat tidak mengenakkan.

Bahkan ada kompetitornya yang juga jualan dengan brand yang sama namun dengan harga 5 kali lipat jauh lebih murah. Yang lebih parah adalah sang kompetitor juga memakai foto yang ada watermark miliknya. Kompetitor seperti ini memang kurang ajar sekali.

Namun saat itu Rizki Rahmadianti tidak terbawa oleh amarahnya. Justru ini adalah pelecut bagi dirinya kalau ada plagiat diluar sana. Para plagiat itu memang sengaja ingin merusak brand miliknya. Akhirnya dia malah lebih fokus pada kualitas produknya. Jadi biarkan konsumen yang menilai mana barang bagus dan mana barang palsu. Kalau sudah tahu yang palsu, pasti konsumen itu akan pergi ke toko yang asli.

Itulah sedikit tips sukses jadi mompreneur dari Rizki Rahmadianti. Yang terpenting dalam usaha adalah memulai. Kalau cuman mimpi semua oang juga pasti bisa. Bahkan anak kecil juga bisa kalau mimpi. Yang sulit adalah memulai. Namun ingat, ketika anda sudah mulai bisnis jangan pernah berhenti walaupun selalu gagal. Karena dari kegagalan inilah yang akan membuat anda semakin kuat dan banyak pengalaman. Suatu saat anda pasti sukses. Semoga bermanfaat, terima kasih.

 

 

ikhwanazmi

I'am newbie, but i want to learn more.
Don't be lazy, let's study.
More about me visit to inma-xp.com
Thanks ^_^

Komentar

Indoblognet merupakan bagian dari MB Communication Network (MB Network) yang diimplementasikan menjadi sebuah jaringan netizen dan blogger Indonesia.

Kami memberikan ruang bagi eksistensi sobat netizen dan blogger menuangkan ide, gagasan, opini, sekaligus berbagi informasi, ilmu, dan cerita tentang berbagai pengalaman yang menginspirasi untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik.

Fanpage

Instagram @Indoblognet

  • Hai, haaai smart people 😍 Asyikkk ya weekend! Have fun ya, guys 😄
.
Guys, tau gak sih kamuuu, lebih dari 3,8 milyar orang di seluruh dunia menggunakan internet, dimana jumlahnya meningkat 38 juta orang sejak Januari 2017 😁
.
Kenaikan ini menandakan bahwa penetrasi internet di seluruh dunia mencapai 51%, atau bisa dibilang orang yang pakai internet udah lebih banyak daripada orang yang nggak pakai internet, hihi.. Memang sih, tahun 2017 ini sebenarnya peningkatan jumlah pengguna internet jauh lebih lambat daripada tahun 2016 😆
.
Daaan, dari 3,8 milyar orang pengguna internet di seluruh dunia, 2,9 milyarnya aktif menggunakan media sosial, lho! Wawww 😋 Pastinya kamu termasuk di dalamnya dong, heheee
.
Sumber: youthmanual.com
.
#indoblognet #mbcommunication #internet #survey #sosialmedia #socialnetworking #weekend #saturday #viral

Follow Me

Copyright © 2017 Indoblognet.com. Design by: Planetmaya.net.

To Top