Gaya Hidup

6 Bumbu Dapur Berikut Ini Bisa Dijadikan Sebagai Obat, Lho

 

Dikenal sebagai negara dengan keanekaragaman hayati tinggi, Indonesia memiliki kekayaan flora yang berlimpah. Dilansir dari laman UGM, dari sekitar 30.000 jenis tumbuhan, 9600 diantaranya disinyalir memiliki khasiat obat. Beragamnya tanaman obat ini sudah dimanfaatkan sejak berabad silam oleh nenek moyang kita sebagai bagian dari pengobatan tradisional. Banyak diantaranya yang dekat dengan kehidupan sehari-hari manusia, berada di dapur dan dimanfaatkan sebagai penyedap masakan. Anda ingin tahu tanaman apa sajakah itu? Berikut ini enam bumbu dapur berkhasiat obat di dapur Anda :

1. Bawang Putih (Allium sativum)

Tanaman dari genus Allium ini merupakan umbi yang kaya dengan fitonutrien, mineral, vitamin, dan antioksidan. Mengkonsumsinya mentah atau digunakan sebagai bumbu masakan sama-sama memberi manfaat bagi kesehatan. Kandungan allicin dalam bawang putih bermanfaat untuk menurunkan kadar kolesterol dalam darah, menurunkan resiko penyumbatan arteri koroner, pembuluh darah perifer, stroke serta kanker perut. Sementara kandungan vitamin C-nya bermanfaat untuk meningkatkan imunitas dan memerangi radikal bebas. Selain itu bawang putih juga memiliki sifat anti bakteri, anti jamur, dan anti virus.

2. Seledri (Apium graveolens L.)

Kerap dimasukkan dalam sop, seledri memberi aroma yang khas pada masakan. Daunnya mengandung flavonoid antioksidan seperti beta karoten, lutein, zeaxanthein yang bermanfaat untuk meningkatkan imunitas tubuh, melindungi dari kanker, serta memerangi radikal bebas. Kandungan vitamin A dalam seledri bisa membantu menjaga kesehatan kulit dan mukosa serta meningkatkan penglihatan malam hari. Kandungan folic acid baik sekali untuk meningkatkan metabolisme tubuh. Selain itu vitamin K pada seledri memiliki efek baik dalam menjaga kesehatan tulang. Sementara potasiumnya adalah mineral yang berfungsi untuk mengantur detak jantung dan tekanan darah.

3. Kayu manis (Cinnamomum verum)

Dimanfaatkan sejak lima ribu tahun lalu di Mesir kuno, kayu manis merupakan suplemen tradisional untuk berbagai penyakit. Tanaman yang termasuk dalam genus Cinnamomum ini bersifat anti oksidan, anti diabetik, antiseptik, hingga anti inflamasi. Dibanding apel kandungan anti oksidan kayu manis jauh lebih tinggi. Bahkan disebut sebagai yang tertinggi diantara tanaman lainnya. Kandungan minyak esensial seperti eugenol bermanfaat sebagai obat bius lokal serta antiseptik untuk gigi dan gusi. Sementara cynamaldehid dalam kayu manis memiliki efek anti koagulan, fungsinya untuk menghalangi penyumbatan platelet (kolesterol yang menggumpal) di pembuluh darah, membantu menurunkan resiko penyakit stroke, penyumbatan arteri koroner, serta pembuluh darah perifer.

4. Serai (Cymbopogon citratus)

Tanaman dari famili Poaceae ini bentuknya menyerupai alang-alang, berwarna hijau muda, dan memiliki bau harum yang khas. Serai memiliki kandungan minyak esensial, mineral, bahan kimia, serta vitamin yang baik untuk kesehatan. Kandungan bahan kimia citral bermanfaat sebagai anti mikroba dan anti jamur. Kandungan folatnya memiliki peranan penting bagi sintesis DNA. Selain itu serai juga kaya akan kandungan asam folat, thiamin, serta pyridoxine. Dalam pengobatan serai kerap digunakan untuk menyembuhkan radang usus besar, sulit mencerna, diare, sakit kepala, pegal-pegal, sakit kerongkongan, hingga bronchitis.

5. Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia)

Memiliki rasa asam dan pahit ketika dirasakan, jeruk nipis sudah lama dikenal sebagai tanaman yang banyak manfaat. Rasa asam yang disebabkan oleh citric acid dalam jeruk nipis merupakan bahan pengawet alamiah. Dilain pihak citric acid juga bermanfaat untuk meluruhkan batu ginjal dan melancarkan pencernaan. Kandungan vitamin C-nya merupakan anti oksidan yang dapat membantu menjaga struktur kolagen, meningkatkan imunitas tubuh, menangkal nitrit penyebab cancer, serta menetralkan radikal bebas.

6. Kunyit (Curcuma longa)

Tergolong dalam keluarga jahe-jahean, kunyit kerap digunakan sebagai bumbu sekaligus pewarna alami pada makanan. Curcumin yang terkandung dalam rimpang kunyit bermanfaat sebagai anti tumor, anti oksidan, anti inflamasi, hingga anti artritis. Kandungan serat dan anti oksidan pada kunyit berfungsi untuk membantu mengontrol kadar LDL atau kolesterol jahat dalam darah.

.

Image source: pexels.com

 

afin yulia

Afin Yulia
Blogger, crafter, writer
Penulis novel Sweet Sour Love, From Spring to Winter

Komentar

Indoblognet merupakan bagian dari MB Communication Network (MB Network) yang diimplementasikan menjadi sebuah jaringan netizen dan blogger Indonesia.

Kami memberikan ruang bagi eksistensi sobat netizen dan blogger menuangkan ide, gagasan, opini, sekaligus berbagi informasi, ilmu, dan cerita tentang berbagai pengalaman yang menginspirasi untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik.

Fanpage

Instagram @Indoblognet

  • Seorang pebisnis harus pandai menganalisa pesaing mereka, khususnya yang berada pada niche yang sama. Belajarlah dari kesuksesan termasuk dari kegagalan mereka
.
.
.
DOUBLE TAP IF YOU AGREE
.
.
.
#indoblognet #mbcommunication #analisamarketing #competitor #business #tipsbisnis #trendingpost

Follow Me

Copyright © 2017 Indoblognet.com. Design by: Planetmaya.net.

To Top