Indo Blog Net

lomba blog

5 Tips Menjadi Ibu Idaman bagi Anak

 

Pernah merasa bersalah karena memarahi anak? Menyalahkan diri sendiri karena belum bisa menjadi ibu idaman anak, bila anak sedang sakit atau terluka hatinya?

Menjadi ibu idaman itu bukan hal yang mudah, tetapi juga bukan hal yang mustahil. Ibu idaman bukanlah ibu yang sempurna, yang tidak pernah melakukan kesalahan, atau mengasuh anak sesuai dengan teori parenting. Ibu idaman juga bukan berarti selalu menyenangkan bagi anak.

Dari ‘hasil survey’ dengan beberapa orang yang saya anggap ibu idaman, dan juga survey dengan anak-anak saya (anak sendiri kok disurvey hihihi…), saya menyimpulkan ada 5 tips menjadi ibu idaman.

 

  1. Belajar menempatkan diri kita dengan baik pada anak

Anak dari seorang teman saya sangat akrab dengan ibunya. Bercanda dan curhat tentang semuanya. Mulai dari sekadar konflik kecil dengan temannya, bete dengan pelajaran di sekolah, sampai naksir ke teman lawan jenisnya.

Teman saya ternyata bisa menempatkan dirinya dengan baik pada anak. Kapan dia berlaku sebagai seorang sahabat dan teman, kapan dia harus berperan sebagai ibu.

Bila dia sedang berperan sebagai sahabat, dia akan mendengarkan saja semua cerita dan curhat anaknya tanpa menasihati. Bukan hal yang mudah menurutnya, karena dia juga gatal ingin menasihati anaknya. Tapi berusaha dia tahan dulu, sehingga dia bisa mengetahui semua perasaan anaknya. Dia ingin anaknya mengetahui bahwa ibunya mengerti perasaan anaknya.

Jika anaknya sudah selesai cerita, di momen yang lain, dia akan memberi saran pada anaknya bila memang dibutuhkan.

Dia akan berperan sebagai ibu, dalam hal mendidik anaknya, seperti shalat, mengaji, akhlak dan adab. Dia ingin anaknya juga bisa menempatkan diri dengan ibunya, kapan dia bisa bersikap seperti sahabat pada ibunya, dan kapan dia harus hormat pada ibunya.

Saya pun juga berusaha menempatkan diri sebagai sahabat anak, walaupun sering terkaget-kaget dengan pertanyaan anak. Ya ampun, ternyata anak saya sudah besar ya!

 

  1. Tidak membandingkan dengan anak lain

Tiap anak adalah unik, dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Kadang, tanpa sadar suka membandingkan dengan anak lain. Tapi, saya lalu ingat dua hal: (1) saya pun tidak suka jika dibandingkan dengan ibu lain, (2) anak saya pun punya kelebihan lain. Jadi ya gitu deh, terima dengan ikhlas segala kelebihan dan kekurangan anak.

Lagipula, bila anak merasa dibandingkan, bukannya nanti dia malah berubah jadi lebih baik, yang ada dia malah makin malas untuk berubah. Dan yang lebih parah, dia tidak merasa ibunya menyayangi dia apa adanya.

Menyayangi anak apa adanya, bukan berarti pasrah juga sih ya. Tetap lah berusaha memperbaiki kekurangan pada anak, dan menstimulasi segala kelebihannya.

 

  1. Menikmati proses perkembangan anak

Perkembangan anak tiap fasenya pasti ada yang menyenangkan, dan ada yang bikin (hmm…) apa ya namanya, mengesalkan hehehe…

Masa balita mungkin adalah masa paling rempong dan melelahkan secara fisik, tapi juga menyenangkan dan ngangenin liat kelucuannya. Masa menjelang pra abg, tidak terlalu rempong memang, tapi mulai musti menyiapkan hati karena mereka sudah mulai punya kehendak sendiri. Belum lagi musti mendidik mereka untuk sholat, mengaji, dan lain sebagainya.

Kalau masa ABG? Hihihi…saya belum tahu, lha wong anak sulung saya masih umur 8 tahun.

Jadi ya nikmati semua fase perkembangan anak, dengan segala hiruk pikuknya. Stimulasi sisi postifnya, dan berusaha memperbaiki sisi negatifnya. Proses sih ya, mendidik anak tidak bisa instant soalnya. (Ini juga yang kadang saya lupa). Biarkan anak berkembang sesuai dengan fasenya, tapi tetap sebagai ibu kita harus mengarahkannya. Tidak mudah, karena sebagai ibu kita jadi harus menata hati dan menata waktu dan tenaga.

 

  1. Mau mengakui kesalahan sendiri

Kita pasti memiliki banyak kesalahan pada anak. Entah kita lupa dan lalai. Padahal kita sangat menyayangi anak kita dan tidak bermaksud melakukannya.

Tips dari teman saya: mau mengakui kesalahan diri sendiri – minta maaf pada anak – jelaskan pada anak alasan ibu melakukan kesalahan tersebut – pastikan anak mengetahui rasa sayang ibunya.

Misalnya, ibu membentak anaknya karena sulit sekali untuk shalat. Setelah ibu tenang, maka minta maaf ke anak karena sudah membentak, lalu jelaskan dengan bahasa yang dipahami anak bahwa shalat itu kewajiban tiap muslim ke anak.

Ibu juga manusia, jadi maafkan juga diri sendiri.

 

  1. Selalu termotivasi untuk memperbaiki diri

Mengetahui bahwa kita sebagai ibu akan terus melakukan kesalahan, maka kita juga harus terus berusaha memperbaiki diri. Caranya dengan banyak belajar pada ahlinya, bertanya pada orang yang kita anggap berilmu, membaca buku atau mengikuti seminar parenting, dan lainnya.

Dengan banyak belajar ilmu parenting dan agama, belum tentu juga kita bisa langsung menjadi ibu yang baik. Tapi paling tidak, dengan ilmu dan iman kita akan terus berusaha memperbaiki diri.

Pun, mengaplikasikan ilmu parenting pada anak seringnya tidak bisa ketiplek sesuai teori. Banyak hal yang mempengaruhi, seperti tujuan pengasuhan anak, serta karakter dari ibu dan anak.

Menjadi ibu idaman bagi anak, tidak berarti akan selalu menyenangkan bagi anak. Ibu idaman menurut saya adalah ibu yang mampu menikmati setiap proses perkembangan anak, dan terus belajar memperbaiki diri. Ibu yang mampu membuat anaknya yakin, bahwa ibunya akan selalu menyayanginya, apa pun kondisinya.

Yuk, terus belajar menjadi ibu, karena menjadi ibu adalah proses pembelajaran seumur hidup. Dan, anak adalah amanah terbesar langsung dari Allah yang harus kita didik dan rawat agar bisa dikembalikan dalam keadaan baik.

 

 

Bagikan Jika Bermanfaat

Komentar

Indoblognet merupakan bagian dari MB Communication Network (MB Network) yang diimplementasikan menjadi sebuah jaringan netizen dan blogger Indonesia.

Kami memberikan ruang bagi eksistensi sobat netizen dan blogger menuangkan ide, gagasan, opini, sekaligus berbagi informasi, ilmu, dan cerita tentang berbagai pengalaman yang menginspirasi untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik.

Fanpage

Instagram @Indoblognet

  • Why VIDEO CONTENT Needs to Be a Part of Your Content Marketing Strategy 😎
.
To stand out and to build trust among your audience, it’s incredibly important to get in front of a camera 😜
.
That’s why you see NEIL PATEL suddenly pumping out more and more videos!
.
Below we're going to outline exactly why so many marketers are choosing video and why you should consider it for your business or brand as well, Guys! 😉
.
1⃣ Youtube Can Drive Great TRAFFIC
.
Having your video on YouTube gives you a chance at ranking for those big keywords you’ve always dreamed of ranking for
.
2⃣ Social Media Makes Videos Easy to View
.
Unlike blog posts which require users to actively click through to your content, videos show up and are playable on Facebook, Twitter, LinkedIn, and even in your Gmail inbox 📧
.
3⃣ Videos Can Build a Crazy Amount of TRUST
.
When you’re selling anything you need to build trust, and video content is one of the best ways of doing that because it literally lets the user have a more personal experience 😍
.
They see you or your product and they hear your pitch. It is so much more personal than a blog post
.
4⃣ People Really LIKE Video Content
.
Not only does video content build trust and drive traffic, but people also really want you or your company to create videos 📽
.
A HubSpot sales statistic found that 43% of people want to see more video content from marketers
.
HubSpot also found 51.9% of marketing professionals worldwide name video as the type of content with the best ROI
.
Credit: influencive.com
.
#mbcsosmedcontent #mbcommunication #indoblognet #brandingagency #digitalagency #marketingagency #digitalmarketing #digitalbranding #digitalpromotion #jasaseo #seocoaching

Follow Me

Copyright © 2017 Indoblognet.com. Design by: Planetmaya.net.

To Top