Indo Blog Net

blog

5 Langkah Membuat Media Kit yang Menarique untuk Bloger

5 Langkah Membuat Media Kit yang Menarique untuk Bloger

Ada yang belum punya media kit? Sebagai bloger profesional, penting banget lo bikin media kit, terutama kalau kita lagi engage calon klien.

Bagikan Jika Bermanfaat

Ada yang belum punya media kit? Sebagai bloger profesional–apalagi yang sering bekerja sama dengan pihak agency dan brand untuk membantu mereka dalam strategi pemasarannya–kita perlu punya media kit lo.

Apa itu Media Kit?

Media kit adalah sebuah dokumen yang memberikan gambaran umum “kondisi” blog kita dan kita sendiri sebagai bloger.

Umumnya media kit ini akan berguna banget kalau kita hendak bekerja sama dengan brand atau pihak calon klien. Semacam CV dan portofolio-lah, kalau buat para job seeker. Sehingga pihak calon klien punya gambaran mengenai diri kita–dan juga blog kita–dan bisa menjadi pertimbangan mereka untuk ajak kerja sama.

Apa yang harus ada dalam media kit seorang bloger?

Cara Menulis Artikel dengan Cepat tapi Berkualitas

1. Bio pendek tentang kita dan blog

Tentunya, kita harus memperkenalkan diri kita sendiri. Di sini peran personal branding berperan banget ya. Jadi, pastikan kita ceritakan sedikit mengenai diri kita, tapi nggak usah terlalu mendetail juga. Dan, yang penting, berikan gambaran mengenai blog kita.

Beberapa hal yang bisa disebutkan dalam bio:

  • Niche blog, atau topik yang mendominasi blog kita
  • Berapa lama kita sudah ngeblog
  • Dan hal-hal lain yang sekiranya relevan.

2. Portofolio & testimonial

Kalau kita sudah pernah bekerja sama dengan pihak brand, agency, atau siapa pun sebelumnya, bisa nih disebutkan di bagian ini. Simpel saja tak usah terlalu rumit. Kita bisa memasang logo-logo brand yang pernah bekerja sama dengan kita. Kerja sama dalam bentuk apa pun sih, misal pernah diminta untuk membuat konten untuk dimuat di web brand, itu juga bisa dipajang logonya.

Jika teman-teman pernah menulis untuk media lain–selain blog pribadi, maksudnya–boleh difoto atau discreenshoot. Lalu sertakan juga di media kit-nya.

Nah, khusus untuk media online ya, jangan cuma di-link aja ke dokumen media kit. Tapi harus discreenshoot. Pengalaman saya nih, kalau di-link doang iya kalau medianya online terus. Kalau terus offline gimana? Jadi nggak bisa dilihat kan sama klien?

So, akan lebih baik discreenshoot aja bukti muatnya. Jangan lupa perlihatkan nama kita sebagai penulis ya.

Kalau perlu, dan jika teman-teman masih menjalin hubungan baik dengan klien, minta deh testimoni dari mereka. Boleh juga nih disertakan ya. Biar si calon klien yang liat media kit jadi lebih percaya lagi.

3. Statistik

Selain mengenai diri kita sendiri, seterusnya ya kita mesti ngomongin blog kita dong. Agar calon klien mendapatkan gambaran, sertakan statistik mengenai:

  • Pageviews per bulan
  • Demografi, terutama jenis kelamin dan usia
  • Jumlah unique visitors per bulan
  • Jumlah subscriber blog atau Youtube
  • Jumlah follower media sosial

Nah, kalau angka-angka ini cukup impresif sih no problem ya. Bagaimana dengan teman-teman yang baru mulai ngeblog? Atau baru mulai main media sosial? Mungkin pageview-nya baru 100/bulan. Atau followernya baru 200.

Kalau begini kondisinya, jangan ditulis angka PV-nya atau followernya gitu doang. Akan lebih baik tulis growth-nya. Jadi misalnya ditulis, “Follower Instagram bertumbuh 150% setiap bulan.” Atau “Pertumbuhan pageview blog 200%/bulan.” Pastinya ya screenshoot saja grafiknya yang ada di Google Analytics ya, sebagai semacam bukti.

Dengan begini, calon klien akan percaya bahwa blog dan media sosial kita bertumbuh secara positif.

4. Bentuk pilihan kerja sama

Adalah penting juga untuk menyantumkan bentuk kerja sama yang bisa kita tawarkan. Misalnya saja, ada beberapa bentuk kerja sama yang bisa menjadi pilihan:

  • Sponsored post
  • Giveaway
  • Sidebar Ads
  • Social media promotion
  • Product reviews

Nah, akan bagus juga sih teman-teman cantumkan harga untuk setiap jenis bentuk kerja sama yang ditawarkan.

Untuk perhitungannya, teman-teman bisa mencari informasi dari bloger lain yang berpengalaman, karena takutnya sih kalau saya kasih angka pasti, sewaktu-waktu kan bisa saja mengalami perubahan. Ketimbang informasinya menyesatkan kan? 😀 hehehe.

Semisal teman-teman enggan menyantumkan secara langsung, maka bisa diberi semacam klausul, “Untuk jumlah kompensasi masing-masing bentuk kerja sama akan didiskusikan secara pribadi melalui email.” Gitu sih lebih safe ya 🙂 Jadi teman-teman punya kesempatan untuk ngobrol dulu, dan biasanya sih jadi bisa lebih menyesuaikan dengan maunya si calon klien.

5. Kontak

Yang terakhir, jangan lupa cantumkan kontak. Kalau memungkinkan, bisa cantumkan nomor WA atau nomor ponsel pribadi langsung.

Namun jika tidak, cantumkan ke mana calon klien bisa menghubungi teman-teman. Tapi teman-teman harus ingat untuk selalu fast respond. Karena kalau misal nyantumin email, tapi sendirinya jarang buka email. Lah nanti kalau pas dihubungi, gimana dong?

Berikut beberapa contoh media kit yang bisa jadi inspirasi teman-teman.

Saya ambilkan contoh dari bloger luar ya, biar lebih netral. 😀 hehehe

 

 

5 Langkah Membuat Media Kit yang Menarique untuk Bloger

 

 

5 Langkah Membuat Media Kit yang Menarique untuk Bloger

Nah, selanjutnya teman-teman bisa  mencari sendiri contoh media kit untuk bloger profesional seperti di atas ya. Di Pinterest banyak, di Google Image juga banyak.

Teman-teman juga bisa kok bikin media kit dari template-template yang siap pakai. personal branding. Siapa nih yang nggak bisa hidup tanpa Canva? 😆 Atau, gugling aja yes? Banyak kok.

Selamat membuat media kit yang mengesankan, teman-teman!

Meet me

CarolinaRatri

Content & Copywriter. Sketcher. Editor. Visual Communicator. Graphic designer. Mood swinger. INFJ-T Sagittarian. Sarcasm speaker.
Meet me
Bagikan Jika Bermanfaat

Komentar

Indoblognet merupakan bagian dari MB Communication Network (MB Network) yang diimplementasikan menjadi sebuah jaringan netizen dan blogger Indonesia.

Kami memberikan ruang bagi eksistensi sobat netizen dan blogger menuangkan ide, gagasan, opini, sekaligus berbagi informasi, ilmu, dan cerita tentang berbagai pengalaman yang menginspirasi untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik.

Fanpage

Instagram @Indoblognet

  • Why VIDEO CONTENT Needs to Be a Part of Your Content Marketing Strategy 😎
.
To stand out and to build trust among your audience, it’s incredibly important to get in front of a camera 😜
.
That’s why you see NEIL PATEL suddenly pumping out more and more videos!
.
Below we're going to outline exactly why so many marketers are choosing video and why you should consider it for your business or brand as well, Guys! 😉
.
1⃣ Youtube Can Drive Great TRAFFIC
.
Having your video on YouTube gives you a chance at ranking for those big keywords you’ve always dreamed of ranking for
.
2⃣ Social Media Makes Videos Easy to View
.
Unlike blog posts which require users to actively click through to your content, videos show up and are playable on Facebook, Twitter, LinkedIn, and even in your Gmail inbox 📧
.
3⃣ Videos Can Build a Crazy Amount of TRUST
.
When you’re selling anything you need to build trust, and video content is one of the best ways of doing that because it literally lets the user have a more personal experience 😍
.
They see you or your product and they hear your pitch. It is so much more personal than a blog post
.
4⃣ People Really LIKE Video Content
.
Not only does video content build trust and drive traffic, but people also really want you or your company to create videos 📽
.
A HubSpot sales statistic found that 43% of people want to see more video content from marketers
.
HubSpot also found 51.9% of marketing professionals worldwide name video as the type of content with the best ROI
.
Credit: influencive.com
.
#mbcsosmedcontent #mbcommunication #indoblognet #brandingagency #digitalagency #marketingagency #digitalmarketing #digitalbranding #digitalpromotion #jasaseo #seocoaching

Follow Me

Copyright © 2017 Indoblognet.com. Design by: Planetmaya.net.

To Top