Indo Blog Net

Video

5 Kiat yang Penting Banget Diterapkan Vlogger Pemula

Beberapa waktu terakhir ini, entah kenapa saya jadi suka dengan ngevlog. Dengan ngevlog, saya bisa meluapkan ekspresi sesuka saya. Misalnya, saya dapat menunjukkan betapa senangnya saya saat saya berwisata ke tempat baru atau menunjukkan ekspresi keprihatinan saat membicarakan suatu masalah yang terjadi di negeri ini.

Dengan ngevlog, saya juga bisa menuangkan uneg-uneg dan gagasan yang saya miliki. Selain itu, saya juga dapat mengabadikan momen-momen penting yang saya lalui. Tentu ini akan menjadi kenang-kenangan dan memori saya di masa depan.

Saya sendiri sebenarnya telah punya akun youtube sejak 2011. Namun saat itu baru sekadar punya aja. Saya belum aktif karena belum tertarik dan belum paham untuk bagaimana memulainya. Barulah setelah pada April 2018 lalu ada sebuah event yang mengharuskan saya untuk membuat vlog, mau tak mau saya membuatnya.

Sejak itu perlahan-lahan saya mulai lebih serius dalam membuat vlog (walaupun masih dalam perangkat terbatas). Saya memulai vlog satu per satu dan akhirnya, hingga kini saya telah menghasilkan 17 vlog yang dapat dilihat di www.youtube.com/MrNKurniadi.

Bagi saya ngevlog itu menyenangkan. Seru rasanya ketika kita dapat berbagi kepada orang lain lewat video. Syukur-syukur jika video tersebut dapat bermanfaat. Namun sayangnya, enggak berarti bahwa bikin vlog itu lancar seperti jalan tol. Sebagaimana blog, vlog juga memiliki kesulitannya tersendiri. Salah satunya adalah tentang bagaimana cara memulainya. Inilah yang sering dirasakan oleh orang-orang yang baru di dunia vlog. Ngevlog sih kepengen, tapi gimana sih cara memulainya? Faktanya, enggak sedikit loh para pembuat konten yang mengalami kebingungan!

Getar Jagatraya saat menyampaikan paparannya dalam video talk di Binus (4/12/18). Kegiatan ini turut didukung oleh K-Link Indonesia.

Berangkat dari itulah mahasiswa dari Legion Universitas Bina Nusantara (Binus) menyelenggarakan video talk bertemakan “Increase Your Visual Imagination and Creativity”. Turut didukung oleh K-Link Indonesia, kegiatan ini diadakan pada Selasa, 4 Desember 2018 di Universitas Bina Nusantara. Dalam talkshow ini hadir Getar Jagatraya sebagai pembicaranya. Getar sendiri adalah salah satu pembuat konten video di Pijaru, platform video sejenis youtube yang ada di bawah naungan Kompas.

kiat vlog ala Pijaru

Sebagai bentuk apresiasi K-Link Indonesia terhadap dunia industri kreatif, K-Link memberikan goodie bag produk kepada Getar Jagatraya dari Pijaru.

Dalam video talk tersebut Getar berbagi pengalamannya tentang bagaimana ia bisa masuk ke pijaru. Kemudian ia berbagi kiat tentang bagaimana cara memulai ngevlog khususnya bagi teman-teman yang bingung melakukannya. Terdapat beberapa poin yang ia sampaikan.

1. Memancing ide dengan “What If”

Salah satu yang menjadi masalah dalam membuat vlog adalah ide. Niat untuk membuat vlog udah ada, tapi ide video itu bercerita tentang apa justru belum ada.

Maka dari itu, menurut Getar penting banget bagi kita untuk memancing ide dengan memberikan pertanyaan “What If” atau dalam Bahasa Indonesia berarti “Apa jadinya…”. Dalam hal ini, kita bisa membayangkan hal apapun yang mungkin tidak kita pikirkan sebelumnya dengan menggunakan pola “What If”.

Misalnya, coba deh pikirin what if (apa jadinya) kalau kita buat konten tentang main game dari pagi sampai malam?  

What if, nyobain rasa makanan tapi enggak ada makanannya?

What if, mukbang makan kurma tapi pakai sumpit?

What if, pergi ke Surabaya dari Jakarta tapi dengan naik sepeda?

What if, bikin konten tentang cara makan kurma menggunakan sumpit? (dok. Food and Nutrition Magazine)

Pada poin ini, intinya adalah kita diminta untuk membebaskan pikiran dan melepaskan segala kreativitas yang kita miliki. Pikirkan hal-hal yang mungkin belum pernah dilakukan oleh orang sebelumnya dan bayangkan apa jadinya jika kita membuat konten video tersebut. Mungkinkah itu dapat dilakukan atau seperti apa nantinya?

Getar menyatakan bahwa sebagai konten kreator, kita tidak boleh terlalu angkuh dengan dengan ide sendiri. So, setiap kali kita mendapatkan ide, jangan lupa untuk mencatat atau merekamnya di kertas, buku atau bahkan hape supaya tidak lupa. Bukan enggak mungkin vlog-vlog yang akan kita buat lahir dari ide-ide yang kita tulis.

2. Tentukan tema dan kenali demografi

Kiat berikutnya yang Getar sampaikan adalah tentukan genre dan tema dari video yang hendak kita buat. Di dunia vlogging ada banyak sekali genre dan tema yang beredar, mulai daily vlog alias vlog tentang keseharian, prank atau tantangan, olah raga, komedi, gaming, memasak, teknologi dan bahkan wisata.

Nah, dari sekian banyaknya genre dan tema, tentukan saja salah satunya sebelum membuat sebuah vlog. Setelah itu eksekusilah menjadi sebuah video. Selain menentukan tema, penting juga bagi kita untuk mengenali demografi dari vlog kita. Demografi berarti kira-kira ditujukan untuk siapa vlog yang akan kita posting.

Apakah videonya khusus cowok? Khusus cewek? Atau bisa ditonton oleh keduanya?

Apakah videonya ditujukan khusus generasi milenial atau apa justru generasi di atasnya?

Apakah videonya ditujukan khusus kalangan atas atau apa justru kalangan menengah?

Apakah generasi milenial adalah sasaran dari video kita? Mengenali demografi adalah hal yang penting dilakukan (dok. westvancouver.ca)

Dengan mengenali demografi dari penonton vlog kita, maka kita dapat lebih mudah dalam membuat video. Hal itu dikarenakan setiap video itu memiliki perlakuan yang berbeda, tergantung seperti apa demografinya. Misalnya, bahasa yang disampaikan dalam vlog yang ditujukan kepada  generasi milenial tentu tidak bisa disamakan dengan vlog yang ditujukan kepada generasi X.

3. Kenali diri sendiri dan lingkungan sekitar

Masih kesulitan dalam membuat konten video, isinya tentang apa? Enggak perlu khawatir! Kenali saja diri sendiri dan lingkungan sekitar.

Kok gitu? Yap. Menurut Getar, kita akan jauh lebih mudah dalam membuat video jika hal itu berhubungan dengan diri sendiri dan apa yang ada di dekat kita.

Seorang dokter tentu akan lebih mudah membuat vlog tentang kesehatan dibandingkan tentang politik. Soalnya kesehatan adalah hal yang paling dekat dengan dirinya.

Seorang yang suka memasak juga akan lebih mudah membuat vlog tentang memasak dibandingkan dengan gaming yang tidak ia pelajari sebelumnya. Ya kira-kira seperti itulah gambarannya.

Bukan berarti tidak boleh membahas sesuatu yang bukan bidang kita. Namun tentu saja membahas tema yang dekat dengan keseharian kita akan jauh lebih mudah digarap karena kita telah menguasainya dibandingkan dengan yang tidak. Jadi, apa yang dekat dengan dirimu?

4. Buat skenario

Salah satu ciri khas dari vlog adalah adanya adegan orang berbicara, entah itu monolog ataupun dialog. Nah, supaya kalimat-kalimat yang disampaikan lebih teratur dan terarah, maka ada baiknya bagi kita untuk membuat skenario sebagai cetak biru tentang isi konten kita dari awal sampai akhir.

Oh ya, perlu diingat kalau skenario di sini itu hanya sebagai pegangan aja ya gaes. Sebagai batas atau patokan agar apa yang kita sampaikan dalam vlog itu tidak melenceng atau keluar dari yang kita rencanakan sebelumnya. Jadi, kalau kita ingin melakukan improvisasi ya bisa banget karena skenario itu sifatnya enggak kaku.

Getar menjelaskan bahwa skenario sendiri terbagi dalam dua format, yakni skenario dengan standar umum dan pointers. Skenario dengan standar umum adalah skenario yang formatnya seperti standar pada umumnya yang terpaku pada aturan. Sementara itu, skenario pointers adalah skenario yang ditulis berdasarkan poin-poin atau inti-intinya saja. Baik standar umum atau pointers, itu diserahkan oleh vloggernya masing-masing, mereka lebih nyaman yang mana. Kalau saya sendiri sih lebih suka pointers karena sifatnya lebih fleksibel dan yang penting saya paham intinya.

Sebelum memosting vlog, ada baiknya kita menulis skenario agar apa yang kita sampaikan lebih terarah dan tidak melenceng. (dok. scrippscollege.edu)

Lalu gimana kalau kita ingin menuliskan skenario? Ada dua cara. Kita bisa menuliskannya secara manual atau jika ingin lebih rapi kita bisa menggunakan software atau aplikasi pengolah skenario yang ada. Dua software tentang skenario yang ia rekomendasikan adalah Celtx dan Final Draft 11. Final Draft 11 adalah software berbayar sedangkan Celtx adalah software gratis yang dapat diakses melalui internet.

5. Perhatikan etika dan hak cipta

Sama seperti blog, dalam membuat vlog kita juga harus memperhatikan etika dan hak cipta. Jangan sampai apa yang kita buat mnejadi bumerang bagi diri sendiri. Maka dari itu Getar menekankan bahwa dalam membuat konten, buatlah konten yang positif. Sebaiknya hindari konten-konten yang sensitif, seperti masalah SARA atau yang bersifat merugikan orang lain. Daripada menyerang orang lain, lebih baik menertawakan diri sendiri. Iya sih kita bisa buat vlog sesuka kita tentang apa. Namun etika tetap harus dijunjung tinggi dalam pembuatannya.

Selain etika, sebagai vlogger kita juga harus memperhatikan masalah hak cipta. Saat membuat vlog kita mungkin tidak selamanya 100% menggunakan karya sendiri. Pasti deh akan ada saatnya kita butuh karya orang lain untuk melengkapi karya kita seperti foto, video atau bahkan musik.

Hak cipta, salah satu komponen penting dalam pembuatan vlog (dok. wur.nl)

Maka dari itu sebelum menggunakan karya orang lain, kenali dan pelajari terlebihdahulu seperti apa jenis hak ciptanya. Apakah hak ciptanya bebas bisa digunakan oleh siapa saja, terbatas atau apa seperti apa? Selain itu, tidak ada salahnya juga mencantumkan sumber dari karya orang lain yang kita masukkan ke vlog kita. Menghargai karya orang lain adalah kunci utamanya.

Itulah kiat-kiat yang disampaikan oleh Getar Jagatraya dalam video talk di Binus beberapa waktu lalu. Oh ya, dari keseluruhan kiat ada satu hal penting lagi yang ia sampaikan dan patut menjadi catatan bagi kita semua selaku pembuat konten.

Saat ingin membuat karya vlog atau konten lainnya, yang perlu kita lakukan adalah berkaryalah. Perihal apakah videonya akan viral, mendapatkan endorsement, ketenaran atau uang, biarkan itu menjadi bonus semata. Hal yang paling terpenting adalah nikmatilah prosesnya dan teruslah menebarkan kebaikan lewat karya-karya yang kita ciptakan.

 

 

Bagikan Jika Bermanfaat

Komentar

Indoblognet merupakan bagian dari MB Communication Network (MB Network) yang diimplementasikan menjadi sebuah jaringan netizen dan blogger Indonesia.

Kami memberikan ruang bagi eksistensi sobat netizen dan blogger menuangkan ide, gagasan, opini, sekaligus berbagi informasi, ilmu, dan cerita tentang berbagai pengalaman yang menginspirasi untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik.

Fanpage

Instagram @Indoblognet

  • Sebuah karya yang luar biasa kreatif dibuat karena cintanya yang kuat pada Indonesia.

Semoga karya Kak @ekagustiwana ini benar-benar bisa membawa energi kedamaian bagi bangsa ini.

Baik Pak Jokowi - Amin dan Pak Prabowo - Sandi adalah orang-orang yang hebat, berani maju untuk membangun Indonesia.

Jangan biarkan mereka beradu dan rakyat Indonesia berpecah belah karena adu domba mereka yang tak ingin melihat Indonesia maju.

Mari selamatkan generasi yang akan datang dari mentalitas pecundang yang suka dan senang membuat perpecahan.

Percayalah tak ada keberkahan dan kemajuan, jika bangsa ini dibangun dari kebencian dan dendam.

Salam damai untuk Indonesia terus berjaya ❤

#Indonesiadamai #Indonesiajaya #Indonesiabersatu #pemiludamai

Follow Me

Copyright © 2017 Indoblognet.com. Design by: Planetmaya.net.

To Top