Gaya Hidup

5 Hal yang Harus Diperhatikan Saat Menghadiri Acara Resmi

Taati dress code

Dalam hidup dan kehidupan bermasyarakat mungkin sekali waktu kita mendapat undangan untuk menghadiri acara resmi atau formal. Tak perlu harus menjadi pejabat, blogger juga sering mendapat undangan acararesmi atau setengah resmi. Acara seperti ini biasanya sudah disusun secara rapi oleh penyelenggaranya. Bersama surat atau kartu undangan kadang dilampirkan pula rundown acaranya titik demi titik. Dalam hal ini penerima uandangan sebaiknya membaca dengan teliti apa-apa yang tertera di dalamnya sehingga pada saat di tempat acara dapat dicegah hal-hal yang tidak diinginkan.

Berikut saya sampaikan beberapa hal yang perlu mendapat perhatian jika kita menghadiri undangan acara resmi.

1. Jangan Meremehkan RSVP

RSVP singkatan dari kata dalam bahasa Perancis Répondez s’il vous plait. Dalam bahasa Inggris artinya Please Respond. Kata RSVP biasanya dicantumkan dalam surat atau kartu undangan. Penerima undangan sangat dianjurkan untuk segera meresponnya. Mengikuti kata RSVP biasanya dicantumkan nomor telepon, telepon seluler, atau alamat email yang bisa dihubungi. Misalnya : RSVP : Abdul Cholik – 0823081950. Jika penerima undangan tidak bisa menghadiri undangan tersebut maka dia bisa menilpon atau mengirim SMS ke nomor tersebut dengan memberitahukan ketidakhadirannya. “Mohon maaf tidak bisa hadir karena saya masih di Hawaii. Terima kasih.” Dengan merespond undangan yang diterima maka pihak pengundang bisa mengambil langkah seperlunya. Pihak pengundang bisa menghapus nama Anda dari daftar undangan sehingga tidak perlu memasang nama Anda pada tempat duduk atau meja makan.

Pengembangan dari RSVP adalah RSVP Regret Only. Ini berarti bahwa undangan baru merespond undangan jika dia sudah pasti tidak akan datang karena satu dan lain hal. Jika dia bisa datang maka dia tidak perlu merespondnya. Ungkapan RSVP Regret Only dibuat agar tidak terlalu banyak telepon atau SMS yang masuk ke pihak pengundang atau panitia.

Walaupun tidak ada yang marah, jika pihak yang diundang tidak merespon RSVP bisa dianggap kurang mengetahui etika. Demikian pula jika kita tidak menghadiri undangan yang ada kata RSVP Regrets Only atau sebaliknya Anda tiba-tiba muncul di acara padahal sebelumnya sudah menyatakan tidak akan hadir.

So, jangan meremehkan kata RSVP atau RSVP Regrets Only.

2. Ketepatan Waktu

Jika dalam undangan disebutkan: Mohon hadir 15 menit sebelum acara di mulai , maka sebaiknya mengikuti petunjuk tersebut. Namun demikian pada setiap acara resmi sebaiknya undangan sudah berada di lokasi acara beberapa menit sebelumnya. Tak elok jika undangan datang saat acara sudah dimulai. Apalagi jika kedatangannya menimbulkan kegaduhan karena undangan sibuk mencari tempat duduknya sambil berkata “Permisi…maaf permisi’ berulangkali. Semua mata mungkin akan memandang undangan yang terlambat tersebut. Oleh karena itu hitung dengan cermat waktu yang dibutuhkan untuk sampai ke lokasi acara agar tidak terlambat. Budaya jam karet sebaiknya sudah mulai ditinggalkan demi kenyamanan dan kelancaran bersama.

3. Dress Code

Pada acara resmi biasanya dicantumkan dress code atau ketentuan pakaian yang harus dikenakan oleh peserta atau undangan. Dalam suatu upacara di lingkungan militer atau kepolisian, jenis pakaian yang dikenakan biasanya sudah ditentukan. Misalnya : Militer : PDU-I, PNS: Seragam PNS, Ibu-ibu isteri Prajurit: Kebaya, Undangan lain: Bebas rapi.

Jika dalam undangan makan malam resmi ditentukan pakaian laki-laki Lounge Suit (jas warna senada dengan pantaloon dan berdasi) maka jangan memakai combination (jas yang warnanya tidak senada dengan pantalon), hem batik, atau kemeja lengan panjang berdasi. Sebaliknya pakailah hem batik lengan panjang jika dalam acara makan malam jenis pakaian itu yang tercantum dalam surat undangan.

Walaupun dalam undangan disebutkan bahwa pakaian yang harus dikenakan adalah bebas rapi namun sebaiknya tetap menyesuaikan dengan acara yang berlangsung. Anda akan menjadi sasaran bisik-bisik tetangga jika Anda memakai t-shirt dan celana jeans belel padahal acaranya bertajuk ‘Batik Night’. Sebaliknya jika dress codenya disebutkan: casual, ya ikuti saja, nggak perlu memakai lounge suit.

4. Silent Mode

Bagaimana jika dalam acara mengheningkan cipta terdengar dering handphone bersahut-sahutan? Pemilik handphone pasti repot dan undangan lainnya juga mungkin menggerutu. Supaya lebih aman sebaiknya handphone dalam posisi silent atau diam. Jika ada berita penting sekali maka si penilpon mungkin akan mengirim SMS yang bisa dibaca setelah acara selesai atau pada kesempatan yang tidak menganggu kekhidmatan acara.

Silent mode untuk handphone sebaiknya juga dilakukan pada saat kita menghadiri rapat atau upacara di ruangan.  Di instansi saya dulu pengumuman untuk menonaktifkan telepon seluler disampaikan oleh pembawa acara beberapa saat sebelum acara dimulai.  Tak elok jika menteri sedang memberikan kata sambutan lalu terdengar dering telepon bernada dangdut koplo.

5. Table Manner

Jika mendapat undangan untuk menghadiri jamuan makan resmi maka etika di meja makan sebaiknya difahami dengan baik. Sendok dan garpu mana yang dipakai lebih dahulu biasanya sudah ditentukan. Sendok untuk soup berbeda bentuknya dengan sendok untuk makan nasi. Hidangan steak tidak dimakan dengan menggunakan sendok dan garpu tetapi menggunakan pisau khusus dan garpu. Cara memegang garpu saat makan steak berbeda dengan cara memegang garpu saat makan gado-gado. Walaupun kita sangat menikmati makan ayam goreng atau empal dengan menggunakan tangan namun tidak pada tempatnya makan steak seperti makan paha dan sayap ayam di warung tenda.

Bersendawa dan mulut riuh rendah saat menyantap makanan sangat tidak elok. Demikian pula mengeluarkan kata atau kalimat yang berkonotasi negatif-menjijikkan juga harus dihindari. Jika akan meninggalkan tempat duduk karena ada sesuatu yang tak bisa dihindari berpamitanlah dengan sopan kepada mitra terdekat. Cari kata yang tepat untuk menggantikan kata ‘toilet.’ Dalam acara makan bersama, senior saya pernah berpamitan: “Maaf, saya mau membetulkan ikat pinggang dulu.” Kami sudah memahami artinya ketika senior tersebut menuju rest room.

Saat acara selesai jangan lupa mengucapkan terima kasih kepada pengundang atau panitia setempat.

Itulah beberapa hal yang perlu kita perhatikan ketika menghadiri acara resmi.  Bagaimana jika beberapa poin di atas tidak diatur atau ditentukan dalam surat atau kartu undangan? Kita bisa menanyakannya kepada pihak pengundang atau panitianya. Namun demikian pedoman utamanya adalah kita hendaknya menjadi manusia yang berbudaya dan beretika, kapan saja dan di mana pun kita berada. Itu bisa membuat kita lebih aman dan nyaman daripada berbuat nyeleneh dan aneh. pada sebuah acara resmi.

Abdul Cholik

Abdul Cholik adalah seorang purnawirawan TNI dengan pangkat terakhir Brigadir Jenderal TNI. Ngeblog sejak tahun 2009 dan mempunyai beberapa blog termasuk di kompasiana. Telah menerbitkan lebih dari 20 buku berbagai topik, termasuk buku antologi.
Selain menulis review buku, produk, dan jasa juga sering memenangkan lomba blog atau giveaway.
Pemilik www.abdulcholik.com ini dapat ditemui dengan mudah di Facebook/PakDCholik dan Twitter/@pakdecholik

Latest posts by Abdul Cholik (see all)

Komentar

Indoblognet merupakan bagian dari MB Communication Network (MB Network) yang diimplementasikan menjadi sebuah jaringan netizen dan blogger Indonesia.

Kami memberikan ruang bagi eksistensi sobat netizen dan blogger menuangkan ide, gagasan, opini, sekaligus berbagi informasi, ilmu, dan cerita tentang berbagai pengalaman yang menginspirasi untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik.

Fanpage

Instagram @Indoblognet

  • YouTube saat ini bisa jadi lahan yang mendatangkan penghasilan lumayan, lho. Makanya makin banyak nih para YouTuber yang bermunculan. YouTube juga bisa jadi sarana promosi yang kekinian bagi para marketer 😀
.
#indoblognet #mbcommunication #youtube #youtuber #marketer #socialmedia #promotion

Follow Me

Copyright © 2017 Indoblognet.com. Design by: Planetmaya.net.

To Top