Kesehatan

5 Gejala Pada Bayi yang Perlu Diwaspadai

Mempelajari kehidupan bayi memang selalu menarik hati. Tak pernah membosankan dan selalu menimbulkan rasa ingin tahu yang besar. Apalagi bagi pasangan muda yang baru dikaruniai bayi. Tak hanya belajar tentang cara menstimulasi kemampuan motorik dan intelegensi si bayi dan memantau tumbuh kembangnya namun juga perlu mempelajari gejala-gejala khusus yang berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan.

Saya pernah merasa didera khawatir berlebihan ketika baru melahirkan anak pertama. Ketika si kecil muntah spontan hingga menyemburkan semua susu yang baru diminumnya saya panik. Cemas, takut ia menderita gangguan lambung yang berbahaya. Ketika kulit tubuhnya ditumbuhi bercak merah, saya panik lagi khawatir ia terserang penyakit aneh. Meski Sudah berpengalaman merawat si sulung saya masih gampang panik ketika merawat adiknya ketika bayi. Ini bayi kok jarang melek dan nangis ya. Sukanya tidur sepanjang hari. Normal nggak sih? Sedikit-sedikit saya telpon konsultasi ke Mama. Kalau nggak nelpon Mama, saya biasanya browsing hal-hal yang berkaitan dengan gejala-gejala yang patut diwaspadai pada bayi.

Tidak mengherankan jika orang tua terutama ibu selalu mudah didera kekhwatatiran. Memiliki buah hati yang sehat lahir batin adalah harapan setiap ayah bunda di dunia. Upaya mendapatkan keturunan yang sehat dilakukan sejak mempersiapkan masa kehamilan. Nutrisi bagi ibu sebelum masa kehamilan dan selama hamil sangat diperhatikan agar sesuai kebutuhan. Sebab bayi lahir cacat atau mengalami gangguan kesehatan antara lain disebabkan oleh kekurangan nutrisi dan zat gizi. Lalu gejala bayi baru lahir bagaimanakah yang perlu diwaspadai sebagai potensi gangguan atau pertumbuhan kurang sempurna?

Salah satu cara mengetahui apakah bayi baru lahir memerlukan perawatan atau stimulasi khusus adalah dilakukannya test APGAR. Meski tidak dapat digunakan sebagai prediksi kondisi kesehatan bayi jangka panjang test APGAR cukup membantu untuk mewaspadai kondisi fisik bayi baru lahir. Test APGAR meliputi test penampakan fisik, kondisi alat respirasi bayi, detak jantung bayi, respons bayi terhadap rangsangan dan aktivitas bayi.

Nilai sempurna 10 jarang diperoleh bayi pada test APGAR. Nilai test rendah juga bukan acuan bahwa bayi cacat atau menderita kelainan. Namun perlu waspada jika bayi terutama bayi baru lahir menunjukkan gejala-gejala berikut ini:

1. Warna kulit bayi normal tetapi telapak kaki dan tangannya berwarna kebiruan. Lebih mengkhawatirkan lagi jika warna kulit bayi pucat atau berwarna biru keabu-abuan. Warna gelap pada kaki dan tangan bayi ini menunjukkan suhu tubuh di bawha normal dan sirkulasi darah tidak lancar. Sebagian bayi memerlukan perilaku khusus ketika warna telapak kaki dan tangannya kebiruan. Jika sangat mendesak sang bayi perlu mendapat penghangat di inkubator agar tangan dan kakinya hangat, sirkulasi darah lancar yang ditunjukkan dengan warna merah muda.

2. Perlu waspada jika detak jantung bayi di bawah 100 detak per menitnya. Lebih waspada lagi jika nyaris tak ada detak jantung. Jantung bayi dinyatakan sehat jika jumlah detaknya 100 detak per menit.

3. Perlu waspada jika bayi hanya memberikan respon berupa gerakan wajah atau tanpa respon sama sekali saat diberikan stimulasi. Bayi lulus test APGAR jika ia merespon stimulasi dengan bersin, batuk dan menangis.

4. Jika tangan dan kaki bayi lebih sering menekuk dan jarang melakukan gerakan terhadap stimulasi maka bayi perlu penanganan khusus. Bayi sehat akan melakukan gerakan spontan. Perlu diwaspadai lagi jika bayi tidak melakukan gerakan atau gerakannya terlihat lemah.

5. Bayi terlihat pucat dan nafasnya satu-satu. Respirasi bayi normal ditunjukkan jika bayi bernafas tanpa bantuan, ia bisa menangis kencang tanpa hambatan. Perlu waspada jika bayi menangis lemah, pernafasannya tidak teratur dan lemah serta perlahan.

Hal pertama ketika si bayi menunjukkan gejala yang perlu diwaspadai adalah orang tua bayi diharapkan tidak panik berlebihan. Segera berkonsultasi dengan dokter spesialis anak. Yang perlu dilakukan adalah melakukan berbagai stimulasi dan bantuan peralatan medis ketika mendapati gejala gangguan kesehatan pada si bayi. Harapannya sang bayi akan segera mendapat pertolongan secepat mungkin dan menghindari gangguan kesehatan yang lebih serius dan mengkhawatirkan.

Image source: pixabay.com

Dwi Aprilytanti Handayani

Ibu dua anak, senang menulis dan berbagi pengalaman. Baginya menulis adalah salah satu sarana mengeluarkan uneg-uneg dan segala rasa.

Latest posts by Dwi Aprilytanti Handayani (see all)

Komentar

Indoblognet merupakan bagian dari MB Communication Network (MB Network) yang diimplementasikan menjadi sebuah jaringan netizen dan blogger Indonesia.

Kami memberikan ruang bagi eksistensi sobat netizen dan blogger menuangkan ide, gagasan, opini, sekaligus berbagi informasi, ilmu, dan cerita tentang berbagai pengalaman yang menginspirasi untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik.

Fanpage

Instagram @Indoblognet

  • Good morning, sahabat Indoblognet 😁 Jangan lupa siapkan amunisi (sarapan) terbaikmu pagi ini, supaya aktivitasmu kuat dan semangat πŸ’ͺπŸƒ
.
Guys, tau gak siiih, postingan yang mengandung unsur pertanyaan, lebih besar kemungkinannya untuk direspon dibandingkan postingan non question, lho πŸ˜„
.
Hihi, iya juga sih, kita seringkali "tergelitik" untuk ikut menjawab pertanyaan yang diajukan, ya πŸ˜‚ Apalagi kalau pertanyaannya memang "mancing" banget πŸ˜…
.
Jadi, salah satu tips nih guys, kalau kamu pingin bikin postingan yang lebih direspon, buatlah postingan question posts πŸ˜‰
.
#mbcommunication #indoblognet #morning #tuesday #instagram #instadaily #viral #followme #tips

Follow Me

Copyright Β© 2017 Indoblognet.com. Design by: Planetmaya.net.

To Top