Indo Blog Net

blog

5 Formula Menulis Artikel Viral untuk Bloger

5 Formula Menulis Artikel Viral untuk Bloger

Artikel viral bisa mendatangkan banyak pengunjung ke blog kita. Untuk membuat artikel viral bagi blogger, ikuti cara berikut ini.

Bagikan Jika Bermanfaat

Memangnya bisa sebuah artikel dibikin supaya viral? Bisa, meski ya sekian persennya tergantung pada faktor L–alias luck aka keberuntungan. Iya, menulis artikel viral itu ada formulanya. Mau tahu nggak?

Kalau mau, berikut ada beberapa tip yang bisa dicoba.

Tip Menulis Artikel Viral

1. Berikan judul yang triggering

Yes, it’s all about judul. Judul, judul, dan judul. Judullah yang akan tertangkap oleh mata lebih dulu, judul juga yang membuat orang ngeklik.

Pun adalah judul yang bisa trigger orang untuk bertindak, dalam hal ini membuat orang ngeshare artikelnya.

Tapi, awas. Jangan sekali-sekali membuat judul clickbait. Judul sensasional tapi setelah dibaca artikelnya, ternyata zonk. Yah, sebenernya kalau begini juga ada kemungkinan viral sih. Tapi viralnya diomelin orang. Bedalah ya, sama maksud “viral”-nya kita di sini.

Buatlah judul yang clickable. Butuh latihan memang untuk bisa membuat judul seperti ini, tapi bisa kok dilakukan. Judul clickable bukan selalu berarti judul yang panjang seperti portal-portal itu. Judul yang pendek pun bisa saja clickable, asal kita memang bisa menemukan kunci triggernya.

Duh, susah juga jelasinnya yah ๐Ÿ˜†

2. Pecahkan masalah yang membuat orang frustrasi

Setiap orang punya “pain”, atau masalah tak berujung. Misalnya saja, buat ibu baru–wah, banyak banget “pain”-nya. Salah satunya adalah kurangnya waktu istirahat. Sebagian besar ibu baru pasti pernah mengalami masa-masa menjadi zombie. Ngerjain apa-apa in autopilot mode, nggak fokus, lantaran selonjor saja nggak sempat.

Nah, ini adalah “pain” yang frustrating banget bagi setiap ibu baru. Pecahkanlah masalah ini, hingga kemudian si ibu baru bisa istirahat–bahkan bisa melakukan hobinya–tapi tetap juga bisa merawat si bayi dengan baik.

Sesuatu banget ini ya.

Contoh lain. Permasalahan utama bagi para traveler–terutama para backpacker–adalah bagaimana caranya bisa liburan dan berkunjung ke lokasi wisata yang lagi ngehits tapi dengan biaya murah. Tip seputar topik ini selalu laris di mana-mana. So–mengikuti rumusan membuat judul yang clickable yang lalu–buatlah artikel berjudul, “Tip Liburan ke Raja Ampat dengan Bujet Rp2.000.000 Saja”

Ha! Pasti laris tuh ๐Ÿ˜†

3. Kombinasikan trending topic dan evergreen content

Istilahnya “riding the wave”, mengendarai ombak. Bukan. Kita bukannya lagi surfing sih, tapi sedang “memanfaatkan keramaian”.

Setiap hari adaaa saja yang dibahas oleh netizen mahabenar. Mulai dari yang receh-receh–seperti trendingnya tagar #savegempi saat isu perceraian Gading-Gisel belakangan ini–sampai isu sensitif macam kondisi politik negeri ini, semua bisa dibahas di blog.

Dengan memanfaatkan keramaian yang sudah ada ini, jelaslah kita sudah menang separuh jika mau membahasnya secara lebih mendalam–apalagi kalau ditambah uniqueness–di blog. Apalagi kalau kita bisa menggabungkannya dengan konten jenis evergreen.

Apa itu konten jenis evergreen? Yaitu konten yang dicari oleh orang sepanjang waktu dari search engine. Bagaimana cara tahu konten seperti apa yang dicari orang sepanjang waktu? Dengan keyword research terhadap kata-kata kunci ramai.

Misalnya saja, untuk kasus perceraian Gading-Gisel, ide yang pertama kali muncul akan “gimana caranya agar perceraian orang tua tak berefek terlalu dalam pada psikologi anak”. Berikan tip-tip, lalu kaitkan dengan Gading-Gisel-Gempi.

Dengan begini, saat isu Gading-Gisel meluruh, konten kita juga nggak terlalu terpengaruh, karena ada hal lain yang juga kita tawarkan selain gosip artis yang memang digemari tapi kurang awet dibahas. Jadi, tren sesaatnya dapat–untuk nge-boost sehari dua hari–tapi juga bisa mendapatkan traffic stabil dari orang-orang yang mencari informasi dari search engine.

4. Berani kontroversi?

Pernah ada artikel saya edit yang mengombinasikan antara topik yang cukup sensitif, unpopular opinion, dan unsur influencer, yaitu pembahasan LGBTQ dari kacamata anak perempuan Ligwina Hananto yang masih remaja. Ya kebetulan sih Mbak Wina sendiri yang menulis, dan langsung saja saya boost di sebuah media.

Ligwina Hananto–pasti sudah banyak yang tahu ya, siapa beliau–menjadi unsur “influencer” dalam artikel tersebut. Di Google, volume pencarian atas keyword “Ligwina Hananto” mencapai sekitar 1000/bulan. Topik LGBTQ sendiri selalu menjadi topik sensitif yang penuh kontroversi. Mengangkat satu sudut pandang yang agak unpopular–apalagi dari kacamata seorang anak remaja–bisa memberikan “bumbu” pada pembahasan topik tersebut.

Artikel tersebut cukup viral di masanya. Tapi, mohon maaf, sudah nggak bisa lagi saya tunjukkan artikelnya, karena situsnya sudah tak bisa diakses lagi ๐Ÿ˜†

So, mau angkat kontroversi? Kenapa enggak? Takut dianggap cari sensasi doang? Cuek aja. Lha emang mau cari traffic kan? Hehehe. Takut dibully? Tenang, kita bisa kok menulis artikel kontroversi tapi tetap smooth dan enggak ofensif.

5. Berani tabu?

Topik “tabu” ini–kalau menurut saya–diam-diam menghanyutkan. Saya beberapa kali mengangkat topik seperti ini di media. Komen dan engagement bisa dibilang sangat kurang. Tapi banyak yang ngintip, terbukti angka impressions-nya cukup prestisius ๐Ÿ˜†

Bukti kalau pembaca online kita ini suka baca yang “tabu”, tapi nggak berani ngomongin. ๐Ÿ˜› Ternyata masih banyak orang hipokrit ya. #eh ๐Ÿ˜† Nggak gitu juga sih.

“Tabu” di sini bukan berarti selalu yang menjurus ke pornografi yang vulgar-vulgar lo. Meski iya sih, kemarin saya banyak mengulas mengenai hubungan suami istri. Hahaha ๐Ÿ˜† Tapi bukan porno ya. Ada banyak sekali hal seputar hubungan suami istri yang sepertinya tabu untuk dibahas tapi sebenarnya menjadi masalah yang bikin banyak pasangan frustrasi (see poin #2). Yang udah nikah, tahulah pasti kayak apa. Yang masih jomlo, silakan ngebayangin aja dulu. *ditabok*

Ada banyak topik “tabu” yang bisa kita angkat, tapi enggak menjadikannya vulgar. Misalnya, “how to respond pada si kecil yang mulai menanyakan mengenai bagaimana terbentuknya bayi?” Waaah, panjang kan?

Nah, itu dia beberapa tip menulis konten viral yang bisa teman-teman coba.

Tapi, sebenarnya satu artikel bisa dibilang viral itu kalau sudah gimana sih? Singkatnya, standarnya apa sehingga artikel bisa dibilang viral? Well, kalau saya dulu sih patokannya, kalau satu artikel bisa menembus PV 2000 dan/atau share lebih dari 100 dalam 1 hari, itu berarti sudah viral.

Tentunya, angka ini bukan angka pasti, karena disesuaikan juga dengan kondisi situs/blog masing-masing, dan juga topiknya. Karena masing-masing niche topik punya angka standar sendiri-sendiri tergantung popularitasnya. Misalnya, soal tip blogging, kalau bisa menembus 50 share aja berarti sudah viral, karena pembaca niche ini kan terbatas. Nggak sebanyak pembaca artikel online umum. Lebih segmented.

Nah, siap menulis artikel viral sekarang? Have fun ya!

Meet me

CarolinaRatri

Content & Copywriter. Sketcher. Editor. Visual Communicator. Graphic designer. Mood swinger. INFJ-T Sagittarian. Sarcasm speaker.
Meet me
Bagikan Jika Bermanfaat

Komentar

Indoblognet merupakan bagian dari MB Communication Network (MB Network) yang diimplementasikan menjadi sebuah jaringan netizen dan blogger Indonesia.

Kami memberikan ruang bagi eksistensi sobat netizen dan blogger menuangkan ide, gagasan, opini, sekaligus berbagi informasi, ilmu, dan cerita tentang berbagai pengalaman yang menginspirasi untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik.

Fanpage

Instagram @Indoblognet

  • How to build self discipline and break BAD HABITS ๐Ÿ’ช
.
We all have bad habits which takes our mind and energy off from most important task to least important
.
If you want to break bad habits, you need to be determined to build self discipline, Guys! ๐Ÿ˜‰
.
1. Think about your bad habits
.
If you really want to build self discipline and break your bad habits, you need to REALISE that you have bad habits. Make a list of your bad habits ๐Ÿ˜œ
.
2. Ask your friends about your bad habits
.
Ask your true friends and they will definitely give you a list. Your friends know a lot about yourself. And they will give you aย  true picture of your self
.
Make a LIST what they tell you about you and analyse them
.
3. Analyse them for the triggers
.
When you know the TRIGGER, It becomesย  easy to figure out that your bad habit will come in your way ๐Ÿ˜
.
4. How much you need to do to break them
.
When you know your bad habits and the triggers, you will figure out what you need TO DO to break that habit
.
Calculate how much you will need to push yourself to change that habit
.
5. What you will become after you break bad habits
.
Try to THINK about what you can achieve by breaking that habit ๐Ÿค”
.
6. Be crystal clear about why you want to break bad habits
.
Be very specific about your GOAL and why you want to accomplish that. Think about the rewards you will get
.
7. Donโ€™t stress too much but take action
.
Go slow on yourself, okaaay! ๐Ÿ˜… Because little changes daily makes big difference at the end of the year ๐Ÿ˜
.
Credit: aimingthedreams.com
.
#mbcsosmedcontent #mbcommunication #indoblognet #brandingagency #digitalagency #marketingagency #digitalmarketing #digitalbranding #digitalpromotion #jasaseo #seocoaching

Follow Me

Copyright ยฉ 2017 Indoblognet.com. Design by: Planetmaya.net.

To Top