Indo Blog Net

Tips and Trick

5 Cara Tepat Merawat Kerajinan Anyaman Agar Awet dan Tetap Indah

cara merawat kerajinan anyaman

Kerajinan anyaman yang terbuat dari bahan alami seperti rotan maupun bambu merupakan salah satu kekayaan seni Indonesia yang patut kita banggakan dan lestarikan. Bahan baku rotan dan bambu yang digunakan untuk kerajinan anyaman ini terbilang berlimpah lho di Indonesia.

Tentunya hal ini wajib kita syukuri. Inilah yang membuat Anda bisa memperoleh aneka kerajinan anyaman dengan mudah dan harga yang terjangkau.

Kerajinan anyaman pun semakin bervariasi. Banyak para pengrajin anyaman yang berinovasi dalam menghasilkan produknya. Saat ini kerajinan anyaman kerap digunakan sebagai dekorasi rumah. Sebab dekorasi anyaman ini dapat menambah nilai estetika pada hunian.

Mau tau apa saja jenis kerajinan anyaman yang paling populer di Indonesia? Mari simak ulasannya di bawah ini.

Jenis Kerajinan Anyaman yang Paling Populer di Indonesia

Menariknya, kerajinan anyaman ini tidak hanya memiliki sisi fungsional saja tapi juga memiliki nilai seni yang tinggi. Anda tertarik untuk memiliki barang-barang berupa kerajinan anyaman? Mungkin ada salah satu atau beberapa jenis kerajinan anyaman berikut ini yang menarik untuk Anda miliki.

Alas piring anyaman

Coba deh bayangkan betapa cantiknya meja makan di rumah Anda jika dihiasi dengan alas piring anyaman. Kerajinan anyaman yang digunakan untuk mendekorasi area ruang makan ini tak hanya berupa alas piring saja lho, ada juga alas gelas alias tatakan.

Umumnya alas piring ini terbuat dari bahan rotan. Bahan rotan tergolong lentur sehingga mudah dikreasikan menjadi berbagai kerajinan anyaman.

Kap lampu anyaman

Jenis kerajinan anyaman yang berikutnya adalah kap lampu. Kap lampu anyaman ini cocok dipasang di ruangan mana saja, mulai dari ruang makan, ruang keluarga, hingga teras rumah.

Bagi Anda pemilik rumah bernuansa natural, kap lampu anyaman ini bisa jadi pilihan tepat untuk dekorasi ruangan. Sebab kap lampu anyaman memancarkan kesan alami yang kuat.

Keranjang anyaman

Nah, kalau yang satu ini pastinya Anda sudah sering lihat. Keranjang anyaman paling sering digunakan sebagai wadah parsel. Namun kerajinan anyaman dalam bentuk keranjang tak hanya berupa wadah parsel saja, ada juga keranjang pakaian, keranjang sampah, hingga keranjang serbaguna yang bisa Anda manfaatkan untuk berbagai kebutuhan.

Keranjang anyaman ini banyak diminati karena karakternya yang kuat dan ringan.

Kursi anyaman

kursi anyaman unik

Kerajinan anyaman berupa kursi juga termasuk yang paling populer kita temui di Indonesia. Kursi anyaman akan membuat hunian Anda kental dengan nuansa tradisional. Meski memiliki kesan tradisional bukan berarti kursi anyaman terlihat jadul (jaman dulu) alias ketinggalan zaman, lho.

Saat ini banyak para pengrajin kursi anyaman yang membalut produknya dengan sentuhan modern agar tampak lebih kekinian.

Tas anyaman

tas dari bahan anyaman

Nah, kalau yang satu ini tentunya banyak digemari oleh kaum wanita. Ya, kerajinan anyaman ternyata bisa bertransformasi menjadi tas yang super cantik dan unik.

Kabarnya tas anyaman ini juga populer hingga ke Amerika, lho. Wah, kita patut bangga, nih. Tas anyaman memang memberikan tampilan yang estetik, maka tak heran jika popularitasnya sanggup menaklukan kancah mancanegara.

Tikar anyaman

Jenis kerajinan anyaman yang terakhir ini cocok bagi Anda yang gemar duduk-duduk santai di lantai sambil bercengkerama bersama keluarga. Tikar anyaman tak hanya membuat duduk di lantai jadi lebih nyaman tapi juga bisa jadi dekorasi untuk mempermanis ruangan.

Anda yang memiliki alergi debu tak perlu khawatir dengan kumpulan debu yang biasa terdapat pada karpet biasa. Tikar anyaman ini tidak menyerap debu dan lebih mudah dibersihkan. Anda tinggal membersihkannya dengan lap basah dan sesekali menjemurnya.

Cara Tepat Merawat Kerajinan Anyaman Agar Awet dan Tetap Indah

Setelah mengetahui jenis kerajinan anyaman yang populer di Indonesia, Anda juga perlu mengetahui bagaimana cara merawat kerajinan anyaman ini agar awet dan tetap indah. Yuk, baca ulasannya berikut ini.

1. Letakkan di tempat yang tepat

Cara pertama yang penting untuk diperhatikan dalam merawat kerajinan anyaman adalah penyimpanannya.

Sebaiknya letakkan kerajinan anyaman di tempat yang teduh, tidak lembab, dan memiliki pencahayaan yang cukup. Untuk kerajinan anyaman berupa tas, Anda bisa menyimpannya di dalam kardus khusus dan bungkus dengan kain agar tidak kotor terkena debu.

Anda juga bisa memasukkan gumpalan kertas atau koran bekas ke dalam tas agar bentuk tas tetap rapih. Selain itu pastikan juga Anda tidak menyimpan tas dalam lemari yang tertutup, sebab hal ini dapat membuat tas menjadi lembab dan mudah terkena jamur.

Meletakkan maupun menyimpan kerajinan anyaman dengan tepat bisa membantu mempertahankan kualitas dan memperpanjang masa pakai.

2. Hindari terkena air

Kerajinan anyaman tidak tahan air, jadi hindari dari terkena tumpahan air apalagi direndam dengan air. Kandungan air yang terlalu banyak bisa menyebabkan kerajinan anyaman jadi lembab dan mudah terkena jamur. Akhirnya jamur yang berkembangbiak tersebut dapat membuat tas menjadi rusak.

Jika terkena air segera keringkan dengan menggunakan hair dryer, kipas angin, atau keringkan dengan cara menjemurnya. Selain membuat kerajinan anyaman menjadi lembab dan mudah terkena jamur, cairan juga dapat membuat detail anyaman pada tas jadi mudah lepas.

3. Bersihkan secara rutin

Bersihkan kerajinan anyaman dari debu yang menempel secara rutin. Anda bisa gunakan sikat gigi bekas yang berbulu halus dengan sedikit air.

Untuk membersihkan kerajinan anyaman Anda tak memerlukan penggunaan sabun apalagi deterjen, karena dikhawatirkan bisa merusak bahan anyaman. Jika ada bagian yang kotor, Anda bisa menggosoknya dengan tisu basah.

Jangan lupa untuk mengeringkan kerajinan anyaman hingga benar-benar kering untuk menghindari lembab dan tumbuhnya jamur. Akan lebih baik jika Anda membersihkan debu yang menempel pada kerajinan anyaman menggunakan penyedot debu. Sehingga kerajinan anyaman tidak lembab karena terkena air.

4. Jemur secara berkala

Sama halnya dengan kerajinan berbahan alami lainnya, seperti kulit misalnya, anyaman juga perlu dijemur secara berkala agar tetap awet dan indah. Namun yang perlu diperhatikan adalah jangan menjemurnya di tempat yang terlalu panas. Anda bisa menjemurnya di pagi hari sekitar jam 8 hingga 9 pagi saat matahari masih hangat.

Paparan sinar matahari yang terlalu panas atau berlebihan dapat membuat warna asli kerajinan anyaman jadi memudar dan mengurangi ketahanan bahan anyaman. Penjemuran ini juga berfungsi untuk mencegah jamur berkembangbiak yang dapat menyebabkan kerajinan anyaman jadi rusak.

5. Hindari dari jamur

Cara terakhir dalam merawat kerajinan anyaman adalah dengan menghindarinya dari jamur. Sebab kerajinan anyaman yang terbuat dari material alami seperti rotan maupun bambu dapat mudah ditumbuhi jamur apabila lembab atau basah. Untuk itu sebisa mungkin hindari kerajinan anyaman Anda dari jamur.

Caranya yaitu dengan melakukan keempat tips di atas. Namun, untuk kerajinan anyaman berupa tas, Anda dapat menambahkan silica gel saat menyimpannya.

Jika kerajinan anyaman sangat mudah ditumbuhi jamur, misal karena kondisi udara yang lembab, Anda bisa masukkan 3 hingga 4 kantong silica gel.

Baiklah, itu dia beberapa cara merawat kerajinan anyaman kesayangan Anda agar awet dan tetap indah. Selamat mencoba, ya 🙂

Credit photo: pixabay.com

Arifah Abdul Majid
See me on
Bagikan Jika Bermanfaat

Komentar

Indoblognet merupakan bagian dari MB Communication Network (MB Network) yang diimplementasikan menjadi sebuah jaringan netizen dan blogger Indonesia.

Kami memberikan ruang bagi eksistensi sobat netizen dan blogger menuangkan ide, gagasan, opini, sekaligus berbagi informasi, ilmu, dan cerita tentang berbagai pengalaman yang menginspirasi untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik.

Fanpage

Instagram @Indoblognet

Instagram has returned invalid data.

Follow Me

Copyright © 2017 Indoblognet.com. Design by: Planetmaya.net.

To Top
$(".comment-click-14373").on("click", function(){ $(".com-click-id-14373").show(); $(".disqus-thread-14373").show(); $(".com-but-14373").hide(); }); // Infinite Scroll $('.infinite-content').infinitescroll({ navSelector: ".nav-links", nextSelector: ".nav-links a:first", itemSelector: ".infinite-post", loading: { msgText: "Loading more posts...", finishedMsg: "Sorry, no more posts" }, errorCallback: function(){ $(".inf-more-but").css("display", "none") } }); $(window).unbind('.infscr'); $(".inf-more-but").click(function(){ $('.infinite-content').infinitescroll('retrieve'); return false; }); $(window).load(function(){ if ($('.nav-links a').length) { $('.inf-more-but').css('display','inline-block'); } else { $('.inf-more-but').css('display','none'); } }); $(window).load(function() { // The slider being synced must be initialized first $('.post-gallery-bot').flexslider({ animation: "slide", controlNav: false, animationLoop: true, slideshow: false, itemWidth: 80, itemMargin: 10, asNavFor: '.post-gallery-top' }); $('.post-gallery-top').flexslider({ animation: "fade", controlNav: false, animationLoop: true, slideshow: false, prevText: "<", nextText: ">", sync: ".post-gallery-bot" }); }); });