Gaya Hidup

4 Cara Hadapi Komentar ‘Miring’ Tentang Kegemukan

Hampir semua orang jika ditanya pasti menginginkan bentuk tubuh yang sempurna. Langsing seperti saat kita masih remaja. Tetapi kenyataannya begitu melewati dua puluh kondisi sudah berbeda. Tubuh jadi mudah gemuk, tak selangsing dulu kala. Tak ayal tiap kali memandang foto lama Anda jadi bertanya ,”Apa yang terjadi denganku? Kenapa tubuhku melar begitu?”

Hal yang sama terjadi juga dengan saya. Dengan tinggi 150 cm, berat badan saya mencapai 60 kg. Padahal menurut perhitungan bobot tubuh yang ideal bagi saya adalah 40 kg atau kurang. Saat saya tengah sendirian hal tersebut tak menjadi masalah. Tapi, berbeda lagi jika sudah bertemu orang, entah itu kerabat atau teman. Sering saat bertemu mereka saya mendengar celetukan ”Aduh, lha kok gendut banget kamu” atau kalimat lain yang sejenis dengan itu. Tanpa tahu saya berusaha cukup keras untuk menurunkan berat badan. Entah dengan cara diet atau olahraga seperti yang para pakar sarankan. Well, satu-dua kali mendengar kalimat begini memang tidak apa-apa. Namun, bila terjadi berulang kali rasanya gerah juga.

Kebanyakan orang tidak sadar ucapannya menyakitkan. Mereka berpikir itu adalah ucapan yang wajar. Jadi ketika Anda marah mendengar ucapan mereka yang tajam, bisa jadi mereka akan bilang ,”Lho harusnya kamu itu bersyukur lho aku bilangin gitu. Sehingga kamu bisa mawas diri. Nggak ngebiarin dirimu gendut lagi.” Efeknya anda akan semakin kesal. Ketika tak sanggup menahan kemarahan bisa jadi anda akan melontarkan makian. Nah, akibatnya runyam. Anda jadi bertengkar dan memiliki musuh baru karena masalah tersebut. Lalu bagaimana caranya tetap tenang saat menghadapi komentar negatif soal kegemukan? Berikut ini langkah yang bisa dilakukan:

1. Take it easy

Kebanyakan orang tidak bisa duduk tenang ketika berada dalam situasi tidak mengenakkan. Seperti yang saya alami suatu pagi, usai berolahraga lari. Seorang tetangga yang tengah menyapu di depan rumah tiba-tiba berkata ,”Ya ampuun, sampeyan itu sudah lari pagi kok ndak kurus-kurus juga sih?” Menjadi defensif, itulah reaksi alami yang muncul saat saya berada dalam situasi semacam itu. Lalu apa yang saya lakukan kemudian? Apakah mengumpat dan membalasnya dengan kata-kata kasar? Tidak. Saya memilih untuk menukar umpatan menjadi senyum yang manis dan berlalu seolah tidak mendengar apapun. Saya tahu bila itu yang saya lontarkan malah muncul omongan lain yang tidak enak didengar. Mulai dari cara menguruskan badan, efek kegemukan, dan sebagainya, yang justru semakin membuat hati saya tidak nyaman.

2. Face it with fun

Daripada ngedumel saya memilih berseloroh jika ada yang mengomentari betapa gendutnya saya sekarang. Semisal dengan mengatakan ”Iya nih, ketahuan banget ya betapa makmur saya sekarang?” atau kalimat lain yang senada. Selama ini kalimat semacam itu cukup ampuh untuk meng-counter attack kalimat negatif mereka. Mereka jadi berhenti berkomentar ketika tahu saya tidak terpancing dan justru bersikap tenang.

3. Change the topic

Setelah berseloroh biasanya saya akan mengalihkan topik obrolan. Kenapa ini saya lakukan? Sebab kebanyakan orang senang jika diajak bicara mengenai dirinya atau segala hal yang masih berkaitan dengannya. Entah keluarga, karier, atau lainnya. Terutama keberhasilannya. Karena kebanyakan teman saya sudah memiliki anak, seringkali menyinggung kabar anak-anaknya. Bagaimana mereka, sekolah dimana, prestasinya apa. Sambil sesekali memuji betapa manis putra-putri mereka. Bisa ditebak, mereka lupa soal topik semula (psst, kegemukan saya) dan lebih antusias menceritakan hal-hal yang saya tanyakan.

4. Leave it

Jika tiga hal diatas sudah dilakukan, tetapi teman anda masih juga berkomentar menyebalkan tidak ada jalan lain selain tinggalkan! Tidak guna mendengar kalimat-kalimat negatif semacam itu. Toh, hasilnya tak ada selain membuat hati merana. Katakan saja dengan halus, anda ada janji dengan seseorang atau justru ada kegiatan yang harus dilakukan. Dengan begitu anda bisa menghindari dengan cara elegan. Tidak perlu membuat kegaduhan meski dalam hati dongkol bukan buatan.

Semoga empat tips diatas bisa membantu rekan-rekan semua sewaktu bertemu orang yang berkomentar negatif atas bobot tubuh kita.

 

 

Image source: pixabay.com

 

afin yulia

Afin Yulia
Blogger, crafter, writer
Penulis novel Sweet Sour Love, From Spring to Winter

Komentar

Indoblognet merupakan bagian dari MB Communication Network (MB Network) yang diimplementasikan menjadi sebuah jaringan netizen dan blogger Indonesia.

Kami memberikan ruang bagi eksistensi sobat netizen dan blogger menuangkan ide, gagasan, opini, sekaligus berbagi informasi, ilmu, dan cerita tentang berbagai pengalaman yang menginspirasi untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik.

Fanpage

Instagram @Indoblognet

  • Happy beautiful Sunday, everyone 😍 Ngaku nih, siapa yang pagi ini udah nontonin videooo? Hihi 😆😄
.
Tau gak sih guys, Penelitian Nielsen Consumer Media View 2017, menunjukkan bahwa minat menonton video online terus meningkat, lho. Penetrasi internet kian meroket sehingga perilaku penggunanya juga bergeser, deh 😀
.
Berdasarkan survey Nielsen Cross-Platform 2017, terjadi peningkatan akses internet hampir di semua tempat. Akses internet meningkat di kendaraan umum sebesar 53 persen, kafe atau restoran 51 persen, bahkan di lokasi konser juga bertambah 24 persen dibandingkan dua tahun lalu 😎
.
Data juga menunjukkan frekuensi menonton konten video melalui internet meningkat hampir di semua usia. Saat ini Youtube masih menjadi raja sebagai penyedia konten video online. Selain mengonsumsi online video sebagai hiburan, konsumen juga cenderung mencari berita online video di beberapa laman media massa 📰
.
Sumber: m.republika.co.id
.
#indoblognet #mbcommunication #sundayfunday #weekend #onlinevideo #survey #content #internet #youtube

Follow Me

Copyright © 2017 Indoblognet.com. Design by: Planetmaya.net.

To Top