lomba blog

Mau Donk Jadi Ibu Idaman

ibu idaman

Parenting Tak Semudah Teori

Eh tapi Ibu Idaman itu yang seperti apa sich, apakah ibu yang super duper sempurna atau ibu yang tidak pernah melakukan kesalahan ? Rasanya jika kriterianya begitu, pastilah sangat sulit bagi saya pribadi untuk menggapainya.

Jujur, saat saya hamil, saya membaca banyak sekali buku parenting, hingga rasa-rasanya dari A sampai Z tau dech teori parenting itu seperti apa. Kenyataanya setelah melahirkan …… huwaaaaa …….. kandas dech semua teori parenting.

Ternyata mendampingi tumbuh kembang anak tak sesimple teori dalam buku, berbagai peristiwa dan pergulatan batin telah saya alami. Namun dalam hati, saya harus terus memegang erat jagoan semata wayang saya dan menuntunnya menuju jalan-jalan kebaikan.

Antara Dedikasi & Ambisi

Sejak putra kami Ivo lahir, saya memang berjanji untuk mendedikasikan hidup saya untuknya. Tetapi itu hanya bertahan hingga Ivo berusia kurang lebih 2 tahun. Saat itu saya dilanda kebosanan yang amat sangat, saya ingin bekerja, itu yang benar-benar saya inginkan.

Mungkin terdengar aneh, bagaimana suami saya mencoba memberi segala kemewahan di dunia, dan saya masih merasa tersiksa. Yup, saya merasa hidup di sangkar emas.

Setelah melewati berbagai perdebatan, akhirnya suami saya memperbolehkan saya berbisnis, suamipun menyewakan saya toko yang cukup besar untuk memulai bisnis saya. Worthed memang, karena saya sangat amat serius menjalankan bisnis tersebut. Waktu, orientasi dan dedikasi saya menjalani bisnis jauh lebih besar dari peran saya sebagai seorang ibu. Dan pada akhirnya selain toko, saya juga bisa memiliki 2 pabrik.

Terjebak Ambisi

Setiap harinya, supir kami mengantar Ivo ke sekolah, lanjut mengantar saya bekerja. Dan setiap hari saya pulang paling awal jam 6 sore, dan itu sangat jarang. Rata-rata jam 8 malam baru sampai rumah. Kalo beruntung masih bisa membacakan cerita sebelum bobo untuk Ivo. Kurang dari 1 jam setiap harinya saya berinteraksi dengan Ivo. Sungguh menyedihkan jika saya mengingat saat itu. Alasan pribadi saya untuk menenangkan diri saya adalah quality time is better than quantity. Jujur saya merasa sangat munafik.

Mengapa saya merasa begitu, karena saya tidak seperti ibu-ibu pekerja pada umumnya, yang bangun lebih pagi untuk mempersiapkan segala kebutuhan suami dan anak, serta tidur lebih larut untuk menyelesaikan pekerjaan di rumah.
Ibu bekerja seperti ini tetap memiliki kredit yang besar sebagai seorang ibu. Seperti ini juga gambaran ibu saya sebagai ibu pekerja.

Sedangkan saya dari bangun tidur sudah dilayani, anak juga sudah siap. Jadi memang praktis interaksi kami hanya pagi hingga Ivo sekolah dan malam sebelum tidur. Cuma itu, what kind of mother am’I?

ibu idaman

Namun setiap hari sebelum bobo Ivo selalu berkata “I love you mommy, you are the best mother in the world”, dalam hati saya menangis, sungguh jagoan saya ini begitu tulus mencintai ibu yang tak selalu disampingnya.

Selama 6 tahun saya menjalani hidup seperti ini, dan anehnya jika Ivo melakukan kenakalan di sekolah, saya sangat marah. Saya merasa selama ini saya dan suami bekerja untuk memberikan pendidikan terbaik bagi Ivo, tetapi dia tidak menghargai jerih payah kami. Sungguh saat itu saya dikuasai ego yang membuncah.

Saya lupa bahwa Ivo adalah amanah bagi kami, saya lupa bahwa pendidikan Ivo adalah tanggung jawab kami. Ada satu masa dimana akhirnya saya sadar bahwa peran terbaik yang pernah Allah SWT berikan ke saya adalah menjadi seorang ibu.

Musibah Bertubi Itu Menggembalikan Fitrah Saya

Pada saat itu Ibu saya sedang sakit parah dan diopname, sayapun sebagai putri semata wayang, tentu harus menjaga beliau. Saat itu saya juga harus memperpanjang kontrak toko saya, dan memang saya dan pemilik toko telah sepakat untuk memperpanjang kontrak selama 10 tahun. Entah ada apa, tetiba pemilik toko membatalkan kontrak ini, belakangan saya baru tau bahwa ada orang yang menawar sedikit lebih tinggi dengan masa kontrak 2 tahun.

Padahal saya sudah merenovasi toko, dan pada saat itu saya sedang berada di Rumah Sakit Dr. Kariadi Semarang merawat ibu saya. Pemilik toko tidak mau tahu, saya harus mengeluarkan seluruh barang dalam waktu 4 hari, sejak beliau membatalkan. Jujur saya panik saat itu, sayapun kembali ke Bali dan menyerahkan pengawasan Ibu saya kepada seseorang yang kami bayar.

Ternyata orang yang kami bayar untuk menjaga ibu, mengabaikan tanggung jawabnya, sehingga kondisi ibu memburuk. Sayapun begitu selesai membongkar toko, saya langsung kembali ke Semarang. Tetapi malang tak dapat di tolak, ibu saya berpulang saat saya dalam perjalanan pulang. Saat itu tak bisa saya gambarkan penyesalan saya. Yup saya merasa telah gagal sebagai anak dan sebagai ibu.

Selama 3 bulan setelah peristiwa tersebut, saya frustasi, saya memilih berdiam diri di rumah dan tidak melakukan apapun. Saya benar-benar merasa terpuruk. Saya kehilangan 2 hal yang berharga bagi saya, yaitu ibu saya dan toko saya. Saat itu saya masih lupa bahwa saya adalah seorang ibu.

Anehnya beberapa bulan setelahnya, sekolah Ivo ditutup karena berbagai masalah. Lengkap sudah masalah bertubi-tubi menimpa keluarga kami. Namun justru hal inilah yang menjadikan saya sadar, bahwa keluarga adalah hidup saya.

Menjadi Sahabat Anak

Sayapun akhirnya memberanikan diri untuk bangkit menjalankan bisnis dari rumah sekaligus mengambil keputusan untuk menjadi praktisi homeschool mandiri. Inilah awal kembalinya dedikasi saya sebagai seorang Ibu.

Menjadi praktisi homeschool-pun bukan berarti serta merta saya berubah menjadi ibu idaman, tetapi setidaknya saya menghabiskan sebagian besar waktu saya bersama Ivo. Saya berusaha menjadi sahabat Ivo, saya melakukan apa yang dia lakukan dan saya belajar apa yang dia pelajari. Saya selalu ikut, jika Ivo menggambar, bercocok tanam, membuat prakarya, membaca buku, traveling, mengikuti aktivitas lingkungan hidup, menjadi volunteer kemanusiaan, dan lain-lain.

Yang pasti saya dan suami selalu berusaha memfasilitasi kegiatan Ivo semaksimal mungkin, tentunya jika kami yakin hal tersebut positif. Dan tidak seperti yang dibayangkan banyak orang, kami menjalankan homeschool kami dengan santai, tanpa aturan-aturan yang membebani kami sendiri. Fokus kami tentunya pada mengajarkan Ivo untuk menjadi manusia dengan kemanusiaan, serta mampu menghadapi tantangan masa depannya.

Disinilah awal kesempurnaan hidup bagi saya, bukan hanya karena waktu kebersamaan dengan Ivo yang berlimpah, namun juga rejeki kami juga Alhamdullilah lebih berlimpah dengan beban yang lebih kecil. Kamipun lebih bahagia.

Meski begitu saya masih jauh dari seorang “ibu idaman”. Saya hanya ingin menjadi sahabat anak.
Saya hanya ingin menjadi seorang Ibu dimana anak merasa didengarkan dan dimengerti. Ibu yang berani berpetualang dan melakukan “kegilaan” bersama anak. Ibu yang berani menghapus ego superioritasnya. Ibu yang bisa mengandeng anak-anaknya menggapai cita dan asa mereka, serta Ibu yang bisa menuntun dan menunjukkan jalan-jalan kebaikan.

Demi cinta saya untuk keluarga kecil saya, Insya Allah saya sedang berproses menjadi ibu yang baik, ibu idaman keluarga saya. Semoga Allah SWT meridhoi, Amiiin YRA

 

Artikel ini saya ikutsertakan dalam Lomba Blog Zakiah Hijab

Latest posts by Ferdias Bookelmann (see all)

Komentar

Indoblognet merupakan bagian dari MB Communication Network (MB Network) yang diimplementasikan menjadi sebuah jaringan netizen dan blogger Indonesia.

Kami memberikan ruang bagi eksistensi sobat netizen dan blogger menuangkan ide, gagasan, opini, sekaligus berbagi informasi, ilmu, dan cerita tentang berbagai pengalaman yang menginspirasi untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik.

Fanpage

Instagram @Indoblognet

  • Hellooo, sahabat Indoblognet 😉 Kamis manis nih, yuk perbanyak optimis 😍
.
Bagi seorang pebisnis atau penjual, memiliki banyak konsumen tentunya adalah hal yang sangat penting, ya 😁 Masalahnya konsumen gak akan datang sendiri tanpa dijemput, artinya penjual perlu melakukan berbagai cara untuk menarik konsumen 😄
.
Salah satu cara yang bisa dilakukan oleh penjual adalah dengan menerapkan konten marketing. Dengan konten marketing, kamu menarik perhatian konsumen dengan konten-konten berkualitas, menarik, dan disukai konsumen 😍
.
#instagram #indoblognet #mbcommunication #thursday #instadaily #followme #business #tips #viral

Follow Me

Copyright © 2017 Indoblognet.com. Design by: Planetmaya.net.

To Top