lomba blog zakiah hijab

Jangan Mau Jadi Super Mom!

 

Issshhh judulnya salah kamar!! Temanya kan menajdi ibu idaman kok malah ga boleh jadi superMom! SuperMom kan ibu idaman sejuta anak! Hehe

Setiap ibu pasti bercita-cita menjadi ibu idaman anak atau biasa kita sebut super Mom. Mereka adalah mama-mama super yang menggantikan SuperMen dalam segala hal terkait anak. Mama yang sabar mengurus anak dari kecil sampai besar, dari hal kecil-kecil seperti memilih mainan sampai hal besar seperti memilih sekolah dan kuliah, mama yang ngajarin baca tulis, mama yang care dan khatam dari A sampai Z soal tumbuh kembang anak, mama yang jago masak, sering bikinin bekal makan lucu-lucu buat anaknya, mama yang nganterin kemana aja, mama yang ada di garda terdepan belain anaknya kalo nangis saat main sama temen, mama mama yang selalu ada, kapanpun dimanapun untuk membantu anak dan menjadi “pemadam kebakaran”. Pokoknya lovely mom dan idaman bangett! Sampai-sampai si anak bilang: Mamaku TOP MARKOTOP DEH!!

download

Heiiiii tunggu dulu, Papanya dimana?

Euuuhhh… abseennn!!

Jadi dibalik SuperMom jangan-jangan ada papa yang nggak super dalam hal membesarkan anak?

Ah, masa iya sih…

Coba tanya papanya, papa tau nggak perkembangan motorik halus itu apa?

“Motor-ik ha-luuss… itu bagian dari sepeda motor yang sebelah mana ya?”

Tetootttt…

Kalau papanya balik nanya kayak di atas berarti jangan-jangan emang bener. Papanya absen. Papanya sibuk cari uang. Mamanya yang ngurusss A to Z tentang anak. Papa mah taunya kasih duit dan terima beres aja.

Padahal bisa jadi, papa sebenernya juga mau loh tau banyak hal tentang anak, tentang ilmu parenting, dan semua teori tumbuh kembang anak, tapi bisa jadi mamanya nggak kasih kesempatan atau nggak kasih dorongan karena terlalu sibuk jadi Super Mom. Sueerrrr deh Mom, ada dalam suatu hubungan yang sendirian (alias bertepuk sebelah tangan) itu capekkkk dan sakittt kan??? Apalagi membesarkan anak sendiri padahal suami masih ada. Membesarkan bukan berarti sekedar ngasih makan biar anak tumbuh besar ya. Tapi proses membesarkan yang seimbang fisik dan mental, jasmani dan rohani. Nggak asik kan kalo kita ngomong “Mainan ini bagus deh untuk motorik halus si adek!,” dan papa Cuma bilang “Ya terserah aja! Semua mainan kelihatannya sama!” Duhh…. baperrr kan. Pasti pengennya punya partner yang bisa diajak diskusi, apa sih yang terbaik untuk menstimulus motorik halus dan kasarnya, bagaimana sih menguatkan keimanan dan ketaatannya, bagaimana ya biar adabnya bisa sesuai sunnah Nabi, and lain sebagainya.

Inget Mom, jangan mau jadi super Mom! Jadilah Super Parents! Ajak suami aktif terlibat dalam pengasuhan. Ajak suami peduli dengan A to Z tumbuh kembang anak. Ajak suami ke majelis-majelis parenting yang alhamdulillah sekarang makin mudah dijumpai. Ajak suami ambil peran dan punya peran utama dalam membesarkan anak. Karena suami adalah nahkoda di rumah. Karena ayah adalah kepala sekolah dalam madrasah pertama anak-anaknya. Bukankah generasi yang father-less adalah generasi yang rapuh luar dalam dan menjadikan umat ini laksana buih di lautan. Bukankah momen dimana si anak lengket sama Ayahnya itu adalah momen yang sangat menyentuh? Jadi yukkkk.. bersama pasangan kita bertumbuh untuk jadi orang tua hebat. Yukkk sama-sama jadi ibu dan ayah idaman. Indah bukan?

Mulai dari Mana

Mau ngajak suami, biar bareng-bareng jadi idaman anak tapi mulai dari mana ya? Buku-buku parenting setumpuk suruh baca? Sodorin jadwal seminar parenting dari pakar A sampai Z ? Atau gimana enaknya? Mulai darimanaaa? Darimanaaaa??

Stoppppp buuu… Sabarrrr…  Coba dimulai dari pertanyaan dasar ke suami : “Kalau kita sebagai orang tua suatu saat meninggal, ilmu apa yang sudah kita wariskan ke anak sehingga kelak dimudahkan hisab kita, selamat masa depan anak kita di dunia dan akhirat, serta kita sekeluarga bisa berkumpul lagi di surga?”

Coba kita renungkan, apa saja yang kita sebagai orang tua sudah ajarkan kepada anak-anak kita sehingga hidupnya dan hidup kita selamat dunia akhirat. Ia menjadi anak soleh-solehah yang senantiasa mendoakan orang tuanya agar kelak berkumpul kembali di surga.

Dari pertanyaan mendasar itu, kita akhirnya akan bisa menetapkan apa sebenarnya visi-misi keluarga kita, visi-misi pengasuhan anak. Dari sana nanti, kita bisa mulai menyusun kurikulum pembelajaran untuk anak kita, mulai dari usia 0 -3 tahun, 4 – 7 tahun, dan seterusnya.

Jadi misalkan kita menetapkan visi keluarga kita adalah menjadi keluarga islami yang meneladani Rasulullah dan berpedoman pada Al Quran  serta Sunnah. Maka sudah pasti anak-anak harus diajarkan Al Quran dengan baik sedini mungkin, diajarkan adab keseharian seperti yang diajarkan Rasulullah Saw, dikenalkan dengan kisah-kisah para nabi dan sahabat, diajak menginsyafi perjuangan, keberanian, kesabaran, dan keteladanan yang begitu banyak dari generasi salafus soleh. Ini tentu hanya sebagian kecil, bagian lain tentu bisa dikembangkan misalnya tentang keilmuan, olahraga, seni, kewirausahaan, dan lain sebagainya.

Banyak dan berat ya tugas sebagai orang tua? Iya! Karenanya tugas pertama sebagai calon ayah dan ibu idaman adalah belajar! Jangan pernah letih menimba ilmu terutama ilmu yang akan menyelamatkan keluarga kita di dunia dan di akhirat. Ingat, anak-anak kita tumbuh cepat setiap harinya. Jadi kita harus punya modal kuat untuk mengejarnya.

Perjalanan menjadi orang tua adalah perjalanan yang panjang dan berat. Akan sangat melelahkan jika kita sendirian. Makanya Mom yukkk setelah ini kita datangi suami dan bilang : “Suami tersayang, maukah kamu bersamaku menjadi orang tua idaman? Aku ibu idaman dan kamu ayah idaman?”

Sungguh, betapa bahagianya anak kita punya dua hadiah paling berharga di dunia. 🙂

 

 

Choirunnisak Fauziati

Penikmat Hidup

Latest posts by Choirunnisak Fauziati (see all)

Komentar

Indoblognet merupakan bagian dari MB Communication Network (MB Network) yang diimplementasikan menjadi sebuah jaringan netizen dan blogger Indonesia.

Kami memberikan ruang bagi eksistensi sobat netizen dan blogger menuangkan ide, gagasan, opini, sekaligus berbagi informasi, ilmu, dan cerita tentang berbagai pengalaman yang menginspirasi untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik.

Fanpage

Instagram @Indoblognet

  • Hellooo, sahabat Indoblognet 😉 Kamis manis nih, yuk perbanyak optimis 😍
.
Bagi seorang pebisnis atau penjual, memiliki banyak konsumen tentunya adalah hal yang sangat penting, ya 😁 Masalahnya konsumen gak akan datang sendiri tanpa dijemput, artinya penjual perlu melakukan berbagai cara untuk menarik konsumen 😄
.
Salah satu cara yang bisa dilakukan oleh penjual adalah dengan menerapkan konten marketing. Dengan konten marketing, kamu menarik perhatian konsumen dengan konten-konten berkualitas, menarik, dan disukai konsumen 😍
.
#instagram #indoblognet #mbcommunication #thursday #instadaily #followme #business #tips #viral

Follow Me

Copyright © 2017 Indoblognet.com. Design by: Planetmaya.net.

To Top